
Pagi-pagi sekali Windi sudah bangun dari tidurnya, Ia mengerjap-ngerjap kan mata nya. Ia melirik ke arah Wisnu yang sedang tertidur pulas di samping nya sembari memeluknya sepanjang malam. Seulas senyuman terpancar di wajah cantik Windi ketika Melihat Wisnu yang masih tertidur pulas. Wajahnya yang terlihat tenang membuat ketampanan nya semakin nambah.
Wajah nya benar-benar tampan sekali, Benar kata Wilhelmina bahwa aku dan dirinya sudah mencintai Wisnu sepenuh hati kami. Batin Windi
Tangannya perlahan menyusuri setiap lekuk wajah Wisnu. Tangannya berhenti di bibir lembu Wisnu.
Bibir nya ini selalu saja mencuri ciuman dari ku tapi aku juga suka ciumannya, hihihi
Dengan perlahan Windi menggeser tangan Wisnu yang memeluknya. Windi meletakkan tangan Wisnu dengan hati-hati, Ia beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
.
.
.
Selesai mandi Windi sudah siap dengan stelan baju Dress polos berwarna biru Dongker. Ia sedikit memoles bibirnya dengan lip balm. Windi melirik Wisnu yang masih tertidur pulas.
Hah! Dia masih tidur, Lebih baik aku turun ke bawah dan menyiapkan sarapan untuk semua orang.
Windi menutup pintu dengan pelan dan berjalan menuju ke dapur. Di dapur ia sudah melihat pelayan yang sedang menyiapkan sarapan.
" Selamat Pagi. " Ujar Windi seraya tersenyum
Pelayan yang sedang berkutat itu pun berbalik. " Eh nona Pagi, Ada yang anda perlu kan nona?"
Windi menggeleng kan kepalanya dan tersenyum. " Tidak, Aku ingin membantu menyiapkan sarapan. " Ujar Windi
" Tidak usah non, Biar bibi saja yang melakukan nya. "
" Tidak apa-apa Bi."
" Tapi non.." Bi ayu Akhirnya pasrah dan menyerahkan pekerjaan nya kepada Windi.
Windi mengambil alih pekerjaan Bi Ayu yang sedang memotong sayuran. Windi mengupas bawang dan memotong-motong cabai, Kali ini ia akan membuat nasi goreng spesial untuk semua orang.
Saat tengah asik membuat makanan, Windi di kejutkan dengan tangan yang melingkar dia Pinggang nya.
" Ya tuhan." Pekik terkejut Windi
Windi menolehkan kepalanya kesamping. " Isnu kamu mengagetkan ku saja. " Ujar kesal Windi
Wisnu hanya diam saja, Ia menyender kan kepalanya di bahu Windi dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Windi. " Baby kamu Wangi sekali." Perkataan Wisnu sukses membuat Windi merinding mendengar nya.
" Isnu, Lepaskan... Aku jadi tidak bisa bergerak leluasan jika kamu terus memeluk ku seperti ini. "
Wisnu semakin mengeratkan pelukannya. " Sebentar saja Baby, Aku merindukan mu. "
Windi memutar jengah bola matanya. " Isnu ayo lepaskan. " Ujar kesal Windi.
Mendengar Windi yang mulai kesal, Wisnu membalikkan badan Windi menghadap ke arah nya. " Baby Apa kamu tidak merindukan ku? " Ujar lirih Wisnu sembari memasang wajah memelas nya.
Windi tergelak melihat wajah memelas Wisnu. Kenapa dia sangat manja sekali Astaga.
Windi menghela nafasnya. " Isnu.."
" Baby aku ingin ciuman dari mu. " Rengek Wisnu
" Ha? " Windi membelalakkan matanya tak percaya
" Ayo la, Cium aku..." Bujuk Wisnu
" Kalau mama, Papa sama yang lain liat gimana? " Tanya Windi
Wisnu memberengut kesel. " Huh cepat lah, Disini tidak ada orang Baby. "
" Tapi kan..." Sebelum Windi melanjutkan perkataannya Wisnu langsung menarik lengan Windi dan menempelkan bibirnya ke bibir lembut Windi. Wisnu mengigit pelan bibir Windi agar terbuka, Windi membuka bibir nya kesempatan itu tidak disia-siakan Wisnu. Ia memainkan lidah mereka, Cumbuan mereka berakhir lama sampai..
" Ekhhmm..." Terdengar suara batuk yang membuat Windi reflek mendorong kuat tubuh Wisnu sampai ciuman mereka berakhir.
Sial! Umpat Wisnu
Windi Menatap ke arah belakang suaminya. " Ma-ma.." Ujar gugup Windi
" Kalian ngapain? " Tanya Fitri pura-pura tidak mengetahui kegiatan mereka.
Windi melirik ke arah Wisnu yang terlihat sangat santai dan tenang. Aish dia seperti tidak merasa bersalah sedikitpun. Geram Windi dalam hati
" A-a-anu.. Ma..." Windi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Anu Apa? " Fitri Menatap Wisnu dan Windi berganti an. Ia sedikit memicing kan matanya ketika menatap mereka berdua.
Tatapan mama seperti sedang menatap kucing yang ngambil Ikan di dapur. Batin Windi
Wisnu hanya diam saja dan berlalu meninggalkan Fitri dan Windi yang masih berada di dapur.
" Wisnu kamu mau kemana? " Tanya Fitri sedikit berteriak ketika Wisnu menaiki tangga.
" Ke kamar! "
Aish mengganggu saja. Ujar Kesal Wisnu
.
.
.
Kejadian tadi pagi benar-benar membuat suasana canggung di antara Windi dan Fitri. Fitri yang menyadari suasana canggung itu pun hanya menahan senyum nya.
Sedangkan Wisnu pura-pura tidak perduli dengan kejadian tadi Pagi di hadapan mamanya tetapi ia menjadi cemas karena Windi mendiamkan nya sedari tadi. Ia terus memikirkan cara agar Windi tidak mendiamkan nya lebih lama lagi atau rencana yang sudah ia susun untuk hari ini akan sia-sia. Ia terus memutar otak, Hingga satu ide muncul di benaknya.
Selesai sarapan bersama kedua nya berpamitan untuk kembali ke Apartemen. Saat Windi akan berpamitan Windi sebisa mungkin untuk menghilangkan rasa canggung nya dia hadapan Fitri yang sedang menatapnya.
" Ma... Windi pulang dulu yah, Kalau ada Waktu senggang Windi sama Isnu akan nginap di sini lagi. " Ujar Windi seraya tersenyum lembut.
Fitri mengangguk kepalanya, Ia merentangkan kedua nya tangannya. Windi menyambut nya dengan pelukan hangat, Pelukan Fitri membuat nya sangat merindukan Mamanya.
Setelah cukup lama berpelukan Fitri melepaskan pelukannya, Ia mengelus lembut kedua pipi Windi dan Tersenyum manis. " Sayang sering-sering ke sini yah. "
" Iyah ma. " Ujar Windi sembari mengangguk-nganggukkan kepalanya.
" Ah Iyah jangan lupa segara buat Cucu untuk mama ya. " Ujar pelan Fitri seraya mengedipkan sebalah matanya.
Windi yang mendengar perkataan Fitri membuat ia sangat gugup dan merona. Ia tersenyum kaku ke arah Fitri. " I-iya ma. " Ujar Windi Malu-malu
" Ya sudah kalian hati-hati yah sayang. " Fitri mengantar Windi dan Wisnu sampai ke pintu Utama, Ia melambaikan tangan nya ketika Mobil Wisnu perlahan menghilang dari pandangan nya.
.
.
.
Ayo semangat! Batin Wisnu menyemangati dirinya
Wisnu perlahan raih tangan Windi dan menggenggam lembut tangan Windi. " Baby apa kamu marah dengan ku? Kenapa kamu hanya diam saja? " Tanya Wisnu dengan lembut seraya mengusap-usap lembut tangan Windi.
Windi hanya diam dan melirik Wisnu sekilas, Wisnu yang melihat Windi hanya diam membuat nya sangat frustasi. Ia tidak tau apalagi yang harus ia lakukan untuk membujuk Windi. Padahal tadi ia sudah menyusun ide untuk mendapatkan maaf dari Windi dengan mengajak nya berbelanja tetapi justru Windi sebelum masuk saja sudah jutek duluan, Membuat nyali Wisnu kembali menciut.
Hening!
Hening!
Wisnu menghela nafas nya perlahan, Ia kembali meraih tangan Windi. " Baby, Bicara la.. Jangan mendiamkan aku seperti ini... ini benar-benar membuat ku tersiksa Baby..." Ujar Lirih Wisnu.
Windi mengalihkan pandangan nya, Ia melihat wajah mata Wisnu yang sudah mulai berkaca-kaca seperti Manahan nangis. Astaga apa dia akan menangis karena aku mendiamkan nya? Batin Windi
Windi yang tidak tega pun Akhirnya membuka suara. " Hm.." Ia menatap intens mata Wisnu yang masih berkaca-kaca, Terlihat jelas wajah tampan Wisnu sangat sedih ketika dia mendiamkan pria es jika di hadapan khalayak umum. Tetapi jika di hadapan Windi ia berubah menjadi Baby Boy cute dan Bayi bulldog sebutan Windi untuk Wisnu.
" Kata kan pada ku, Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan ku dan bicara pada ku lagi, Jangan mendiamkan aku seperti ini.. Ini sungguh membuat ku tersiksa Baby." Ujar Wisnu seraya mengecup lembut tangan Windi.
Sedangkan Windi, Jantung nya berdebar kencang saat Wisnu begitu lembut kepadanya. " Benar kamu akan melakukan apapun? " Tanya Windi memastikan.
Wisnu menganggukkan kepalanya. " Iyah Baby aku akan melakukan Apapun untuk mendapatkan maaf dari mu. " Ujar Wisnu
Windi perlahan melepaskan genggaman tangannya, Ia menatap ke arah Bangun mewah yang menjadi tempat hiburan dan belanja bagi semua orang, Ia tampak memikirkan apa yang akan dapat ia lakukan saat ini.
Suasana kembali hening... Sampai..
" Baik la, Ayo turun..." Ajak Windi.
Wisnu yang mendengar ajak Windi membuat nya tersenyum senang, Ia segara turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Windi.
Kedua nya masuk sembari bergandengan tangan, Wisnu selalu menarik Windi untuk lebih dekat Dengan nya karena ia merasa sebal dengan tatapan para pria yang begitu Intens menatap istrinya.
" Baby tetap lah menggandeng ku, Jangan pergi kemana pun, Tetap selalu di sisiku. " Ujar Wisnu dengan posesif.
Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat nya jengah, Baru saja ia akan menangis sekarang Sifat posesif nya kambuh lagi. Grutu Windi
__ADS_1
Windi menarik Wisnu ke dalam toko pakaian, Ia memilih beberapa pakaian yang cocok untuk diri nya dan Wisnu sampai pilihan nya jatuh ke pakaian kemeja coklat dan blazer dress. Ia memanggil penjaga toko yang bertugas
" Mbak.." Ujar Windi memanggil
Penjaga toko tersebut pun menghampiri Windi. " Iyah nona ada yang bisa saya bantu? "
" Mbak saya ingin kedua Pakai an itu. " Ujar Windi seraya menunjuk ke arah Pakaian yang sangat ia ingin kan
Petugas itu mengangguk kepalanya, Ia mengambil pakaian yang di inginkan Windi dan menyerahkan nya kepada nya.
Setelah menerima pakaian yang dia ingin, Ia memanggil Wisnu yang sedang menunggu dirinya. " Isnu kemari lah.." Ujar Windi
Wisnu yang mendengar Windi memanggil nya membuat nya langsung bergegas menghampiri Windi. " Sudah selesai Baby? " Tanya Wisnu
Windi menggeleng kan kepalanya dan tersenyum ke arah Wisnu. " Coba la. " Ujar Windi seraya menyodorkan pakaian yang ia pilih tadi.
Wisnu mengerutkan keningnya heran. " Untuk ku? " Tanya Wisnu
Windi menganggukkan kepalanya. " Iya coba la... Jika tidak muat aku akan meminta petugas toko untuk mencari ukuran yang sesuai untuk mu. " Ujar Windi
Wisnu mengangguk patuh, Saat ia akan masuk ke ruang ganti, Tiba-tiba saja ia langsung menarik Windi dan membawanya ikut serta masuk kedalam.
"Isnu Kenapa kamu menarik ku?" ujar kesal Windi
" Aku hanya ingin kamu membantu ku saja. " Ujar enteng Wisnu. Ia mulai membuka pakaian yang tadi ia gunakan, Terlihat jelas otot-otot kokoh yang berada di balik baju Wisnu. Hal itu membuat kedua pipi Windi merona, Wisnu yang menyadari Pipi Windi yang merona semakin membuat nya gemas dan menarik salah satu sudut bibirnya.
" Baby bantu aku kancing kemeja ini. " Rengek Wisnu
Windi mendengus sebal tapi ia tetap membantu Wisnu. Selesai mengancingkan baju nya Windi Menatap dari atas sampai bawah, Ia tersenyum melihat tampilan suaminya. " Sangat tampan. " Ujar Windi
Wisnu yang mendengar pujian dari Windi tentu saja membuat nya senang. " Kamu suka? "
" Tentu saja, Kamu akan memakainya sekarang. " Ujar Windi dengan semangat
" Sekarang? " Tanya Wisnu memastikan
Windi menganggukkan kepalanya. " Iya, Sekarang keluar la aku akan mengganti pakaian ku. " Ujar Windi dengan setengah mengusir dan mendorong Pelan tubuh Wisnu agar keluar dari ruang itu.
" Hei-hei biarkan suami tampan mu ini yang membantu mu, Jangan mendorong ku Baby... Heii Baby.." Telat sudah karena Windi sudah mengunci ruangan nya, Wisnu mendengus sebal dan Mengerucutkan bibirnya.
Menyebalkan sekali, Kenapa aku tidak boleh membantu nya? Dia saja boleh membantu ku berganti pakaian kenapa aku tidak boleh? Huh benar-benar tidak Adil sekali. Grutu Wisnu
Lima menit kemudian Windi keluar dengan menggunakan blezer dress berwarna coklat yang senada dengan kemeja Wisnu.
Wisnu yang melihat Windi memakai pakaian yang senada dengan nya membuat nya melupakan rasa kesalnya. " Baby kamu sangat cantik sekali.." Puji Wisnu
(Ilustrasi pakai Couple Windi dan Wisnu)
"Aku tau itu, Sudah ayo bayar.." Ajak Windi
Setalah membayar pakaian mereka, Windi dan Wisnu kembali melanjutkan perjalanan nya mengelilingi Mall terbesar di Jakarta. Setiap langkah mereka semua mata tertuju kepada mereka berdua.
Reaksi Windi hanya biasa saja tapi tidak dengan Wisnu, Ia mempererat rangkulannya.
Aish menyebalkan sekali.. Rasanya aku ingin mencolok setiap mata yang memandang Windi dengan berbinar. Geram kesal Wisnu.
" Baby sebenarnya kita akan kemana? " Tanya Wisnu dengan sedikit kesal.
Windi menghentikan langkah nya dan menatap Wisnu. " Aku ingin kita kencan seperti sepasang kekasih.. Kali ini aku kamu mau menuruti setiap permintaan ku. " Ujar Windi
" Kencan? Sepasang kekasih? "
" Iyah apa kamu tidak mau? " Windi sedikit memberengut kan wajah nya.
" A-ah ti-tidak begitu Baby, Tapi kan kita bukan sepasang kekasih tetapi kita suami istri. " Ujar Wisnu
" Iyah aku tau, Tapi aku ingin kita kencan saja seperti sepasang kekasih yang di mabuk Asmara. " Ujar Windi
Wisnu tersenyum kecil ketika mendengar Windi mengatakan di Mabuk asmara. " Baik Ayo, Aku akan menjadikan mu ratu untuk hari ini dan selama nya baby. " Ujar Wisnu seraya mengecup lembut kening Windi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa untuk dukungan like, komen, Rate dan tambahkan favorit nya agar aku lebih semangat lagi Update nya. Hehehe