Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Ambisi


__ADS_3

Saat ini Proyek yang sedang di tangani Refa sudah mulai berjalan seperti biasa karena musim dingin sudah berakhir . Bisa di bilang Proyek yang di tangani Refa sudah hampir Empat puluh persen dari yang di perkirakan. Walaupun sempat terhambat satu bulan tetapi Refa terus berusaha untuk menyelesaikan proyek yang sedang ia tangani secepat Mungkin.


Proyek kali ini ia juga ingin menunjukkan kemampuan nya dalam menangani proyek besar yang di berikan Benny untuk ia tangani, Karena biasanya ia tidak terlalu berani mengambil proyek besar karena ia masih dalam tahapan pemula. Tetapi ia sudah dibebani dengan tugas sebagai Wakil direktur dari perusahaan keluarga nya. Refa memiliki ambisi yang besar untuk bisa menandingi keberhasilan dari Wisnu. Meskipun ia dan Wisnu kalah jauh tetapi sebisa mungkin ia akan melakukan sesuatu yang sama seperti Wisnu lakukan.


Walau memiliki ambisi yang besar untuk menandingi Wisnu tetapi rasa sayang sama besar nya dari Ambisi nya yang ia miliki.


Tapi satu hal yang tidak bisa ia tandingi dari Wisnu ialah memiliki Windi. Untuk saat ini ia masih belum tau kalau Wanita yang ia cintai tetapi ia lukai karena kesalahan dirinya yang menerima masa lalu, Kini sudah menjadi Ipar nya sendiri atau Istri dari Kakaknya. Karena sampai sekarang Baik Benny, Fitri, Wisnu, Maupun Ditto sekertaris pribadi nya sendiri tidak memberitahu kebenaran yang memungkin saja bisa merusak persaudaraan di antara Wisnu dan Refa.


Yang Refa ketahui saat ini tentang Windi hanya lah Ada seorang pria yang selalu bersama dengan Windi tetapi ia tidak tau siapa pria tersebut.


°°°


Refa kini berada di salah satu pulau di Korea yang terkenal akan Pemandangan nya yang asri dan sering di kunjungi untuk wisata.


Refa mengecek setiap hari perkembangan dari proyek yang ia tangani. Dengan perlengkapan pelindung an yang berada di tubuh nya, Ia berjalan menyusuri pekerjaan proyek untuk mengecek perkembangan proyek nya.


Di pulau tersebut perusahaan Witamma Bekerjasama dengan salah satu perusahaan Korsel untuk membangun sebuah resort untuk para pengunjung yang berkunjung ke pulau itu.


Resort yang di peruntukan untuk keluarga dan pasangan yang ingin berbulan madu atau hanya sekedar untuk menginap semalam disini. Refa benar-benar memperhatikan setiap rancangan yang akan di buat untuk proyek nya, Ia tidak akan membiarkan kesalahan sekecil apapun. Jika terjadi kesalahan sekecil apapun maka proyek akan akan di ulang ke tahap awal dan di lakukan pembongkaran agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Untuk saat ini proyek yang di tangani Refa berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kesalahan apapun dalam proyek nya, Hanya saja Proyek akan terhambat apabila terjadi perubahan Cuaca yang begitu ekstrim yang mengharuskan proyek terhenti sejenak sampai cuaca kembali normal. Karena ia tidak ingin terjadi Sesuatu jika memaksakan proyek di tengah perubahan cuaca yang ekstrim.


" Tuan ini sudah masuk jam makan siang, Apakah anda akan makan sekarang atau nanti tuan?" Tanya Ditto


Refa melirik ke arah jam yang berada di tangan nya. " Baik la suruh semuanya berhenti dan beristirahat, kali ini aku akan mentraktir semua nya. " Ujar Refa


Ditto mengangguk paham. " Dengar! Sekarang berhenti lah Sejenak untuk istirahat sebentar, Tuan Refa akan mentraktir kita semua." Ujar Ditto kepada seluruh pekerja


Semua pekerja yang mendengar perkataan Ditto membuat semua nya begitu semangat dan meletakkan alat-alat yang mereka pegang dan berjalan meninggalkan pekerjaan mereka sejenak. Semua nya tampak tersenyum dan bahagia pasalnya Refa sering sekali mentraktir mereka jika Refa berkunjung sampai jam makan siang.


Para pekerja dan Refa menuju ke salah satu tempat makan yang tidak jauh dari tempat Proyek mereka.

__ADS_1


Refa duduk di tempat khusus untuknya, Ia Menatap keseluruhan pekerjanya yang tampak senang. " Makan lah apa yang ingin kalian makan, Aku yang akan mentraktir Kalian semua." Ujar Refa menggunakan bahasa Korea


" Baik bos!" Ujar mereka penuh semangat


Semua orang tampak memilih makanan yang ingin mereka makan dan hal itu tak luput dari perhatian Refa yang memperhatikan pekerja nya, ia merasa senang jika pekerja nya juga merasa senang.


" Tuan muda, Anda ingin makan apa?" Tanya Ditto


" Hah... Rasanya aku ingin makan Indomie." Ujar Refa sambil terkekeh.


" Ha?"


" Aku hanya bercanda pesan kan aku kimchi sujebi, bibimbap, Itu saja." Ujar Refa


" Baik la tuan muda." Ditto memanggil pramusaji dan memesankan makanan yang di inginkan Refa dan juga dirinya.


Tak selang beberapa lama makanan dan minuman Refa dan Ditto sudah tersaji kan di meja.


"Gamsahabnida." Ujar Refa seraya tersenyum ke arah pramusaji.


Pramusaji itu mengangguk kepalanya. " jeulgiseyo, seonsaengnim." Pramusaji itu pamit undur diri.


Refa dan Ditto menikmati makanan yang tersaji kan di hadapan mereka berdua, Saat sedang asik menikmati makanan Ditto menerima pesan dari seseorang.


Ditto menghentikan kegiatan makan nya dan merogoh ponsel nya yang berada di kantong mantel nya.


Matanya terbelalak dan membuat tersedak ketika melihat pesan yang masuk.


Refa yang melihat raut wajah Ditto membuatnya bertanya-tanya. " Ada apa? Kenapa kau sampai tersedak begitu?" Tanya Refa penasaran

__ADS_1


Ditto yang menyadari Pertanya dari Refa membuat menetralkan ekspresinya. " Ahh ti-tidak ada apa-apa tuan." Ujar Ditto gugup


Refa memicingkan matanya menatap ke arah Ditto yang terlihat gelagapan. " Apa kau yakin?" Tanya Refa sekali lagi


Aish bagaimana ni? Apa aku harus jujur kalau nona Windi terluka karena seorang penyusup? Batin Ditto


Ia bertanya-tanya dalam diri nya ia bingung Apakah ia harus mengatakan yang sesungguhnya kepada Refa, tetapi ia juga telah di wanti-wanti oleh Benny untuk tidak mengatakan yang sesungguhnya kepada Refa agar tidak menggangu pekerjaan Refa saat ini. Dan sekarang ini iya mendapatkan kabar yang mengejutkan kalau apartemen Wisnu ada seorang penyusup yang hampir melukai Istrinya yang tak lain Tunangan Refa atau yang lebih tepatnya mantan tunangan Refa.


Refa yang memperhatikan Ditto yang hanya diam saja membuat nya sedikit jengkel. " Hei kenapa kau diam saja?! Apa yang membuat sangat terkejut seperti itu?!" Refa terus saja mendesak Ditto dengan Pertanyaan nya.


Huh baik la.


" Tuan aku mendapat kabar kalau Apartemen tuan Wisnu kemarin ada seorang penyusup dan berusaha untuk menakuti dan melukai Istri tuan Isnu Mantan tunangan mu maksud ku tuan." Ditto mengatakan hal terkahir hanya dalam hatinya saja.


Refa yang mendengar perkataan Ditto membuat ikut terbelalak. " Apa?! Berani sekali dia berusaha melukai Kaka ipar." Ujar geram Refa


Ditto yang melihat ekspresi Refa membuat nya hanya mendengus pasrah. Tuan aku tidak tau bagaimana ekspresi mu ketika mengetahui kalau Tunangan mu ternyata adalah ipar mu. Ditto menarik salah satu sudut bibirnya yang nyaris tidak terlihat oleh Refa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2