
Hari semakin menjelang malam, Tetapi Wisnu masih belum juga memberi kabar pada Windi. Hal itu semakin membuat Windi sangat kesal dan marah. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa ingin sangat dekat dengan Wisnu agar memastikan apakah ia benar-benar sudah mencintai nya.
Berulang kali Windi mengecek ponselnya apakah ada notifikasi atau panggilan dari Wisnu, Namun ternyata sama sekali tidak ada panggilan dari Wisnu.
Arrghhh! Rasanya aku ingin membakar nya hidup-hidup, Berani sekali dia mengabaikan dan tidak memberiku kabar sama sekali. Geram Windi.
Sedari tadi Windi hanya menonton film di televisi sembari mengemil, dan tak lupa ia berulang kali mengecek ponselnya.
Saat sedang tiba-tiba fokus menonton terdengar suara bel Apartemen yang berbunyi. Dengan malas Windi bangun dari posisi enaknya. seperti biasa ia melihat siapa yang datang berkunjung ke Apartemen nya, karena ia tidak mau kejadian kemarin terulang dan dapat memancing Wilhelmina mengambil alih dirinya.
Ia melihat Regin yang sedang berdiri tepat di depan pintu nya dengan sebuah kotak berukuran sedang di tangan nya
Itu kan Regin? Batin Windi.
Windi segara membukakan pintu apartemennya, Ia melihat wajah serius dari Regin. " Ada apa? " Tanya Windi
" Maaf nona, Tuan muda mengirim ini untuk anda. " Ujar Regin seraya menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang.
Kening Windi berkerut mendengar perkataan Regin. " Isnu? Mengirimkan ini untuk ku? " Tanya Windi seraya menunjuk ke arah kotak itu.
Regin mengangguk kepalanya tanpa menatap ke arah Windi. " Benar nona, Tuan muda sendiri yang mengatakan pada ku untuk memberikan ini kepada mu. "
CK! Dia mengabaikan pesan dan juga telfon ku , Dan sekarang dia malah mengirimkan ku bingkisan ini? Grutu Windi.
Windi mengambil alih kotak tersebut dari tangan Regin. " Baik la Terima kasih. " Ujar Windi
Regin mengangguk kepalanya, menunduk hormat, dan pamit untuk kembali ke posisi nya.
Windi kembali masuk kembali ke dalam Apartemen nya, ia meletakkan kotak berukuran sedang itu di atas meja makan. Ia memandangi setiap sudut kotak itu, Ia bertanya-tanya apa isi dari kotak tersebut.
Windi mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Wisnu, Tetapi masih sama Wisnu masih belum mengangkat Telfon nya.
Aish! Menyebalkan.
Karena penasaran Windi membuktikan bingkisan kotak tersebut dengan penuh penasaran, Windi sedikit terkejut ketika melihat gaun A-line dress berwarna putih, dengan sepatu high heels dengan warna yang senada dengan bajunya.
Baju dan sepatu? Kenapa dia memberikan ini untuk ku?
Ia mengambil baju dan sepatu dari dalam kotak, Terlihat di dalam kotak juga terdapat sepucuk surat. Ia segera mengambil surat tersebut.
Baby, Bersiap lah untuk nanti malam karena nanti malam akan menjadi malam yang panjang untuk kita berdua.
__ADS_1
Sampai bertemu nanti malam Baby....
^^^I Miss you baby^^^
Setelah membaca pesan singkat dari Wisnu membuat Windi Tersenyum dan merasa senang.
°°°
Malam hari nya Windi sudah bersiap dengan pakaian yang diberikan Wisnu sore tadi. Ia membawa paper bag yang berisikan jam tangan yang tadi siang mereka beli. Windi sengaja mengatakan untuk mama Papanya, Padahal ia membelikan itu untuk dirinya dan juga Wisnu.
Windi sudah lebih dahulu memakai jam tangan tersebut, Ia melihat kembali penampilan nya malam ini.
Hugh! Kenapa aku merasa deg-degan begini. batin Windi.
Tak lama terdengar suara bel Apartemen, ia segara membuka pintu nya, Karena ia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Wisnu. Untung saja yang berada dihadapannya Regan.
Regan menatap kearah Windi ia sangat terpanah dengan kecantikan Natural yang di miliki Windi. Namun sedikit kemudian ia kembali menunduk kepala nya, Karena jika ia terus menatap kearah Windi bisa-bisa mata nya di congkel Wisnu.
" Ma-maaf nona, Seorang supir yang di tugas kan tuan Wisnu sudah menunggu anda di Lobby. " Ujar Regin
Windi yang mendengar perkataan Regin membuat senyuman manis nya terukir jelas di Raut Wajahnya. " Tunggu sebentar. " Windi kembali masuk ke dalam ia mengambil tas dan Paper bag yang berisi jam tangan untuk Wisnu.
" Ayo." Ujar Windi dengan semangat.
Karena perasaan penasaran dan gugup membuat tubuhnya mulai dingin dan gemetar.
.
.
.
Tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Windi telah sampai di sebuah pintu taman hiburan. Windi mengerutkan keningnya heran, Karena kenapa Wisnu malah mengajaknya kesini? Tetapi ia juga merasa senang karena sudah lama ia tidak datang kesini.
Taman hiburan? Apa dia ingin mengajak ku bermain roller coaster? Atau komedi puter? Hahahaha jika seperti itu maka akan sangat menyenangkan. Batin Windi
Supir membukakan pintu untuk Windi, " Silahkan nona, Tuan muda sudah menunggu anda. " Ujar Windi
Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum, Ia perlahan berjalan menuju ke pintu masuk taman. Ia melihat keseliling yang terlihat gelap dan hanya di berikan pencahayaan yang remang-remang, Meskipun ia sedikit takut tetapi sekuat tenaga ia menahan rasa takutnya itu. Ia menghentikan langkahnya dan memandang ke sekitar taman hiburan.
Kenapa Disini sangat gelap? Dan kemana Isnu? Apa dia mencoba untuk mempermainkan ku?
__ADS_1
Tak berapa lama lampu-lampu mulai menyala dengan sendirinya, Windi yang melihat itu sedikit tercengang dan terkejut, Ketiak melihat taman hiburan yang terlihat sangat indah ketika malam hari. Senyuman manis Windi kembali mengembangkan Menatap pemandangan yang ia lihat sekarang.
Sungguh indah. Gumam Windi
Windi tak menyadari kalau Wisnu sekarang sudah berdiri di belakang nya. Wisnu yang melihat senyuman manis Windi yang mengembangkan begitu sempurna membuat Wisnu semakin terpanah dan semakin jatuh cinta dengan Windi.
Wisnu semakin mendekat dan memeluk Windi dari belakang, Ia meletakkan tangan nya di perut rata Windi dan sedikit menunduk kepala nya untuk meletakkan dagunya.
Windi di peluk secara tiba-tiba membuat nya sedikit terkejut dan tersentak. " Astaga Isnu kamu mengagetkan ku saja. " Ujar Windi dengan sedikit kesal.
" Hehehehe Maaf kan aku Baby. " Ujar Wisnu seraya mengecup Bahu Windi yang sedikit terbuka.
Windi merasa sensasi geli ketika Wisnu mengecup bahunya. " I-isnu Apa kamu yang menyiapkan ini semua? " Tanya Windi
" Tentu saja baby, Aku sendiri yang menyiapkan ini semua untuk mu, Apa kamu menyukai nya? "
Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. " Iya aku sangat menyukai nya. " Ujar Windi
Wisnu yang mendengar perkataan Windi melepaskan pelukannya dan membalik badan Windi menghadap ke arahnya. " Bagus la kalau kamu menyukai nya. " Ujar Wisnu seraya mengelus lembut pipi Windi.
Keduanya hanya saling diam dan menatap satu sama lain dengan tatapan penuh cinta dari kedua mata mereka. Terlihat jelas mata Wisnu yang terpancar cinta untuk Windi begitu juga dengan Windi yang memancarkan cinta di matanya untuk Wisnu.
Wisnu yang sudah tidak tahan perlahan memajukan wajahnya dengan sedikit membungkuk badannya, dengan perlahan ia memiringkan wajahnya dengan mata yang masih menatap mata Windi dengan penuh cinta, Sedang Windi ia perlahan menutup matanya. Dengan perlahan Wisnu menempelkan bibirnya ke bibir Windi. Windi sudah tidak lagi terkejut dengan ciuman Wisnu, Karena mungkin ia perlahan sudah mulai terbiasa. kedua bibir itu hanya saling menempel tanpa saling *******.
Wisnu yang merasa kan Windi sudah mulai terbiasa dengan ciuman bibir nya, ia sedikit mengigit bibir Windi agar Windi membuka bibirnya. Setelah bibir Windi terbuka Wisnu ******* bibir Windi dengan lembut. Ia menelusuri setiap inci dari rongga mulut Windi.
Keduanya terhanyut dalam ciuman lembut mereka, Hanya terdengar suara decepan dari ciuman mereka berdua. Tanya Windi perlahan mengalungkan di leher Wisnu, Tubuhnya yang lebih kecil dari tubuh Wisnu membuat nya sedikit berjinjit agar lebih leluasaan menikmati ciuman mereka berdua, Ia juga membalas ciuman Wisnu dengan sedikit *******, Meskipun kaku tetapi Wisnu sangat senang ketika Windi membalas ciuman nya.
.
.
.
.
Hai teman-teman jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)
Dan aku minta maaf banget kalau misalnya aku Update lama dan slow banget:) Sekali lagi maafkan aku yah hehehe, Akan aku usahakan lagi buat Update rutin setiap harinya.
Oh Iyah jangan lupa saran dan masukkan nya untuk novel ku ini yah :)
__ADS_1
Terimakasih atas perhatiannya nya teman-teman tercinta ku