
"Kau mencari ku Tuan Hans Raj?" Tanya seseorang yang masih berjalan dari arah kegelapan.
Mendengar itu membuat amarah Hans semakin membeludak. "Keluar kau sialan." Geram nya.
Deg!
Tubuh Hans sekita menegang melihat siapa yang kini berdiri di hadapan nya. Nafas nya seakan tercekat, Rasa nya ingin sekali diri nya menghilang saat ini juga. Ia bahkan ingin mengulang waktu dan memilih untuk di habisi oleh Wanita Panggilan itu. Dari pada ia harus di hadap kan dengan seseorang yang selama ini di takuti oleh semua orang.
Terlebih lagi senyuman Devil yang terpancar di wajah orang itu membuat bulu kuduk Hans seketika merinding.
"Ka-kau..."
"Iya Aku? Apa kau terkejut Tuan Hans?" Tanya nya dengan Senyuman Devil.
"Ba-bagaimana bisa? A-aku bahkan ti-tidak pernah menyenggol atau pun menyinggu mu? Lalu kenapa kau melakukan Ini?" Desak Hans.
"Hahahah.." Orang itu justru tertawa keras mendengar pertanyaan konyol Hans.
"Hahaha...Bodoh! Kau bahkan tidak menyadari apa yang telah kau lakukan hingga membangunkan Siang yang tertidur." Ujar dengan dengan dingin dan menatap tajam dan menusuk ke arah Hans yang juga menatap nya tak kalah tajam.
"Apa yang kau maksud? Kesalahan apa yang telah aku perbuat hingga kau menghabisi seluruh anak buah Ku ha??!" Teriak Hans.
Pria itu berjalan mendekat ke arah Hans." KAU INGIN TAU KESALAHAN MU SIALAN?!" Teriak nya Tak kalah kencang.
Tangan besar nya mencengkram tubuh Hans yang sudah lemah. "KESALAH TERBESAR MU ADALAH KAU TELAH BERANI MENGUSIK ADIK KU SIALAN!" Teriak nya murka. Ia menghempas kan kasar tubuh Hans hingga terjungkal kebelakang. Kedua Anak buah Hans membantu Hans berdiri.
"Tuan Kau Tidak apa-apa?"
Hans menggelangkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa." Ujar nya seraya menatap tajam ke arah Pria itu yang juga sedang menatap nya.
"Cih.. Seperti nya di sini kau yang bodoh Tuan KEN LIBRANIO WINATA! Aku bahkan tidak pernah mengenal Adik Mu itu Sialan." Ujar Hans dengan penuh ke marahan yang terlihat jelas di sorot mata nya yang menatap ke arah Ken.
Yaps, Orang yang telah menghabis seluruh pengawal Hans Adalah pasukan Hans dan Juga Panji. Mereka membagi Dua Tim untuk menjaga keamana. Ken berada di Tim A dengan sepuluh pasukan nya dan bergerak dari arah Barat. Sedangkan Tim B di pimpin oleh Panji dengan dua puluh lima pasukan untuk menyerang gerbang utama di arah dari Arah Timur.
Mereka sudah menyiap kam segala rencana mereka dengan matang. Termasuk Wanita panggilan yang mereka kirim kan untuk membius Hans. Tapi seperti nya Takdir saat itu masih memihak Hans karena ia masih sadar dan malah membunuh Wanita panggilan itu.
Tanpa Hans ke tahui kalau salah satu dari pelayanan nya telah berkhianat ke sisi kubuh lawan nya. Ia juga yang telah ikut andil dalam rencana malam ini.
"Bagaimana kejutan nya Tuan Hans?" Ujar seseorang dari arah sisi Barat Ken.
Hans sontak mengalih kan pandangan nya. Ia membelalak kan mata nya tak percaya. "Ge-Gerry?"
Mendengar itu Gerry tersenyum miring. "Iya Tuan, Aku belum mati." Ujar nya dengan Santai.
"Ba-bagaimana bisa? La-lalu Jasad siapa itu?" Tanya dengan bingung.
"Hahaha tentu saja itu diri ku yang berpura-pura mati agar bisa menglabui diri mu Tuan Hans." Ujar Santai Gerry.
Mendengar penuturan itu membut Hans menahan amarah nya.
__ADS_1
"Bajiangan Sialan tidak tau diri!! Kau mengkhianati ku selama ini." Teriak Nya kesal.
Ken melangkah mendekat ke arah Hans, Tangan nya mencengkram kuat Wajah Hans."Sudah cukup kau bermain-main Tuan Hans! Saat nya kau kembali ke tempat kau seharus nya." Ujar Ken dengan datar.
Glek!
"Panji!" Panggil Ken.
Tak lama datang Panji dengan pasukan B nya yang sudah mengepung seluruh Wilayah. "Iyah Tuan." Ujar Panji.
Melihat keberadaan Panji Membuat Hans Sangat terkejut."Kau.." Pandangan beralih menatap ke arah Panji dan Ken secara bergantian.
Melihat itu Ken tersenyum Miring."Kau mengenal nya?" Tanya Ken.
"Di-dia Skertaris sekaligus Asisten Pribadi Wi-Wisnu.." Ujar Hans.
"Bagus lah kau mengenal nya." Ujar Ken seraya menatap Tajam ke arah Hans yang semakin bingung dengan situasi saat ini.
"Kau bingung? "
"Ckckck, Baik lah aku akan cerita kan secara singkat! Dengar kan aku baik-baik! Karena aku tidak suka mengulang perkataan ku." Ujar Ken.
"Kau tau kenapa aku bisa kenal Dengan Panji yang notaben nya sebagai Skertaris sekaligus Asisten Pribadi Wisnu Surya Witamma? " Tanya Ken.
Tanpa sadar Hans menggeleng kan kepala nya. " Karena Wisnu adalah adik Ipar ku! Untuk itu aku membantu nya membasmi para hama seperti diri mu!" Ujar Ken dengan penuh penekanan.
Mata Hans sontak membelalakan mata nya tak percaya, Bagaimana mungkin? Istri dari musuh nya adalah anak dari Raja Bisnis di dunia? dan apa tadi kata nya Wisnu Adik Ipar nya?
Mendengar itu membuat Amarah Ken semakin mendidih. "Sialan! Berani sekali kau menghina adik ku." Geram Ken
Bhuk
Bhuk
Bhuk
Ken memberikan tiga bogeman mentah ke tubuh Hans. Tubuh Hans yang menerima bogeman mentah membuat diri nya Menjadi tak berdaya.
Melihat itu Ken menarik Paksa Kerah Hans." Kalau bukan karena permintaan Adik ku, Aku tidak akan segan membunuh mu sialan." Teriak Ken, Lalu mendorong tubuh Hans dengan Kasar.
Dengan tubuh yang terasa Remuk Hans, Berusaha untuk duduk seraya menahan rasa sakit di tubuh nya."Hahaha! Menjijik kan sekali cara kotor mu Tuan Ken! Kau menggunakan cara kotor hanya karena Adik Wanitamu? Aku tidak bisa membayang kan bagaimana Reaksi dunia ketika mengetahui jika Pangeran Bisnis menggunakan cara kotor untuk menghancur kan musuh nya. Cih menjijik kan sekali." Ujar Hans seraya meludahi tempat di depan Ken.
"Aku tak habis fikir, Bagaimana bisa seseorang yang berpengaruh di dunia mengirim kan seorang jalang kesini hanya untuk menghabis ku? ia bahkan menghabis nyawa semua pengawal ku." Teriak Kesal Hans.
"Kalian semua menjebakku disini! adalah cara yang paling menjijikan sekali! Hanya orang-orang pengecut yang melakukan itu! Aku jadi berfikir berulang apakah benar yang di kata kan orang-orang kalau pangeran Bisnis terkenal akan ketegasan dan kejujuran nya." Cibir Hans.
Tangan Ken terkepal kuat menahan Emosi. " Kau seperti nya lupa kalau orang-orang juga menjulukki ku sebagai Lion yang sewaktu-waktu bisa saja langsung menerkam mu." Ujar Ken Penuh penekanan.
"Kalian Tidak akan bisa membunuh ku begitu saja! karena jika aku mati kalian akan berhadapan dengan Organisasi pembunuhan berantai. Aku juga tidak bisa menjamin kehidupan kalian Nanti Hahahah. Dan juga kalian tidak akan pernah bisa menghentikan mereka untuk mengakuisi perusahaan Witamma di ujung Tandu."
__ADS_1
Panji yang sedari tadi menyimak mulai terpancing Emosi, Ia tidak akan membiarkan siapapun menghancur kan keluarga Witamma.
"Kauu!!" Saat Panji hendak memukul Hans Ken menahan tangan nya.
"Tenang kan diri mu, Jangan sampai emosi mu terpancing." Ujar Ken dengan datar.
Panji melirik sekilas ke arah Hans dan juga Ken secara gantian. Ia langsung menepis tangan Ken. Dan merapikan kemeja nya sedikit berantak kan.
"Huhfh kau sombong sekali Tuan Hans, Apa kau lupa kalau sekarang Hidup mu berada di tangan ku?" Ujar Ken mengingat kan.
Kali ini Hans menatap tajam dan serius ke arah Ken dan Panji."
"Aku sama sekali tidak takut mati, Karena dukungan ku lebih menakut kan dari yang kalian bayang kan! Akusisi perusahaan tidak dapat di hindarkan. Dan jika aku mati maka perangkat yang berada di Tubuh ku Akan mengirim sinyal pemberitahuan ke perusahaan dan selanjut nya akan ada seseorang yang akan menggatikan ku untuk pengakuisisian perusahaan." Ujar Hans seraya tersenyum Devil.
"Aku saran kan kali tetap membuat ku tetap hidup, dan tidak membiarkan ku terhubungan dengan dunia luar, Agar memperlambat pengakuisisian." Ujar Hans.
Perkataan Hans sama sekali tidak berpengaruh untuk Ken, Ia justru tersenyum Devil mendengar nya. "Oh ya?" Ujar Ken pura-pura takut dengan perkataan hans.
"Kau takut?" Ujar Hans Dengan nada mengejek.
"Apakah Saya Takut?"
"Oh tentu tidak! " Ujar Ken disertai seringai Devil. Tangan nya merogoh sesuatu di kantong Jas nya.
"Justru Aku akan memberikan mu kesempatan untuk melihat kegagalan mu sendiri sebelum kau mati." Ujar Ken seraya memberikan Handphone genggam ke Hans.
Hans yang melihat itu bingung, Ia melirik ke arah ponsel yang berada di tangan Ken dan menatap ke arah Ken berada di depan nya.
"Ambil dan segara hubungi Anak buah mu untuk terus melakukan Akuisisi itu." Ujar Ken.
Semua orang yang berada di situ Sontak merasa terkejut dengan Ucapan Ken.
Panji melangkah mendekat ke arah Ken. "Tuan apa yang kau lakukan?"
"Aku Hanya memberikan kesempatan untuk nya, Melihat Kegagalan dari Rencana nya." Ujar Ken.
"Tapi Tuan.."
Ken langsung menatap tajam ke arah Panji, Membuat Panji Hanya menghela nafsa nya.
Aku tak habis fikir dengan rencana Tuan Ken dan Nona Windi.
Hans mengambil Ponsel nya secara Kasar. "Baik lah Aku harap kau tidak akan menyeseli keputusan mu ini." Ujar Hans seraya tersenyum mengejek.
.
.
.
__ADS_1
Say Hellow semua nya😘 Jangan lupa tinggal kan Jejak mu.