Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Berlutut


__ADS_3

Selesai makan Wisnu dan Windi kembali melanjutkan kembali kencan mereka dengan mengelilingi Mall, Wisnu selalu menggandeng erat tangan Windi dengan posesif, Bahkan ia tidak akan membiarkan Windi menjauh dari nya walaupun hanya selangkah saja.


Windi menghentikan langkah nya dan menolehkan kepalanya ke arah Wisnu, Mata hazel nya nya menatap ke arah Wisnu. Tidak lupa dengan senyuman manis yang terpancar dia wajah cantiknya.


" Isnu.. Aku rasa kita kembali saja ke Apartemen.. Kaki ku mulai pegal karena berjalan terus." Ujar Windi


Perkataan Windi sukses membuat Wisnu seketika berubah menjadi panik dan khawatir. " Kaki mu pegal?" Tanya Wisnu dengan penuh kekhawatiran.


Windi menganggukkan kepalanya. " Iya Kaki ku pegal, Rasanya mau lepas." Ujar Windi


" Apa?! Lepas? Kalau begitu sekarang juga kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa Kaki mu Baby. " Ujar Wisnu


Windi membelalakkan matanya tak percaya. " I-isnu tidak perlu, Sebaiknya kita kembali saja ke Apartemen. " Ujar Windi


" Tapi kan baby kata mu kaki mu serasa ingin lepas, Dan aku tidak ingin itu terjadi. Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit ya." Mata Wisnu menatap ke sekeliling Mall, Ia melihat sebuah kursi Panjang yang tidak jauh dari Meraka berdiri, Wisnu menuntun Windi ke arah kursi tersebut.


Dengan perlahan Wisnu mendudukkan tubuh Windi agar duduk. Ia letakkan Paper bag di samping Windi, Tanpa malu Wisnu berlutut di hadapan Windi, Ia membuka sepatu Windi dan meletakkan kaki Windi di Pahanya. Wisnu melakukan pijatan kecil di telapak kaki Windi, Sedangkan Windi yang mendapat perlakuan Wisnu seperti itu membuat pipi nya merona dan berdebar, Ia hanya menunduk kepala nya saja.


" Baby Apa masih sakit? " Tanya Wisnu seraya mengangkat kepalanya menatap Windi.


Windi hanya diam dan menggeleng kan kepalanya, Jika boleh jujur perlakuan Wisnu kepadanya sangat-sangat membuat nya seperti terbang di atas awan.


Wisnu hanya menghela nafasnya, dengan perlahan ia Menggeser kaki Windi dan berdiri dari posisi nya, Ia merogoh ponselnya. Ia mengirim pesan kepada Panji untuk segara hadir ke tempat nya. Sembari menunggu Panji Wisnu kembali melakukan pijatan kecil di telapak kaki Windi. Tangannya bergerak memijat lembut kaki Windi, Bahkan tak jarang ia menatap ke arah Windi untuk memastikan apakah pijatan nya menyakiti nya.


Sepuluh menit kemudian Panji sudah tiba, ia menatap keseliling untuk mencari tuan dan nona muda nya, Hingga tatapan nya terkunci ke arah seorang pemuda yang sedang berlutut di hadapan seorang wanita. Seulas senyum kecil terpancar di wajah Panji.


Hah, Hanya nona Windi yang mampu membuat seorang CEO Witamma grup berlutut dan meletakkan kakinya di Paha tuan muda. Batin Panji


Dengan perlahan Panji berjalan ke Arah Wisnu dan Panji, Saat sudah di hadapan mereka Panji menunduk hormat kepada mereka berdua. "Selamat siang tuan dan nona muda." Ujar Panji


Wisnu yang mendengar suara Panji mengehentikan sejenak aktivitas memijat kaki Windi, ia menatap sekilas ke arah Panji. " Bawa itu ke mobil." Ujar Wisnu Seraya menunjuk ke arah Paper bag yang berada di sebalah Windi.

__ADS_1


Panji mengangguk mengerti, ia mengambil Paper bag yang berada di sebelah Windi. Setalah itu tanpa aba-aba Wisnu langsung menggendong Windi ala bridal style. Windi yang tanpa Persiapan langsung memeluk erat leher Wisnu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Wisnu. Karena sudah di Pastikan semua orang akan menatap ke arah Wisnu yang sedang menggendong nya.


kenapa dia malah menggendong ku? Apa dia tidak malu kalau sekarang ini kita sedang jadi pertontonan orang-orang? grutu Windi


Wisnu sama sekali tanpa memperdulikan dengan tatapan orang-orang sekitar yang menatap mereka berdua.


Sesampainya di mobil Wisnu dengan hati-hati menurunkan Windi. Ia mengelus lembut kepala Windi dan memberikan kecupan lembut di kening Windi. Setelah itu ia ikut masuk kedalam mobil dari pintu sebelah kanan.


***


Sesampainya di Apartemen, Wisnu melakukan hal sama dengan menggendong Windi sampai ke Apartemen mereka berdua. Wisnu membaringkan Windi dengan hati-hati, Wisnu memanggil Panji untuk mengambilkan dia Minyak zaitun untuk mengurut kembali kaki Windi, Dengan kelembutan dan kesabaran Wisnu mengerut kaki Windi. Bahkan tak jarang ia mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mengecupi kaki Windi.


" Isnu Kaki ku sudah tidak pegal lagi. " Ujar Windi


Wisnu menghentikan sejenak aktivitas nya dan menatap ke arah Windi. " Benar kah? "


" Iya Isnu. " Ujar Windi seraya mengangguk kepalanya.


" Baby istirahat lah dulu, Nanti malam aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. " Ujar Wisnu


Windi mendongakkan kepalanya menatap ke arah Wisnu. " Kemana? " Tanya Windi dengan penasaran


Wisnu menampilkan Senyuman manis nya. " Nanti malam kamu akan tau, Lebih baik kamu istirahat saja lebih dahulu, Mungkin saja nanti malam kita akan kehabisan tenaga untuk nanti malam Baby. " Ujar Wisnu seraya mengusap lembut kepala Windi.


Windi menganggukkan kepalanya. " Hugh Baik la, Tapi peluk aku sampai tertidur. " Ujar Windi dengan manja


" Iyah sayang, Tidur la aku akan memeluk tubuh mu dengan dan memberikan ke Hangat an untuk mu. " Wisnu membantu posisi yang nyaman untuk Windi, Setelah itu ia memeluk nya dengan erat. Wisnu menepuk-nepuk pelan pundak Windi. Terdengar suara nafas Windi yang sudah mulai teratur dan tenang, Ia memberikan kecupan lembut di pucuk kepala Windi, Dengan perlahan ia melonggarkan pelukannya dan bangun dari posisinya.


***


Sore hari nya Windi terbangun dan tidak mendapati Wisnu di sebalah nya. Dengan kepala sedikit pusing ia duduk menyender. Ia menatap ke arah keseliling kamarnya yang terlihat sepi dan sunyi.

__ADS_1


Kemana dia? Kenapa dia meninggalkan aku? Batin Windi.


Windi menyingkap selimut nya, Ia berjalan keluar kamar dan menuju ke bawah, dan masih tidak mendapati Wisnu di sana, Ia naik kembali dan menuju ke ruang kerja Wisnu, Lagi-lagi ia tidak mendapati Wisnu.


CK kemana dia? Apa dia meninggal kan ku sendiri an? Batin Windi.


Tanpa memperdulikan kakinya ia berlari pelan ke Kamarnya , Ia mencari Ponsel nya. kemudian mencari kontak nama Wisnu. Terdengar suara dering pertama yang menyambung, Sampai suara dering ketiga Wisnu masih tetap tidak mengangkat telfon nya.


Aish kenapa dia tidak mengangkat telfon ku? Apa dia sedang sangat sibuk? sampai tidak mengangkat telfon dari ku? Huh menyebalkan sekali! Grutu Windi.


Ia melemparkan ponselnya ke arah tempat tidur, Ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


.


.


.


Selesai Mandi Windi kembali mengecek ponselnya, Siapa tau Wisnu sudah menghubungi nya. Namun ternyata Wisnu sama sekali belum menghubungi nya dan hal itu semakin membuat Windi sangat kesal dan geram.


Menyebalkan!


Windi sedari tadi Hanya kata itu saja yang di keluarkan oleh nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan like, Rate, Komen, dan Favorit yah teman-teman online ku


__ADS_2