
Di Ruang Rapat.
Sebelum Memulai Rapat, Panji Di perkenan kan untuk mengenal kan diri nya juga yang lain nya. Panji menatap ke arah Wanda yang kebetulan sedang menatap nya. Wanda mengangguk kan kepala nya.
Panji Bangun dari duduk nya, Ia sedikit merapikan Jas nya yang sedikit berantakan. "Selamat Pagi Tuan Jio, Sebelum nya ijin kan saya memperkenal kan diri." Panji sedikit membungkuk kan badan nya.
"Perkenal kan saya, Panji Skertaris pribadi Tuan Wisnu yang akan mewakil kan Tuan Wisnu dan menemani Istri dari Tuan Wisnu yang saat ini tengah mengganti kan Posisi Beliau untuk beberapa Waktu."
Jio yang mendengar perkataan Panji sontak saja langsung melihat ke arah Wanita yang sedari tadi menarik perhatian nya, Ia bisa langsung menebak kalau Istri yang di Maksud oleh Panji Adalah Wanita yang kini tengah duduk di sebelah Panji. Jio merasa kecewa, Bahwa Wanita itu sudah memiliki suami.
Ternyata Ia sudah menikah.
Jio langsung tidak fokus dengan rapat nya, Ia di buat memikir kan Hal yang tidak-tidak. Tapi sebisa mungkin ia akan tetap fokus pada rapat ini.
"Di sebelah saya sendiri Ada Nona Wanda, Beliau adalah Kakak dari Nona Windi Istri dari Tuan Wisnu." Jio yang semula nya menatap kosong kini langsung kembali menatap penuh ke arah Panji.
Kakak? dari Istri Tuan Wisnu? Maksud nya?
Begitu lah tatapan Jio berbicara ke Panji. "Mohon maaf sebelum nya Tuan, Nona Windi Hari ini sedang tidak Enak Badan. Beliau sudah ikut Hadir Hari ini tetapi lima menit sebelum pertemuan beliau merasa mual dan ingin muntah, Oleh sebab itu beliau meminta Nona Wanda untuk mengganti kan nya sementara Waktu." Jelas Panji.
"Hufh Syukur lah." Gumam Jio, Ia merasa sangat lega sekali. Fikiran nya ternyata salah, Wanita itu ternyata belum menikah.
"Maaf Tuan?" Tanya Panji, Ia seperti mendengar sesuatu tetapi tidak terlalu jelas.
"Ah.. Thidak thidak, Silakan di lanjut kan."
Panji mengangguk kan kepala nya." Di sebelah Nona Wanda ada Tuan Refa, Adik dari Tuan Wisnu dan di sebelah Tuan Refa Ada Dito skertaris Refa." Sambung nya.
Dito berdiri dan sedikit membungkuk kan badan nya, Ia memberikan tatapan Tajam ke Jio. Ia merasa tidak suka dengan Tatapan Jio kearah Wanda. Dito merasa kalau Jio menaruh Hati ke Wanita nya. Tapi Pantas kan Dito menyebut Wanda sebagai Wanita nya?
Sedangkan Wanda merasa tidak nyaman karena sedari tadi ia sadar kalau Dito terus memperhatikan diri nya.
Kenapa Pria ini terus memperhatikan diri ku? Batin Wanda.
Wanda bergerak tak nyaman karena terus di perhatikan oleh Jio. Ia berusaha tersenyum meskipun diri nya merass tidak nyaman.
Sedang kan Jio yang sadar kalau Wanda merasa tidak nyaman, Langsung segera mengalih kan perhatian nya ke arah Lain.
"Baik Tuan, Kalau begitu saya akan mulai Pertemuan Hari ini." Ujar Panji.
Jio hanya diam dan mengangguk kan kepala nya.
"Baik Tuan, Terima kasih sudah memberikan kesempatan, Pada pertemuan kali ini Perusahaan Witamma akan memiliki sebuah projek yang merupakan ide dari Nona Windi sendiri." Panji memegang sebuah remote yang nanti nya akan mengontrol layar yang tersedia di hadapan nya. Ia mulai menekan-nekan setiap slide dalam power point nya.
Selama Rapat berlangsung Jio tidak jarang, memeperhatikan Wanda yang ikut Andil dalam mempersentasi kan proyek nya, Meskipun Jio dan skertaris nya sudah di beri salinan dokumen tetapi Panji dan Wanda akan tetap menjelas kan secara menditail. Sedang kan untuk Refa dan Dito mereka berdua tugas untuk mencatat Hal-hal yang terjadi selama Rapat Berlangsung.
Dito tidak ada henti nya mengumpat Jio yang sedari mencuri pandangan ke Wanda. Ia benar-benar merasa sangat kesal dan cemburu. Ingin Rasanya Dito mencongkel mata Jio agar tidak mencuri pandangan ke arah Wanita nya.
Ahh Sial! Kenapa dia terus-terusan menatap ke arah Farah, Geram Dito.
Jika ia tidak mengingat siapa Jio, Sudah di Pasti kan Dito akan memukul nya dengan Keras.
.
.
.
"Terima kasih untuk Hari ini Pak." Ujar Wanda dengan seulas senyuman manis di bibir nya.
__ADS_1
"Iya terima kasih kembali Nona."
Kedua nya saling berjabatan tangan dan tersenyum tipis satu sama lain. Mata kedua nya saling terkunci satu sama lain, mereka bahkan Enggan untuk melepaskan jabatan tangan nya. Panji, Refa dan Skertaris Jio sedang berbincang hingga tidak menyadari tatapan Wanda dan Jio yang terpaku satu sama lain. Tetapi tidak dengan Dito yang sedari memperhati kan mereka beruda, Dito menggeram kesal ia bahkan tidak sadar kedua tangan nya mengepal kuat.
Sial! Berani sekali dia menatap Wanita ku seperti itu.
"Ekhm.." Dehem Dito dengan Keras.
Wanda dan Jio sontak melepaskan jabatan tangan nya, kedua nya saling canggung satu sama lain. Wanda menyelip kan anak rambut nya. Dito yang gerak-gerik Wanda yang terlihat tersipu membuat nya semakin geram.
Menyebal kan! Gumam Dito,
Panji yang berada di sebelah Dito melirik ke arah Dito yang terlihat kesal. "Kau kenapa?" Tanya Panji
"Huh ti-tidak A-apa, Aku mau ke toilet dulu Kakak."
Panji mengangguk kan Kepalanya. "Maaf tuan, Saya mau ketoilet sebentar." Ujar Dito.
"Ah iyah sila kan tuan."
Saat akan keluar dari ruang Rapat tiba-tiba saja terdengar suara pekik an anak kecil yang begitu nyaring dan menggema.
"Mommy." Pekik anak itu dan berlari mendekat ke arah Wanda yang diam mematung,
Bruk.
Anak kecil itu langsung memeluk erat tubuh Wanda hingga Hampir saja terjatuh jika Wanda tidak menahan nya. "Mommy, Lala Cangat hiks..hiks.. melindukan Mommy, Mommy ke..kemana saja...Hiks..." Isak tangis anak itu di Pelukan Wanda.
Awal nya Wanda ragu, tetapi entah naluri dari mana ia langsung membawa anak itu ke dalam pelukan nya, Bahkan ia tidak segan untuk berjongkok agar mensejajar kan tinggi nya dengan Anak itu.
"Mommy..Hiks.."
"Shutt...Tenang lah sayang...Mommy tidak akan kemana-mana.. Tenang yah.." Ujar Wanda berusaha menenangkan isak tangis Anak kecil itu.
Wanda melepaskan pelukan nya, Ia menangkup kedua pipi Rara. Kedua Ibu jari nya menghapus Air mata Rara yang menetes di pipi nya.
Cup
Cup
Cup
Cup
Wanda menghujami Ciuman ke Wajah Rara, Mulai Dari Kening, Kedua mata, Hidung hingga kedua pipi Rara.
Wanda tersenyuman menatap ke arah Rara, Entah kan kenapa ia selalu merindukan Gadis kecil yang ia temui di taman.
"Apa kamu baik Sayang?" Tanya Wanda
Rara menganggukkan kepalanya."Lala baik tapi Lala cangat melindukan Mommy, Lala cangat ingin menghubungi Mommy tapi Lala Takut Ganggu Waktu Mommy." Jujur Rara, Sebenar nya Rara sudah sangat merindukan Wanda yang di klaim sebagai Mommy nya. Ia ingin sekali meminta Papi nya untuk menghubungi Mommy nya, Tapi Ia terlalu takut untuk mengutarakan Keinginannya.
"Tidak Sayang kamu sama sekali tidak menganggu Mommy." Kedua nya saling menunjuk kan Rasa Rindu mereka Satu sama lain. Mereka tidak sadar jika saat ini mereka menjadi pusat perhatian dari orang-orang, Tidak terkecuali Dito yang seketika melupakan niat nya untuk ke toilet. Dito merasa sangat sesak sekali ketika melihat pemandangan di depan nya, Ia sama sekali tidak menyangka Jika Wanita yang pernah ada hidup nya memiliki seorang Anak.
Jio sedari tadi terus memperhatikan Interaksi Antar Wanda juga Putri kecil nya, Ia ingin sekali ikut memeluk tubuh Wanda. Tapi itu tidak mungkin karena saat ini Wanda bukan lah siapa-siapa nya, Bagi nya Wanda Hanya Wanita yang di Panggil Momny oleh Anak nya.
Berbeda dengan Windi, Ia terus menunjukkan senyuman bahagia di bibir nya. Ia merasa terharu melihat Kakak nya yang begitu menyayangi Gadis kecil itu, Windi tau kalau Kakak nya yang terkesan Cuek dan Kaku ini sebenar nya sangat menyayangi dan peduli dengan orang-orang sekitar, Hanya saja Wanda tidak mampu menunjuk kan secara terus terang. Tetapi kali ini Wanda sama sekali tidak canggung untuk menunjuk kan Rasa sayang nya terhadap Rara.
"Kamu sudah makan sayang?" Tanya Wanda.
__ADS_1
"Belum."
"Kenapa?"
"Dia sangat susah sekali ketika di ajak makan." Jawab Jio mewakil Rara yang tengah menunduk tidak berani menatap ke arah Wanda. Rara sama sekali enggan untuk makan, Ia hanya akan makan jika Papi nya yang sudah turun tangan, Maka nya setiap sehabis pulang sekolah Rara di antar kan supir ke kantor nya.
Perkataan Jio membuat Wanda, Refa, Panji, Dito, Dan Windi langsung mengalih kan perhatian nya Ke Jio. "Saya Papi nya." Ujar Jio, Ia mengerti dengan tatapan Mereka yang seolah minta penjelasannya.
Wanda Langsung saja tersadar, Pantas saja ia merasa pernah melihat klien Adik nya ini dan ternyata dia adalah pria kaku dan dingin ini Papi Dari Rara. Wanda mendadak jadi Canggung, Karena tadi ia mengatakan kalau ia Mommy Rara.
"A-ah? Be-benar kah sayang?" Gugup Wanda.
"Maaf Mommy." Cicit Rara.
"Ehm tidak apa-apa sayang, Sekarang ayo kita makan bersama." Ajak Wanda.
Rara menegak kan kepala nya." Benal kah Mommy?" Tanya Rara dengan Antusias.
"Tentu Saja Ayo." Wanda menjulur kan tangan nya, Rara menyambut nya dengan senang. Saat akan pergi ia melupakan sesuatu.
"Maaf Tuan Jio boleh kah saya membawa Rara makan siang?" Tanya Wanda Ragu-ragu.
"Ehm? Boleh kok." Jio tersenyum tipis.
"Ah iyah Bagaimana jika kita makan siang bersama?" Usul Windi tiba-tiba saja.
Jio yang sedari tidak sadar ia mengalih kan perhatian nya ke arah Windi yang berada tidak jauh dari nya, Betapa terkejut nya Jio melihat Wajah Windi yang bisa di kata Hampir delapan puluh persen sangat mirip dengan Wanda.
Windi berjalan mendekat ke arah Jio. "Sebelum nya perkanal kan saya Windi Witamma, Maaf sebelum nya saya tidak ikut hadir dalam pertemuan Tuan."
"Ti-tidak apa-apa Nona."
"Terima kasih Tuan." Ujar Windi tersenyum.
"Baik lah Ayo, Kita makan siang bersama." Ajak Windi. Kebtulan ketika mereka selesai Rapat jam sudah menunjuk kan jam makan siang.
.
.
.
Sesampai nya di Resaturant yang di pilih oleh Windi. Panji, Refa, Dito, Jio, Wanda, Rara, Dan skertaris pribadi Jio di arah kan oleh salah satu pramusaji ke tempat yang sudah di Reservasi oleh Panji. Pramusaji ith mengarah kan mereka ke Tempat VIP. Mereka duduk dengan melingkar.
Disisi Kanan Panji Ada Windi, Disisi Kiri nya Panji Ada Dito, Sedang Refa duduk di sisi kiri Windi. Wanda sendiri duduk di sisi Kanan Refa, Rara duduk di tengah-tengah Wanda dan Jio. Dan Skertaris Jio duduk tepat di sebelah Dito. Tempat Duduk Dito langsung mengarah ke tempat Wanda duduk. Ia bisa melihat dengan Jelas Wajah Wanda yang begitu menampilkan kebahagian yang begitu besar.
Dito menghela kasar nafas nya, "Cih." Decak Dito.
Panji yang ada di sebelah Dito melirik ke arah Dito yang teihat sedang sangat kesal. Aneh. Fikir Panji.
"Mommy, " Panggil Rara
"Iyah sayang?"
"Mommy, Ayo menikah dengan Papi." Ujar Rara,
Uhuk
Uhuk
__ADS_1
Mendengar putri nya yang melamar Wanda, Sontak saja membuat Jio yang sedang minum Mineral Water membuat nya tersedak. Ia benar-benar Tak Habis Fikir dengan Putri nya. Bagaimana bisa putri nya melamar seorang Gadis untuk nya?
Astaga! Memalukan sekali.