Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Mentolerir


__ADS_3

"Bagaimana apakah ada titik terang nya?" Tanya Windi.


"Untuk saat ini belum, little tapi Gilbert dan Leo sedang mencari tau sesuatu." Ujar Wanda menenangkan Windi.


Karena sudah hampir tiga hari belum ada titik terang mengenai Mr. R. Sampai saat ini, baik Gilbert, leo, dan Ken masih terus mencari tau tentang Di balik nama Mr. R.


Masih banyak pertanyaan-pertanyaan di kepala Windi. Apa tujuan dari semua ini? kenapa dia begitu ingin menghancur kan perusahaan yang telah di bangun selama bertahun-tahun.


Memikirkan itu saja membuat Windi semakin geram dan ingin segara menghancurkan orang itu dengan tangannya sendiri.


***


Pagi-pagi sekali Wisnu sudah bersiap, Karena hari ini dia akan mengadakan pertemuan dengan Widya. Alasannya untuk membahas proyek lebih lanjut.


Windi juga sudah mengetahui kalau Widya yang notaben nya mantan suami nya. Membuat nya sedikit kesal tapi ia juga tidak boleh egois. Ia juga mempercayai Wisnu, karena ia yakin kalau Wisnu tidak akan tergoda dengan barang bekas.


Jika pun Wisnu tergoda dengan Widya, Maka dengan senang hati detik itu juga Dirinya sendiri lah yang akan mengajukan cerai dengan Wisnu.


Kini Sudah siap dengan stelan Jas berwarna abu-abu yang di padukan dengan kemeja berwarna hitam.


Seperti biasa, sebelum pergi Wisnu dan Windi sarapan bersama. Mata Wisnu melirik ke arah Windi yang tengah serius menyantap hidangnya. Ia ingin mengatakan kalau hari ini ia ada janji dengan Widya, Tapi ada keraguan di hati-nya.


Windi yang menyadari sedari tadi Wisnu terus memperhatikan dirinya. Membuat nya sedikit tak nyaman dan salah tingkah.


"Ekhm..Ada apa Isnu? Kenapa kamu sedari tadi memperhatikan terus?"


"Ehm..Tidak."


Mata Windi menatap sekilas lalu menganggukkan kepalanya, dan melanjutkan kembali makannya.


Selesai sarapan Wisnu berpamitan untuk pergi ke kantor, Kali ini Windi tidak ikut karena ia akan kembali menemui Wanda dan Ken. Dan ia akan datang ketika waktu makan siang.


***


Sesampai nya di Mansion keluarga Winata yang berada sangat jauh dengan perkotaan. Membuat suasaan menjadi sangat asri, Bahkan selama perjalanan munuju mansion selalu di suguhkan dengan pemandangannya sangat indah.


Dengan langkah tegas dan sorot mata yang teduh namun masih memancarkan ketajaman. Windi berjalan memasuki ke arah pintu utama,


Di depan pintu utama, ia di sambut oleh salah satu maid,


"Selamat datang nona muda."


Windi menganggukkan kepala nya dan sedikit tersenyum.


Mata nya terkunci ke arah Wanda dan juga Ken yang sedang duduk bersama di ruang keluarga.


"Goedemorgen, Big Brother, angel. "


Sapaan Windi membuat Ken dan Wanda menoleh. "Kau datang sepagi ini?"


"Iya."


"Duduk lah." Ujar Wanda seraya menggeser tubuh nya untuk memberi ruang kepada Windi.


Windi menganggukkan kepala dan mendudukan bokongnya di sofa.

__ADS_1


"Jadi?" Tanya Wanda.


"Hufh.. "


"Ada apa?"


"Wisnu mengatakan, mantan pacar nya rupa nya mengajak nya kerjasama dengan perusahaan."


Mendengar itu sontak membuat Ken yang sedang berkutat dengan laptop menatap ke arah Windi.


"Misi rahasia." Ujar Singkat Ken lalu kembali menatap laptopnya.


"Maksudnya?" Tanya bingung Windi.


Sedangkan Wanda memutar jengah bola matanya, Kakanya ini sangat suka sekali main tebak-tebak dan teka-teki membuat orang-orang yang sedang menjalankan tugas bersama nya membuat nya dongkol.


"Sudah abaikan saja dia."


"Tapi.."


"Sudah, Ayo ikut aku." Wanda menarik tangan Windi, dan meninggalkan Ken yang masih fokus dengan leptop nya.


Vervloekte broer. Batin Ken


***


Cafe Specta


Seperti janji temu nya Wisnu dengan Widya, hari ini mereka akan bertemu ke dua kali nya untuk membahas tentang penyuntikan dana perusahan Widya dengan perusahaan Wisnu.


Sudah sekitar sepuluh menit namun, belum juga ada tanda-tanda kehadiran Widya.


"Panji apa kau yakin dia akan datang?"


Panji melirik ke arah jam tangannya."Iyah tuan."


Wisnu hanya menghela kasar nafasnya saja. "Baik la kita akan menunggu nya selama sepuluh menit lagi, jika dia tak kunjung datang lebih baik kita kembali ke kantor."


"Baik tuan."


Sepuluh menit kemudian, Tapi masih tetap sama Widya tak kunjung menampakkan batang hidung nya.


Hal itu semakin membuat Wisnu geram, Widya seperti mempermainkan kerja sama di antara kedua nya. Ia melirik ke arah jam tangan nya.


"Hah, baik la kita kembali ke kantor." Ujar Wisnu dengan Final.


"Baik tuan."


Apa lagi sedang di rencanakan Wanita sialan itu? kenapa dia Tak kunjung datang.


Saat Wisnu dan panji akan berdiri tiba-tiba saja, Widya datang dari arah pintu dengan senyuman tak bersalahnya.


"Maafkan aku, Aku tadi harus mengurus sesuatu." Alibi Widya.


"Maaf nona Widya, sepertinya kita tidak perlu melanjutkan kerjasama ini lagi nona. " Ujar Sopan Wisnu.

__ADS_1


Perkataan Wisnu membuat Widya tersenyum sisnis."Benarkah? Kau menolak melanjutkan kerja sama ini?"


"Iya." Ujar Singkat Wisnu.


"Cih, Tidak masalah untuk ku, Aku akan tetap untung. Sedangkan kamu akan buntung karena menolak kerjasama dengan perusahaan ku. Terlebih lagi perusahaan keluarga mu akan segara bangkrut jika tidak segara mencari kerjasama dengan perusahaan lain."


Wisnu mencerna setiap kata-kata yang di ucap Widya ada benar nya. Jika ia memberhentikan kerjasama ini maka ia akan kembali mencari perusahaan lain untuk di ajak kerjasama. Dan itu juga akan memakan Waktu. Karena jika ia tidak cepat, akan di pastikan perusahaannya akan gulung tikar. Tapi di satu sisi ia tidak ingin kembali terhubung dengan masa lalu nya.


"Tidak masalah, Aku yakin pasti akan ada perusahaan yang ingin bekerjasama dengan perusahaan ku selain dengan mu."


"Kau.."


"Maaf aku harus pergi, permisi."


Saat akan keluar tiba-tiba saja Windi datang bersama dengan Ken.


"Isnu.." Windi menghampiri Wisnu yang tercengang melihat kedatang Windi dan juga Ken.


"Baby..."


"Isnu.. Kau mau kemana?" Tanya Windi dengan dingin.


"A-aku..Ingin kembali ke kantor Baby."


Windi menganggukkan kepala nya mengerti, Pandangannya beralih ke arah Widya Yang sedang melihat nya dengan tatapan aneh.


"Dia rekan bisnis mu Isnu?"


"I-iya..."


"Lalu apakah kau sudah selesai?"


Wisnu hanya diam saja mendengar pertanyaan Windi yang seolah-olah mengintrogasi nya.


Terdangar helaan nafas dari Wisnu." Aku tidak akan melanjutkan kerja sama dengannya."


"Kenapa?"


"Perusahaannya terlalu buang Waktu, Meskipun aku membutuhkan kerjasama itu tapi aku tidak bisa mentolerir perusahaannya yang mengulur-ngulur Waktu." Ujar Wisnu dengan tegas.


Diam-diam Windi tersenyum kecil mendengar perkataan Wisnu. Ia melirik sinis ke arah Widya yang seperti menahan kekasalannya.


"Tapi Isnu, perusahaan mu sedang dalam di ujung tandu? Apakah tidak berbahaya jika saat ini kamu menolak kerja sama dengan mereka?"


"Tidak Apa baby, Jika itu bangkrut maka aku akan membangun nya lagi. " Ujar nya dengan santai.


"Baik la, kalau begitu mari kita pergi.."


Panji, Wisnu, Ken, dan Windi meninggalkan Widya yang terdiam mematung. Rencana yang telah ia siapkan dengan Mr. R hancyr begitu saja karena kecerobohannya.


Sial! jika pria itu tau hancur sudah hidup ku.


Widya menggeram kesal, melihat kepergian Wisnu dan Windi yang perlahan menghilang dari pandangannya.


Lanjut?

__ADS_1


__ADS_2