Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di kantor Windi langsung turun dan berjalan menuju lobby perusahaan suaminya. Ia menenteng kotak bekal untuk Wisnu, Tidak lupa ia juga membawa kan sebagai an makanannya untuk Panji dan sekertaris Wisnu.


" Permisi mbak saya mau ke ruangan nya tuan Wisnu." Ujar sopan Windi


" Maaf apakah anda sudah membuat janji nona?" resepsionis itu menatap menelisik dari atas hingga bawah.


Windi benar-benar merasa risih dengan tatapan resepsionis itu." Iya Saya sudah membuat janji dengannya tadi Pagi." Meskipun ia tidak suka dengan tatapan resepsionis itu tapi Windi masih menjaga kesopanan nya karena karyawan nya tidak tau kalau dia adalah istrinya Wisnu. Karena pernikahan mereka hanya di hadiri kerabat terdekat keluarga Wisnu maupun Windi dan rekan bisnis Papa Wisnu Maupun Papanya Windi. Karyawan kantor Isnu sebagian hanya mengetahui kalau Windi adalah Tunangan nya Refa tapi mereka tidak mengetahui kalau sekarang ini Windi sudah menjadi Istri nya Wisnu.


" Kalau begitu atas nama dengan siapa nona?"


" Ehm Windi. " Ujar Windi Seraya tersenyum lembut ke arah resepsionis itu.


" Baik la mohon di tunggu sebentar. " Resepsionis itu mengecek daftar tamu yang akan bertemu dengan Wisnu tetapi ia tidak menemukan nama Windi di layar komputer.


" Maaf nona tetapi nama anda tidak ada di daftar tamu tuan Wisnu."


Windi yang mendengar perkataan resepsionis itu mengangguk-angguk kepalanya mengerti. " Baik la Terimakasih kalau begitu aku akan menunggu nya di ruang tunggu."


" Nona sebaiknya anda kembali saja karena tuan Wisnu tidak akan menerima seseorang yang tidak membuat janji dengannya nona." Perkataan Resepsionis itu terdengar seperti sebuah ejekan untuk Windi.


Windi hanya menanggapi nya dengan tersenyum lembut dan berkata." Tidak masalah aku akan menunggu nya." Windi meninggalkan meja resepsionis itu dan pergi ke ruang tunggu.


Windi mendudukkan tubuhnya dan meletakkan bekal makan siang ia siap untuk Wisnu di sebelah nya. Ia menelisik setiap sudut yang berada di kantornya Wisnu. Sesekali ia melirik jam tangannya.


Hampir lima belas menit Windi menunggu akhirnya ia mendengar seseorang memanggil nya.


" Nona muda." Orang itu tak lain ia Panji, Saat Panji ingin masuk ia melihat Windi sedang duduk di ruang tunggu, Ia sempat mengira itu orang lain tetapi dugaannya benar kalau itu adalah Windi. Ia segar menghampiri Windi yang kala itu sedang duduk dan menatap keseliling sudut Kantor


Windi yang merasa terpanggil mencari sumber suara tersebut ia melihat Panji yang datang dari arah pintu masuk, Ia segara berdiri dan Tersenyum ke arah Panji. " Ah akhirnya kau menemukan ku, Kalau tidak sudah pasti sampai sore akan menunggu kalian melihat ku." Ujar Windi dengan cengengesan.


Panji mengerutkan keningnya tanda tak mengerti dengan ucapan Windi. " Ha? maksud nona?" Ujar bingung Panji


" Ah sudah lah lebih baik sekarang antar aku menemui Isnu." Ujar Windi seraya meraih bekal yang ia bawa dari Apartemen.


" Baik nona mari ikut saya." Panji menuntut Windi untuk ke ruang Wisnu yang berada di lantai paling atas.


Windi mengikuti Panji dari belakang, Semua mata tertuju ke arah Windi yang mengekorin Panji. Bahkan resepsionis yang tadi terbelalak melihat Windi yang ikut masuk ke lift khusus ke ruang nya Wisnu.


Astaga aku tidak salah lihat kan? nona itu masuk ke lift khusus ke ruangan CEO dan dia terlihat sangat di hormati oleh sekertaris CEO.


Wajah resepsionis itu mendadak berubah menjadi pucat Pasih dan berkeringat karena ia benar-benar takut kalau ia di pecat karena tak mengijinkan Windi untuk masuk.


" Sila kan nona, Tuan muda saat ini sedang rapat sekitar lima belas menit lagi rapat tuan akan selesai nona." Ujar Panji


Windi menganggukkan kepalanya Mengerti, ia duduk kan tubuhnya di sofa yang berada di ruang nya Wisnu. Windi menghirup dalam-dalam aroma ruang Wisnu yang sesuai dengan karakter Wisnu.


Sembari menunggu Wisnu Windi memainkan ponselnya, Ia jadi teringat tentang ia yang menunggu di ruang tunggu. Astaga kenapa tidak terfikir oleh ku untuk menelfon Wisnu atau Panji. Aish... Sudah lah . Runtuk Windi


Wisnu yang mendengar Windi sudah tiba di kantor nya segera mengakhiri Rapat nya. Ia buru-buru ke ruang ruangnya untuk menemui pujaan hatinya. Karena ia benar-benar sangat merindukan Istrinya itu.


Wisnu meraih gagang pintu ruangan nya, Ia melihat Windi yang sedang fokus dengan ponsel nya sehingga tidak menyadari kehadiran nya Wisnu. Wisnu melihat Windi yang tidak menyadari kehadiran nya membuat nya sedikit kesal.


" Ehm..."


Windi yang mendengar suara deheman itu mencari sumber suara itu, matanya tertuju ke arah Wisnu yang sedang menatap nya dengan intens dan menelisik. " Isnu." Ujar Windi seraya tersenyum manis ke arah Wisnu.


Sebuah senyuman manis mampu mengalahkan rasa kesal yang melanda Wisnu. " Baby, Apa kamu tidak menyadari kehadiran ku?" Rengek Wisnu, Ia sengaja memasang wajah memelas di hadapan Windi.

__ADS_1


Windi yang melihat wajah Wisnu yang memelas membuat nya menggeleng-gelengkan kepalanya. " Astaga maaf kan aku Isnu.. Karena aku fikir kamu akan lama jadi nya aku bermain ponsel untuk menghilangkan rasa bosan ku karena menunggu mu Isnu." Ujar Windi menjelaskan


Wisnu mendekat ke arah Windi dan memeluknya dari samping." Mana mungkin aku membuat mu menunggu Baby.." Sesekali Wisnu memberikan kecupan hangat di pucuk kepala Windi.


" Benarkah?"


" Tentu saja. Apa aku terlihat berbohong?" Wisnu menundukkan kepalanya dan meletakkan nya di Curuk Leher nya Windi. Ia menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh Windi.


" Ehm... Kamu seperti seorang penggombal yang sangat handal sekali Isnu." Ujar Windi di iringi dengan kekehaan.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat nya mencibik kesal." Baby, Aku hanya melakukan nya kepada mu saja. Tidak dengan orang lain karena kamu istri ku." Wisnu sengaja memasang wajah memelas.


" Hahahaha baik la baik, Apa kamu sudah lapar? Aku membawa bekal untuk mu Isnu." Windi berusaha melepas pelukannya Wisnu namun Wisnu semakin mengeratkan pelukannya.


" Isnu lepas kan dulu." Wisnu tak menggubris perkataan Windi dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Wisnu." Ujar kesal Windi


Wisnu yang mendengar Windi memanggil nya Wisnu membuat langsung melepaskan pelukannya dan menatap Windi dari samping.


Menyebalkan. Gumam Wisnu


ketik pelukan Wisnu terlepas Windi langsung membuka kotak bekal yang ia masak tadi sebelum pergi ke kantor nya Wisnu.


ketika membuka kotak bekal itu langsung tercium Aroma makanan yang Windi buat menyerbak ke seluruh ruang kerja Wisnu. Sungguh aroma yang bisa membuat siapa saja pasti sudah lapar dan menggugah selera setiap orang. Di tambahkan menu makanan yang di buat Windi semakin menambah selera makan Wisnu. " Baby apa kamu yang membuat ini semua?"


Windi menganggukkan kepalanya." Iyah aku yang membuat semuanya." Senyuman manis terpancar di wajah cantik Windi.


" Baik lah, Cepat berikan makanan itu pada ku, Aku benar-benar sudah lapar sekali." Ujar Wisnu dengan semangat Apalagi ketika mengetahui kalau Windi yang telah menyiapkan semua makanan ini khusus untuknya.


Windi menggeleng kan kepalanya melihat Wisnu yang begitu semangat untuk makan." Apa kamu begitu lapar?" Tanya Windi.


Wisnu mengerutkan keningnya ketika melihat Windi yang hanya diam saja. " Ada apa Baby?"


" Aish Wisnu bagaimana kamu akan makan kalau perlengkapan makannya saja tidak ada." Ujar Windi


Wisnu yang mendengar perkataan Windi menepuk pelan keningnya. " Ah Iyah tunggu sebentar." Wisnu menghubungi bagian office untuk mengantar perlengkapan makan ke ruang nya. Tak selang berapa lama seorang Office girl yang datang membawakan perlengkapan makan untuk mereka berdua. Office girl itu menatap Windi dengan tatapan aneh. Windi yang menyadari tatapan aneh office girl hanya membalas nya dengan tersenyum lembut.


" Terimakasih." Ujar lembut Windi, Sedang Wisnu hanya diam saja.


Office girl itu pamit undur diri dengan masih menatap aneh ke arah Windi. Setelah kepergian official girl itu Windi mengambil nasi beserta lauk untuk Wisnu makan.


Wisnu mengambil nya dengan penuh semangat dan tersenyum manis." Terimakasih Baby." Wisnu memasukkan suapan pertama ke dalam mulut, ia berhenti sejenak menikmati rasa pada masakan Windi. satu detik, dua detik , tiga detik ia melanjutkan mengunyahnya seraya menatap ke arah Windi.


Windi yang melihat Wisnu hanya diam saja harap-harap cemas karena takut masakan nya tidak sesuai dengan Lidahnya Wisnu. " Bagaimana rasanya? apa tidak enak?" Tanya Windi khawatir


Wisnu yang dapat melihat jelas raut wajah Windi membuat nya tersenyum lebar." Rasanya? "


Windi menganggukkan kepalanya. " Iya bagaimana? Apa tidak enak? asin? terlalu manis? atau..."


" Sst baby biarkan aku makan dengan tenang setelah itu aku akan memberi tahu mu Baby."


" Baik la." Windi menunggu Wisnu Sampai ia selesai makan.


Wisnu memasukkan suapan terakhir nya ia meletakkan sendok dan garpu nya." Baby apa kamu ingin tau bagaimana masakan mu?" Tanya Wisnu


" Iyah kata kan la."

__ADS_1


" Baby masak an mu sangat enak sekali. " Ujar Wisnu Seraya tersenyum manis


" Benarkah? Apa kamu tidak berbohong?"


" Tentu saja tidak Baby." Ujar jujur Wisnu


" Huh syukurlah kalau kamu suka." Ujar lega Windi


" Apa kamu tidak makan Baby?" Tanya Wisnu dengan lembut


" Aku belum lapar tadi sebelum berangkat aku sempat makan roti." Ujar Windi


Wisnu mencibik kesal dengan Jawaban Windi. " Tapi kamu belum makan nasi kan? Kalau hanya makan roti tidak akan membuat perut mu kenyang baby lebih baik kamu makan yah. "


" Tapi Isnu aku..."


" Sst aku tidak ingin di bantah." Wisnu gantian mengambil nasi dan lauk untuk Windi. Wisnu sengaja menggunakan sendok dan garpu yang tadi ia gunakan untuk makan. Windi yang melihat itu Mengerutkan keningnya, Ia ingin bertanya tapi Wisnu sudah menyodorkan sesendok nasi dan lauk ke arah mulutnya.


" Isnu aku bisa makan sendiri." Tolak Windi


Wisnu yang mendengar perkataan Windi menggeleng kan kepalanya. " Tidak biar aku suapin kamu Baby, Ayo buka mulut mu. Aaaaa" Wisnu ikut juga membuka mulutnya dan seperti menyuapi seorang anak kecil.


Windi hanya pasrah dan membuka mulutnya menerima suapan dari Wisnu. Di tengah-tengah acara makan Seseorang mengetuk pintu ruangan Wisnu. Wisnu meletakkan piringnya di meja dan menyuruh orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.


" Ada apa Panji?" Tanya Wisnu


" Maaf tuan saya menganggu anda tapi saya ingin memberitahu kalau Nona Stelly akan tiba Satu jam lagi tuan. " Ujar Panji


Wisnu hanya mengangguk kepalanya dan mengibaskan tangannya menyuruh Panji untuk segera keluar dari ruangan nya, Namun ketika Panji akan keluar Windi memanggil nya.


" Panji tunggu."


Panji membalikkan badannya dan menatap kearah Windi sekilas dan kembali menunduk kepala nya." Iya nona."


" Kau sudah makan?"


Wisnu dan Panji sama-sama terkejut dengan pertanyaan dari Windi. Entah kenapa Wisnu tidak suka Windi memperhatikan pria lain selain diri nya.


" Baby kenapa kamu sangat perhatian dengan Panji." Protes Wisnu


Mata Windi kini ke arah Wisnu." Isnu aku hanya bertanya apakah dia sudah makan? Apa aku salah kalau aku bertanya seperti itu?" Tanya Windi


Wisnu menganggukkan kepalanya." Tentu saja salah karena aku tidak suka kamu memperhatikan pria lain selain diriku." Wisnu dengan terang-terangan menunjukkan kecemburuan nya dan tidak memperdulikan Panji yang hanya diam mematung ditempatnya.


Astaga! apa aku tidak salah dengar? Tuan Wisnu bahkan cemburu dengan diriku? batin Panji


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2