Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Persiangan Generasi


__ADS_3

Dua hari Kemudian


Hari ini Windi sudah mulai kembali ke perkejaan nya dengan syarat kalau ia tidak boleh terlalu lelah. Wisnu tidak ingin kejadian waktu itu terjadi lagi.


Pagi-pagi sekali Windi sudah terbangun dari tidurnya, Ia melirik ke arah suami nya yang masih tertidur pulas dengan bertelanjang dada, Ia mengecup lembut kening Wisnu dan perlahan turun dari ranjangnya, mengutip in baju nya yang berserakan di lantai. Setelah memakai baju ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi ia melihat Wisnu yang masih tertidur pulas, Mungkin karena semalam mereka habis bertempur membuat tubuh Wisnu hanya lelah.


Windi membuka pintu kamar dengan hati-hati agar tidak membangun kan Wisnu yang masih tertidur, Ia langsung menuju ke dapur untuk membuat kan sarapan. Kali ini ia akan membuat nasi goreng spesial untuk Wisnu.


Di dalam kamar Wisnu yang sedang membalikkan badannya mengarah ke tempat Windi, Ia meraba kasur di sebalah nya tidak ada Windi. Hal itu langsung membuat Wisnu langsung bangun dari tidur nya. Dengan nyawa yang masih setengah kumpul Wisnu bangun dari ranjang tak lupa ia memakai celana boxer nya tanpa menggunakan baju, Ia langsung menuju ke kamar mandi dan tidak menemukan Windi, dengan terburu-buru Wisnu keluar dari kamar. Mata nya terkunci melihat sesuatu yang sangat indah untuk di pandang. Ia melihat Windi yang sedang fokus memasak dengan Apron yang menggantung di lehernya. Di mata Wisnu Windi terlihat sangat cantik dan **** jika sedang masak.


Wisnu berjalan dengan pelan-pelan, Kini ia sudah berdiri di belakang Windi. Ia melihat Windi dari belakang dan terlihat sangat **** di tambah kulit putih mulus leher Windi yang terlihat jelas di matanya. Ia memeluk Windi dari belakang dengan sangat erat, Kepalanya ia sender kan di bahu Windi.


Windi yang di peluk tiba-tiba membuat nya sedikit terkejut. " Astaga Isnu kamu mengagetkan ku saja. " Pekik Windi


Wisnu hanya diam saja, Ia mendusel-dusel kan Hidung nya ke leher Windi membuat Windi geli.


" Isnu Aku ingin memasak. " Keluh Windi


Wisnu hanya diam tidak memperdulikan perkataan Windi, Ia semakin melancarkan aksinya, Tangan nya mulai meremas Gumpalan Bola Windi dengan lembut membuat sang empu mengerang dan menghentikan aktivitas memasaknya. Wisnu yang mendengar Erangan Windi membuat nya semakin melancarkan aksinya. Namun saat Wisnu hendak membuka celana Hotpants nya Windi, Di cegah oleh tangan Windi. Windi melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya menghadap ke arah Wisnu.


" Isnu.. Ini sudah hampir jam 6 dan kamu ada meeting begitu juga dengan ku, Jika si Terus kan kita kan terlambat. " Ujar Windi dengan lembut seraya mengelus pipi kanan Wisnu


Wisnu meraih tangan Windi dan mengecup nya. " Baby tapi aku menginginkan nya Baby. " Wisnu menuntun tangan Windi untuk mengarah ke Tongkatnya yang sudah mengeras.


" Isnu Tidak sekarang, Kita harus bekerja. "


" Baby kamu di rumah saja tidak usah bekerja. " Rengek Wisnu


Windi mendengar perkataan Wisnu membuat nya gemas. " Isnu bukan kah kita semalam sudah membahas nya? " Ujar Windi


Wisnu mencibik bibirnya kesal, Ia tau kalau Windi bekerja bukan karena kekurangan uang tetapi karena ia sangat menyukai pekerjaannya. " Huh baik la. "


Windi menjinjit kan tubuhnya dan mengecup singkat bibir Wisnu. " Morning Kiss. " Ujar Windi seraya tersenyum


Wisnu yang semula cemberut kini kembali tersenyum cerah ketika mendapatkan Morning Kiss dari Windi. " Baby kamu sengaja menggoda ku kan? " Ujar Wisnu


" Tidak Isnu, Sudah cepat sana mandi setelah itu turun untuk sarapan. " Ujar Windi


Wisnu menggelangkan kepala nya. " Tidak Baby, Aku ingin di cium lagi. " Windi yang mendengar perkataan Wisnu hanya bisa menghela nafas nya saja, Ia kembali menjinjit kan tubuh dan mencium bibir Wisnu, Saat Windi hendak melepaskan ciuman Wisnu menahan tengkuk leher Windi agar memperdalam ciuman mereka. Windi melingkar tangannya di leher Wisnu.


Wisnu melepaskan ciumannya dan mengelap lembut bibir Windi. " Manis seperti biasa. " Setalah mengatakan itu Wisnu langsung meninggalkan Windi yang masih diam mematung dengan sikap lembut Wisnu.


Aishh! Dia selalu saja seperti itu. Runtuk Windi dalam hati.


Windi kembali melanjutkan acara memasaknya. Selesai memasak ia kembali ke kamar nya untuk menyiapkan pakaian kerja Wisnu. Bertepatan Windi meletakkan pakaian Wisnu pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan tubuh Atletis Wisnu yang mampu membuat Windi takjub. Windi hanya diam dan tanpa berkedip menatap intens tubuh indah Wisnu. Rasanya Windi ingin sekali memakan suaminya saat ini. Namun sejurus kemudian ia menggeleng kepalanya.


Astaga apa yang sedang aku fikir kan? Kenapa aku ingin memakan nya. Batin Windi


Wisnu yang melihat Windi menatap nya, mendekat kearah Windi membuat jarak diantara kedua semakin dekat. Windi yang melihat Wisnu mendekat ke arah nya membuat nya Refleks mundur kebelakang sampai tubuhnya terpentok tembok. " Baby Apa kamu sangat menyukai nya? " Tanya Wisnu


Tanpa sadar Windi menganggukkan kepalanya, Melihat reaksi Windi membuat Wisnu Sangat gemas sekali. " Kalau begitu pegang lah. "


Lagi-lagi tanpa sadar tangan Windi bergerak mengelus otot-otot di tubuh Wisnu. Saat tangan Windi bergerak akan menyentuh Perutnya Wisnu mencekal tangan nya. " Baby jika kamu melanjutkan nya aku akan mengurung mu seharian di kamar Baby. "


Mendengar perkataan Wisnu langsung membuat Windi tersadar, Ia mendorong pelan tubuh Wisnu agar menjauh. " I-isnu cepat lah pakai pakaian mu Isnu. " Ujar Windi menunduk kepalanya.


Wisnu semakin gencar menggoda istrinya. " Baby kau yakin tidak ingin merasakan nya hm?" Goda Wisnu dengan menaik turunkan sebalah alisnya.


Mendengar godaan Wisnu membuat kedua pipi Windi merona. " Isnu sudah sana pakai baju mu atau nanti malam aku akan tidur di kamar yang dulu." Ancam Windi


Mendengar ancaman Windi membuat Wisnu tidak bisa berkutik. " Ck Baik lah. " Wisnu langsung memakai Baju nya, tanpa rasa malu Wisnu memakai pakaian di hadapan Windi.


***

__ADS_1


Setelah mengantar Windi ke tempat kerjanya Wisnu menuju ke kantor nya, Sebenarnya Wisnu tidak setuju Windi kembali bekerja mengingat kejadian terakhir yang hampir membuat nya kehilangan Windi. Tapi ia juga tidak boleh egois karena jika ia melarang Windi bekerja sama aja dia mengekang kebebasan Windi Yang pada akhirnya malah buat Windi tidak nyaman berada di sisi Wisnu.


Sesampainya di Kantor Wisnu dan Panji di sambut oleh sapaan para karyawan yang menegur nya. Baik Wisnu dan Panji hanya mengangguk kepalanya tanpa tersenyum maupun melirik orang yang menyapanya.


" Apa jadwal saya hari ini? " Tanya Wisnu ketika sudah sampai di kantor


" Hari anda hanya meeting dengan Wakil dari perusahaan Cakram Tuan." Ujar Panji


Wisnu menganggukkan kepalanya Mengerti. " Baik la, Kamu boleh kembali ke ruang mu. " Panji pamit undur di ke ruangannya.


Kini tinggal Wisnu di ruangannya sendiri, ia memulai pekerjaan nya, Ia di hadapkan dengan setumpuk dokumen yang harus ia cek.


Di tengah-tengah pekerjaan nya telfon nya berdering, Ia menghentikan aktivitas nya dan menatap ke layar ponsel. Seulas senyum Devil terpancar di wajah nya.


" Halo. "


" Halo Tuan muda. "


" Ada apa? "


" Tuan Saya ingin mengatakan kalau Perusahaan Hans Raj berencana akan bersaing dengan perusahaan anda untuk memperebutkan proyek dengan perusahaan Cakram Tuan. "


Mendengar perkataan Justin membuat bibir Wisnu mengembang. " Baik la terus beritahu rencana mereka. "


" Baik tuan. "


Wisnu langsung memutuskan telfon nya secara sepihak, Ia memikirkannya perkataan Justin barusan.


Hah! Kita lihat cara apa kali ini yang akan kamu gunakan Hans. Batin Wisnu


***


Pukul 10:00


Wisnu bersiap-siap untuk bertemu dengan perwakilan dari perusahaan Cakram. Ketika hendak membuka pintu ia berpapasan dengan Panji yang juga sedang membuka pintu.


Wisnu mengangguk kepalanya, Keduanya melangkah pergi menuju parkiran mobil.


Sekitar Tiga puluh menit mereka sudah tiba di restauran untuk mengadakan pertemuan.


Wisnu dan Panji berjalan masuk ke dalam restaurant, kedua nya di bantu pelayan untuk ketempat yang telah mereka pesan. Matanya menatap ke arah seseorang yang tidak asing baginya.


Hans? Wisnu menarik sudut bibirnya yang nyaris tidak terlihat.


Dengan langkah tegap dan percaya diri Wisnu dan Panji menghampiri ke meja sudah di isi dengan Hans dan juga wakil dari perusahaannya.


" Selamat Pagi tuan. " Sapa Wisnu


Kedua orang itu menatap ke arah Wisnu. " Pagi. " Ujar Gio sebagai wakil dari perusahaan Cakram.


Wisnu mengulur kan tangannya, dan di sambut hangat oleh Gio. Wisnu dan Panji duduk di sebelah-sebelahan. Dengan di samping kiri Ada Hans dan juga sekretaris nya dan di sebalah kanan ada Tuan gio seorang diri.


" Baik lah Silahkan Tuan Hans terlebih memukakan proposal perusahaan anda. " Ujar tuan Gio


Panji yang mendengar itu menjadi geram, Tapi di tahan oleh Wisnu untuk rileks dan sabar. Wisnu mengisyaratkan Panji untuk tetap tenang dan santai. Panji sebisah mungkin menahan dirinya.


Hans mengisyaratkan Sekertaris untuk segera memulai presentasi nya.


" Baik lah tuan Gio perusahaan kami menawarkan proyek yang berada di wilayah selatan yang dekat dengan daerah Utara untuk di bangun distrik pusat perbelanjaan terbaik di kota tersebut, Seperti yang kita ketahui kalau wilayah selatan sekarang sudah menjadi kunjungan wisatawan yang sedang di Gandring saat ini. " Ujar sekertaris Davit


Wisnu dan Panji yang mendengar perkataan Davit membuat nya sedikit terkesan. Davit kembali menjelaskan semua rencana mereka untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Cakram. Wisnu dapat menyimpulkan kalau perusahaan Raj sedang menargetkan wilayah selatan yang sekarang menjadi rebutan para pengusaha untuk mengembangkan bisnis nya. Tapi bukan Wisnu namanya kalau ia tidak memperkirakan pergerakan dari para pesaing bisnis nya.


Kini giliran Wisnu yang akan menjelaskan tentang proyek yang akan ia lakukan dalam kerja sama kali ini. Wisnu mengisyaratkan Panji untuk melakukan presentasi nya.


Panji menarik nafas nya terlebih dahulu. " Tuan gio mungkin kerja sama kali ini mungkin agak berbeda dari yang sebelumnya karena kerja sama kali ini langsung di tangani oleh Tuan Wisnu. "

__ADS_1


Gio yang diam dan mengangguk kepalanya, Ia menatap sekilas ke arah Wisnu yang sedang tersenyum ke arah nya.


" Tuan Wisnu telah melakukan survey mekanik pembangunan penginapan di Wilayah Timur, Kita akan membangun sebuah hotel bintang lima yang akan melayani dan menjamu tamu dengan sangat baik, Selain itu selama prosesi pembangunan kita akan selalu mengawasi nya dengan intens tuan. "


Gio mengerut kan kening nya heran karena setau nya di wilayah timur masih di bilang daerah terpencil bagaimana bisa di bangun hotel bintang lima?


Panji yang mengerti apa yang sedang di Fikir gio kembali menyuarakan presentasi nya. " Tuan saya mengerti apa yang sedang anda fikir kan tuan, Kita semua tau kalau wilayah tersebut masih di bilang wilayah terpencil, Tapi tidak menutup kemungkinan dengan di bangun nya hotel bintang lima di wilayah tersebut akan menjadi gebrakan besar yang dapat membuat banyak perusahaan-perusahaan lain yang akan mengikuti langkah kita tuan. Jika sudah seperti itu maka hotel yang kita bangun akan menjadi sangat di untung bagi para turis yang akan berkunjung. " Ujar Panji menjelaskan panjang lebar


Gio mengangguk kepalanya Mengerti, Ia melirik jam tangannya sudah menunjukkan sudah masuk jam makan siang. " Tuan-tuan lebih baik kita makan siang bersama." Usul Gio


Panji dan Wisnu saling melirik satu sama lain begitu juga dengan Hans dan Davit, mereka berempat setuju untuk melakukan makan siang bersama.


Seusai makan siang bersama Gio pamit undur diri, Ia akan memberi kan kabar secepat nya kepada Siapa perusahaan Cakram akan bekerjasama.


Kini tersisa Wisnu, Panji, Hans, dan Davit terlihat jelas di mata mereka terpancar aura yang sangat tajam satu sama lain. Hans bangun dari duduknya dan membenarkan jasnya.


Dengan sombongnya ia berjalan meninggalkan restaurant namun sebelum pergi ia menepuk bahu Wisnu. " Kali ini kau tidak akan menang Tuan Wisnu . " Ujar Hans dengan sombong


Wisnu yang mendengar perkataan Hans membuat nya tersenyum miring. " Semoga saja. " Balas Wisnu dengan enteng


Wisnu dan Panji menatap kepergian Hans dengan tatapan yang berbeda.


" Tuan kenapa permusuhan antara kedua perusahaan ini terus berlanjut? "


" Huh Aku juga tidak tau. " Jawab Wisnu sekenanya karena ia juga tidak tau kenapa kedua perusahaan besar itu bisa saling bermusuhan sampai generasi berikutnya.


Saat akan meninggalkan restaurant ponsel Wisnu berdering.


My baby


Isnu apa kamu sibuk?


Apa kamu sudah makan siang?


Nanti kamu pulang jam berapa.


Wisnu yang mendapat pesan dari Windi membuat hati jadi berbunga-bunga.


Wisnu mengetik membalas pesan dari Windi


My baby


Tidak terlalu sibuk baby, Apa kamu merindukan ku?


Aku sudah makan siang saat selesai meeting tadi Baby.


Aku akan menjemputmu nanti.


Selesai membalas pesan dari Windi ia kembali meletakkan ponsel di saku jasnya dan masuk ke dalam mobilnya.


.


.


.


.


.


Aku mau curhat sedikit:( kemarin aku sudah Update dari 3 hari yang lalu ngereview lama sekali jadi ke hambat deh Update nya, Ini aja aku ga tau kapan bab nya akan di update


.


.

__ADS_1


Oh iya jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2