Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Boomerang yang sesungguhnya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Windi sudah lengkap dengan pakaian formal nya untuk menuju Ke kantor. Karena pagi ini dia akan ada Rapat dengan Para pemegang Saham perusahaan. Ia sudah mengumpulkan kekuat untuk menghadapi hari yang akan melelah untuk ia hadapi.


Sebelum pergi Windi ke kantor menyempatkan diri untuk mampir menjenguk Wisnu dan menyapanya.


"Shalom ganteng ku.." Sapa Windi dengan senyuman lembut, Meskipun senyuman itu tidak terbalaskan.


"Gimana kabar mu disana? Apa disana sangat menyenangkan untuk mu? Apa kamu bertemu dengan Wisnu junior? Jika kamu bertemu dengan nya sampaikan salam Rindu ku Untuk nya ya?" Tanya Windi seraya tersenyum senduh.


"Kami semua di sini sangat menunggu Kehadiran mu..." Ujar Windi menahan tangis nya yang sudah akan pecah.


"Kamu sudah berjanji untuk tidak meninggalkan aku kan? Jadi tepati lah janji mu itu.. Jangan buat semua orang kecewa ya.. Kami semua sangat menyayangi mu Isnu...Cepat lah bangun, Cantik mu ini sedang sangat membutuhkan sandaran dan juga pelukan hangat dari mu..."


Mata senduh Windi menatap lembut ke arah Wisnu yang sampai sekarang belum juga membuka mata nya. Kali ini Windi tidak ingin menangis dan terlihat lemah. Ia ingin menunjukkan ke orang-orang kalau diri nya tidak lemah.


Tangan nya terulur mengusap lembut kepala Wisnu, Tak jarang sesekali tangan kanan nya menggenggam erat tangan Wisnu, Ia berikan ciuman lembut.


Tok..Tok..


"Maaf Nona, Sudah saat nya kita berangkat Nona." Ujar Alex


Windi hanya menganggukkan kepalanya, Mata nya masih fokys ke arah Wisnu. "Isnu..Aku pergi dulu yah? Nanti aku akan kembali lagi setelah urusan ku selesai... Kamu jangan lama-lama ya tidur nya...ik hou van, mijn man." Sebelum pergi Windi meninggalkan Kecupan lembut di kening Wisnu.


***


Windi sudah menduga jika diri nya akan terlambat Dua puluh menit, Tapi ia bisa sedikit tenang karena di sana sudah Refa yang akan mewakili diri nya. Sampai ia datang ke perusahaan.


Sedangkan di tempat berbeda Refa sedang beradu Argumen dengan para pemegang Saham, Yang merasa cemas akan masalah yang sedang terjadi.


"Sudah Aku katakan! Aku sedang tidak menyembunyikan Apa pun dari kalian." Ujar Refa dengan Tegas. Ia bahkan tak segan menggebrak Meja.


"Tidak ada yang sedang di sembunyikan dan menyembunyikan. Apalagi Ketika perusahan di sarang oleh Seseorang untuk menjatuhkan perusahaan, Yang menyebabkan Perusahaan WT grup mengalami masa-masa sulit."


"Heh? Hanya saat masa-masa sulit saja? Apa tidak salah? Saat ini sudah banyak krisis yang sedang terjadi, Termasuk kerugian yang di akibat oleh proyek di Wilayah Xujiahui. Dan juga tentu nya proyek yang sedang Tuan Refa tangani saat ini juga sedang dalam masalah bukan? Lalu bagaimana kami tidak curiga ada yang sedang kalian sembunyikan dari kami?" Sarkas salah satu pemegang Saham.


"Kauu..." Geram Refa,


Refa sudah akan meluapkan amarahnya tapi, berusaha menahan amarahnya agar tidak tersulut kan.


"Seperti yang kalian tau, Beberapa pemegang saham menarik lagi saham mereka dari perusahan WT, Dan saat ini saham perusahan memang turun drastis tapi aku harap kalian tetap mendukung perusahaan WN grup agar tidak hancur.." Ujar Refa meyakinkan.


"Heh? Mendukung seorang wanita yang hanya karena berstatus sebagai Istri nya? Untuk menggantikan posisi Tuan Wisnu? Haha..Yang benar saja. Miris sekali, Bahkan Wanita itu tidak mengerti tentang masalah bisnis? dia hanya seorang Kepala Qc di salah satu Pabrik Obat. Dan sekarang? Mengklaim diri nya untuk menggantikan Tuan Wisnu? Yang benar saja."


Mendengar salah satu pemegang saham menjelek-jelekkan Windi membuat darah nya seketika mendidih. Tangan mengepal kuat, yang sudah bersiap untuk menghajar mulut sampah itu.


"Kau..."


"Benar apa yang di kata Tuan Dion Benar! Saat Ini perusahan Keluarga Witamma sedang berada di ujung tandu! Di tambah lelucon Seorang Istri yang menggantikan suami nya? Apa kah sebegitu pengecut mya Tuan Wisnu dan membiarkan Istri nya untuk menggantikan Diri nya?!! Cihh.. Sungguh memalukan sekali."


"Seorang Pria yang berlindung di ketek Istri nya." Sarkas nya di sertai gelik tawa.


Kita lihat sampai mana mereka akan menyembunyi kan kondisi Tuan Wisnu yang sebenernya. Batin nya.


Mata Refa melotot tak percaya, Mata nya memerah. Ia saat ini benar-benar ingin sekali menghanjar orang itu hingga mati karena telah berani menghina kakak nya.


"B@j1n9@n!"


Dengan langkah penuh amarah Refa menghampir Guntur, Ia menarik kesar kerah kemejanya. "Kauu!! Berani sekali kau menghina kakak ku dengan mulut kotor S1@l@n mu!" Geram Refa yang sudah di penuhi Amarah.


Dito yang melihat sangat panik, Ia tidak membiarkan Refa marah-marah seperti ini. "Tuan Tenang lah.. Jangan biarkan amarah menguasai mu.."Ujar Dito berusaha menenangi Refa yang sudah tersulut emosi.


"Tutup mulut sampah mu itu!!! Jangan pernah kau berani menghina Kakak ku! Atau kau akan mengetahui Akibat nya." Geram Refa.


Refa segera menghempaskan kasar Tubuh Tuan Guntur hingga hampir terjatuh. Sebelum duduk Refa membenahi Jas nya yang tampak berantakan.


"Hufh..B@j1@n9@n si@l@n." Gumam Refa.


"Aku akan kembali meluruskan kembali masalah ini, Kakak ku Wisnu sedang melakukan sesuatu untuk melawan musuh nya. Ia juga tidak meninggalakan Perusahaan begitu saja. Makanya ia mempercayai Istri nya untuk menggantikan posisi nya sementara Waktu. Ia akan muncul di Waktu yang tepat! Dan satu lagi jangan pernah meragukan kemampuan Kakak Ipar! Meskipun ia seorang Kepala QC tapi kemampuan nya di bidang Bisnis juga sangat berpengaruh! Aku bahkan berani bertaruh dengan kalian untuk membukti kan kemampuan Kakak Ipar." Ujar Refa dengan Tegas.


"Cih.." Guntur masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Refa.


Bagaimana bisa? Seorang Wanita memimpin perusahaan sebesar ini? Dan apa katanya tadi? sangat berpengaruh? Lelucon apa ini?


Hufh...Jika tidak ingat Mr. R meminta ku untuk duduk di sini, Maka aku akan langsung pergi.


"Dan teruntuk kau Tuan Guntur yang terhormat aku harap kau bisa menjaga lisan mu, Atau kau akan menyesali nya." Ujar Refa memperingati.


"Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau menjaga Lisan ku?" Tanya Guntur dengan nada mengejek.


"Aku Akan..."


"Aku tidak akan segan-segan mencampakkan mu, Hingga kau menjadi gelandangan...Bukan hanya itu aku juga bisa membuat diri mu menderita dengan cara yang paling menyakitkan." Sahut Windi yang baru saja datang.


Semua yang berada di ruangan itu sontak mengalihkan pandangan-nya ke arah Windi yang berada di ambang pintu.


Tak..Tak..

__ADS_1


Suara sepatu Windi menggema ke setiap telinga semua orang. Aura Windi terlihat sangat mencekam, semua dapat merasakan bahwa Windi juga memiliki Aura yang tidak kalah dengan Wisnu, yang sangat tegas disiplin. Namun ada yang berbeda dengan Aura Windi, Ia masih memancarkan sedikit kelembutan. Walau hanya sebagian orang yang dapat merasakan nya.


"Selamat Pagi semua, Maaf atas keterlambatan saya." Ujar Windi seraya membungkuk kan setengah badan nya.


Ia menegak kan kembali badan nya dan sedikit tersenyum kecil kepada para pemegang saham. Tapi senyuman nya berubah jadi datar ketika menatap ke arah Guntur yang juga ikut menatap nya.


"Apa kau memiliki masalah Tuan Guntur Skalabumi?" Tanya Windi dengan datar.


Mendengar pertanyaan Windi membuat nya meneguk kasar salivanya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Aura Windi bisa sekuat ini.


"Tuan Guntur? Apa kau memiliki masalah?" Tanya Windi sekali lagi.


"A-aku.." Rasanya susah sekali menggerakan lidah nya untuk berbicara, Padahal sebelum Windi datang dia lancar sekali berbicara tapi sekarang ia merasa ada sesuatu yang menahan nya untuk berbicara.


"Ehm? Katakan saja? " Ujar Windi seraya menaik kan sebelah alisnya.


Sial! Kenapa lidah ku rasa nya sulit sekali untuk berbicara kepadanya.


Kini pandangan Windi menatap kepada Para pemegang saham." Atau yang lain nya ada masalah?" Tanya kepada Mereka.


Mendengar pertanyaan Windi membuat mereka semua berbisik-bisik untuk mengaju kan pertanyaan.


"Nona." Ujar salah satu memberani kan diri untuk bertanya.


Melihat itu Windi merekah kan senyuman nya. " Ah sila kan tuan Joe." Ujar Windi


"Nona kemana pergi nya tuan Wisnu saat ini? Kenapa kau yang menggantikan nya? Kenapa tidak tuan Refa saja yang menggantikan nya? Bukan kah Tuan Refa lebih berhak dari Anda." Cerca nya memberikan banyak pertanyaan.


Mendengar pertanyaan itu, Windi melirik sekilas ke arah Refa yang sedang menatap nya. "Karena saat itu Tuan muda Refa sedang berada di korea untuk mengurus proyek nya di sana. Serta karena suami ku yang sedang ada urusan mendadak Menyebabkan ia tidak bisa untuk mengurus masalah ini." Ujar Windi memberikan penjelasan.


"Apakah urusan itu sangat Penting dari pada perusahaan WT grup yang sedang berada di Ujung Tandu?" Tanya nya lagi.


"Iya itu sangat penting untuk diri nya dan juga perusahaan WT grup." Ujar Windi seraya menampilkan senyuman manis.


"Urusan apa itu Nona?"


"Sudah cukup untuk sesi tanya jawab nya! Kalian tidak perlu tau Kakak ku sedang melakukan apa dan sedang berada di mana." Potong Refa, Ia sedikit geram dengan para pemegang saham. Yang terus-terusan bertanya.


Cih Pembohong andal. Gumam Guntur.


"Baik lah, Untuk ke depan nya saya yang akan menggantikan Posisi suami saya. Sebelum itu perkenalkan Saya Windi Sarah Witamma." Ujar Windi memperkenalkan diri nya.


Semua yang berada di situ menganggukkan kepala nya, Kecuali Guntur yang sedari tadi diam dan hanya menatap kebencian terhadap Windi.


"Saya rasa kalian semua sudah tau apa yang akan kita bahas.. Saat ini perusahaan WT sedang mengalami masa-masa sulit, Saya harap kalian semua berada di pihak kami dan mendukung setiap tindakan yang akan kami lakukan." Ujar Windi.


Refa yang mendengar itu membuat emosi kembali tersulut, Saat Refa akan menghampiri nya Windi menahan nya. " Tenang lah, Dia hanya memancing mu untuk memukul nya. Jangan buang- buangan tenaga mu untuk meladeni nya." Bisik Windi.


"Hufh.."


"Sebelum nya terimakasih untuk pertanyaan yang Anda ajukan Tuan Guntur."


"Baik lah, Kalian akan mendapatkan Imbalan ketika Perusahaan WT grup melewati masa-masa sulit nya... Yang pertama tentu nya kalian Akan mendapat kan Ke untung untuk diri kalian sendiri, Yang kedua kalian akan mendapatkan sumber daya Inti di bawah Ku akan tersedia untuk semua orang, Yang di gunakan untuk periode yang tidak terbatas.. Dan yang terakhir aku akan menaikan kerja sama sebesar 5%." Ujar Windi


Semua nya kembali berbisik-bisik ketika mendengar imbalan yang telah di tawar kan Windi.


"Bagaimana? Apa kalian setuju?"


"Ti.." Ucapan Guntur terpotong ketika salah satu pemegang saham setuju akan tawaran Windi. Bahkan Dion yang semula nya mencibir kini ikut setuju dengan tawaran Windi.


Sial! Kenapa mereka semua setuju dengan tawaran kecil itu!


Mendengar itu Windi tersenyum puas, Kini ia mengalih kan pandangan nya terhadap Guntur. " Tuan Guntur apa kau keberatan dengan tawaran ku? " Tanya Windi.


Kini semua orang beralih menatap nya, Membuat ia tidak bisa berkata-kata selain mengangguk kan kepala nya.


"Baik lah karena semua sudah setuju, Kita akhir pertemuan ini sampai di sini. " Ujar Windi seraya bangkit dari duduk nya.


***


Keesokan Harinya.


Terlihat dua orang pria berjalan dari Arah bandara setelah melakukan perjalanan jauh.


"Josh Berapa banyak saham yang kita terima Hari ini?"


"Tidak ada, Ketika kita memulai nya hari ini akan ada pembeli ketiga yang menawarkan dengan harga yang tinggi." Ujar nya gugup.


Mendengar itu membuat pria yang di sebalah nya menatap tajam ke arahnya.


"Terus lah mencari, Aku akan melefon bantuan untuk membocorkan siapa saja para pemegang saham. Dan satu lagi kau harus ingat kita harus mendapat kan nya atau kepala mu akan di penggal sebagai ganti nya."


"Ba-baik Tuan."


.

__ADS_1


.


.


Markas keluarga Witamma.


"Tuan saya mendapatkan Kabar buruk, Ada rumor yang beredar tentang Hans yang mengambil alih perusahaan Witamma Di Internet."


Mendengar itu Panji langsung mengambil alih Iped itu dan membaca berita tersebut. Panji mencerna setiap berita yang berada di Internet. Ken yang berada di sebelah Panji ikut mengambil alih itu. Alih-alih Khawatir Ken justru tersenyum puas dengan taktik yang di main kan Windi.


Panji yang melihat Ken Tersenyum membuat dirinya bingung. "Tuan kenapa Anda justru tersenyum? Bukan kah ini akan menjadi Boomerang untuk kita? serta akan berpengaruh untuk para Investor" Tanya Panji.


Ken terkekeh mendengar pertanyaan Panji." Tidak ini justru awal dari kehancur an musuh." Ujarnya.


"Maksud nya Tuan?" Kening Panji Mengerut heren.


"Hehehe, Semakin banyak mereka mengeluarkan uang maka semakin banyak pula kita akan membeli nya. Dan selanjut nya kenaikan harga." Ujar Ken menjelas kan.


Panji hanya diam dan semakin di buat tak mengerti. Ken yamg melihat itu terkekeh. " Kau akan segara tau rencana licik Adik ku itu. Dan sebentar lagi kita yang akan memainkan peran kita. Kita akan tunggu perintah dari nya." Ujar Ken seraya menepuk-nepuk pelan Panji.


.


.


.


Di sisi lain, kedua pria tadi yang mendapatkan kejutan yang tidak di sangka.


"Sial! Bagaimana bisa harga saham keluarga Witamma naik?" Geram nya.


"Pembeli ketiga menaikkan harga terlalu banyak, hingga kami menghabiskan semua dana kami. Akan tetapi hanya memperoleh kurang dari seperempat nya. Dari yang kami harap kan, Apa kita akan melanjut kan nya?"


"Untuk sekarang berhenti, Biarkan aku terlebih dahulu bicara dengan Bos."


Mohon maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk...


"Henti kan mobil nya!"


"Ada sesuatu yang salah, Aku harus ke markas untuk memeriksa nya."


.


.


.


Di perusahaan keluarga Witamma


Brak!


Tanpa permisi Refa langsung menyelenong masuk ke ruangan Windi. "Windi berita bagus, saham perusahaan Witamma telah meningkat."


Astaga ni bocah, Bukannya ketuk pintu dulu. Untung aku tidak jantungan.


"Hufh Refa, Kau mengagetkan ku.."


Mendengar itu Refa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dan cengengesan. "Hehe maaf... Aku terlalu senang mendengar berita itu."


"Kau sudah mendengar nya?"


Refa melangkah mendekat ke arah Windi." Iyah.. Bagaimana bisa? Secapat itu Windi?"


"Mudah saja, Semua nya sudah di atur. Kini tinggal langkah menuju kemenangan." Ujar Windi dengan santai.


"Ahh...Biarkan aku ikut..." Ujar Refa memohon dengan Wajah memelesan.


Windi memutar kan bola mata nya jengah." Tidak Fa kamu harus tetap di sini dan menemi ku... biarkan broer Ken dan Panji yang akan menyelesai salah satu hambat an kita." Ujar Windi.


"Ck, Menyebal kan. Apa aku tidak akan bisa menunjuk kan Aktraksi ku?" Cibir Refa Sebal.


Mendengar itu mengundang gelak tawa Windi."Hahaha kau ingin Sebuah Aktraksi?" Tanya Windi menggoda.


Mendengar itu membuat binar mata Refa. " Tentu saja." Ujar nya yakin.


"Baik lah, Karena kau meminta nya maka akan ku kabul kan." Ujar Windi.


"Benar kah? Lalu kapan?"


Windi hanya diam dan menampilkan senyuman di wajah cantik nya Serta membayangkan semua rencana nya.


.


.


.

__ADS_1


Sampai bertemu di Bab selanjut nya


__ADS_2