
Pagi-pagi Sekali Refa sudah bersiap untuk Pergi. Ia di antar oleh orang di tugas untuk mengantar kan ke bandara. Refa berniat ingin menelfon Windi, Namun ia teringat kalau Windi sudah memblokir nomor nya. Mau datang ke apartemen nya pun percuma karena pastinya Windi tidak akan membukakan pintu untuk dirinya.
Refa sudah bertekad ia akan menyelesaikan proyek di Korea secepat mungkin. Agar bisa kembali ke Indonesia dengan cepat. Ia juga bertekad akan kembali mendapatkan Windi. Untuk Jenny sendiri Refa sudah memutuskan nya dan melupakan nya, Karena ia sadar bahwa Jenny hanya masa lalu nya dan Windi adalah masa depannya. Tapi semuanya itu sudah terlambat karena Windi sudah memutuskan pertunangan nya tatkala melihat Kebersamaan Refa dengan Jenny.
Refa benar-benar tidak ingin kehilangan Windi. Bagaimana pun caranya dia ingin Windi kembali kepadanya. Itu janjinya Refa kepada dirinya sendiri.
Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu! Meskipun nanti kamu sudah milik orang lain! Aku akan merebut mu dari nya.
Pesawat Refa akan berangkat Pukul 6 Pagi. Ia sudah tiba di Bandara segala keperluan nya sudah di siapkan oleh Benny. Ia hanya tidak menunggu dan berangkat.
Kepergian Refa belum di ketahui oleh Wisnu. Karena Benny belum memberitahu kan kepergian mendadak Refa. Hanya Benny yang mengetahui nya.
Suara pengumuman pesawat ke berangkat Refa sudah terdengar. Refa pun pergi menuju pesawat yang akan ia naiki.
°°°
James dan Willy sudah tiba di Indonesia tengah malam. James sebenarnya ingin segara ingin bertemu dengan Windi, Namun Willy melarangnya karena hari sudah tengah malam dan tidak baik untuk kesehatan James untuk menghirup udara malam.
James pun akhirnya menyerah dan memilih untuk beristirahat di hotel yang tidak jauh dari apartemen yang ditinggalin Windi.
Saat tengah malam Willy mendapatkan Pesan dari Tristan tentang kondisi Windi. Willy ingin memberitahu tentang kondisi Windi kepada James, Namun ia urungkan tatkala melihat James yang sangat kelelahan karena perjalanan yang mereka tempuh.
Aku akan memberitahu kan nya besok saja. Tuan besar kelihatan sangat kelelahan. Lagi pula kata Tuan Tristan ada yang menjaga Nona Windi. Batin Willy
Saat jam 3 pagi James terbangun karena perasaan yang tidak enak dan sangat penuh ke khawatiran. James tampak gelisah memikirkan Keadaan Windi. Ia ingin sekali malam itu pergi ke apartemennya Windi. Namun ia juga sangat kelelahan selama di perjalanan.
Ada apa dengan ku? Kenapa aku sangat gelisah dan sangat tidak nyaman dengan perasaan ku sekarang? Apa terjadi sesuatu dengan Putri ku?
Willy semakin merasa kasihan melihat tuan yang sangat gelisah. Ia tidak bisa membayangkan apa jadi nya jika James mengetahui keadaan putrinya yang sedang kacau dan berantakan. Ia ingin sekali memberitahu keadaan Windi, Namun ia juga harus memikirkan kesehatan James.
°°°
Pukul 5 pagi Wisnu terbangun dari tidur nya, karena ingin buang air kecil tangannya perlahan ia angkat agar tidak membangun Windi yang masih tertidur pulas.
Wisnu menatap wajah Windi yang masih tertidur pulas dan terlihat Pucat. Sebelum pergi ia memberikan ciuman di kening Windi.
Selesai dari kamar mandi, Wisnu mengirimkan pesan untuk Panji agar datang lebih awal serta membawakan pakaian kerja untuknya. Ia juga menyuruh Panji untuk mencari seseorang agar merawat Windi selama ia pergi berkerja.
__ADS_1
Wisnu meletakkan kembali ponselnya dan beralih menatap Windi. Ia merasa kasihan dengan kondisi Windi saat ini, Apalagi ia tau penyebab Windi seperti ini.
Wisnu berjalan menghampiri Windi, Ia sedikit membungkuk badannya. Ia menatap intens wajah pucat Windi dan bibir kering Windi yang sedikit pucat. Wisnu mengelus pelan rambut Windi dan kembali meninggalkan ciuman di pucuk kepala Windi.
Maaf kan adik ku yang telah membuat mu seperti ini.
Saat Wisnu hendak pergi tiba-tiba Windi muntah-muntah lagi. Hal itu membuat Wisnu panik, ditambah suhu tubuh Windi yang semakin dingin dan wajah Windi yang memucat. ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Jika ia menunggu Panji ia takut kondisi Windi semakin memburuk.
Ya tuhan apa yang harus aku lakukan? Jika aku biarkan aku takut kondisi Windi semakin buruk tapi.. Apa yang harus aku lakukan?
Setalah berfikir sejenak Wisnu memutuskan untuk membersihkan muntah Windi, Lalu ia kembali menuju samping ranjang Windi. Ia tampak Ragu dengan apa yang akan ia lakukan, tapi ia juga tidak punya pilihan.
Huh baik lah, Aku hanya membantu nya dan tidak punya niatan yang lainnya.
Wisnu menyibakkan selimutnya perlahan, ia membuka baju Windi yang terkena muntahan nya. Wisnu menatap dada Windi yang besar, namun terhalang oleh Bra nya Windi. Wisnu meneguk kasar ludahnya.
Sial! kenapa bolanya sangat besar sekali!
Setalah selesai membuka pakaian Windi. Wisnu berniat ingin menaruh pakaian kotornya di keranjang Pakaian kotor. Namun tangan Windi menggapai tangan Wisnu dan menahan nya.
°°°
James dan Willy sudah berada di apartemen nya Windi. James sangat tergesa-gesa menuju ke apartemennya Windi. Apalagi ketika ia mendapatkan kabar dari Willy jika semalam Windi mabuk dan tidak sadarkan diri. Kabar itu semakin membuat James sangat panik dan khawatir, bahkan ia melewatkan makan paginya hanya untuk mengecek keadaan Windi.
James berulang kali menekan Bell namun tidak ada jawaban dari dalam. James meminta Willy untuk mencari tau pin apartemen nya Windi.
Setelah mendapatkan PIN apartemen nya, James langsung menekan PINnya. Pintu apartemen terbuka dan semuanya tampak kosong. James memanggil-memanggil Windi namun tidak ada jawaban.
James beralih menuju kamar Windi. perlahan ia membuka pintu kamar Windi, dan... betapa terkejutnya ia tatkala melihat Windi sedang tidur dengan seorang pria sambil memeluknya dengan sangat erat dan intim. Darah James semakin mendidih, Ia mengira bahwa pria itu hanya mengambil ke untung dari Windi.
" Bangun!!" Ujar James menggoyang-goyang kan bahu Wisnu.
Wisnu yang merasa terusik langsung bangun dari tidur, Ia menatap heran ke arah James." Ada apa ini?" Tanya Wisnu dengan bingung
" Keluar! Aku menunggu mu diluar." James langsung keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu.
Wisnu yang sangat bingung dengan situasi saat ini. Ya tuhan ada apa ini? kenapa ada orang yang tiba-tiba marah-marah kepada ku?"
__ADS_1
Wisnu keluar dan menatap bingung ke arah James. Sedangkan James menatap Wisnu dengan tatapan membunuh dan tajam.
" Pria tidak tau diri! Berani sekali kau mengambil ke untung dari putri ku!" Teriak James.
Wisnu yang mendengar perkataan James sangat terkejut." Apa maksud mu? Siapa yang mengambil ku untung? Dan putri? Putri siapa yang kau bicarakan taun. Aku sama Sekali tidak mengerti." Ujar Wisnu dengan kebingungan.
James semakin meradang mendengar perkataan Wisnu, ia bangkit dari sofa menghampiri Wisnu dan mencekram kaos yang di kenak Wisnu." Kau masih bertanya? Yang kau tidurrin itu adalah putri ku!" Teriak James.
Wisnu membulat kan matanya dengan sempurna." Kau tuan James Winata?"
James tertawa sinis mendengar perkataan Wisnu." Ternyata kau sudah tau identitas putri ku, dan kau dengan sengaja mengambil keuntungan ketika dia mabuk." Suara James terdengar meremehkan.
Tangan Wisnu mengepal kuat mendengar tuduh James yang mengatakan ia mengambil ke untung dari Windi. " Tuan jaga bicara anda! Aku tidak pernah mengambil keuntungan apapun dari Windi!" Elak Wisnu.
" Tapi itu kebenaran nya. Kau tidur di ranjang putri ku dan memeluknya dengan erat! Dan bukan hanya itu pakaian Windi juga terlihat berantakan! Apalagi jika kau bukan Mengambil keuntungan dari putri ku! "
" Tuan..."
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungan like dan komentnya:)
Alurnya sesuai dengan apa yang aku fikirkan yah teman-teman online kuu
__ADS_1