Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Mata Iblis


__ADS_3

Di akhir pekan Mama Fitri mengundang Wisnu dan Windi untuk acara makan malam bersama di rumah keluarga Witamma.


Sebenarnya ada rasa takut dan juga khawatir di hati Wisnu ketika Fitri mengundang dirinya dan Windi untuk makan malam bersama mengingat terakhir kali mereka bertemu Fitri dengan Entang nya menyuruh Wisnu untuk melepaskan Windi. Tapi ia juga tidak ingin membuat Mama nya kecewa karena tidak hadir di acara makan malam itu.


Perkataan Mamanya masih terngiang-ngiang di kepalanya."Mama ingin kamu melepaskan Windi dan merelakan Windi kembali bersama Refa. "


Wisnu menggeleng kan kepalanya, ia harus tetap berfikir an positif dengan undang makan malam mamanya. Saat di tengah-tengah fikiran nya. Terdengar suara dering telfon di ponsel nya. Ia melirik ke arah layar ponsel nya dan tertera id dari Papa mertua nya. Ia mengerutkan keningnya heran, kenapa Papa mertua nya menelfon? Tanpa berfikir panjang lagi Wisnu langsung mengangkat telfon ya.


"Halo Pa. "


"Halo." Terdengar suara berat dari seberang telepon.


"Wisnu apa kau sibuk nak?".


"Tidak Pa, Apa terjadi sesuatu? " Terdengar suara helaan nafas di sebrang telfonnya.


"Wisnu ada hal penting yang ingin papa katakan pada mu."


"Hal penting? Kata saja pa. "


"Wisnu kau dan keluarga mu harus berhati-hati, Karena kalian memiliki musuh dalam selimut. Kau harus menjaga putri ku dengan baik, Karena jika tidak aku tidak akan segan-segan membawa putri ku kembali. Jika kau membutuhkan bantuan kata saja pada ku, Karena istri mu adalah putri ku. Meskipun sekarang dia tanggung jawab mu tidak melepas kan tanggung jawab ku sebagai Papanya. " Benny mengatakan.


Wisnu yang mendengar perkataan Papa mertua nya membuat tubuhnya menegang. "Kenapa Papa mengatakan seperti itu? "


"Kau tidak perlu tau apa alasan ku mengatakan hal seperti ini Yang terpenting aku sudah mengingat kan mu tentang musuh dalam selimut mu. Kau harus berhati-hati akan ke selamat an putri ku. Aku tau kalau kau sudah mengetahui tentang Altar ago putri ku. Kau juga tau tentang segala hal tentang Windi. Jadi aku harap jangan sampai Altar ago Windi keluar dengan ke adaan marah atau murka, Dia bisa saja seperti orang kesetanan yang baru keluar dari kandang. "


Ya apa yang di katakan Papa James benar, Kemerahan Wilhelmina sangat menyeramkan, Ia sendiri sudah melihat bagaimana kemarahan Wilhelmina ketika memuncak. Karena kemarahan Wilhelmina, sisi Asli Windi harus terpendam di alam bawah sadar nya Selama beberapa hari.


"Iya Pa aku akan selalu mengingat pesan Papa. "


"Ya sudah aku akan menutup telpon nya."


"Iyah Pa. " Sambungan Telepon dari James terputus, Wisnu meletakkan telepon nya di atas meja. Ia memijat kedua pelipis mata nya yang terasa sedikit pusing, Perkataan James benar-benar membuat moodnya menjadi sedikit tidak enak. Bagaimana tidak? jika keselamatan Windi dan juga calon bayi mereka terancam karena musuh dalam selimut mereka?


Wisnu yang larut dalam fikiran nya tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang memperhatikan nya di depan pintu ruangannya.


Tok...tok...tok...


Wisnu yang tersadar mendengar ketukan pintu ruangannya, Seulas senyuman terpancar di wajah nya. "Baby? "


Ya orang itu adalah Windi yang mengunjungi kantor Wisnu, Entah kenapa ia merasa sangat merindukan suaminya. Kebetulan sudah masuk jam makan siang, Windi pergi mengunjungi Suami nya untuk menghilangkannya rasa rindu nya kepada suaminya.


"Isnu, Ada apa dengan mu? Kenapa kamu terlihat khawatir sekali?" Tanya Windi.


Windi berjalan mendekat ke arah meja kerja Wisnu, Kini ia sudah berada di samping Wisnu.


Wisnu yang meras membutuhkan pelukan istri nya membuat nya langsung menarik lembut tangan Windi, hingga kini Windi duduk di pangkuan Wisnu. Windi melingkar kan kedua tangannya di leher Wisnu.


"Ada apa hm? " Windi mengelus lembut wajah Wisnu yang terlihat jelas di dahi nya guratan kekhawatiran.


Senyuman manis terpancar di wajah tampan Wisnu. " Tidak apa-apa Baby, Ada sedikit masalah dengan pekerjaan ku. "


"Bernakah? " Tanya Windi dengan penuh selidik.


Wisnu mengangguk kepalanya. "Iya Baby, Ah Iyah kenapa kamu ke sini? bukan kah kamu sibuk? "


"Huh aku tidak fokus bekerja karena aku sangat merindukan ku Isnu. " Windi mengerucutkan bibirnya ke depan.


Cup


Wisnu mengecup sekilas bibir Windi yang terlihat menggemaskan ketika cemberut. "Apa kamu sangat merindukan ku?"


Windi menganggukkan kepalanya patuh, "Iya aku sangat merindukan mu rasanya aku ingin terus-terusan memeluk mu sepanjang waktu." Rengek Windi.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat nya terkekeh. "Apa Wisnu junior tidak bisa berjauhan dari daddy-nya Hm? " Wisnu mengelus lembut Perut rata Windi.


Kedua pipi Windi terasa panas dan memerah mendengar perkataan Wisnu. "Tentu saja aku sangat merindukan mu Daddy. " Jawab Windi menirukan suara anak kecil.


Wisnu yang gemas mengigit pelan telinga Windi, "Isnu kenapa kamu menggigit ku? "

__ADS_1


" Karena kamu sangat menggemaskan sekali Baby. "Wisnu terus menghujami wajah Windi dengan ciuman nya.


Cup


Cup


Cup


Cup


"Isnu sudah hentikan. "Wisnu menghentikan ciumannya Kini mata lembut nya menatap ke arah mata Windi. " Baby Bisa kah aku meminta satu janji kepada mu? "


Kening Windi berkerut tak mengerti dengan perkataan Wisnu. "Berjanji? "


Wisnu mengangguk kepalanya sebagai jawaban nya. "Berjanji apa? "


"Berjanji lah kamu akan selalu bersama ku dan tidak akan pernah meninggalkan ku. "Seketika tawa Windi pecah mendengar perkataan Suami nya. "Astaga ganteng ku, Tanpa kamu minta aku tidak akan pernah meninggalkan ganteng ku ini. Karena aku sangat mencintai nya. "Windi mencium lembut bibir Wisnu.


"Baby, berjanji lah. " Rengek Wisnu.


Windi memutar jengah bola matanya. "Iyah ganteng ku sayang aku tidak akan pernah meninggalkan mu sedetik pun, Itu janji ku kepada mu ganteng ku. " Seulas senyum an tulus terpancar di wajah cantik Windi.


Mata Wisnu berkaca-kaca mendengar perkataan Windi yang begitu menyentuh hatinya. "Terimakasih Cantik ku." Wisnu mengecup lembut kening Windi dengan begitu lama. Berikut nya Wisnu kembali menghujami wajah Windi dengan begitu agresif.


Kruuk! Kruk!


Wisnu terkekeh mendengar suara dari perut Windi. "Baby kamu lapar? "


Windi menganggukkan kepalanya. "I-iya."


"Apa kamu ingin memakan sesuatu?"


"Hm aku ingin makan pecel Ayamnya Mang Ujang. " Ujar Windi ragu-ragu.


"Baik la, Ayo kita pergi." Ujar Wisnu dengan semangat.


Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Kedua nya bergandengan tangan keluar, Semua mata tertuju ke arah Wisnu dan Windi yang saling bergandengan tangan dengan erat. Saat akan ke luar terdengar suara Panji yang memanggil mereka berdua.


"Ada apa?"


"Tuan apa saya perlu mengantar anda dan nona muda tuan?"


"Tidak usaha. "


"Baik la Tuan. " Setelah mengatakan itu Panji pamit undur diri.


.


.


.


Sesampainya di tempat makan mang Ujang seperti biasa Windi dan Wisnu memilih untuk duduk di pojokan, Wisnu memanggil Pramusaji. Ia mulai memesan makanan yang ingin ia makan, Wisnu tercengang dengan makan yang di pilih Windi. Bagaimana tidak Windi memesan tujuh macem makanan sekaligus. Wisnu meringis ngilu melihat selera makan Windi yang begitu tinggi.


"Baby Apa kamu yakin bisa menghabiskan semua makanan itu? " Tanya Wisnu ketika pramusaji sudah pergi membawa pesanan Windi.


Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Wisnu. "Tentu saja, Aku makan tidak sendirian tetapi berdua dengan anak mu. " Jawab Windi seraya mengelus perut nya.


Wisnu hanya bisa menghela nafas nya perlahan. "Baik lah Baby, Setelah ini kamu akan kembali ke Pabrik?"


Windi tampak memikirkan sejenak perkataan Wisnu. "Ehm Seperti nya aku akan kembali ke pabrik, Ada apa? "


Tangan Wisnu meraih tangan Windi dan menggenggam lembut tangan Windi. "Baby, Apa kamu tidak ingin memikirkan lagi perkataan ku untuk berhenti bekerja?" Tanya Wisnu.


Windi tersenyum dan menggeleng kan kepalanya. "Isnu, Jika aku berhenti bekerja maka aku bosan saja di Apartemen. "


"Jika kamu bosan kamu ikut saja ke kantor bersama ku, Maka kamu tidak akan bosan Baby. "


"Tidak Isnu aku tidak ingin merepotkan mu. "

__ADS_1


"Aku tidak pernah merasa terepot kan oleh dirimu baby, Kamu segala nya untuk ku, Tidak bukan hanya kamu tapi juga Wisnu junior juga segala nya untuk ku. " Wisnu mengecup lembut kedua tangan Windi.


Windi yang mendapat perlakuan manis dari Wisnu membuat kedua pipi nya merona merah. "I-isnu ki-kita jadi tontonan orang-orang. " Ujar Windi menundukkan kepalanya.


"Biarkan saja mereka tau kalau kita saling mencintai satu sama lain. " Ujar Santai Wisnu.


"Isnu..." Ucapan Windi terpotong ketika pramusaji membawa kan pesanan mereka.


Mata Windi berbinar melihat makanan yang sudah tersaji kan di hadapan nya. Wisnu yang melihat mata Windi yang berbinar cerah membuat nya terkekeh.


"Apa kamu sangat lapar?" Windi menganggukkan kepalanya, Ia mengambil nasi dan lauk pauk yang ingin ia makan, Saat akan memasukkan nasi kedalam mulut. Windi kembali Melatak nasinya. Wisnu yang melihat itu membuat kening nya berkerut heran.


"Ada apa baby? Apa kamu tidak menyukai nya? "


"Tidak, Isnu aku sangat menyukai nya hanya saja..."


"Hanya Saja apa Baby? Apa kamu menginginkan sesuatu?"


Kini pandangan Windi mengarah intens kearah Wisnu. "Isnu aku ingin kamu menyuapi ku dengan tangan mu. " Windi menundukkan kepalanya tak berani menatap ke arah Wisnu setalah mengatakan itu.


Wisnu terkekeh mendengar permintaan istrinya. "Kamu ingin aku menyuapi mu?" Tanya Wisnu.


Windi menganggukkan kepalanya. "I-iya." Cicit Windi namun masih terdengar oleh Wisnu.


"Baik la tunggu di sini. " Wisnu bangun dari posisi nya menuju ke arah Westfale yang tersedia di warung mang Ujang. Tak lama Wisnu kembali dengan tangan yang terlihat masih basah oleh air. Wisnu mengambil alih piring Windi, dengan telaten Wisnu menyuapi Windi. Hingga suapan terakhir, Seulas senyuman terpancar di wajah cantiknya Windi.


"Terimakasih Daddy. "


Wisnu tersenyum manis kearah Windi, Setelah menyuapi Windi. Mata Windi melirik ke piring kosong Wisnu. "Isnu Sekarang giliran aku yang akan menyuapi mu. " Ujar Windi dengan semangat. Wisnu hanya menghela nafas nya dan menganggukkan kepalanya.


Kini Gantian Windi yang menyuapi Wisnu dengan tangannya, Tak jarang dengan sengaja Wisnu mengigit jari Windi. Kegiatan mereka tak luput dari pandangan para pengunjung yang menatap mereka dengan tatapan iri dan kagum melihat pancaran cinta diantara mereka berdua.


Selesai kegiatan suap-suapan keduanya berganti an mencuci tangan mereka. Kedua nya memilih untuk duduk terlebih dahulu. "Baby, Setelah pulang kerja aku akan menjemputmu setelah itu kita akan ke dokter untuk memeriksa Wisnu junior Oke? "


"Oke Ganteng ku. "


Tanpa sadar kegiatan mereka di perhatikan oleh seseorang yang melihat mereka tak jauh dari tempat duduk mereka berdua. Setiap tindakan dan perlakuan yang mereka lakukan tak luput dari pandangan nya. Tangannya terkepal kuat, kilatan kemarahan dan kebencian terpancar di mata tajamnya. Mata terus mengikuti setiap gerakan Wisnu dan Windi.


Matanya Menatap ke arah Windi yang berjalan sendiri an ke mobil, seolah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bagus yang ia miliki. Ia mencap gas mobil nya kearah Windi, Hingga....


Brak!


Mata nya menatap kearah sepion melihat tubuh Windi yang tergeletak di aspal dengan darah yang mengalir, Seulas senyum an iblis terpancar di wajahnya.


Aku tidak menjamin apakah kau masih hidup atau sudah mati, Tapi yang pasti kau tidak akan bisa dimiliki siapa pun kecuali aku.


Setelah itu mobilnya melesat meninggalkan kerumunan dimana tempat Windi tergeletak di tanah.


Sedangkan Wisnu...


.


.


.


.


.


Huhuhu:) Siapa pelaku nya? Si pengungtit? Atau?? Siapa hayo?


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2