Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Mommy Rara


__ADS_3

Mendengar itu tentu saja, Wanda tidak bisa menolak nya. Ia dengan senang hati menerima kalau Rara memanggil nya dengan sebutan Mommy. Entah kenapa Wanda seperti memiliki ikatan batin dengan Rara, Ia seperti tidak ingin berjauhan dengan Rara.


Di tengah perbincang Wanda dan Rara, Tiba-tiba saja dari Arah mereka.


"Rara." Panggil Seseorang dari arah belakang Wanda dan Rara.


Mendengar Nama Rara di panggil Sontak membuat Wanda dan Rara menoleh ke belakang. Untuk melihat sumber suara.


Rara yang melihat seoarang pria bertubuh jakun dan Athletis berjalan menghampiri mereka. "Papi.." Teriak Rara dengan kencang dan berlari menghampiri pria yang ia panggil Papi.


Hap


Pria bertubuh jakun itu memeluk tubuh Rara dengan Erat, Berulang kali ia mencium pucuk kepala Rara.


"Papi, Jangan kenceng-kenceng. Lala tidak bisa nafas Papi." Ujar nya.


Mendengar itu sontak Pria bertubuh jakun itu melepas kan pelukan nya. Ia menurun Rara dari pelukan nya. "Kamu darimana saja sayang? Kenapa kamu tidak bersama Suster Lili?" Tanya dengan Cemas.


Rara menunduk takut menatap ke arah bawah, Tidak berani menatap Pria yang ia panggil Papi. Melihat itu membuat Pria itu menghela nafas nya mengerti kalau anak nya sedang takut kepada nya.


"Jangan Di ulangi lagi oke?" Ujar Nya dengan lembut.


Rara hanya diam mengangguk kan kepala nya. Pria itu kembali mencium lembut pucuk kepala Rara.


Wanda yang sedari tadi hanya diam memperhati kan Interaksi Antara Ayah dan Anak itu. Tanpa Senyum tulus terbit di wajah, Cantik nya. Ia benar-benar sangat terharu dan terbawa suasana.


"Ehm.." Wanda mendekat ke arah Ayah dan anak itu.


Mendengar suara deheman itu sontak membuat pria itu menoleh ke arah Wanda.


Deg!


Pria itu tertegun dengan kecantikan Wanda yang sangat mempesona di mata nya. Ia mamtung menatap pahat Indah di setiap lekuk wajah Wanda.


"Cantik." Gumam nya.


Rara yang sedari tadi melihat Papi nya hanya diam membuat nya bingung. "Papi?" Panggil nya dengan lembut. Namun Pria bertubuh jakun itu hanya diam mematung menatap wajah Wanda yang begitu mempesona.


"Ih Papi! Kok diam Aja ci!" Teriak Kesal Rara.


Mendengar teriakan Rara membuat Pria itu tersontak Kaget. "Sayang Jangan teriak-teriak, Nanti tenggorak kan mu sakit." Ujar nya dengan lembut.


Deg!


Jantung nya tiba-tiba saja berdetak dengan kencang mendengar suara Pria itu yang seperti alunan musik yang sangat merdu.

__ADS_1


Tubuh nya terasa kaku melihat jarak yang semakin dekat dengan pria bertubuh jakun itu.


"Mommy." Panggil Rara.


Pria bertubuh jakun itu terkejut ketika mendengar putri nya memanggil wanita lain dengan sebuatan mommy, Sedang kan bersama kekasih nya saja. Putri nya hanya mau memanggil nya dengan sebutan Tante.


"Mommy?" Ulang Pria itu.


Rara mengangguk kan kepala nya." Iyah, Ini Mommy Lala, Papi." Ujar Rara dengan semangat.


Sedang kan Wanda wajah nya memerah mendengar ucapan Gadis kecil yang mengklaim diri nya sebagai Mommy nya, Di depan pria yang notaben nya adalah Ayah kandung anak kecil itu. Wanda di liputi perasaan tidak Enak, Terlebih melihat Tatapan pria itu kepada nya seperti tatapan tidak bisa di Arti kan.


Drett... Drett...


Dering ponsel Wanda memecah kan ke heningan di antara mereka, Wanda merogoh ponsel nya yang berada di saku celana nya.


Tertera nama Id My Baby.


"Maaf, saya harus mengangkat telfon dahulu." Tanpa menunggu jawaban dari pria itu, Wanda langsung mengangkat panggilan telfon Windi.


"Halo.."


"..."


"..."


"Benar kah?" Tanya Wanda di sertai senyuman manis.


"..."


"Baik lah aku akan ke sana."


"..."


Panggilan Terputus, Wanda kembali menyimpan ponsel nya di saku celana nya. Saat berbalik ia terkejut, Ternyata Rara dan Papi nya masih menunggu nya.


"Ada apa?" Tanya pria itu dengan datar.


Wanda dapat menilai bahwa pria yang berada di hadap an nya adalah pria Datar dan cuek terhadap orang lain, Kecuali kepada Putri nya, Ia pasti akan berubah menjadi pria yang hangat.


Ck! Menyebal kan dasar pria datar.


Wanda menatap ke arah pria itu dan menghela perlahan nafas nya. "Tidak apa-apa." Ujar Wanda dengan Singkat. Wanda beralih menatap ke arah Rara yang berada di samping Pria itu.


Wanda mensejajar kan tinggi nya dengan anak itu. "Sayang, Aunt pergi dulu ya." Ujar nya seraya mengelus lembut pipi anak itu.

__ADS_1


Sedang kan Rara cemburut mendengar perkataan Wanda, Ia merasa sedih ketika Wanda akan berpamit untuk pergi. Ia sangat tidak rela Wanda meninggal kan nya. Meskipun ia baru bertemu dengan Wanda tetapi Rara sangat nyaman sekali dengan Wanda, Apalagi ketika Wanda mengelus pipi gembul nya.


"No, Aunt But Mommy. You ale my Mommy." Ujar Rara dengan tegas.


Wanda mengehala nafas nya. "Baik la, Sayang mommy pergi dulu. Jika ada waktu dan kesempatan kita akan bertemu lagi Oke?"


Rara hanya diam dan menunduk kan kepala nya sedih, lalu tak lama mata nya mulai berkaca-kaca menatap ke arah Wanda. Melihat mata Rara yang berkaca-kaca membuat nya tidak tega. Ia melirik ke arah pria bertubuh jakun, yang sedari tadi hanya diam menatap interaksi Wanda dan putri nya.


Pria itu kini ikut mensejajar tubuh nya dengan Rara. "Sayang Aun-" Tiba-tiba saja Rara memotong ucapan nya. "No Aunt Papi But Is Mommy." Tekan Rara.


"Baik lah, Mommy harus pergi. Ada seseorang yang sedang menunggu nya." Ujar pria itu memberikan pengertian.


"Tapi Lala Tidak mau Mommy pelgi, Lala mau Mommy ikut Kita pulang ke lumah Papi.." Rengek Rara.


Mendengar Rengek an Rara membuat Wanda tidak tega. "Ehm Baik lah.. Begini Saja, Bagaimana jika Besok kita bertemu lagi di sini di jam yang sama?" Ujar Wanda memberi kan tawaran.


"Tidak, Mommy kenapa haru becok? Lala ingin telu belcama Mommy. " Kekeh Rara.


"Lala, Mommy Janji Besok kita ketemu lagi di sini..." Bujuk Wanda.


"Tapi Mommy..."


"Rara Mommy harus pergi." Ujar Pria itu sedikit membentak membuat Rara takut.


Mendengar suara pria itu yang sedikit teriak membuat Wanda tidak terima Rara di bentak meskipun pria itu adalah Papi nya Rara.


"Hei! Jangan membentak nya!" Geram Wanda,


Pria bertebuh jakun itu tiba-tiba saja diam, seperti seorang suami yang habis di marahi Istri nya, Sungguh penurut sekali.


Wanda merogoh sesuatu di kantung celana nya, "Ini, Simpan lah ini. Jika kamu merindu kan mommy, kamu bisa menelfon Mommy dan Mommy akan mengangkat nya 24 jam jika kamu yang menelfon nya Oke?" Ujar Wanda seraya menyerah kan kartu nama pribadi nya.


Entah sirih apa Rara mengangguk patuh dengan perkataan Wanda. "Gadis pintar." Ujar Wanda seraya mengacak-ngacak gemas rambut Rara.


"Ya sudah Mommy pergi dulu, Jika merindu kan Mommy kamu bisa menghubungi Mommy Oke?"


"Iya Mommy." Ujar nya seraya mengoyang-goyang kepala nya, Membuat Wanda semakin gemas.


Sebelum pergi Wanda menyempat kan diri untuk mencium kenung Rara dan berlalu meninggal kan Rara dan Pria itu.


Kedua nya menatap punggung Wanda yang masuk ke dalam sebuah mobil Sedan Putih, Wanda melambai kan tangan nya sering dengan mobil yang berjalan meninggal kan Taman Kota.


Setelah kepergian Wanda, Rara dan Papi nya juga ikut meninggal kan Taman kota. Selama di perjalanan menuju mansion mereka pria itu masih terus memikir kan Wanda yang. Ia bahkan lupa sekedar bertanya namanya.


Aish kenapa jadi memikir kan nya.

__ADS_1


__ADS_2