
Ke esokan hari nya Wisnu dan Windi membuat janji untuk bertemu di Cafe untuk membahas kesalahpahaman di antara mereka berdua.
Wisnu sudah tiba terlebih dahulu, Ia datang seorang diri tanpa Panji. Tak lama kemudian Windi juga datang.
Mereka duduk saling berhadap-hadapan satu sama lain, Kedua nya hanya saling diam.
Windi perlahan mengangkat Wajahnya menatap ke arah Wisnu yang menunduk, Windi perlahan menghela Nafas nya.
" Tuan! " Panggil Windi.
Wisnu yang semula menunduk mengangkat perlahan wajahnya ketika Windi memanggil nya." Iya."
" Tuan? Apa yang harus kita lakukan untuk kesalahpahaman ini tuan?"
Wisnu menggeleng kepalanya." Entahlah aku juga tidak tau, Aku sudah menjelaskan kepada papa mu dan papa ku bahwa aku tidak mengambil keuntungan apapun dari mu." Ujar Wisnu menatap ke arah Windi.
Windi menghela nafas nya dengan kasar." Yang kamu katakan benar Papa ku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, Sedangkan Papa Benny Ragu dengan ucapan mu." Mata Windi menatap mata keabu-abuan mata Wisnu yang terlihat sendu.
" Tapi! Aku percaya kepada mu, bahwa kamu tidak mungkin melakukan itu kepada ku." Ujar Windi seraya tersenyum ke arah Wisnu.
Wisnu yang mendapatkan senyuman sendu dari Windi membuat jantung nya berdebar kencang dan seperti ada desiran aneh di hati nya ketika melihat Windi tersenyum.
Perkataan Windi yang percaya bahwa Wisnu tidak mengambil ke untung dari nya, Membuat Wisnu sedikit terharu karena diberikan kepercayaan oleh seseorang.
Ya tuhan ada apa dengan ku? Kenapa hati ku terasa tenang dan damai ketika aku melihat senyuman cantik nya yang begitu menawan? Apa aku....
Mata keduanya saling terkunci satu sama lain, Tatapan keyakinan dari mata Windi yang percaya bahwa Wisnu tidak melakukan apapun kepadanya, Membuat kedua pupil mata Wisnu membesar. Begitu juga dengan Windi, yang menatap mata Wisnu seperti ketenangan tersendiri baginya.
Seulas senyum dari Windi masih tak surut menatap ke arah Wisnu. " Tuan lebih baik kita pesan makan dan minum saja terlebih dahulu karena sudah masuk jam makan siang, Jika kita mengobrol terus takutnya kita akan ketinggalan makan siang tuan." Ujar Windi
Wisnu menganggukkan kepalanya setuju." Baik lah kalau begitu." Wisnu memanggil Pelayan
Setalah memesan makanan, keduanya kembali diam dalam keheningan.
__ADS_1
Hening!
Hening!
Hening!
Wisnu memandang wajah Windi yang menunduk." Windi!"
Windi mengangkat kepalanya menatap ke arah Wisnu." Iyah tuan?" Ujar Windi
Wisnu tampak memikirkan sesuatu, Sebelum kemudian ia menghela nafas nya secara perlahan. Ia menatap yakin mata Windi dan mengunci Tatapan nya. " Ehm Aku sudah memutuskan untuk me.." Perkataan Wisnu terputus karena pramusaji datang membawakan pesanan makanan nya.
Setalah makanan tertata rapi di meja, Windi kembali menatap Wisnu dan menunggu perkataan selanjutnya dari Wisnu.
" Windi makan lah terlebih dahulu, Setalah itu kita lanjut lagi obrolan kita." Ujar Wisnu seraya mendekatkan makanan dan minuman nya.
Wisnu menghembuskan nafas kecewa mendengar perkataan Wisnu." Baik lah." Windi mendekat Makanan nya dan melahapnya
Keduanya hanya fokus ke makanan yang ada di depan mata mereka. Hanya terdengar dentingan garpu dan sendok yang saling bersaut-sautan.
Kini keduanya kembali menatap satu sama lain.
" Tuan? tadi apa yang ingin kamu bicarakan?" Windi menunggu perkataan Wisnu yang membuat nya penasaran.
Wisnu memejamkan singkat kedua matanya." Aku sudah memikirkan ini baik-baik semalam, Aku tau mungkin keputusan ini akan membuat adik ku kecewa dan terluka akan keputusan ku. Tapi aku juga tidak punya pilihan lain..."
Wisnu kembali memejamkan singkat kedua matanya, dan menghembuskan perlahan nafasnya." Aku sudah memikirkannya perkataan Papamu... Tentang beliau yang memerintah kan ku untuk menikah dengan mu..." Mata Wisnu tak teralihkan dari mata Windi yang terus menatap nya dengan intens dan mendalam.
Kedua bola mata Windi bergerak ke kanan-kiri dengan perlahan sembari menunggu perkataan Wisnu." Apa tuan? Keputusan apa yang ingin kamu ambil?" Ujar nya
Dengan sekali tarikan nafas dan menatap yakin ke arah Windi." Aku akan menikahi mu Windi." Ujar nya dengan mantap
Kedua bola mata Windi membelalakkan terkejut mendengar perkataan Wisnu." Apa yang kamu bicarakan? Kita bisa mencari jalan lain dan meyakinkan mereka untuk tidak menikahi kita. Karena pernikahan karena cinta tidak akan bertahan lama Tuan. Dan pernikahan bukan jalan satu-satu nya untuk permasalahan kita tuan?" Ujar Windi
__ADS_1
" Iya Apa yang kamu kata kan benar, Tapi penjelasan ku tidak di percaya oleh Papa mu Win. Aku juga tidak punya pilihan untuk menikah dengan mu, Aku tidak ingin hubungan mu dengan Papamu merenggang kembali karena kesalahpahaman ini! Aku tidak ingin Papa mu meragukan dirimu Windi!" Ujar Wisnu dengan tegas
Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat dadanya berdesir, seakan ia mengerti dengan apa yang di fikirkan Wisnu, Namun di sisi lain ia tidak mungkin menikahi Wisnu yang notabene sebagai Calon Kaka ipar nya. Meskipun Pertunangan nya dengan Refa sudah berakhir tapi tetap saja Aneh! Apa yang akan di kata orang nanti? Tidak sama adik nya, sama kakanya pun jadi. Pasti nanti kedepannya akan menjadi pembicara semua orang.
Windi hanya diam saja memikirkan semua yang di katakan Wisnu untuk kedepannya. Sedangkan Wisnu sendiri yang mengerti akan kebisuan dari Windi membuat nya sedikit tidak enak dan menjadi ragu akan keputusan, Namun ia juga tidak punya pilihan lain. Ia tidak bisa menghadapi kebisuan dari Papa dan Mamanya. Serta kekecewaan dari Papanya Windi.
Wisnu menggenggam tangan Windi." Percaya lah padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja." Ujar nya
Windi yang terkejut karena Wisnu menggenggam tangannya membuat nya langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Wisnu. " Ta-tapi tetap saja pernikahan bukan jalan satu-satunya Tuan, Kita pasti bisa memilik cara lainnya. Selain itu aku masih mencintai adik mu, meskipun ia sudah menyakiti ku tapi tetap saja cinta ku masih ada." Ujar nya
Perkata Windi yang mengatakan bahwa ia masih mencintai Refa membuat dadanya terasa sesak dan perih, Tangannya tanpa sadar mengepal dengan sendirinya. Sebisa mungkin Wisnu menenangkan dirinya agar tidak terlihat Amarah nya.
Wisnu menghirup nafasnya dalam-dalam dan perlahan menghembuskan nya." Aku tau kamu masih mencintai Refa begitu juga dengan Refa, tapi kesalahpahaman ini membuat kita terjebak dalam situasi yang sangat rumit ini Windi..." Wisnu menatap lembut ke arah Windi yang sedang menatap nya dengan sendu.
" Aku juga terpaksa mengambil keputusan ini. Aku juga tidak mungkin menyakiti Refa..adikku sendiri... Tapi keadaan lah yang memaksa ku untuk mengambil keputusan ini...Jika karena tentang pernikahan kita yang di landasi tanpa adanya Cinta... Kenapa Kita enggak mencoba nya selama 1 tahun, Jika kamu maupun aku masih tetap tidak memiliki perasaan apapun... Maka kita bisa berpisah... Daripada kita harus menyakiti satu sama lain... " Ujar Wisnu seraya menatap Windi dengan semakin dalam. Ia juga menggenggam tangan Windi kembali dan mengusap nya dengan lembut.
" Apa kamu yakin? dengan pernikahan kita semuanya akan baik-baik saja?"
Wisnu tersenyum kecil mendengar perkataan Windi." Aku tidak akan yakin jika aku tidak yakin dengan keputusan ku Windi... Aku dan kamu terjebak di situasi yang sangat rumit dan sulit... Tapi yang seperti aku katakan... kita tidak punya pilihan lain... aku tidak ingin membuat Papa dan mama ku menatap kecewa kearah ku... Begitu juga dengan Papa mu... aku tidak ingin hubungan kalian kembali merenggang karena kesalahpahaman ini..." Wisnu berusaha untuk meyakinkan Windi dengan perkataan nya.
Windi memikirkan sejenak perkataan Wisnu. Wisnu yang menatap ke arah Windi yang masih memikirkan keputusan nya membuat nya menghela nafas sejenak." Kamu bisa menjawab nya nanti... Kamu bisa memikirkan nya..." Wisnu tersenyum kecil dan melepaskan genggaman tangan Windi.
Windi menganggukkan kepalanya." Baik la.. aku akan memikirkan keputusan mu... tentang masalah ini..."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Assalammualaikum Guys maaf baru update.. Untuk kelanjutannya insyaallah Agak malam ya guys... mohon bersabar...☺️