Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Dia Kembali


__ADS_3

A FEW MONTHS LATER


Tak terasa usia pernikahan Windi dan Wisnu sudah hampir memasuki satu tahun pernikahan. Keduanya sepakat untuk melanjutkan pernikahan ini sampai maut yang memisahkan mereka berdua.


Terlihat orang-orang pada berlalu lalang ke sana kemari mempersiapkan acara ulang tahun pernikahan Mama Fitri dan Papa Benny yang akan di langsung kan 3 hari lagi. Baik Windi maupun Wisnu ikut turun langsung mempersiapkan pesta perayaan ulang tahun pernikahan Mama Fitri dan Papa Benny.


Meskipun Wisnu sedang sangat sibuk mengurus proyek yang telah ia menangi tetapi tidak menjadi alasan buat Wisnu untuk tidak ikut serata dalam acara sakral bagi mama dan papanya.


Ia dan Windi mendapatkan bagian dalam hal mendekorasi Rumah keluarga Witamma sebagus mungkin untuk acara nanti. Sedangkan yang lain nya sudah mendapatkan tugas nya masing-masing. Kali ini Adik perempuan Wisnu akan kembali untuk merayakan ulang tahun pernikahan Mama Papanya.


Fitri yang mendapat kabar kalau putri bungsu atau putri satu-satunya keluarga Witamma akan kembali membuat hati nya sangat bahagia, Namun ia juga sedih karena putra nya yang lain tidak dapat pulang, Siapa lagi kalau bukan Refa yang masih sibuk dengan proyeknya yang berada di Korea.


"Ma maaf ya mungkin kali ini Refa tidak bisa hadir ke acara ulang tahun pernikahan Mama dan Papa. " Ujar Refa dari sambungan telefon


Fitri yang mendengar perkataan putranya membuat nya sedikit kecewa namun ia bisa mengerti karena Refa sibuk mengurusi proyek besar di Korea.


" Baik tidak apa-apa sayang mama Mengerti." Ujar Fitri


Refa yang mengetahui kalau mamanya sedikit kecewa membuat sedikit tidak enak. " Tapi Mama jangan khawatir kalau kondisi proyek disini bisa aku tinggal, Akan aku usahakan untuk pulang ngerayain bersama yang lainnya. " Ujar Refa tidak enak


" Tidak usah sayang jangan terlalu di paksa, jika kamu tidak bisa kembali tidak Papa. Mama hanya tidak ingin mengganggung pekerjaan mu saja."


Refa tersenyum di layar telfon video. " Baik la ma, Aku akan mengirimkan kado spesial buat mama ku tersayang. "


Saat panggil an kedua nya akan terputus tiba-tiba Refa melihat sekilas wajah Windi dan mendengar suara Windi yang memanggil Mama Fitri, Namun belum sempat ia bertanya sambung telfon sudah terputus membuat nya tidak jadi bertanya siapa wanita yang terlihat di layar panggil video tadi.


°°°


Windi yang telah selesai mandi merenggangkan otot-otot badannya. Ia benar-benar sangat lelah sekali hari ini. Bagaimana tidak lelah ia harus bolak-balik mengecek apakah tatanan dekorasi untuk acara nanti sudah tertata dengan benar.


Windi meluruskan kaki nya sembari memberikan pijatan-pijatan kecil di kakinya. Saat sedang memijat kakinya pintu kamar terbuka menampilkan Wisnu yang baru saja pulang dari kantor. Melihat kedatangan Wisnu membuat Windi langsung bangun dari posisinya, Namun Wisnu mengisyaratkan Windi untuk tetap pada tempatnya. Windi kembali duduk di ranjang nya.


Wisnu membuka jasnya serta melonggarkan dasi yang menggantung di lehernya. Lengan kemejanya ia gulung hingga sebatas siku. ia berjalan kearah ranjang memperhatikan Windi yang terlihat sangat letih.


Cup!


Wisnu mendaratkan ciuman lembut di kening Windi, Ia mendudukkan tubuhnya di samping Windi dengan tangan menggenggam lembut tangan Windi.


" Ada apa hm?"


" Tidak apa-apa Isnu aku hanya sedikit lelah. "


" Baby jika kamu sampai kelelahan seperti ini aku akan melarang mu untuk ikut ambil dalam acar ini"


"Aku tidak ingin sesuatu terjadi kepada mu. " Sambung Wisnu seraya mengecup lembut punggung tangan Windi.


" Kamu tenang saja, Aku akan baik-baik saja."


" Janji lah untuk selalu mengedepankan kesehatan mu baby?"


" Iya janji suami tampan ku. " Windi tersenyum hangat kearah Wisnu. Tangan Windi yang satu lagi mengelus lembut pipi kiri Wisnu.


" Kamu juga harus memperhatikan kesehatan mu, Aku juga tidak ingin kamu kenapa-kenapa karena terlalu sibuk bekerja hingga tidak memperhatikan kesehatan mu Sendiri. " Wisnu mengecup lembut tangan Windi yang berada di pipinya.


" Siap Bu boss." Ujar Wisnu dengan senyuman manis.


" Kamu sudah makan?"


" Sudah Baby. " Windi menganggukkan kepalanya Mengerti, ia Melepaskan genggam an tangan Wisnu. " Isnu kau mau mandi?


" Hm.." Wisnu kembali menarik tangan Windi mengecup nya dengan lembut.


" Kalau begitu Biar aku siap kan air hangat untuk mu."


Wisnu mendongak kepalanya menatap kearah Windi seraya tersenyum manis." Tidak usah baby biar aku sendiri yang menyiapkan nya."


" Tapi..." Perkataan Windi terpotong ketika Wisnu dengan cepat mencium bibir nya.


" Sst Biar Aku saja baby. Aku tau kamu sangat lelah hari ini Lebih baik kamu istirahat saja. Biar aku yang melakukan nya. "


Windi hanya mengangguk kepalanya saja, Ia menatap punggung kokoh Wisnu yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Windi beranjak dari ranjang menuju ruang ganti untuk menyuap pakaian tidur untuk Isnu. Setelah itu ia kembali ke posisi nya dengan buku di tangannya. Meskipun ia sedikit lelah namun ia merasa tidak enak jika harus tidur duluan tanpa menunggu isnu.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian Wisnu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang nya dan handuk kecil yang menggantung di lehernya untuk mengeringkan rambut nya yang basah. Windi yang tengah fokus kini mengalihkan pandangannya ke arah Wisnu yang keluar dari kamar mandi. Ia meneguk kasar Saliva nya menahan gejolak di dalam dirinya. Rasanya Windi ingin sekali dirinya menyentuh Wisnu dengan lembut begitu pun sebaliknya Wisnu yang juga menyentuhnya dengan lembut, Tetapi Windi harus menahan keinginan. Windi kembali mengalihkan perhatian nya kepada buku yang sedang ia pegang.


Huh tenang Windi tenang, Yok bisa yok. Batin Windi menyemangati diri nya.


Wisnu yang melihat gerak-gerik Windi hanya terkekeh geli, Ia masuk kedalam ruang ganti dan memakai baju tidur yang telah di siapkan oleh Windi untuk diri nya. Selesai memakai baju ia keluar dan masih melihat Windi yang sedang di fokus membaca bukunya, Wisnu mendengus sebal karena Windi mengabaikan nya. Wisnu mengambil paksa buku yang berada di tangan Windi dan menyembunyikan di punggung nya.


" Isnu.." Saat Windi ingin protes Wisnu lebih dulu mencelanya..


" Baby kau mengabaikan ku lagi, Aku tidak suka baby. " Ujar Wisnu dengan hidung yang sedikit memerah.


Windi memutar jengah bola matanya. Aish! Jiwa bayi bulldog nya keluar.


"Astaga Isnu aku tidak mengabaikan mu, Aku sedang membaca buku. "


" Tapi kamu hanya fokus ke arah buku itu tanpa memperhatikan ku dari tadi."


" Ck Isnu kamu kan baru saja keluar dari kamar mandi, Jadi sembari menunggu mu selesai mandi aku membaca buku. " Jelas Windi dengan malas.


" Tapi kan sama saja kamu..." Ucapan Wisnu terpotong karena Windi mencium bibir Wisnu.


Sedang kan Wisnu hanya diam tak percaya dengan apa yang dilakukan Windi. Namun seperti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bagus Wisnu menahan tengkuk leher Windi untuk memperdalam ciuman mereka.


Windi memukul-mukul pelan dada bidang Wisnu karena dirinya hampir kehabisan nafas. Tetapi Wisnu semakin terus memperdalam ciuman mereka.


Wisnu menggiring Windi untuk berbaring, Ia terus mel*matnya tangannya mulai bergerilya ke mana-mana.


Wisnu melepaskan ciumannya dan menatap lembut ke arah Windi. " Baby, Kamu yang mancing siang yang tertidur dan kamu juga yang harus menidurkannya. " Ujar Wisnu di sertai seringai licik.


" Tapi..." Wisnu langsung membungkam mulut Windi dengan bibirnya. Dan selanjutnya terjadi lah malam yang panjang untuk mereka berdua.


Sialan!


°°°


Three days later


Rumah ke Diaman keluarga Witamma telah di sulap bak istana Bunga yang bertebaran dimana-mana. Bunga-bunga berwarna pink putih menghiasi setiap sudut rumah. Seluruh Ballroom hingga taman tertutup jutaan bunga yang mendominasi berwarna pink dan putih, Suasana yang terasa klasik namun romantis dan tak lekang oleh waktu.



Sudah hampir setengah jam seusai pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta namun belum juga ada tanda-tanda kehadiran adik perempuan Wisnu. Hingga ketika Windi yang baru saja keluar dari kamar mandi tak sengaja menabrak seorang wanita muda dengan tubuh semampai. Windi yang kala itu tak sengaja minta maaf.


" Maaf kan saya nona, Saya tidak sengaja menabrak nya "


" Tidak apa-apa mbak. " Ujar nya seraya tersenyum


Percakapan mereka terhenti ketika seorang pria dengan kacamata bertengger di hidung memanggil Windi.


" Baby, Ada apa? " Tanya langsung menghampiri Windi dan melewati seorang wanita yang sedari menatap nya tak percaya.


" Tidak apa-apa Isnu aku hanya tidak sengaja menabrak seseorang." Wisnu mengalihkan pandangannya menatap seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan mereka. Ia melepaskan kacamata nya menatap ke arah wanita yang berada di depannya.


" Lia." Panggil Wisnu


Wanita itu tanpa aba-aba Melepaskan koper nya dan langsung memeluk Wisnu dengan erat.


" My boy." Pekik wanita itu


Windi yang merasa terasing kan memilih mundur dan menatap Bingung, Kenapa Wisnu memanggil nya Lia dan wanita itu memanggil nya my boy? Sebenarnya apa yang sedang terjadi sebenarnya? Dan siapa wanita itu? Kenapa dia langsung memeluk suaminya, Tanpa memperdulikan kehadiran nya di Antara mereka.


Kedua Melepaskan pelukannya, Windi memperhatikan raut wajah suaminya yang begitu tampan di tambah senyuman manisnya membuat Windi terpelongok.


"Sebenarnya apa hubungan mereka?" Batin Windi


Terdengar suara deheman dari samping Wisnu dan Wanita itu membuat keduanya mengalihkan perhatian ke arah Windi yang menatap bingung ke arah Meraka.


Wisnu menepuk jidatnya ia melupakan istri nya yang berada di sebelah nya.


Mampus!


"Baby ini adalah Lia, dia adik ku." Ujar Wisnu


" Adik?"

__ADS_1


" Iyah, dia lah yang akan kita jemput."


Windi hanya mengangguk kepalanya dan beroh saja membuat Wisnu maupun Lia menatap heran, Sampai sedikit kemudian Windi tersadar.


" Tunggu Maksud mu dia Alia?!" Pekik Windi membuat Lia maupun Wisnu memegang telinganya.


" Kakak apa dia Istri mu?" Bisik Lia


" Iya."


" Kenapa dia bar-bar sekali."


Wisnu hanya melotot tajam kearah Lia membuat Lia bergidik ngeri.


Semenjak pertemuan tak di sengaja hingga perkenalan mereka Antara Windi dan Alia membuat kedua nya saling kenal dan sangat akrab.


.


.


.


Acara akan di mulai tepat pukul 7 malam, semuanya telah di persiapkan dengan sempurna Mama Fitri dan Papa Benny hari ini terlihat sangat cantik dan tampan.


Mama Fitri terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih dengan bahu sedikit terbuka juga make up natural yang menyesuaikan bentuk wajah Mama Fitri juga rambut yang ditata dengan Bentuk Low Updo.


Sedang kan untuk Papa Benny di balut texedo berwarna biru Navy dengan kerah atas di biarkan terbuka.


Windi dan Alia menggandeng tangan Mama Fitri ke Aula acara. Ketika mereka masuk terlihat semua orang kagum akan ke cantik an anak dan juga menantu keluarga Witamma.


" Mama lihat semua orang Menatap kagum ke arah mama. " Bisik Windi


Fitri menyikut pelan perut Windi. " Sst Windi." Wajah Fitri berubah merah merona.


Kini Fitri dan Benny sudah berada di tengah-tengah acara. Semua orang memusatkan perhatian nya ke arah mereka. Benny memberikan kata sambutan dan mengucap terimakasi ke para tamu undangan karena telah memenuhi undangan mereka.


Di tengah-tengah acar lampu mendadak padam hal itu membuat semua orang panik, Wisnu berusaha menenangkan kalau semua nya akan kembali normal. Namun tak berapa lama lampu menyorot ke arah seseorang yang berada di ujung. Semua para tamu menatap ke arah pintu yang menampilkan sosok bayangan pria yang berdiri di ujung pintu. Tak terkecuali Windi ia juga Menatap ke arah pintu masuk, Ia merasa kan perasaan aneh ketika melihat sosok yang berada di depan pintu.


Saat pria itu berjalan masuk ke arah aula tiba-tiba Perut Windi kembali mendadak mual, Ia segara meninggalkan ruang aula. Wisnu yang melihat Windi kembali mual membuat Wisnu menyusul istrinya.


Wisnu yang sangat panik langsung masuk ke dalam, untung saja suasana di dalam sedang sepi jika saja di dalam ramai sudah pasti Wisnu menjadi amukan para wanita. Ia melihat Windi yang sedang menundukkan badan nya untuk memuntahkan seluruh isi perut nya.


Wisnu dengan sabar mengelus-elus punggung Windi tanpa merasa jijik. Windi terus memuntahkan cair putih, wajahnya juga berubah pucat akibat muntah.


" Baby sebaiknya kita pulang saja ya?" Wisnu masih terus mengelus-ngelus punggung Windi dengan lembut.


Windi hanya menggeleng kan kepalanya, Wisnu hanya bisa diam pasrah melihat istrinya yang tidak mau pulang.


Windi menegakkan tubuhnya menghadap Wisnu yang sedari melihat wajah khawatir nya. " Isnu aku baik-baik saja. " Ujar Windi menenangkan Wisnu.


" Tapikan Baby wajah mu pucat sekali. "


" Tidak apa-apa Isnu lebih baik kita kembali ke aula takut mama sama papa mencari kita. " Wisnu menghela nafas nya melihat Windi yang bersikukuh untuk tidak pulang. Keduanya kembali ke dalam Aula. Namun Saat akan menghampiri mama dan papa nya.


Deg!


Wisnu yang melihat seseorang yang sedang menatap dirinya dan juga Windi dengan tatapan mengintimidasi membuat Wisnu semakin mengeratkan genggaman tangan nya di tangan Windi. Ia bisa merasakan kalau tangan Windi menjadi dingin.


Wisnu mengikuti arah mata pria itu yang menatap ke arah genggaman tangan nya dan Windi.


Dia kembali?


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2