Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Lelang


__ADS_3

seminggu paska kejadian itu Wanda perlahan mulai menjauhi Jiko dan Rara. Ia mulai mensibukkan dirinya dengan mempersiapkan rencana yang sudah ia susun dengan rapi untuk membasmi para hama itu.


Windi setiap hari tidak pernah melupakan untuk selalu mengunjungi Wisnu di rumah sakit. Membicarakan hari-hari yang ia lewati tanpa adanya Wisnu. Ia mempunyai kejutan yang sangat istimewa untuk Wisnu ketika ia sudah sadar nanti.


"Suamiku, Cepat lah bangun. Aku ingin menceritakan segala hal yang telah terjadi padaku. Aku lelah jika hanya menyimpannya sendirian. Aku mohon untuk segara bangun suamiku." Ujar Windi


Sedangkan orang yang sedang diterbaring di ranjang, mengepalkan sebelah tangannya.


Maafkan aku Baby, Aku terpaksa harus melakukan ini agar kita semua bisa membasmi semua musuh-musuh Kita.


"Maaf Nona, Sudah waktunya kita pergi."


"Baiklah."


"Isnu aku pergi dulu. Aku akan kembali lagi Nanti. Sampai jumpa suamiku." Ujarnya sembari mencium kening wisnu dengan lembut.


Setelah kepergiaan Windi, Wisnu segara mengambil ponselnya dan Menghubungi seseorang.


"Halo, Apakah semuanya beres? "

__ADS_1


"..."


"Baiklah, Aku percayakan semuanya kepadamu. Jangan sampai ada yang terlewatkan satu pun mengerti?"


tut


"Hufh, benar-benar hari yang sangat melelahkan dan panjang. Aku harus benar-benar mempersiapkan segalanya dengan matang. Jika tidak semua yang telah aku lakukan akan sia-sia. "


.


.


.


"Bagimana? Apakah sudah kau persiapkan semua?"


"Sudah Nona, Tuan Gilbret dan Tuan Ken telah mengaturnya sesuai dengan instruksi dari Nona."


"Bagus lah, Aku harap tidak ada yang terlewatkan."

__ADS_1


Acara lelang kelas atas yang dipersiapkan untuk memancing para musuh keluar sudah menjadi rencana yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh Wanda dan Windi. Begitu juga dengan Ken, Gilbret dan Panji. Mereka turut ambil andil dalam menyempurkan rencana nya.


Tepat pukul 19:00 para tamu mulai berdatang dengan pakai sederhana namun terkesan mewah. Pada acara lelang kali ini para konglomerat itu sedang memperebutkan sebuah kalung prasejarah yang dimana memiliki history yang luar biasa. Kalung yang ditaksir dengan harga sebilan ratus juta itu menjadi bahan perebutan semua orang. Karena kalung tersebut merupakan kalung peninggalan dari cleopatra.


Acara ini dilakukan secara tertutup agar tidak mengudang perhatian para publik. Sebuah mobil berwarna Hitam terlihat berhenti tepat di depan gedung acara. Seorang wanita berpakaian dress merah dengan topi dan kacamata yang sebagai pelengkapnya. Membuat setiap orang seakan terpanah untuk terus melihatnya.


Kaki jenjangnya melangkah memasuki ruangan dengan percaya diri. Sorot mata yang tajam itu terus menatap kesemua orang. Ketika ia membuka kacamatanya. ia menatap ke sekeliling gedung. Mata tajamnya dapat melihat para snaiper yang sudah siap dengan pelurunya. Tepat di pintu tengah gedung. Sedangkan di sayap kanan dan kiri dapat dia pastikan semua orang telah bersiap.


"Kita Lihat seberapa mempuni dirimu untuk melawan keluargaku, Kau salah mencari masalah dengan ku." Ujarnya dalam hati.


Ya wanita itu adalah Windi, yang datang dengan segala persiapan yang sudah ia rencanakan dengan matang. ia berjalan masuk melewati lorong-lorong yang telah dihiasi lampu dan bunga-bunga.


"Selamat malam Nona Windi, Mari ikuti saya untuk ketempat duduk anda."


Windi hanya diam dan menganggukan kepalanya, Ia mengikuti langkah pelayan itu.


"Terima kasih"


"Sama-sama Nona."

__ADS_1


Windi duduk di tiga barisan dari depan, Di sisi kanannya terlihat ada Kakak. Kembarnya yang sedang menyamar, Sedangkan disisi kirinya ada Reffa dan Dito. Keempatnya sedang memainkan peran untuk tidak saling mengenal satu sama lain.


__ADS_2