Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Introgasi


__ADS_3

"Angga kau naik saja dahulu," Titah Jio.


"Baik Tuan." Angga hanya bisa menuruti perintah Jio, Ia sendiri pun bingung dengan perintah Jio.


Ting!


Angga masuk terlebih dahulu dengan menggendong Rara, Sedang kan Jio menunggu di depan Lift. Entah apa yang ada di fikiran Jio, Padahal di dalam Lift itu di desain Khusus dengan luas dan mewah. Tapi sekarang? Seorang Ceo besar menunggu di depan Lift untuk ke ruangan nya. Memang terdengar konyol tetapi Jio melakukan itu agar ia bisa berlama-lama menggendong Wanda karena ia tidak tau kapan ia bisa kembali menggendong Wanda.


Sekitar Satu menit, Pintu lift nya terbuka kembali. Jio memasuk sidik jari nya. Selama di dalam lift Jio tidak ada henti-henti memperhatikan wajah pulas Wanda yang benar-benar sangat cantik.


Cantik. Yang bisa Jio lakukan sedari tadi Hanya bisa bergumam tentang kecantikan Wanda. Jiwa nya seakan tidak tahan untuk mencium pucuk kepala Wanda.


Ting!


Pintu Lift terbuka, Jio melangkah pelan ke arah ruangan nya. Ia melihat Angga yang sudah keluar dari ruangan pribadi nya. "Tuan, Nona Rara sudah saya baring kan di atas kasur." Ujar Jio.


"Iya, Terima kasih kau boleh kembali ke ruangan mu." Ujar Nya.


"Baik Tuan."


Setelah kepergian Angga, Jio menakan jari jempol nya.


klik!


Sebuah pintu yang terhubung ke ruangan Istirahat Jio, Ia melihat Putri cantik nya yang masih tertidur lelap. Jio melatak Wanda di sebelah Rara, Ia bahkan tak segan melapaskan sepatu Wanda. Dengan perlahan ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Wanda dan Rara agar mereka tidak kedinginan.


Jio terus memperhatikan Wajah Wanda, Tangan nya tanpa sadar mengelus lembut kepala Wanda. Jio tersenyum kecil, Tuhan Aku tidak tau kenapa dengan diri ku..


Cup


Jio membelalakan mata nya, Ia relfeks langsung memundur kan kepala nya, Kenapa ia sangat lancang sekali mencium Wanita yang baru ia kenal? dan apa itu? kenapa ia tidak merasa bersalah sama sekali?


Bodoh! Harus nya kau menahan diri mu untuk tidak mencium nya, Bagaimana jika bangun tadi? Runtuk Jio.


Ia cepat-cepat keluar dari ruangan itu, Ia takut akan kebabalasan lagi. Entah kenapa ia merasa memeliki ikatan yang kuat dengan Wanda.

__ADS_1


***


Ruangan Refa.


Di dalam ruangan itu ada Refa dan Juga Panji, Kedua nya saling menatap galak ke arah Dito yang sedang duduk di sofa. Dito yang di tatap seperti itu membuat nya kesulitan bernafas, Bagaimana tidak? Ia sudah seperti seorang penjahat yang tengah di Introgasi.


Kenapa mereka menatap ku seperti itu?


Dito yang merasa tidak berbuat salah, menatap tidak takut ke arah Refa dan Panji.


"Ekhm... Ada apa? Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Tanya nya.


Refa dan juga Panji berdecak sebal, Refa menatap ke arah Panji agar dia saja yang berbicara. Karena menurut Refa Panji akan sangat cocok jika mengintrogasi orang."Kau tidak tau kesalahan mu?" Tanya Panji.


Dito langsung menggelengkan kepala nya."Aku merasa tidak pernah berbuat salah." Ujar Yakin Dito.


"Benar kah?!"


"Iyah! Tentu saja! Memang apa yang aku lakukan?!" Ujar Dito tak kalah sengit, Ia juga menatap tajam ke arah Dito dan juga Panji. Tapi percayalah sebenar nya Dito hanya sedang bercanda.


"Heh? Apa maksud mu Tuan? Dan ada apa dengan mu kakak?! Kenapa kalian seperti sedang mengintrogasi ku?!"


"Hih! Kau masih tidak ingin mengatakan nya?" Panji mulai geram melihat Dito yang tak kunjung mengakui nya.


Alasan Refa dan Panji mengintrogasi Dito, Karena meraka berdua seperti merasa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan Dito dari mereka berdua. Mereka merasa kalau Dito seperti sedang merasa cemburu ketika melihat kedekatan Wanda dan juga Jio. Dan keyakinan mereka meningkat ketika melihat raut wajah kesal Dito yang terlihat jelas. Tapi kini Dito seperti orang yang tidak berdosa, Ia bahkan terlihat tidak mengerti dengan sikap Refa dan Panji.


"Memang nya apa yang harus aku katakan dan aku Akui?!"


Panji mengehela kasar nafas nya, dan menggeram kesal."Baik lah karena kau tidak mau mengakui nya secara terus terang." Gurutu Panji.


"Cepat kata kan saja! Jangan membuat teka-teki yang membyat ku semakin bingung saja." Desak Dito tidak sabaran.


"Haish, Kau seperti orang yang tidak sabaran sekali. Padahal disni aku dan juga Panji yang sangat gemas dengan mu. Jika saja membunuh tidak Dosa maka aku akan mencekik mu sampai kau kehabisan nafas." Refa memperagakan tangan nya yang seolah sedang mencekik sesuatu.


Glek

__ADS_1


Dito menelan gusar Saliva nya, "Hahaha...Kau sungguh lucu sekali Tuan." Ujar Dito berusaha agar tetap tenang.


"Aku tidak sedang bercanda Dito!" Tegas Refa.


"Ehm, Kata kan saja Jangan membuat ku semakin bingung Tuan." Jujur saja Dito juga bingung dengan situasi yang sedang ia hadapi, Awal nya ia mengira kalau kedua nya akan menanyakan sikap nya tadi tapi kini justru ia semakin tidak mengerti.


"Kata kan saja! Apa kau memiliki perasaan dengan Nona Wanda?" Tanya Panji di sertai geraman.


Glek!


Lagi-lagi Dito menelan kasar saliva nya, Ternyata benar dugaan nya kalau dua pria yang sedang di hadapan nya sedang menanyakan prihal hubungan nya dengan Farah.


Dito menarik nafas nya untuk menenang kan diri nya, Ia berusaha mungkin untuk menutupi kegugupan nya.


"Ha? Apa yang kau katakan Kakak? Aku memiliki perasaan dengan Nona Wanda?" Ia menatap bergantian Refa dan Panji yang seperti sedang menunggu ucapan Dito.


"Ye! Yang benar saja! Siapa lah Aku Tuan? Aku hanya skertarsi pribadi mu Tuan. Mana mungkin aku berani memiliki perasaan dengan saudara dari Nona Windi yang merupakan Istri dari Tuan Wisnu. Aku cukup Sadar diri untuk itu." Elak Dito.


"Hah kau fikir aku percaya dengan omong kosong mu itu?" Ucap Refa Tidak Percaya, Ia sama sekali tidak percaya karena sudah terlihat dengan jelas kalu Dito memiliki persaan dengan Wanda. Jika tidak memiliki perasaan tidak akan mungkin bukan Dito bersikap Aneh saat melihat kedekatan Wanda dengan Jio.


Panji hanya diam tapi ia juga menyetujui perkataan Refa, Karena tidak mungkin jika tidak mungkin Sikap Dito tadi tanpa alasan yang Jelas.


"Kakak kau juga tidak percaya Pada ku?"


"Tidak." Ujar Singkat Padat dan jelas dari Panji.


Hufh bagaimana ini? Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku sempat memiliki hubungan dengan Farah, Bisa-bisa detik itu juga aku langsung jadi bahan cemohan mereka berdua. Tapi jika aku berbohong justru akan semakin rumit. Pasti mereka tidak langsung percaya begitu saja.


.


.


.


.

__ADS_1


Haii welcome back😗


__ADS_2