
Keduanya terhanyut dalam ciuman lembut mereka, Hanya terdengar suara decepan dari ciuman mereka berdua. Tangan Windi perlahan mengalungkan di leher Wisnu, Tubuhnya yang lebih kecil dari tubuh Wisnu membuat nya sedikit berjinjit agar lebih leluasaan menikmati ciuman mereka berdua, Ia juga membalas ciuman Wisnu dengan sedikit *******, Meskipun kaku tetapi Wisnu sangat senang ketika Windi membalas ciuman nya.
Wisnu yang merasa kan Windi yang sudah hampir ke hilangan nafasnya, Melepas ciuman mereka. Ia menempelkan keningnya dengan kening Windi. Kedua nya saling melemparkan senyuman dan menatap satu sama lain.
Windi yang hampir ke habisan nafas nya, Menghirup dalam-dalam agar nafasnya kembali terkontrol. Wisnu yang merasa nafas Windi sudah mulai terkontrol, ia mulai kembali menempelkan bibirnya. Ia hanya menempel kan bibirnya tanpa ******* nya. Ia kembali tersenyum dan menatap ke arah Windi yang penuh cinta. Tangannya mengelus lembut kedua pipi Windi dengan kening mereka yang masih saling menempel.
" Baby kamu sangat menikmati nya bukan? " Tanya Wisnu
Windi hanya menunduk kepala nya, Wisnu yang melihat Windi yang merasa malu langsung membawa nya kedalam pelukan nya. Ia beribu-ribu kali menghujami ciuman di pucuk kepala Windi. Tanpa sadar ia sedikit menetes kan air matanya.
Wisnu melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Windi. " Baby aku tau kalau ini terlalu terburu-buru, tapi percayalah apa yang aku akan saat ini itu semua benar-benar dari perasaan ku paling dalam untuk mu. " Ujar Wisnu seraya mengenggam lembut tangan Windi.
" Baby maaf kan aku jika aku terlalu egois, tapi aku benar-benar tidak bisa menahan perasaan itu. Aku benar-benar merasa Takut kehilanganmu jika kamu pergi dari hidupku, Aku takut kamu akan mencintai pria lain, Aku benar-benar takut Baby. " Sambung Wisnu
Sedangkan Windi ia hanya diam saja dan mendengar setiap ucapan yang akan di kata oleh Wisnu. Windi sangat berharap Wisnu akan mengatakan kalau dia sangat mencintai dirinya, tetapi Windi tidak ingin terlalu berharap karena jika dia yang memaksa kan hati Wisnu untuk mencintai nya sama saja ia sangat egois dan tidak menghargai keputusan Wisnu.
Tuhan jika aku boleh egois maka aku berharap dia akan mengatakan kalau dia sangat mencintai ku dan akan menjadikan ku satu-satunya wanita yang berada di hidup nya. Batin Windi.
Mata nya bergerak ke kanan kiri secara perlahan dengan masih terus menatap ke arah Wisnu.
Sebuah senyuman manis terpancar di raut wajah tampan Wisnu. " Windi Sarah Winata, Aku Wisnu Surya Witamma Hari ini menyatakan kalau Aku Sangat mencintai dan menyayangi Istri ku sepenuh hati ku, Aku tidak tidak ingin Wanita yang berada di hadapan ku yang berstatus sebagai istri ku mencintai pria lain, Aku sungguh tidak menginginkan hal itu itu terjadi. " Ujar Wisnu dengan lantang
Windi yang mendengar pengakuan cinta dari Wisnu benar-benar sangat membuat sangat bahagia dan terharu. " Ka-kamu mencintai ku? " Tanya Windi memastikan kembali pengakuan dari Wisnu
Wisnu mengangguk kepalanya dan tersenyum ke arah Windi. " Iya aku sangat-sangat mencintai mu, Setiap hari rasa cinta ku kepada mu tidak akan pernah berkurang sedikit pun, Justru rasa cinta ku semakin menambah dan memupuk menjadi sebuah pupuk untuk bunga-bunga cinta kita sayang. Mungkin aku bukan orang yang romantis yang bisa mengatakan kata-kata cinta untuk mu, Tapi percaya lah aku sungguh-sungguh sangat mencintai diri mu. " Ujar Wisnu meyakinkan Windi.
Tanpa aba-aba Windi langsung memeluk erat tubuh Wisnu, Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Wisnu, air mata kebahagiaan meluncur begitu saja. Ia menangis kebahagiaan di pelukan orang yang dicintai nya. " A-aku juga sangat mencintai mu. " Ujar pelan Windi, Namun masih bisa di dengar oleh Wisnu.
Wisnu semakin mengeratkan pelukannya dan memberikan ciuman di pucuk kepala Windi, Ia melepaskan pelukannya nya. " Apa yang kamu katakan tadi Baby? " Tanya Wisnu
Mendengar pertanyaan Wisnu membuat kedua pipi Windi merona. Wisnu yang melihat kedua pipi Windi merona membuat nya semakin gemas. " Baby kata kan apa yang tadi kamu gumam kan tadi? Aku tidak mendengar nya dengan jelas Baby. "
Windi mengangkat kepalanya menatap ke arah Wisnu. " Kamu ingin mendengar nya? " Tanya Windi
Wisnu mengangguk kepalanya, Sedang kan Windi narik nafasnya dan menghela nya secara perlahan. Ia mengisyaratkan Wisnu agar lebih mendekat, Saat Wisnu sudah mendekat ia menarik tangan Wisnu agar lebih tubuh nya sedikit menunduk, tetapi meskipun Wisnu sudah menunduk Windi tetap harus sedikit menjinjit. " AKU JUGA SANGAT-SANGAT MENCINTAI MU SUAMI KU. " Ujar Windi dengan sedikit menekan tak lupa ia mengecup pipi Wisnu, saat ia ingin kabur Wisnu mencegah tangan Windi.
" Benarkah? " Tanya Wisnu dengan menaik turun kan alisnya.
__ADS_1
Windi hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum malu tanpa menatap ke arah Wisnu.
" Huh Puji Tuhan, terimakasih karena istriku juga sangat mencintai ku. " Ujar Wisnu sedikit berteriak.
Windi yang mendengar Wisnu sedikit berteriak membuat nya Refleks langsung memukul pelan dada Wisnu. " I-isnu ke-kenapa kamu berteriak? Bagaimana jika ada yang mendengar nya? " Tanya Windi
Wisnu mengacak-acak gemas rambut Windi. " Kamu tenang saja Baby, Tidak akan ada yang mendengar nya karena aku telah menyewa seluruh tempat ini untuk kita berdua. " Ujar Wisnu
Perkataan Wisnu sukses membuat kedua mata Windi membulat terkejut. " Kamu menyewa seluruh tempat ini? "
Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum bangga . " tentu saja Baby, Aku melakukan nya untuk membuat mu senang Baby. " Ujar Wisnu
Windi hanya mendesah pasrah. Ia aku senang tapi ini sangat pemborosan sekali Isnu. Batin Windi
Kening Wisnu berkerut ketika melihat Windi yang hanya diam saja. " Ada Apa baby? Kenapa kamu hanya diam saja? "
" Ahh tidak apa-apa Isnu. " Ujar Windi
" Huh baik lah. " Mata Wisnu melirik ke arah Paper bag yang sedari tadi di bawa Windi. " Kamu membawa apa baby? "
Jika saja Wisnu tidak menanyakan nya tentu saja Windi pasti akan melupakan nya. " Ini untuk mu. " Ujar Windi menyodorkan paper bag kepada Wisnu
Windi menganggukkan kepalanya, Wisnu membuka paper bag tersebut, Isinya sebuah kotak jam. Ia menatap ke arah Windi. Windi yang seolah-olah mengerti dengan tatapan Wisnu hanya mengangguk kepalanya. Wisnu membuka kotak jam tersebut, Ia sedikit terkejut karena isinya adalah jam yang kemarin mereka beli.
" Jam ini? "
" Iya aku membeli nya untuk kita berdua. " Ujar Windi
Seulas senyum manis terpancar di wajah Wisnu. " Jadi kamu berbohong tentang kado untuk Anniversary pernikahan Mama dan Papa? "
Windi menggeleng kan kepalanya. " Tidak semua nya berbohong isnu, Aku memang sedang ingin menyiapkan kado untuk mama dan papa ku tapi itu bukan jam tapi hal lain. "
" Baik-baik lah aku percaya kepada mu, Sekarang pakaikan jam tangan itu. " Wisnu membuka jam tangan yang ia pakai sebelum nya dan menyerahkan kotak jam tersebut
Windi menganggukkan kepala nya dan menerima kotak jam tersebut, Ia membuka kotak jam tersebut dan memakainya di pergelangan tangan kiri Wisnu. " Sudah. " Ujar Windi
Wisnu melihat jam tangan yang di pasang oleh Windi, matanya melirik ke arah jam tangan yang juga di pakai Windi di tangan sebelah kirinya, Ia tersenyum senang dan sangat bahagia. " Terimakasih Baby. " Ujar Wisnu
__ADS_1
Windi mengangkat kepalanya dan tersenyum manis ke arah Wisnu. " Jam itu tidak akan pernah berhenti berdetak sampai waktu yang mengijinkan nya untuk berhenti berdetak, Seperti cinta kita berdua. " Ujar Windi
" Hahahaha, Baby sejak kapan kamu menjadi sangat romantis. "
" Ck! Menyebalkan! " Cibik kesal Windi.
" Hahaha aku hanya bercanda baby. " Wisnu langsung menarik Windi kedalam pelukan nya memeluk erat tubuh Windi.
Wisnu melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Windi. " Kamu ingin makan dulu atau bermain dahulu? " Tanya Wisnu dengan lembut.
" Ehmmm, Seperti nya lebih baik kita bermain saja terlebih dahulu setelah itu kita akan makan bersama. " Ujar Windi
" Baik la ayo. "
Wisnu mengajak Windi bermain-main di taman hiburan, Mereka menikmati waktu mereka hanya berdua saja di taman hiburan itu. Tidak ada yang menganggu mereka berdua. Para penjaga menjaga mereka di titik-titik tertentu, dan bersembunyi agar Windi tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka.
Windi mengajak Wisnu bermain, roller coaster, koro-koro, Tsunami dan yang lain-lain. Wisnu dengan senang hati menuruti setiap permintaan Windi. Di tambah Windi sangat senang hal itu membuat Wisnu juga ikut merasa senang, meskipun ia sedikit bosan tetapi sebisa mungkin ia akan menuruti setiap permintaan Windi. Windi sengaja naik komedi putar di akhir agar lebih lama lagi mainnya.
" Isnu kita main komedi puter ya? " Windi menunjukkan wajah puppy eyes.
Wisnu rasanya ingin menolak nya tetapi ketika Melihat wajah imut Windi membuat tidak dapat menolak permintaan Windi. " Baik la. " Wisnu mengacak-acak gemas rambut Windi. Windi menarik tangan Wisnu ke arah wahana komedi putar.
Tak jarang Windi mengeluarkan senyuman manis nya karena menaiki komedi putar, Wisnu yang tidak ingin kehilangan kesempatan ia mengambil ponselnya dan memotret wajah Windi yang tampak tersenyum manis. Bagi Wisnu tidak ada yang lebih indah dan lebih cantik dari senyuman manis di wajah istri tercinta nya.
Terimakasih tuhan engkau telah menghadirkan diri nya di sisiku. Aku berharap semoga takdir tidak memisahkan kami berdua. Batin Wisnu
.
.
.
.
.
Hai guys jangan lupa untuk dukungan, Like, koment, rate 5, Vote, dan tambahkan ke daftar favorit ya..
__ADS_1
Note : MP nya akan segara tayang😌