
Benny yang kala itu ingin pergi menemui Wisnu, namun Wisnu tidak ada di rumah maupun di apartemen nya. Hal itu membuat Benny bingung dan bertanya-tanya kemana Wisnu berada. Ia mencoba menghubungi Wisnu namun tidak jawaban. Kemudian dia mencoba menghubungi Panji.
" Halo tuan besar."
" Halo Ji. Apa kamu tau dimana Wisnu sekarang? "
Panji seketika terdiam sejenak mendengar pertanyaan Benny.
" Halo Panji? Apa kamu masih di sana?"Benny heran kenapa Panji hanya diam saja.
" Ehm saya tau tuan. Tuan besar bisa ikut saya jika ingin mengetahui dimana tuan muda berada." Ujar Panji
" Baik la kalau begitu kita bertemu di perempatan apartemen kamu." Ujar James
" Baik taun." Panggilan telfon terputus.
Panji langsung bersiap-siap menyediakan segala keperluan Wisnu.
Panji sudah tiba di perempatan jalan menunggu kehadiran Benny. Tak lama kemudian mobil Benny muncul dan mengikuti mobilnya dari belakang, Panji langsung memimpin jalan ke apartemen Windi.
Mereka sudah tiba di apartemen Windi, Benny bertanya-tanya dimana mereka sekarang?
" Panji kenapa kita malah kesini?" Tanya Benny
Fitri yang kala itu ikut dengan Benny, membuat nya juga bertanya-tanya kenapa mereka ke sana. " Iya Panji kita kenapa kesini? Apa Wisnu ada disini? "
Panji hanya mengangguk kepalanya, Ia membawa Benny dan Fitri ke apartemen Windi. Sampai di lantai apartemen Windi mereka mendengar keributan.
" Kau masih bertanya? Yang kau tidurrin itu adalah putri ku!" Teriak James yang terdengar sampai luar apartemen karena pintu yang tidak tertutup.
" Kau tuan James Winata?"
" Ternyata kau sudah tau identitas putri ku, dan kau dengan sengaja mengambil keuntungan ketika dia mabuk." Suara James terdengar meremehkan.
Tangan Wisnu mengepal kuat mendengar tuduh James yang mengatakan ia mengambil ke untung dari Windi. " Tuan jaga bicara anda! Aku tidak pernah mengambil keuntungan apapun dari Windi!" Elak Wisnu.
" Tapi itu kebenaran nya. Kau tidur di ranjang putri ku dan memeluknya dengan erat! Dan bukan hanya itu pakaian Windi juga terlihat berantakan! Apalagi jika kau bukan Mengambil keuntungan dari putri ku! "
Benny dan yang lain nya sangat terkejut mendengar semua ucapan dan tuduhan James. Benny yang sudah tidak bisa membendung amarah nya langsung menghampiri Wisnu.
" Tuan.."
" Wisnu!" Teriak Benny dengan sangat kencang. Marah yang semula ia tahan kini meluap begitu saja, Ia menghampiri Wisnu dan menatap nya dengan tatapan tajam dan membunuh.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat dengan sempurna di pipi Wisnu.
Wisnu sangat terkejut dengan tamparan Benny. Karena Semarah apapun Benny kepada anak-anak nya ia tidak akan pernah menamparnya. Tapi kali ini untuk pertama kalinya Benny menampar Wisnu dengan dengan sangat keras. Membuat darah segar mengalir di sudut bibir kiri Wisnu.
Semua orang yang berada di situ sangat terkejut, Termasuk Panji dan Fitri yang ikut hadir menyaksikan tamparan Benny.
" Pa?" Wisnu menatap sendu kearah Benny dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya.
__ADS_1
Windi yang masih terlelap merasa terusik, mendengar keributan dari luar kamarnya. Dengan jalan sempoyongan Windi berjalan keluar. Diluar ia melihat semua orang berkumpul.
" Ada apa ini?" Tanya Windi seraya menatap ke arah semua orang.
Suara Windi membuat semua orang menatap kearah nya. Windi terlihat Pucat dan lemah.
Bukannya menjawab pertanyaan Windi. Semua orang justru bungkam menatap Windi dan Wisnu. Meraka melihat penampilan Windi yang terlihat berantakan dan seperti menahan rasa sakit.
Windi mengerutkan keningnya heran, Mata Windi tertuju ke arah James yang sedang melihat nya." Papa? Kenapa Papa di sini? Dan kenapa mama Fitri, Papa Benny, dan Tuan Wisnu ada di sini? Kenapa kalian semua ada sini? sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Terus terus memberikan Pertanyaan-tanyaan beruntun, Tapi semua orang masih bungkam.
" kenapa kalian tidak menjawab ku?"
James menghela nafas nya dan menghampiri Windi." Sayang Apa kau baik-baik saja?" Tangan James mengelus lembut kepala Windi.
Windi mengangguk kepalanya." Tentu saja aku baik-baik saja." Ujar Windi seraya tersenyum ke arah Papanya.
" Baik lah kalau begitu kamu Kembali masuk ke kamar kamu dulu ya, Ada yang ingin papa bicarakan dengan Pria itu." Mata James melirik ke arah Wisnu yang membelakangi Windi dan James.
Windi mengerutkan keningnya." Pa? Pria apa yang papa maksud?" Tanya Windi penasaran
" Tidak apa-apa sayang sekarang kamu kembali ke kamar mu ya." James melirik ke arah Fitri.
" Nyonya bisakah kau menemani putri ku di kamar?" Sambung James
Fitri mengangguk kepalanya ia menghampiri Windi dan membawanya kembali ke kamar.
Di ruang itu hanya tinggal tersisa James, Wisnu, Benny, Panji, dan juga Willy. Suasana hening, belum ada yang memulai perbincangan.
Hening!
Hening!
Hening!
" Tuan!" Ujar Wisnu memecahkan keheningan di antara mereka.
James mengangkat kepalanya menatap Wisnu dengan tatapan tajam dan membunuh.
" Tuan! Ini bukan seperti yang anda Fikir kan. Saya tidak mungkin mengambil kesempatan saat Windi sedang..."
Perkataan Wisnu langsung terpotong oleh Perkataan James." Sedang tak berdaya? Begitu bukan?"
Wisnu menggeleng kan kepalanya." Tidak! Bukan itu maksud ku tuan. Aku..." Lagi-lagi Perkataan Wisnu terpotong oleh Perkataan James.
" Tidak usah mengelak aku sudah melihat dengan kepala mata ku sendiri! Kau tidur seranjang dengan Putri ku, dan bukan hanya itu kau juga..."
" Pa! " Windi keluar dari kamar dan menghampiri James dengan Tatapan tak percaya, ia mendengar semua tuduhan yang di layangkan James.
" Pa! Apa Papa meragukan kesucian ku? Hingga Papa menuduh ku dan Wisnu melakukan itu dengan ku?" Mata Windi menatap sendu ke arah James, bibirnya seakan bergetar mengatakan hal itu kepada Papa nya.
James menatap kearah Windi." Papa tidak akan menuduh mu sayang, Tapi papa melihat dengan mata kepala papa sendiri kamu tidur dengannya, dan lihat pakaian mu juga sangat berantakan? Bagaimana Papa tidak menuduh mu." Ujar James.
" Tapi aku sama sekali tidak merasa aku dengannya Melakukan itu papa."
__ADS_1
" Kamu mungkin tidak sadar akan terpengaruh Alkohol jadinya kamu tidak ingat apa-apa."
" Tapi Pa.."
James meletakkan jari telunjuknya ke bibir Windi." Sutt! Diam la biarkan Papa yang menguruskan, Sekarang kamu kembali lagi ke kamar mu!" Suara James terdengar membentak, Hal itu membuat Windi kaget dan hampir menangis. Ia segara masuk kedalam dan menangis Seguguk kan.
Ya tuhan! Tuduhan macam apa lagi ini Tuhan? Aku bahkan tidak ingat sama sekali kalau aku melakukan itu dengan Wisnu. Apa yang harus aku lakukan?
Di luar kamar James kembali membuka suara sembari menatap Wisnu. " Keluarga ku selalu menghargai wanita, dan ketika dia sudah dinodai maka dia harus di suci kan kembali oleh orang yang sudah menodai nya." Ujar James dengan Tegas
Wisnu Mengerutkan kening nya, ia bingung dengan ucapan James." Apa maksud mu tuan?"
James mendekat ke arah Wisnu dengan tatapan tajam dan membunuh." Kau tidak mengerti maksud ku?" Ujar James
Wisnu menggeleng kepalanya, ia menunggu jawaban dari James.
" Putri ku telah dinodai oleh mu! maka dari itu dia harus di sucikan kembali oleh mu dengan menikahi nya!" James menekan setiap kata yang ia lontarkan kepada Wisnu.
Bagaikan tersambar petir Wisnu sangat terkejut dengan ucapan James. " Menodai? Aku tidak merasa aku menodai nya! Dan Bagaimana mana mungkin aku menikahi Calon istri adik ku sendiri! Itu tidak mungkin! Aku tidak akan menikahi nya." Tolak tegas Wisnu
Tangan James terkepal kuat mendengar perkataan Wisnu, Ia hendak ingin memukul nya tapi tidak jadi karena tangan Benny menahan nya. " Tuan kau tidak boleh memukul anak ku." Ujar Benny
Tawa sinis menggelar di ruang itu." Hahaha... Kau bahkan memukul putra mu Sendiri..."
"Tuan! itu karena dia putra ku. Aku tidak ingin siapa pun memukul anak-anak Ku." Ujar tegas Benny
James hanya diam tak bergeming mendengar perkataan Benny. Ia memilih mundur dan mendengar perkataan yang akan di lontarkan Benny untuk Wisnu.
Benny menatap ke arah Wisnu dan menghembuskan perlahan nafasnya. " Wisnu Papa percaya kepada mu tapi... kamu juga salah? Jika kamu berniat menolong nya.. kenapa kamu tidur satu ranjang dengannya...Dan sekarang kamu harus bertanggung jawab!"
" Tapi pa.."
" 3 Hari!" Ujar Benny
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalammualaikum guys maaf kan aku yang baru update karena kesibukan di dunia nyata ku. Tapi insyaallah aku usahain update tiap hari...
Maaf.. juga kalau kira-kira cerita ku bikin bosan dan dramatis hehehe:) Karena itu sesuai dengan alur di kepala kuu...
__ADS_1
Terimakasih ditunggu dukungan nya☺️