Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Kencan dan Couple 2


__ADS_3

Mereka berdua sedari tadi hanya berkeliling dan mengunjungi toko-toko namun tidak ada satupun barang yang mereka berdua beli. Rasanya Wisnu ingin sekali bertanya kepada Windi kenapa dia sedari tadi hanya mengajak nya berkeliling tanpa tujuan yang jelas. Tetapi ia harus bisa menahan diri karena sudah syukur bagi nya Windi mau mengajak dirinya berkeliling seperti ini dari pada Windi harus mendiamkan nya dan mengabaikan nya begitu saja.


Ya tuhan kenapa sedari tadi hanya keluar masuk dari satu toko ke toko lain. Tetapi tidak ada satu pun barang yang kami beli.. Batin Wisnu.


Sedari tadi ia hanya diam dan mengikuti kemana langka Windi mengajaknya pergi. Kadang ke toko sepatu kadang ke toko baju, Dan kadang ke toko aksesoris. Wisnu hanya bisa pasrah dan menghela nafas nya.


Sabar, Nu sabar kamu harus tingkatkan kesabaran mu lagi, Karena kalau sedikit saja kamu protes hancur sudah, hancur harap an mu malam ini. Batin Wisnu


Windi menarik tangan Wisnu ke salah satu toko jam mewah yang berada di Gedung Mall tersebut, Ia melihat-lihat apa yang ingin dia lihat. Ia meninggalkan Wisnu yang sedang duduk.


Aish ditinggal lagi, Pasti dia hanya melihat-lihat saja tapi tidak membeli nya. Grutu Wisnu dalam hati.


Seulas senyuman terpancar di wajah Windi ketika melihat jam tangan Couple. Ia memanggil Penjaga toko dan meminta nya untuk mengambil jam tangan tersebut.


Ia melihat setiap detail yang terukir di jam tangan tersebut.


" Nona Jam tangan ingin hanya Hanya di produksi satu-satunya, Anda akan sangat beruntung memiliki nya karena orang lain tidak akan memiliki yang sama dengan anda Nona. " Ujar Penjaga toko menjelaskan.


Windi tersenyum mendengar perkataan penjaga toko, Ia mengalihkan pandangannya nya menatap Wisnu, Ia memanggil Wisnu sedang menunggu nya sembari memainkan ponselnya. " Isnu kemari la."


Apa kali ini dia akan membeli nya? Batin Wisnu


" Ada apa Baby? " Tanya Wisnu Lembut


Windi Menatap Wisnu sembari tersenyum. " Isnu mereka cantik kan? " Tanya Windi sembari menunju jam Couple yang berada di atas meja.


Wisnu mengamati jam tangan tersebut, sesaat kemudian ia kembali menatap Windi. " Iya baby mereka cantik." Ujar Wisnu membenarkan perkataan Windi.


" Apa kamu suka? " Tanya Windi


" Iyah aku suka, Apa kamu menginginkan nya Baby?" Tanya Wisnu


Windi menganggukkan kepalanya. " Iyah aku menginginkan nya, Mereka sangat cocok sekali untuk Mama dan Papa." Ujar Windi


Wisnu melongos mendengar perkataan Windi. " Mama Papa?" Tanya Wisnu memastikan.


" Iya Sebentar lagi Anniversary pernikahan Mama dan Papa, Jadi aku ingin menyiapkan hadia untuk mereka. "


" Oh. " Ada sedikit kekecewaan dalam hati Wisnu karena ia fikir Windi akan membeli nya untuk mereka berdua.


" Bagaimana? Apa aku bisa memiliki nya Isnu? " Tanya Windi


Wisnu tersentak mengangguk kepalanya dan tersenyum manis ke arah Windi. " Tentu saja Baby, Bukan hanya ini seluruh mall pun bisa kamu miliki Baby. " Ujar Wisnu


Perkataan Wisnu membuat Windi tersenyum malu. " A-ah baik la terimakasih Sayang. " Windi menarik pelan lengan Wisnu dan mengecup pipi kanan Wisnu.


Wisnu yang mendapat ciuman mendadak dari Windi tentu saja membuat nya terkejut karena kali ini Windi menciumnya karena inisiatif nya sendiri. Ahh dia mencium ku? Baik la mulai sekarang aku akan menuruti setiap perkataan nya dan membuatnya senang sehingga ia akan mencium ku tanpa Aku suruh. Batin Wisnu


Saat akan membuka suara, Windi sudah tidak ada di hadapannya. Kemana dia? Kenapa dia Tiba-tiba saja menghilang setelah apa yang dia lakukan.


Wisnu mengalihkan pandangannya ke seluruh sudut yang berada di Ruang itu, Sampai pandangan nya terkunci pada satu objek yang sangat menarik mata dan hati nya. Senyuman dan bentuk wajah yang begitu cantik benar-benar membuat Wisnu semakin mencintai nya. Tanpa sadar ia berjalan ke arah objek yang menjadi pusat perhatian nya.


Sangat cantik.


Windi yang tersadar Wisnu berada di belakang nya membuat nya sedikit terkejut dan malu, Karena ia tiba-tiba saja mencium Wisnu. Tentu saja itu membuat nya sedikit malu karena sikapnya. " I-isnu? " Ujar gugup Windi


Wisnu mendekat kan Langkahnya. " Baby kamu telah melakukan sesuatu yang membuat ku ingin merasakan nya lagi." Ujar Wisnu


" A-a-apa yang telah aku lakukan? " Windi benar-benar sangat gugup.

__ADS_1


" Aish kamu selalu saja tidak ingat, Tapi baik la aku akan memberitahu mu. Aku ingin kamu mencium ku lagi. " Ujar Wisnu seraya tersenyum kecil ke arah Windi


" Ha? I-isnu ta-tapi i-ini tempat Umum."


" CK, Ayo lah yang di sini belum, Atau dia akan merasa iri. " Ujar Wisnu seraya menunjuk Pipi yang belum di cium Wisnu.


" Ta-tapi.."


" Baby kumohon, disini Tidak ada orang yang melihat kita. " Bujuk Wisnu


Windi menghela nafas nya dan memejamkan singkat mata nya, ia menarik pelan kerah kemeja Wisnu, Badannya sedikit ia jinjit kan agar menyamai pipi Wisnu, Saat ia akan mencium Pipi Wisnu, tiba-tiba saja Wisnu menolehkan kepalanya ke arah hingga bibirnya menyentuh bibir Wisnu.


Wisnu menahan Tengkuk leher Windi agar ciuman mereka lebih lama. Windi Yang hampir kehilangan nafasnya memukul-mukul pelan dada Wisnu.


" I..isnu." Ujar Windi di tengah-tengah ciuman mereka.


Wisnu melepaskan ciuman mereka dan Tersenyum Menatap wajah Windi yang terlihat kesal tapi menggemaskan sekali. " Baby kamu tau? Wajah mu itu sangat imut sekali, Rasanya aku ingin memakan mu dan menciumi wajah mu sepuasnya. " Ujar Wisnu seraya mengelus lembut pipi Windi.


Blush! Pipi Windi kembali merona mendengar perkataan Wisnu yang benar-benar mampu membuatnya malu dan jantung nya hampir copot.


" I-isnu..."


" Ada apa? Kamu menginginkan ciuman itu lagi? Bukannya kamu suka dengan ciuman ku Baby? " Tanya Wisnu dengan senyuman menggodanya. Ia tau kalau Windi menyukai ciumannya, Karena ia mendengar sendiri perkataan Windi tadi pagi.


" Ha? " Bagaimana dia bisa tau kalau aku menyukai ciumannya? Tanya Windi dalam hati.


" Apa kamu tidak mau mengakui nya Baby? " Goda Wisnu.


" A-aku.." Saat Windi akan membalas perkataan Wisnu, Penjaga toko menghampiri mereka berdua.


" Maaf tuan, Nona... Pesanan anda sudah saya kemas tinggal melakukan pembayaran di kasir Nona. " Windi yang mendengar perkataan penjaga toko mendorong pelan tubuh Wisnu, Ia melewati Wisnu begitu saja. Sedangkan Wisnu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.


.


.


.


.


Selesai membayar jam tangan Windi mengajak Wisnu untuk menonton. Ia memilih film yang bergenre romantis. mereka berdua berbagi tugas, Windi memesan tiket sedang Wisnu memesan popcorn dan minum.


Windi berjejer mengantri di barisan, Sesekali ia menatap ke arah Wisnu yang sedang memesan popcorn. Bahkan tak jarang kedua nya saling melemparkan senyuman satu sama lain.


Selesai membeli tiket Windi menunggu di kursi tunggu sembari masih melihat Wisnu yang masih memesan popcorn dan minum.


Ahh Ya Tuhan, Entah kenapa kali ini aku merasa jatuh cinta di lembah cinta yang Paling dalam bahkan dalam waktu singkat aku melupakan Refa, Hah bicara tentang Refa. Aku tidak tau bagaimana nanti sikap ku ketika bertemu dengan nya. Apalagi dengan status yang sekarang, Kami bukan sepasang kekasih lagi melainkan Kakak dan Adik Ipar. Hahaha Rasanya lucu sekali. Refa seperti menjaga jodoh Kakaknya.


Sekelebat bayangan saat-saat bersama Refa kembali terekam di bayangannya. Waktu yang mereka habis bersama, Awal mula mereka bertemu sampai hubungan mereka berakhir menjadi Kakak dan Adik Ipar.


Astaga! kenapa aku pikun! Ciuman pertama ku bukan di ambil Isnu melainkan Refa, Dan karena kejadian itu kami hampir melakukan kesalahan. Runtuk Windi.


Hahahaha kau memang pelupa Windi, Bahkan kau tidak ingat kepada siapa kau pertama kali berciuman. Ujar Wilhelmina secara tiba-tiba.


Hei-hei nona lebih baik kau diam saja Disana, jangan mengacau kencan ku dengan suami ku. Geram Windi


Hahaha apa kau lupa kita sudah menjadi satu bagian, Yang berarti suami mu berarti suami ku juga. Ujar Wilhelmina


Diamla! Dasar menyebalkan.

__ADS_1


.


.


.


Selesai menonton film keduanya melanjutkan nya dengan makan siang karena sekarang sudah masuk jam makan siang. Untuk makan siang kali ini Windi juga yang memilih akan makan dimana. Setelah melihat-lihat akhirnya Windi memilih restoran yang menyajikan makanan Sunda. Ia menarik lengan Wisnu untuk masuk kedalam. Wisnu hanya pasrah kemana saja Windi akan menariknya.


Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh Pramusaji, Windi memilih untuk duduk di Pojokan. Ia melihat-lihat menu makanan Apa yang ingin dia makan. Ia bahkan tidak memperdulikan Wisnu sedang sedari tadi menatap nya.


Lihat lah dia bahkan tidak memperdulikan aku? Batin Wisnu


Windi kembali memanggil Pramusaji. " Mbak saya mau Paket nasi timbel, Karedok, Sayur asam, Sate Maranggi, Sama minum nya Es teh saja Mbak." Ujar Windi panjang lebar


Pramusaji itu mencatat semua pesanan Windi. " Ada lagi? "


" hmmm..." Windi melihat Wisnu yang sedari tadi Menatap nya, Ia lupa kalau dia sedang bersama Wisnu. Astaga aku melupakan nya.


Sambil cengengesan, Windi menatap takut ke arah Wisnu. " Isnu kamu ingin pesan apa? " Tanya Windi dengan lembut.


Wisnu hanya menghela kasar nafasnya. Sudah kuduga dia bahkan melupakan ku jika sudah melihat makanan. " Aku ikut dengan mu Saja baby. " Ujar Wisnu


Windi menganggukkan kepalanya Mengerti. " Kalau begitu Paket nasi Timbel nya 2, sayur asam nya 2, karedok 1 , Sate Maranggi nya 2, Es Teh nya 2. " Ujar Windi kembali


" Baik la kalau begitu mohon ditunggu Sebantar. " Ujar pramusaji dan berlalu meninggalkan Wisnu dan Windi.


Dengan ragu-ragu Windi memberanikan diri untuk bertanya. " Isnu kenapa kamu hanya diam saja sedari tadi? "


" Aku diam karena kamu mengabaikan ku Baby, Kamu melupakan ku ketika kamu melihat menu makanan itu, Kamu seperti lupa kalau aku ada di hadapanku. " Ujar lirih Wisnu seraya memasang mimik wajah memelas.


" A-ah Maaf kan aku Isnu." Cicit Windi


" Hah Baik la. " Ujar Wisnu seraya tersenyum.


Tak selang beberapa lama pesanan mereka sudah terhidang kan di hadapan mereka. Windi langsung mencuci tangan nya dan melahap makanan yang berada di hadapan nya, Karena ia benar-benar lapar.


Belum ada dua puluh menit Windi sudah meludes habis Makanan, ia menatap Wisnu yang sedari tadi masih diam dan belum menyentuh makanan nya sama sekali, Hal itu membuat Windi heran.


" Isnu? Ada apa? Apa kamu tidak menyukai nya? "


Wisnu menggeleng kan kepalanya. Jawaban Wisnu membuat kening Windi berkerut. " Lalu? Kenapa kamu tidak memakan nya? "


" Karena aku ingin kamu menyuapi ku seperti waktu itu. "


" Ha? Apa kamu yakin? Kamu tidak malu di lihat orang banyak? "


Lagi-lagi Wisnu menggeleng kan kepalanya. " Tentu saja, Buat apa aku harus malu, Yang menyuapi ku istri ku sendiri bukan istri orang lain. " Ujar Wisnu


" Ha baik la. " Windi kini mengubah posisi duduk nya menjadi di sebalah Wisnu, Ia membuka pembungkus daun pisang. Ia mulai menyuapi Wisnu, sesuap demi sesuap pun sudah masuk ke dalam mulut Wisnu. Selesai memberikan suapan terakhir Wisnu sengaja menjilat bekas tangan Windi dengan lembut, tindak Wisnu benar-benar membuat jantung Windi mau copot.


Untung saja tidak ada orang yang melihat nya, Kalau tidak sudah dipastikan ia akan malu di lihatin orang.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan like, Rate, favorit dan komennya ya:)


__ADS_2