
Selepas Kepergian Wisnu Windi memilih bersantai terlebih dahulu, Ia memilih untuk menonton televisi. Ia di suguhkan dengan berita-berita yang sangat nyeleneh sekali.
Aish berita apaansi artis suka telur aja pakai segala di berita kan. Yang benar saja!
Karena acara televisi yang benar-benar membosankan akhirnya Windi memutuskan untuk memasak saja karena waktu juga sudah jam 9 ia takut kalau masakan nya tidak keburu dengan jam makan siang nya Wisnu.
Ia mencari ponsel nya untuk melihat cara membuat undang bumbu Bali ke suka an Wisnu.
Astaga kenapa di saat seperti ini malah habis baterai.
Windi keluar dari apartemen nya ia melihat apakah ada Pengawal. Beruntung ada Pengawal yang berdiri tidak jauh dari pintu apartemennya.
" Hei.. Kamu." Panggil Windi dengan melambaikan tangan nya.
Pengawal yang berdiri tidak jauh dari pintu apartemen Windi mendekat ke arah nya. " Iyah nona muda ada yang bisa saya bantu?"
" Aku ingin meminjam ponsel mu, Ponsel ku mati." Ujar Windi
Pengawal itu merogoh Ponsel nya dari kantong jas nya." Ini nona." Ia menyerah ponsel nya kepada Windi.
" Terima kasih." Windi masuk kembali ke dalam apartemen nya. Namun ia kembali keluar lagi hal itu membuat pengawal itu merasa heran.
" Apa ada lagi yang anda butuhkan nona?" Pengawal itu bertanya sambil menunduk pandangan nya karena ia telah di wanti-wanti oleh Wisnu untuk tidak memandang Wajah Windi tidak lebih dari 5 detik jika dia berani melanggar nya maka matanya pasti akan hilang.
" Siapa namamu?"
" Nama saya Regin nona."
" Oh baik la Regin, Nanti setelah aku selesai aku akan mengembalikan ponsel mu, Ah iya satu lagi ada berapa orang yang berjaga?" Tanya Windi
" Ada sekitar 7 orang nona."
Windi mengangguk-angguk kepala nya mengerti." Baik la kalau begitu, Lanjutkan pekerjaan mu."
" Iyah nona." Pengawal itu berjalan kembali ke tempat posisinya. Namun Windi kembali memanggil nya.
" Regin tunggu."
Huh! Sabar-sabar ternyata dia lebih menjengkelkan dari tuan muda.
Regin menghirup dalam-dalam nafas dan Tersenyum sebelum membalikkan badannya. " Iyah nona?"
" Tidak jadi." Setelah mengatakan itu Windi langsung masuk kedalam apartemennya.
Sedangkan Regin mati-matian menahan kekesalan nya kepada Windi.
Astaga! Apa itu? dia memanggil ku tapi tidak jadi? Aish kalau saja dia bukan Istri tuan muda sudah pasti aku akan mencekik lehernya. Regin kembali ketempat semula dengan tampang yang menahan kekesalan.
***
Windi membuka Ponsel nya Regin untung saja ponsel nya tidak di password.
__ADS_1
Windi langsung membuka aplikasi pencari dan mengetik apa yang dia inginkan. Ia memilih resep yang kemarin ia lihat.
Baik la saatnya bertempur. Windi memakai apron masaknya. Ia mengeluarkan semua bahan-bahan nya dari lemari es.
Bahan-bahan yang di perlukan :
500 gram udang ukuran sedang, kerat punggungnya
1/2 sendok makan air jeruk nipis
1/2 sendok teh garam
1 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 sendok makan kecap manis
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah sisir
1 sendok makan air asam Jawa dari 1 sendok teh asam jawa dan 2 sendok makan air 200 ml air
4 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
5 buah cabai merah besar, buang bijinya
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
3 buah cabai merah keriting
1 buah tomat merah
1 cm jahe
Windi memulai acara masak nya dengan membuat bumbu halus nya terlebih dahulu ia mulai memotong cabai merah besar nya dan membuang bijinya. Selanjutnya ia mengupas kulit bawang merah dan putih. ia juga membelah kedua bawang menjadi dua bagian agar lebih mudah hancur. kemudian ia masukkan cabai merah besar, terasi goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, tomat yang sudah di potong-potong, dan jahe semua nya di masukkan ke dalam blender.
Menunggu bumbu halus yang diblender Windi mengupas kulit undang.
Aish... Kenapa sesusah ini mengupas kulit nya.
Ia menghentikan aktivitas mengupas kulit udangnya dan beralih ke bumbu yang ia haluskan tadi, Ia mematikan blender nya. Setelah itu ia kembali melanjutkan aktivitas nya mengupas udang nya.
Karena pengalaman pertama nya ia mengupas udang ia membutuhkan waktu selama dua puluh menit hanya untuk mengupas kulit udang.
Astaga jika karena bukan Wisnu menyukai nya aku tidak akan susah-susah untuk mengupasnya. Ia sungguh sangat sulit sekali bahkan lebih sulit dari pada membuka kemasan sampling.
__ADS_1
Langkah pertama yang harus Windi lakukan yaitu melumuri udang dengan 1/2 sendok makan air jeruk nipis dan 1/2 teh garam selama 15 menit.
Sambil menunggu Windi memanaskan minyak dengan api sedang. Setelah minyak panas Windi memasukkan bumbu halus, daun salam dan daun jeruk untuk ditumis sampai harum kemudian udang yang sudah di rendam di masukkan kedalam tumisan bumbu tadi. Di Aduk sampai berubah warna.
Tidak lupa Windi menambahkan sendok kecap manis, garam, gula merah dan air asam Jawa, aduk hingga rata.
Tahapan terakhir yaitu menambah kan air dan di aduk sampai bumbu meresap dan matang.
Setelah udangnya matang Windi membiarkan nya terlebih dahulu sampai udang nya agak dingin.
Sambil menunggu udang nya dingin Windi membuat tumis bayam dan membuat cemilan kentang untuk para pengawal yang bertugas menjaga nya selama Wisnu bekerja.
Dua jam berlalu Windi sudah selesai dengan pekerjaan dapurnya, Ia segera meletakkan makanan yang akan di bawa di tempat bekal.
Akhirnya selesai juga, sekarang aku akan mandi terlebih dahulu setelah itu pergi ke kantor Wisnu.
***
Kini Windi sudah rapi, ia memakai baju putih kaos polos dengan di padu kan dengan rok berwarna biru Dongker selutut, Tidak lupa wajahnya sedikit di poles dengan make up.
Windi mengambil bekal yang akan ia bawa tidak lupa ia juga membawa kotak cemilan untuk Pengawal yang bertugas.
" Regin Kemari lah." Ujar Windi seraya melambaikan tangan
Regin yang merasa terpanggil pun mendekat ke arah Windi." Iyah nona." Ujar Regin seraya menunduk hormat.
" Ini ponsel mu terima kasih." Windi menyerah kan ponsel Regin yang sempat ia pinjam.
" Terimakasih nona."
" Ah Iyah Saya akan pergi sekarang ke kantor Isnu, Siapa yang akan mengantar ku ke sana?" tanya Windi
" Supir yang akan mengantar anda nona." Ujar Regin
" Oh baik lah, Oh Iyah ini tadi saya buat cemilan untuk kalian. Semoga saja kalian suka." Windi menyerah kotak makanan yang berisikan cemilan kentang untuk para pengawal.
" Terimakasih nona muda."
" Ya sudah saya pergi peduli." Windi melangkah meninggalkan Regin yang masih berdiri seraya menunduk hormat kepadanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.