
Setelah telfon tertutup kini Wisnu beralih menatap Windi yang tengah menatap nya dengan penuh gairah. Salah satu sudut bibirnya tertarik menciptakan senyuman gairah.
" I..I...Sssnuhhh....."
Wisnu yang mendengar Windi memanggil namanya membuat nya semakin cepat mengaduk-aduk bagian bawah Windi. Tak lupa senyuman gairah yang terpancar di wajah Tampan nya.
" No... Call me Daddy, Baby.." Ujar Wisnu ditengah-tengah kegiatan nya.
Windi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan merem melek menikmati Sentuhan jari Wisnu yang mengaduk-aduk bagian bawahnya.
" come on Call me daddy , Baby..." Ujar Wisnu seraya mengecup lembut kening Windi.
"Dhh..aaa..ddddhhhyyy..."
Wisnu semakin mempercepat gerakan tangannya dan...
Arghhh ..
Windi mencapai kepuasan dan kenikmatan pertama nya. Wisnu yang melihat Windi yang mencapai kenikmatan nya membuat nya merasa bangga dan Tersenyum senang. Ia perlahan menarik jari nya dan memasukkan nya kedalam mulut Windi.
" Permainan nya sampai di sini saja Baby." Ujar Wisnu
Windi menganggukkan kepalanya patuh. Wisnu memakai kan kembali Pakai dalam Windi dengan telaten, Ia menggendong Windi ala bridal style. Windi yang di gendong Wisnu membuat nya reflek mengalungkan tangannya di leher Wisnu dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Wisnu.
" Baby bisakah kamu meletakkan telapak tangan mu di sensor itu Baby?" Wisnu menunjuk ke arah sensor yang berada di dekat lemari menggunakan Hidung nya.
Windi mengangkat wajahnya dan mengangguk kepalanya Mengerti, Ia melepaskan tangan kanan nya dan mendekat telapak tangan nya tepat depan sensor itu.
Klik!
Salah satu dinding yang berwarna abu-abu terbuka setalah Windi meletakkan telapak tangan nya tepat di depan sensor.
Wisnu secara perlahan membaringkan tubuh Windi di ranjang.
" Baby tidur lah, Selesai rapat aku akan langsung kesini menemui mu. " Ujar Wisnu seraya mengusap lembut kepala Windi
Windi hanya mengangguk Patuh dengan perkataan Wisnu.
Wisnu menarik selimut nya dan menyelimuti tubuh Windi agar tidak kedinginan.
Perlahan Windi menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya. Wisnu tersenyum menatap wajah lelap Windi yang benar-benar sangat menggemaskan sekali. Sebelum pergi Wisnu meninggalkan ciuman di kening Windi dengan lembut. Ia membuka kemeja nya dan berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mandi ia memilih Kemeja berwarna abu-abu putih dengan di balut kemeja berwarna Hitam. Tidak lupa ia memasang dasi nya dengan asal. Ia menatap wajah Windi yang masih terlelap dalam tidurnya, Ia berjalan mendekat kearah Windi dan tersenyum menatap ke arah Windi.
Badannya sedikit ia tundukkan, Tangannya mengelus lembut Kepala Windi dan meninggalkan ciuman lembut di pucuk kepala Windi.
" Besok kamu akan menjadi miliki ku Seutuhnya dan tidak akan ku biarkan siapapun merebut mu dari ku, Termasuk adik ku sendiri. Aku akan melakukan apapun untuk membuat mu tetap tinggal di samping ku, Mencintai ku dan menjadi ibu untuk anak-anak ku kelak sayang. " Ujar Wisnu
°°°
__ADS_1
Prov Windi
Mata ku perlahan mengerjap-ngerjap untuk menyesuaikan cahaya yang berada di ruang. Aku melirik ke seluruh ruangan itu. Dengan sedikit lesu aku bangun dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur. Tangan ku mengucek-ngucek perlahan mata ku.
Beberapa saat kemudian kesadaran ku mulai mengumpul. " Aku di mana?" Aku berusaha mengingat tempat aku berada sekarang saat ini.
Sekelebat bayangan di mana Aku di puaskan Wisnu di atas meja kerjanya dan bersikap sangat manja dengan duduk di pangkuanya saat dia sedang bekerja.
Ahhhggg! Apa yang telah aku lakukan kenapa aku malah begitu agresif.. Aku benar-benar meruntukki dan menyadari kebodohan ku yang begitu agresif saat di atas pangkuan Wisnu. Tetapi Aku benar-benar tidak sepenuhnya sadar kalau Apa yang telah aku lakukan karena itu semua nya di ambil kendali oleh Wilhelmina.
Wilhelmina adalah Sisi diriku yang lain, Dia akan muncul disaat aku sedang sangat-sangat kesal, Marah, Terancam ataupun merasa ingin menyerah. Dia akan muncul dan mengambil diri ku secara penuh dengan memegang kendali tubuh ku membiarkan diri ku untuk beristirahat sejenak.
Saat kemarin ada penyusup yang masuk ke apartemen aku sekuat mungkin untuk menahan Wilhelmina untuk tidak mengambil alih diriku, Karena jika tidak ia akan melakukan hal-hal yang tidak pernah orang bayangkan. Ia sisi kebalikan dari ku.
Aku tidak tau kenapa dia bisa tercipta dalam diriku, Papa dan mama selalu mengingat kan ku untuk tidak terpancing emosi ataupun kesal yang meluap-luap karena jika begitu Wilhelmina akan mengambil alih diriku dan melakukan Sesuatu yang tidak bisa aku lakukan.
"Hei! Hei! tenang lah bukan kah tadi itu sangat menyenangkan, Apalagi saat tangan nya yang kokoh itu menyentuh diri kita dengan sentuhan-sentuhan lembut nya yang sangat-sangat sensual. "
" Hei diam la! Kenapa kau mengambil alih diri ku Sialan! Bagaimana jika dia tau kalau ada sisi lain diriku. Dan kenapa kau tadi menampar wanita itu. Hal itu pasti akan membuat nya curiga dengan diri kita Wilhelmina? "
" Apa yang perlu kau khawatir kan Windi sudah saat nya dia tau siapa diri kita? Mau sampai kapan kau akan menyembunyikan sisi lain dari dirimu? Berkata jujur lah padanya. Lagian tidak ada salah jika kau jujur pada nya, dan untuk Wanita sialan itu aku benar-benar jijik apalagi saat dia terang-terangan ingin menawarkan dirinya kepada suami kita. Huhhgg benar-benar menyebalkan sekali "
" Tapi kau tidak usah menampar nya sampai tiga kali Wilhelmina, Dan aku belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Isnu. "
" Jika tidak ada Isnu mungkin aku akan mencakar-cakar Wajah nya dan menonjok muka nya sampai hancur! "
" Apa kata mu tadi? Kau belum siap? Hei Kau harus Siap Windi, Kau ingat kau akan mengatakan siapa dirimu sebenarnya kepada orang yang kamu cintai selain keluarga mu dan orang itu adalah Wisnu. " Sambung Wilhelmina
" Hei aku tidak galak hanya saja aku tidak suka ada orang mengganggung kebahagiaan ku. "
" dan Tentu saja kau sudah mencintai nya dan bukan hanya dirimu aku juga sudah menerima dan mencintai nya, Jadi sudah saat nya kamu jujur tentang siapa dirimu. "
" Iya-iya nona galak." Windi terkikih
" Huh! Baik la aku akan jujur padanya tapi tidak sekarang. "
" Hei-hei nona aku tidak galak! " Ujar tak terima Wilhelmina
" Secepat nya kau harus mengatakan padanya atau kau akan menyesal! Ingat menyesal."
" Siap nona galak! "
Saat Windi sedang berdialog dengan altar ego ia mendengar derap langkah yang semakin mendekat, Ia kembali membaringkan tubuh nya, menarik selimut nya dan kembali memejamkan kedua matanya.
Suara itu semakin mendekat ke arahnya. Aku tidak tau bagaimana aku menghadapi isnu nanti.
.
.
__ADS_1
.
Prov Author
Selesai Rapat Wisnu kembali ke ruangan nya, Ia berjalan menuju ke kamar yang berada di ruangan nya. Ia meletakkan telapak tangannya tepat di depan sensor, Pintu terbuka secara otomatis, Ia berjalan dengan sangat pelan agar mengganggu sang empu yang sedang tidur dengan pulas di ranjang.
Seulas senyuman terpancar dari wajah tampan Wisnu, Ketika melihat wajah wanita yang di cintai nya sedang tertidur pulas. Ia berjalan mendekat ke arah ranjang, sembari berjalan ia membuka Jas yang melekat pada tubuh nya Meletakkan nya di atas sofa yang berada di ruang itu. Tak lupa ia mengendur kan dasi yang menggantung di lehernya dan melepaskan nya. Ia semakin dekat dengan ranjang.
Tuhan beri aku kekuatan untuk menghadapi rasa malu ini. Batin Windi.
Wisnu mengelus-elus lembut pipi Windi dan menusuk-nusuk pelan pipi Windi sesekali ia mencium gemas pipi Windi. Perlakuan Wisnu benar-benar membuat Windi sangat kesal.
Menyebalkan sekali!
Akhirnya dengan terpaksa Windi membuka matanya dan menatap tajam ke arah Wisnu yang sedang tersenyum manis ke arah nya.
" Isnu kamu menganggu tidur ku. " Ujar kesal Windi
" Maaf kan aku Baby tapi wajah mu sangat menggemaskan sekali." Goda Wisnu
Windi yang mendengar Wisnu menggodanya membuat semburat kemerahan terpancar di kedua pipi Windi. " Aish kamu pasti menggoda ku kan. " Ujar Windi seraya bangun dari tidurnya dan duduk di sisi ranjang
Wisnu ikut duduk di sisi Windi. " Tidak baby aku tidak menggoda mu tapi itu kenyataan nya kamu benar-benar sangat menggemaskan ketika tidur. " Wisnu mencubit pelan kedua pipi Windi
" Aww... Sakit Isnu.." Rengek Windi
" Hahaha baik la, Mandi dan ganti la pakaian mu. Tadi mama menelfon beliau mengundang kita untuk makan malam di rumah." Ujar Wisnu seraya mengacak-acak rambut Windi
" Makan malam?"
" Iyah, Kenapa? Apa kamu ingin melanjutkan yang tadi? " Wisnu mengedipkan sebelah matanya.
Windi menggeleng cepat kepalanya dan Menggeser tubuh Wisnu dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Wisnu yang melihat tingkah Windi membuat nya geleng-geleng Kepala.
Hah! tingkahnya yang menggemaskan membuat ku benar-benar sangat-sangat mencintai nya dan mengisi cintaku sepenuhnya untuk dia saja.
Wisnu tersenyum bahagia dengan ada nya Windi di samping, Ia berharap waktu tidak akan pernah memisahkan dirinya dan Windi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.