Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Tugas 2


__ADS_3

Sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara ke rumah Orang tua Windi. karena letaknya yang jauh dari ramainya perkotaan. Dan hanya Orang-orang Tertentu yang bisa masuk ke area tersebut.


Mobil yang di kendarai pak Chris sudah tiba di depan gerbang hitam yang menjulang tinggi ke atas. Pak Chris membunyikan klakson mobil nya tak lama pintu gerbang terbuka. Pak Chris kembali melaju kan mobilnya dan memasuki pekarangan rumah besar keluarga Winata.


Rumah yang sudah beberapa tahun belakangan ini tak iya kunjungi karena kesibukan pekerjaan nya Windi tau ia hanya menghindar untuk bertemu dengan papanya.


Ia turun dari mobil Menatap sekeliling rumahnya yang tidak ada perubahan sama sekali sejak beberapa tahun yang lalu.


semua nya mesih sama tidak ada yang berubah. batin Windi


Pak Chris sudah menurunkan semua barang-barang Windi.


" Terimakasih pak." ujar Windi


" Tidak usah sungkan nona muda. silahkan masuk nyonya besar sedang menunggu anda nona." Pak Chris pergi mengembalikan mobil ke garasi.


Pintu utama rumah mesih tertutup rasanya ia ragu sekali untuk mengetuk pintu itu. saat akan mengantuk pintu sudah terbuka dan terlihat mama Kelly yang langsung menyambut kedatangan Windi.


Mama Keylly tersenyum menyambut kedatangan putri nya yang sudah lama tidak pulang ke rumah nya sendiri. Keylly sangat merindukanmu putri nya itu meskipun ada putri nya Wanda kembaran Windi tapi mereka berbeda dari kepribadian sikap mereka.


Windi melihat mamanya yang membuka pintu nya membuat matanya berkaca-kaca dan ingin menangis namun ia berusaha untuk dia mengeluarkan air matanya. Windi tersenyum ke arah Mama nya air mata yang semula ia tahan kini keluar begitu saja dari matanya.


begitu juga dengan Keylly yang sedari tadi berusaha menahan air mata nya keluar begitu saja tanpa aba-aba


kedua nya mesih saling pandang sampai Keylly merentangkan kedua tangannya. Windi langsung berhambur ke pelukan sang ibu. Kedua nya berpelukan cukup lama dan begitu erat untuk meluangkan rasa Rindu yang membuncah di antara ibu dan anak yang telah berpisah selama beberapa tahun terakhir.


Windi yang mesih di pelukan sang mama. " Ma aku sangat merindukanmu ma." ujar pelan Windi dalam pelukan Keylly namun masih terdengar oleh Keylly.


Keylly mengelus lembut kepala Windi dan memberikan Ciuman di pucuk kepala Windi.


" Mama juga sangat merindukan mu sayang." ucap lirih Keylly


Mereka berdua berpelukan cukup lama untuk menyalurkan rasa rindu yang telah sekian lama menumpuk di hati keduanya.


Keylly mengendur kan pelukan nya dan menarik Windi dari pelukan nya. Ia menatap Mata Windi dan meninggalkan ciuman hangat di kening Windi


" Sekarang kita masuk yuk." Keylly menarik tangan Windi namun Windi menahan mamanya. Keylly mengerutkan kedua alisnya dan menatap ke arah Windi. Keylly mengerti apa yang sedang di fikir kan Windi saat ini. Keylly meyakinkan Windi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Windi pun mengangguk kepalanya dan tersenyum ke arah mamanya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Windi mengikuti Keylly dari belakang dengan perasaan takut dan Khawatir kalau papanya akan memarahi namanya jika Ia pulang karena ke ingin nan mamanya.


Keylly mengantar Windi ke kamar Windi ketika ia masih tinggal di sana.


" Sayang kamu istirahat saja dulu ya pasti kamu sangat kelelahan selama di perjalanan kan." Ujar Keylly


" Iya ma."


Keylly pun meninggalkan Windi sendiri di kamar untuk beristirahat.


Kini Windi sendiri an di kamarnya. ia menatap sekeliling kamarnya yang masih tertata rapi dan masih tetap sama seperti beberapa tahun lalu ia pergi dari rumah ini.


kamar nya mesih Sama seperti beberapa tahun yang lalu tidak ada yang berubah di sini.

__ADS_1


Windi tersenyum menatap sekeliling kamarnya. setalah puas menatap sekeliling kamarnya ia memutus kan untuk pergi mandi membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket dan bau.


selesai mandi Windi tidur sebentar agar menghilangkan rasa capek selama perjalanan jauh yang ia tempuh.


***


Hari menjelang siang Jeffri yang mempunyai janji untuk bertemu dengan Kaka sepupu nya di restoran segara bersiap untuk pergi


Jeffri tiba terlebih dahulu di restoran ia akan bertemu dengan Panji ia menunggu kedatangan Panji selama beberapa menit.


Tak lama kemudian Panji datang. Namun Panji tidak seorang diri melainkan sama Wisnu yang ikut hadir di sana


Tuan muda Wisnu? kenapa ia bisa bersama kakak? apakah yang ingin berbicara sesuatu itu tuan muda? kenapa Kaka tidak mengatakan bahwa ia datang akan bersama tuan muda.


ketiga nya duduk di tempat yang sudah di pesan Panji. Jeffri duduk di sebelah Panji sedangkan Wisnu duduk di kursi sebrang atau lebih tepat nya di hadapan Panji.


Jeffri sebisa mungkin menenangkan Hati nya agar tidak terlalu tegang karena duduk di hadapan Wisnu.


" Kamu sudah pesan minum Jeffri. " ujar Wisnu memecahkan keheningan di antara mereka bertiga


Jeffri hanya menggeleng kepalanya. " Baik lah kalau begitu mari kita pesan makan dan minum terlebih dahulu setelah itu kita akan bahas apa yang akan kita bicarakan." ujar Wisnu


Panji memanggil pelayan. " Selamat siang tuan silahkan dipilih mau pesan apa tuan."


Mereka pun memilih makanan dan minuman sesuai yang Meraka mau


" Itu saja dulu."


Jeffri melirik ke arah Panji Namun Panji pura - pura tidak melihat Jeffri yang sedang melirik nya dan hanya fokus pada ponsel yang di depannya.


Setelah keheningan tercipta Jeffri memberanikan diri untuk bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


" Tuan ada apa mencari saya? "


Wisnu hanya melirik sekilas ke arah Jeffri tanpa menjawab pertanyaan Jeffri.


keheningan itu terus berlanjut sampai pelayan datang membawakan hidangan yang sudah di pesan oleh mereka.


" Selamat menikmati tuan - tuan." pelayanan itu pergi setelah meletakkan hidangan di atas meja.


" Makan lah dulu." perintah Wisnu. Jeffri melirik ke arah Panji, Panji mengangguk kepalannya serta menatap Jeffri sekilas. Jeffri yang mengerti akan tatapan dari Kaka sepupu nya langsung memakan makanan yang dia pesan tadi.


Saat makan ketiga nya hanya fokus pada makanan nya saja. Tidak ada suara di antara ketiga nya mereka sangat menikmati makanan nya.


Jeffri terlebih dahulu selesai makan ia mengelap mulutnya dengan tisu untuk membersihkan sisa makanan yang menempel pada bibirnya. ia menunggu Wisnu dan Panji selesai makan. Wisnu melihat Jeffri sudah terlebih dahulu menghabiskan makanan nya.


" Apa kamu lapar sekali? " tanya Wisnu


Jeffri menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar pertanyaan Wisnu yang membuat nya malu. Jeffri hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum malu.


Wisnu menggeleng kan kepalanya melihat Jeffri yang begitu lahap makan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Panji dan Wisnu Selesai makan. Jeffri memberanikan diri untuk bertanya lagi kepada Wisnu


" Maaf tuan ada apa tuan ingin bertemu dengan saya."


Jeffri menatap ke arah Wisnu dan melirik ke arah Panji.


Wisnu mengangkat sudut bibirnya. " Baik lah karena kamu sudah tidak sabar maka akan ku beri tau kenapa aku menyari mu Jeffri." Jeffri hanya diam saja dan menunggu perkataan Wisnu selanjutnya.


" Jeffri aku tau kamu bekerja untuk Refa tapi kali ini aku ingin kamu bekerja untuk ku saat ini. " ujar Refa


" Maksud tuan ? "


" Maksud ku kamu harus melakukan sesuatu untuk ku. "


Jeffri semakin bingung dengan ucapan Wisnu. " Melakukan apa tuan? "


" Aku ingin kamu mencari sesuatu tentang Seseorang untuk ku. "


" Seseorang tuan? " Wisnu mengangguk kepalanya.


" Kata Panji kamu sangat berbakat Mencari informasi tentang seseorang dalam waktu singkat."


Jeffri melirik ke arah Panji. " Itu hanya kebetulan saja tuan muda."


" Tapi aku percaya kepada kemampuan mu."


Jeffri tersenyum kecil mendengar ucapan Wisnu. " Terimakasih tuan."


Wisnu mengeluarkan Amplop yang berisi kan foto - foto dari Seseorang tersebut yang tak lain adalah Windi.


Jeffri membuka amplop itu ia terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang di maksud Wisnu adalah orang yang sama dengan calon istri Refa.


Wisnu yang melihat wajah terkejut Jeffri membuat nya bertanya - tanya. " Kenapa kamu terkejut? apa kamu mengenal nya. " tanya Wisnu


Jeffri menatap ke arah Wisnu. "Tuan bukan kah ini calon istri tuan Refa ? "


Wisnu Mengerutkan kedua Alisnya ia bingung bagaimana Jeffri tau kalau itu calon istri Refa. "Bagaimana kamu bisa tau? "


"Tadi pagi tuan Refa memanggil ku dan memerintahkan ku untuk mencari informasi tentang calon istri nya dan sekarang tuan juga memerintah ku untuk hal yang sama dengan tuan Refa."


" Benarkah Refa menyuruh mu untuk mencari informasi tentang calon istri nya? " tanya Wisnu


" Iya tuan bahkan tuan Refa memberikan beberapa foto calon istri nya kepada saya tuan. "


" Baik lah kalau begitu kamu harus melaporkan nya kepada saya terlebih dahulu baru setelah itu melaporkan nya kepada Refa. apakah kamu mengerti? "


Jeffri mengangguk kepalanya." Iya tuan saya mengerti. "


"Bagus kalau begitu kita akhiri perbincangan ini sampai sini. segera laporkan apa yang kamu dapatkan." Wisnu bangun dari kursi nya dan merapikan jas kerja nya.


Jeffri ikut bangun ketika Wisnu bangun dari duduknya. "Baik tuan."Wisnu dan Panji pergi meninggalkan Jeffri di restoran itu.

__ADS_1


Ada apa ini? kenapa Kaka dan adik menugaskan ku untuk mencari seseorang yang sama. aku sungguh penasaran sekali siapa sebenarnya wanita ini yang mampu membuat tuan Wisnu dan tuan Refa penasaran akan dirinya.


__ADS_2