
beberapa bulan Kemudiaan.
Saat ini Usia Kandung Windi sudah masuk delapan bulan. Dokter memprediksi bahwa Windi akan melahirkan dalam dua minggu lagi. Karena Biasanya kehamilan kembar akan melahirkan di usia kandungan tiga puluh dua minggu. Windi mulai mengalami kontraksi palsu di setiap malamnya.
Wisnu bahkan tidak menghadiri setiap pertemuan yang dilakukan di luar negeri. Ia selalu memerintahkan Panji untuk menggantikannya. Namun masa mengidam Wisnu masih berlanjut meskipun Windi akan segara melahirkan. Lagi-lagi yang menjadi korban adalah Reffa, Panji dan Ditto. Mereka selalu mendapatakan getahnya. Entah punya dendam pribadi apa hingga membuat mereka selalu kena imbasnya.
"Baby, Aku benar-benar tidak sabar menunggu kehadiran mereka." Ujar Gemas Wisnu sembari mencium dan mengelus perut buncit Windi yang sangat besar. Bahkan untuk berjalan saja ia sudah kesusahan.
Wisnu dan Windi sudah pindah ke rumah yang dekat dengan keluarga Witamma hanya berbeda blok saja. Apartament yang sebelumnya mereka tempati. Sudah menjadi miliki Windi.
"Ehm, Aku juga.. Aku penasaran mereka bertiga apakah mirip denganmu atau denganku." Ujar Windi dengan semangat dan berbinar-binar. Ia bisa membayangkan ketiga Jagoannya mirip dengan suaminya. Pasti akan lucu, Tiga bayi dengan wajah yang mirip dengan Wisnu.
Dokter mengatakan bahwa Wisnu dan Windi akan dikarunia in tiga bayi laki-laki sekaligus. Ketika mendengar kabar itu Windi sangat bahagia sekali. Berbeda dengan Wisnu, Ia justru khawatir karena akan menjadi saingannya dalam merebut perhatiaan Windi. Membayangkannya saja sudah membuat Wisnu ketakutan apalagi jika itu sampai terjadi.
"Hubby?" Panggil Windi yang melihat Wisnu melamun.
"Ada apa baby?" Tanya Wisnu
"Kamu yang kenapa?"
"Ahh aku tidak apa-apa, aku hanya membayangkan betapa bahagianya kita dengan anak-anak kita." Ujar Wisnu. ia terlalu malu untuk mengakui bahwa ia takut anak-anaknya akan merebut kasih sayang Windi darinya.
Drett
Drett
Ponsel milik Wisnu berbunyi, "Hallo.."
"Halo tuan selamat malam."
"Ya ada apa?"
"Maaf Tuan saya dapat Informasi dari Salah satu pengawasan yang ada di Amerika, bahwa terjadi kerusuhan oleh warga setempat." Mendengar itu Wisnu segara menjauh dari Windi dan berjalan ke arah balkon.
"Bagaimana bisa terjadi?"
"Menurut kabar yang saya tau, Hal ini terjadi karena beberapa penduduk tidak mendapatakan konpensesi yang seharusnya tuan. Dan saya menduga salah satu dari team ada melakukan tindak korupsi tuan."
Wisnu memijat Dahinya yang terasa pusing dan mendengus kasar." Lalu Kau sudah melakukan penyelidikan?"
"Saya sudah melakukannya tuan dan memang benar bahwa kepala bagian perencanaan melakukan penggelapan dana."
"****!" Wisnu langsung mematikan ponselnya. Mukanya memerah, tangannya mencengkram kuat pagar pembatasan balkon.
"Hubby, " Mendengar suara lembut Windi membuat Wisnu lebih tenang. Ia membalikkan badannya menghadap Windi.
__ADS_1
"Kenapa keluar hm?" Ujar Wisnu sembari membelai lembut wajah Windi.
"Aku mendengarmu mengumpat. Apa terjadi sesuatu?" Tanya Windi.
"Tidak ada, hanya masalah kecil, Lebih baik kita kedalam. Angin malam tidak bagus untukmu dan juga triplets." Ajak Wisnu.
"Ehm, tunggu sebentar aku ingin menikmati bintang-bintang itu." Ujar Windi. Ia menatap ke arah bintang-bintang yang berkelap-kelip. Windi menatapnya dengan senyuman indah yang terpantri diwajah cantiknya.
Melihat senyuman Windi membuat jantung Wisnu berdebar dengan sangat kecang. Ia memeluk tubuh Windi dari belakang. "Bagaimana Rasanya?" Tanya Wisnu sembari mengangkat perut Windi sejenak.
"Ahh, Benar-benar relex sekali Hubby." Ujar Windi dengan senyuman Yang semakin lebar. Mendengar itu membuat Wisnu semakin mengeratkan pelukannya. Ia juga memberikan sesapan kecil di leher Windi hingga menimbulkan Bercak kemerahan.
Windi yang mendapatkan perlakuan seperti itu membuatnya terangsang dan membangkitkan Gairahnya. Semenjak kehamilannya Windi mudah sekali terangsang dengan sentuhan-sentuhan kecil yang diberikan Wisnu.
Melihat Windi yang sudah mulai terangsang membuat Wisnu menyeringai senyuman liciknya. "Kau terangsang baby?" Ujar nya. Wisnu semakin gencar memberikan sentuhan lembut ke Windi. Ia bahkan memainkan tempat anak-anaknya mendapatkan makan dengan gemas.
"Huhmm Mereka semakin besar saja. Membuatku sangat gemas sekali." Windi hanya diam mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari suaminya.
Wisnu perlahan menggiring Windi ke Ranjang Mereka. Ia membaringkan tubuh Windi dengan sangat lembut seakan barang yang mudah pecah. Wisnu membuka baju yang ia kenakan. Ia menatap ke arah Windi yang sangat seksi dengan baju tidurnya yang terangkat hingga ke atas Paha. Memperlihatkan Kemulusan tubuh bagian Bawah Windi.
Tangannya dengan lihai membuka setiap helai baju yang dikenakan Windi. "Aku akan melakukannya dengan lembut baby." Ujar Wisnu sembari memberikan kecupan mesra ke perut buncit Windi. Seakan mendukung Wisnu, baby triplets menendang perut Windi.
"Auch.." Ringis Windi.
"Ssuut tenang boys Daddy, Hanya ingin menjenguk kalian saja, Daddy akan melakukannya dengan pelan okey?"
Melihat respon triplet babies membuat Wisnu semakin melebarkan senyumannya. Wisnu kembali memberikan Rangsang pada Windi. Keduanya memadu kasih dengan penuh Cinta dan Gairah. Wisnu benar-benar melakukannya dengan lembut. Mereka melakukannya sampai Jam dua pagi.
.
.
.
Keesokan paginya Wisnu kembali mendapatkan kabar bahwa suasana di Amerika tempat proyeknya berlangsung semakin memanas dan tak terkendali. Karena Hal itu membuat Wisnu Harus berangkat ke Amerika hari itu, dengan ditemani Panji.
Ada rasa tak rela saat akan pergi, kerena Ia memikirkan keadaan Windi yang sebentar lagi akan melahirkan. "Hubby kau harus pergi, Aku akan baik-baik saja. Ada Reffa, broer, Angel dan mama papa." Ujar Windi meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja. Ia mengerti dengan perasaan Wisnu. Namun ia juga tidak boleh melupakan tanggung jawabnya. .
"Hufh Baik lah, Tapi berjanjilah jika terjadi sesuatu segara hubungi aku yaa." Ujar Wisnu. Ia memeluk tubuh Windi yang terhalang perutnya yang buncit.
Dug..
"Ahh Daddy lupa." Wisnu berjongkok dihadapan perut Windi. "Kalian Jangan Nakal-nakal yaa.. Kalau Kalian Nakal daddy akan menghukum kalian." Ancam Wisnu dengan gemas.
"Ishh Kau ini." Ujar Windi dengan gelak tawa.
__ADS_1
"Haha, Aku serius.. Jika mereka nakal aku akan menghukumnya." Ujar Wisnu.
"Maaf Tuan, Ini sudah waktunya kita berangkat." Ujar Panji.
"Baiklah."
"Aku pergi dulu yaa Sayang, Hati-hati disini. Jika terjadi sesuatu segara hubungi aku oke?"
"Iya Hubby." Ujar Windi dengan senyuman Manisnya. Tangannya mengelus perutnya. Ia melambaikan tangannya saat mobil keluar dari halaman rumahnya.
Saat Akan masuk kedalam rumahnya ia melihat rombongan mobil memasuki halaman rumah. Ia sangat mengenali rombongan itu.
"Oh My baby." Pekik Wanda dengan heboh ketika melihat Windi yang berdiri di teras rumah.
"Angel." Windi tersenyum senang.
"Wait! Disitu aja biarkan kami yang menghampirimu." Ujar Wanda. Ia meringis dan ngilu melihat Windi yang berjalan dengan perut buncitnya.
Bukan hanya Wanda tetapi ada Ken, Papa Ben Mama Fitri Daddy James Mommy Keylly, Reffa dan Ditto. Bahkan Daddy Jason juga turut hadir. Mereka semua memutuskan untuk pindah sementara. Menemai Windi yang sebentar lagi akan melahirkan.
Ketiga keluarga itu menyambutnya dengan suka Cita. Mereka semua berjalan menghampiri Windi.
"Kau baik-baik saja Sayng?" Tanya Daddy James.
"Ya, Aku baik-baik saja Daddy." ujar Windi.
"Syukurlah. Kalau begitu ayo kita masuk." Ajak Daddy James.
Saat ini ketiga keluarga itu sudah berbaikan terutama keluarga Papa Benny Dan Daddy Jason yang sempat bersitegang. Kini mulai membaik meskipun ada rasa canggung meliputi keduanya.
.
.
.
Malam hari ininya semua anggota keluarga berkumpul menikmati makan malam. Kecuali Wisnu dan adik perempuannya. Suasana yang terasa hangat. Membuat rasa haru ada dihati Windi.
"Kalian adalah berkah yang diberikan tuhan untuk mommy dan Daddy. Kalian mempersatukan dua keluarga yang sebelumnya bersitegang." Batin Windi sembari mengelus perutnya. Windi diam memperhatikan setiap anggota keluarga yang saling melemparkan canda tawa.
"Terima kasih Tuhan." Tiba-tiba saja Airmatanya menetes. Dengan segera ia menghapusnya.
Namun, sepertinya Wanda melihat pergerakkan Windi yang menghapuskan Air matanya. "Baby ? Kau baik-baik saja?" Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Wanda membuat semua anggota keluarga mengalihkan perhatiannya dan menatap ke arah Windi.
"Ah tidak apa-apa aku hanya bahagia sekali kita semua bisa berkumpul bersama." Ujar Windi dengan senyum bahagia.
__ADS_1
Mendengar perkataan Windi membuat yang lainnya ikut merasa kebahagiaan. "Kau benar sayang, Kita semua bisa berkumpul disini merupakan suatu kebahagia."
"Yaa..Aku harap kita semua akan terus berkumpul." Ujar Windi.