Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Love you


__ADS_3

Selesai sarapan pagi Refa kembali ke kamar nya. Saat ia masuk ia langsung mengecek ponselnya yang sudah terdapat notifikasi pesan dari windi


Huh syukurlah dia membalas pesan ku


Refa tidak membalas pesan windi namun langsung menelfon windi. Suara dering pertama tidak mendapatkan jawaban. Saat dering ketiga telfon Refa di angkat oleh windi.


“Halo fa ada apa?” tanya windi dari sebrang telfon


“Ha-halo sayang. Kamu sekarang lagi ngapain?”


Windi merasa heran dengan pertanyaan Refa yang begitu gugup


“Aku baru selesai mandi dan aku ingin makan pagi. Kenapa suara kamu gugup begitu fa?” tanya windi


“Oh aku tidak apa-apa kok sayang." Refa dia sejenak lalu kembali melanjutkan perkataanya. “Kalau begitu kamu makan dulu saja. Setelah selesai makan kamu kirim pesan kepada ku yah.”


Windi tersenyum mendengar perkataan Refa


“Baiklah kalau begitu aku tutup telfonnya ya."


Refa yang mendengar windi akan menutup telfonnya langsung panik.


“Sayang tunggu dulu." Ujar Refa


“Ada apa?”


“Ehm i-itu aku mau bilang." Refa menghentikan perkataannya.


“Aku apa fa? Bilang saja." Windi sangat penasaran dengan perkataan Refa


“Aku cuman mau bilang aku sayang kamu dan sengat mencintai mu." Ujar Refa lalu langsung menutup telfonnya.


Windi yang mendengar kan ucapan Refa langsung tersenyum malu dan pipi nya tau jika windi menjadi malu dengan ucapan Refa. saat ingin menjawab perkataan Refa. sambung telfon terputus karena Refa mematikan telfonnya duluan.

__ADS_1


Ada apa dengannya? kenapa menutup telfonnya. Aku saja belum menjawab perkataannya sudah dimatikan telfonnya. Dasar! Grutu kesal windi.


Hais kenapa wajah ku menjadi merona begini mendengar pengakuan cinta Refa. Batin windi


Sedangkan Refa sendiri langsung malu dan pipi nya juga memerah akan ucapannya sendiri


.


Ahk bodoh kenapa aku malah menutup telfonnya. Sesal Refa.


***


Hari ini wisnu ada jadwal meeting dengan perusahaan prima grup. Salah satu perusahaan besar di Negara E


“Panji apakah kamu telah menyiapkan semua berkas yang kita perlukan?” tanya wisnu


“Sudah tuan saya sudah menyiapkan semua nya. Anda bisa mengeceknya sekali lagi untuk memastikannya tuan.” Ujar panji


“Baiklah. ” Wisnu membolak - balik semua berkasnya dengan mengecek dan meneliti setiap isi yang terdapat. Ia memastikan bahwa semuanya sudah lengkap dan tidak terjadi kesalahan.


Diperjalanan wisnu mengecek email yang masuk di tablet. Lalu ia melihat email misterius.


Wisnu membacanya dengan seksama dan mencerna setiap kata yang tertulis di email itu.


Apa maksud dan tujuannya dia mengirimkan email ini. Batin wisnu


Wisnu terlihat sangat serius membacanya. Panji yang memperhatikan wisnu dari kaca spion depan terlihat sangat jelas bahwa wisnu sangat serius.


“Tuan muda apakah ada masalah? Wajah anda terlihat begitu serius dan tegang.” tanya panji


Winsu melirik panji. “Ah tidak apa ji fokus lah pada jalan." Ujar wisnu


“Baik tuan muda." Meskipun wisnu mengatakan tidak ada masalah namun panji meyakinkan ada sesuatu yang mengganggu fikiran wisnu.

__ADS_1


Meskipun tuan muda mengatakan baik-baik saja tapi aku yakin terjadi sesuatu dan aku harus menyelidikinya diam-diam. Batin panji melirik wisnu .


Panji sering melakukan penyelidikan di belakang wisnu dan mencari tau sendiri masalah ya di alami tuannya. Alasannya ia melakukan itu agar bisa menjamin segala sesuatu tentang keamanan wisnu. Setalah ia selesai menyelidikinya secara mendetail ia segara melaporkan wisnu apa yang terjadi. Bahkan wisnu sendiri sempat bingung kenapa panji bisa tau segalanya dan menyelidiki nya dengan secara detail dan terperinci padahal selama yang ia tau bahwa Panji orang yang sangat sibuk lantas kapan waktunya Panji menyelidiki nya. Tapi benar-benar sangat kagum dengan kerja dan kesetiaan yang di miliki panji.


***


Mereka telah tiba di sebuah restaurant ia akan membahas kerja samanya. Wisnu mesih belum sadar bahwa meraka telah tiba karena ia mesih larut dalam fikiran ya tentang email yang ia terima dari sosok misterius itu.


Kenapa dia menyuruh ku untuk melakukan itu? batin wisnu


Panji membuka seat bel nya. “Tuan muda kita sudah sampai”. Ujar panji


Namun wisnu tidak mendengar kan ucapan panji karena ia mesih memikirkan email itu. panji melirik wisnu ia menatap tuan mudanya yang menatap kearah luar dengan tatap pan kosong


Ya aku harus memeriksanya sendiri tanpa meminta ijin tuan muda. Batin panji


“Tuan.” Mesih tidak jawaban dari wisnu hingga membuat panji kesal dengan menghembuskan kasar nafasnya.


“Tuan muda.“ kali ini panji memanggilnya dengan nada naik


Wisnu yang mendengar kan panggil panji yang kuat sontak membuat ia kaget dan langsung sadar bahwa meraka sudah sampai.


“Ayo kita turun.” ujar wisnu


Panji yang sudah terbiasa dengan sikap wisnu hanya menghembuskan nafasnya


“Baik tuan."


Panji dan wisnu pun turun dari mobil dan berjalan menuju restaurant. Namun saat menuju kafe dia melihat windi sedang bersama seorang pria dan terlihat sangat akrab sekali. Wisnu yang melihat itu meradang karena ia merasa adiknya telah di khianati. Saat ia ingin menghampiri windi panji kembali memanggilnya untuk segara masuk.


Wisnu pun mengurungkan niat nya untuk menghampiri windi dan ia pun segara masuk kedalam.


Aku harus menelfon Refa nanti. Batin wisnu

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK DUKUNGAN LIKE DAN KOMENT ☺️


__ADS_2