Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Lala Or Rara


__ADS_3

Keluarga Witamma mulai bangkit lagi dari keterpuruk kan nya, Saham nya juga mulai kembali normal. Bukan hanya itu saja Proyek yang sedang di kerja Refa juga sudah kembali Normal. Begitu juga dengan proyek yang beberapa bulan lalu kini di ambil Alih oleh Ken Dan Panji.


Stabil nya saham Witamma sangat berdampak besar bagi karyawan perusahaan Witamma. Bahkan setiap hari mereka selalu bersyukur kerena perusahaan WT Grup sudah melawati masa sulit nya.


Meskipun perusahaan Witamma sudah kembali normal, Tetapi masih ada yang kurang. Yaitu kehadiran Wisnu di sisi mereka, Walaupun Wisnu terkenal dengan bos yang sedikit cuek dan arogan, Akan tetapi ia merupakan Bos yang sangat baik. Ia selalu memikir kan nasib para Karyawan nya. Karena bagi nya karyawan nya sudah seperti keluarga nya.


Sedang kan untuk Nasib Hans, Ia sudah menjadi tahan rumah gelap keluarga Witamma. Perusahaan Raj sudah di beli oleh perusahaan Witamma. Sebenar nya Ken ingin sekali menghancur kan perusahaan Raj, Tetapi Panji mengingat kan bahwa akan ada banyak pekerja yang akan kehilangan penghasilan mereka jika perusahaan Raj benar-benar Hancur. Tidak Hanya itu Windi meminta Ken untuk berbelas kasihan kepada keluarga Raj. Terutama anak yang sedang di kandung oleh Istri Hans, Windi meminta Ken untuk memberikan sebagian Saham perusahaan Raj kepada anak Hans. Entah apa yang sedang di fikir kan Windi tapi rasa nya, Ia tidak ingin Anak Hans di kemudian Hari menanam kan dendam kepada mereka. Meskipun mereka juga tidak tau apa yang akan terjadi di kemudian Hari.


***


Akhir-akhir ini Benar-benar sangat melelah untuk Wanda, Terlebih lagi harus begadang untuk memantau semua pergerak kan Para Musuh nya.


Seperti nya Wanda benar-benar membutuh kan Istirahat sejenak. Kini ia berada di sebuah Taman yang berada di tengah kota. Entah kenapa hati nya membawa ia kemari, Ia menduduk diri nya di bangku taman. Pandangan menelisik ke arah Hamparan Dedaunan Hijau. Meskipun teman nya berada di tengah kota tetapi udara nya masih sangat sejuk sekali. Berulang kali menarik nafas nya. Mata nya terpejam menikmati semilir angin yang menerpa kulit Wajah nya. Senyuman Manis yang jarang kali di lihat kepada orang kini terbit dengan begitu merekah.


"Hari yang benar-benar melelah kan." Batin nya.


Meskipun Wanda tergolong wanita yang ketus dan dingin. Tapi percayalah, sebenar nya Wanda hanya tidak mampu cara mengungkap kan perasaan nya kepada orang lain, Kecuali kepada keluarga nya sendiri. Dan ia sudah nyaman dengan zona nya.


Mata Wanda beralih kepada seorang Gadis kecil berambut sebahu dengan di kuncir Kuda, yang sedang memperhatikan food truck es krim yang sedang berjualan di sekitaran area taman. Alis nya berkerut ketika melihat anak itu hanya bisa memandangi nya. Wanda sangat peka jika anak itu sangat mengingin kan Es krim.


Wanda beranjak menuju ke tempat anak itu. " Haii.." Ujar Wanda seraya tersenyum manis ke arah Anak kecil itu.


"Hai.." Ujar Nya singkat.


Wanda mensejajarkan tubuh nya dengan anak itu. "Apa kau menginginkan nya?" Tanya Wanda dengan lembut.


Gadis kecil berambut sebahu itu mengangguk kan kepalanya. Melihat itu membuat Wanda sangat gemas sekali. "Ehm...Bagaimana jika Aunt traktir secangkir Es krim untuk mu?" Tawar Wanda.


Mendengar tawar Wanda membuat mata gadis kecil berbinar terang. "Benal kah?"


"Tentu saja, Ayo." Ajak Wanda.


Saat akan berjalan, Langkah Wanda terhenti ketika Gadis kecil itu menghentikan Langkah nya. "Ada apa Hem?" Tanya Wanda seraya merapikan anak rambut yang menghalangi mata gadis kecil itu.


Ia hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Melihat itu membuat kedua alis Wanda berkerut. Ia kembali mensejajarkan tubuh nya dengan Gadis kecil itu. "Kenapa?" Tanya Wanda dengan lembut.


"Aunt Tidak akan menculik ku kan?" Tanya Gadis kecil itu dengan takut-takut.


Senyuman manis merekah di bibir mungil Wanda. " Haha tentu saja tidak," Ujar Wanda seraya mengusap gemas rambut Gadis kecil itu.

__ADS_1


Mendengar itu membuat Gadis itu menatap ke arah Wanda dengan berbinar, Tak lupa dengan senyuman manis nya semakin menambah Ke imutan Gadis kecil itu. "Baik la ayo Aunt." Ujar Gadis kecil itu dengan semangat.


"Ayo." Wanda menarik lembut tangan gadis itu ke FoodTruck Es krim.


Sesampai nya di sana, Wanda langsung menduduk gadis kecil itu di kursi. "Kamu tunggu di sini dulu ya, Aunt mau pesan dulu." Ujar Wanda.


Anak itu hanya mengangguk kan kepala nya, Ia menatap ke arah punggung Wanda yang semakin dekat dengan FoodTruck Es krim.


Dia milip sekali dengan wajah Mommy. Batin Nya seraya tersenyum kecil menatap ke arah Wanda.


"Ini dia Es krim rasa Stobery dan Vanila pesanan mu sayang." Ujar Wanda menyerah nya satu mangkuk berukuran sedang.


"Telima kacih Aunt." Gadis kecil itu melahap Es krim itu dengan sangat lahap sekali.


Wanda hanya diam dan terus memperhati kan, Setiap gerakan Gadis kecil itu yang sangat lahap memakan Es krim.


Tanpa sadar Wanda menarik ke dua sudut bibir nya tersenyum, "Dia manis sekali." Batin Wanda.


"Aunt tidak makan juga?" Tanya nya bingung,


"Tidak," Ujar Wanda di sertai gelengan kepala dan tersenyum manis.


"Tidak Usah sayang, Aunt sudah keyang, Kau saja yang makan." Ujar Wanda seraya mengelus lembut kepala nya.


"Ehm..Baik lah Aunt." Gadis kecil itu mengangguk kan kepala nya mengerti.


Lagi-lagi Wanda di buat gemas dengan tingkah Gadis kecil itu, Di tambah dengan Es krim yang belepotan di bibir nya semakin membuat Wanda makin Gemas.


Wanda menarik tisu yang berada di dekat nya, Dengan lembut tangan nya terulur mengusap Lembut Bekas Es krim yang belepotan.


"Selesai."


"Telima kacih Aunt." Ujar nya seraya tersenyum Lembut,


"Sama-sama. Sayang." Ujar Wanda seraya mengusap lembut kepala nya.


"Apa kau mau lagi sayang?" Tawar Wanda.


Gadis kecil itu tampak memikir kan tawaran Wanda, "Ehmm Tidak Aunt Lala cudah Kenyang." Ujar Nya seray menepuk perut nya yang terlihat membesar.

__ADS_1


"Astaga kamu menggemas kan sekali.. " Gemas Wanda sendiri. Ia menatap lekat ke arah Gadis kecil itu.


"Oh iyah. Nama Aunt, Wanda." Ujar Wanda memperkenal kan diri.


Gadis kecil itu mengangguk kan kepala nya. "Lala." Ujar nya sedikit Cedal dengan huruf R.


"Lala?" Ujar Wanda meyakin kan.


"No Aunt Lala."


"Iyah, Lala kan?" Ujar Wanda sekali lagi.


"No Aunt, Lala Aunt Bukan Lala." Ujar nya dengan sebal. Padahal ia sudah berulang kali mengatakan nama ia Lala bukan Lala. Begitu yang di fikir kan Lala.


Sedang kan Wanda semakin bingung Hingga, Ia langsung mengerti bahwa gadis kecil yang di hadapan nya ini tidak bisa mengatakan huruf R dengan benar.


"Rara?" Tanya Wanda sekali lagi.


Mendengar itu membuat Gadis kecil itu tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


"Iyah, "


Aish, Jika saja dia bukan anak kecil, Aku pasti sudah menendang bokong nya.. Tapi aku juga tidak Tega dia begitu menggemas kan sekali.


Obrolan Mereka terus menyambung, Baik Rara dan Wanda mereka terlihat nyaman satu sama lain. Bahkan Rara meminta Wanda untuk mengijin kan nya memanggil Wanda dengan Mommy.


Mendengar itu tentu saja, Wanda tidak bisa menolak nya. Ia dengan senang hati menerima kalau Rara memanggil nya dengan sebutan Mommy. Entah kenapa Wanda seperti memiliki ikatan batin dengan Rara, Ia seperti tidak ingin berjauhan dengan Rara.


Di tengah perbincang Wanda dan Rara, Tiba-tiba saja dari Arah mereka..


.


.


.


Haii Guysss I'm come back, Maaf bgt baru Up Akhir-akhir nya Authot meresa kurang enak badan.


Maaf bgt ya..🥰😘

__ADS_1


__ADS_2