Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Nama Panggilan


__ADS_3

Sang surya sudah nampak naik ke atas, langit sudah mulai bersinar, cahayanya yang terang membias masuk kedalam setiap sudut ruangan. tirai jendela yang berwarna putih membuat cahaya sinar matahari masuk dengan mudah.


wisnu yang sedang terlelap merasa terganggu akan terangnya sinar sang surya. wisnu mengerjap-ngerjapkan matanya. kelopak matanya perlahan terbuka sempurna.


Wisnu merasakan sesuatu yang empuk ia peluk, mata nya melirik ke arah samping. Betapa terkejut nya dia sedang memeluk Windi dengan sangat erat dalam dekapan nya.


Astaga kenapa aku bisa memeluknya, dan kenapa aku merasa sangat nyaman ketika memeluknya.


Mata abu-abu Wisnu menatap intens wajah terlelap Windi yang sangat cantik, Ditambah sinar matahari yang masuk menambah kesan kecantikan Natural Windi.


Dia terlihat sangat cantik sekali, Rasanya aku ingin memakannya. Tapi aku harus menahannya sampai dia mulai mencintai ku dengan setulus hati nya.


Wajah Wisnu mendekat ke wajah Windi dan mencium kening Windi dengan lembut.


Saat Wisnu ingin turun dari ranjang dan merenggang pelukannya, Windi merasa terusik dan membuat Tidur nya terganggu. Wisnu yang melihat menjadi tidak tega dan tidak jadi turun. Ia kembali memeluk Windi dan kembali terlelap dalam tidurnya.


°°°


Satu jam kemudian Windi terbangun dari tidurnya, Ia merasakan sesuatu kehangatan dalam pelukan nya dan terasa sesuatu yang keras namun terasa empuk di sandaran kepala nya.


Ia semakin mengeratkan pelukannya, Namun sejurus kemudian ia tersadar akan sesuatu yang bergerak naik turun seperti pompa yang menarik turun.


Kepala Windi menatap keatas dan betapa terkejut nya dirinya ketika mendapati dirinya sedang memeluk Wisnu dengan sangat erat seakan tidak ingin melepaskan pelukannya.


Astaga apa terjadi sesuatu semalam? Kenapa aku bisa memeluk nya dengan sangat erat? Tapi aku tidak merasakan apapun kalau semalam terjadi sesuatu.


Windi melihat pakaian yang masih utuh dan masih lengkap persis seperti semalam.


Huh! Syukur lah.


Mata Windi beralih menatap wajah tenang Wisnu, Tangannya perlahan mengendur dan tanpa sadar tangannya mengelus lembut wajah Wisnu. Tangannya meraba setiap inci wajah Wisnu, Tangan terhenti di bagian hidung yang terlihat sangat mancung.


Dia terlihat sangat tampan sekali, Rasanya aku ingin mencium nya...


Saat wajah Windi akan mendekat. Tiba-tiba ia langsung tersadar akan perbuatannya. Aish apa yang aku lakukan, kenapa aku mau menciumnya.


Windi langsung melepaskan pelukannya secara perlahan dan turun dari ranjang untuk mandi.


Sedangkan Wisnu sedari tadi hanya tersenyum dalam hati merasakan sentuh-sentuhan yang diberikan Windi oleh wajah.


Tangan nya nakal sekali... Membuat ku gerah saja.


Wisnu sedari tadi sudah bangun saat tangan Windi menyentuh wajahnya, Hanya saja ia diam saja ia ingin mengetahui apa yang akan di lakukan Windi tadi. Ia berharap Windi akan mencium nya namun ternyata tidak.


Dua puluh menit kemudian, Windi keluar menggunakan handuk kimono. Ia tidak sadar kalau ia sedang di perhatikan Wisnu yang duduk di sofa.


Wisnu yang melihat penampilan Windi yang begitu menggoda membuat nya menelan kasar ludahnya.


Astaga sudah kali dalam pagi ini yang membuat ku gerah!


Wisnu yang sudah tidak tahan melihat nya langsung berdehem." Ehm." Suara deheman Wisnu membuat Windi kaget dan langsung menutup Dadanya dengan kedua tangan.


" Ka-kamu sudah bangun?"


Wisnu menganggukkan kepalanya dan melangkah mendekati Windi. Windi yang melihat Wisnu melangkah mendekat kearahnya membuat nya perlahan mundur kebelakang." Ka-kamu mau apa tuan?"


Wisnu tidak menjawab pertanyaan Windi, ia semakin mendekat ke arah Windi yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi." He-hei kau mau apa!" Teriak kesal Windi


Saat Wisnu sudah berdiri di hadapan Windi, refleks Windi menutup kedua matanya dan menjadi gugup." Aku mau mandi..Jadi minggir lah kau menghalangi pintu nya." Bisik Wisnu ditelinga Windi dan Menggeser tubuh Windi agar sedikit menyingkir dari Pintu Kamar mandi.


Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat nya sedikit terperangah dan sedikit malu." Menyebalkan." Grutu kesal Windi.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat nya tersenyum kecil.


Setalah Wisnu masuk ke kamar mandi, Windi langsung memakai pakaian nya dan menyiapkan pakaian untuk Wisnu kenakan.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Wisnu keluar dari kamar mandi dan tak mendapati Windi, Melainkan pakaian yang sudah di siap kan untuk Wisnu.


Dia yang menyiapkan ini untuk ku? Seulas senyum kecil terpancar dari raut Wajah Wisnu.


Selesai berpakaian Wisnu keluar dari kamar dan menuju ke ruangan Breakfast, Disana ia sudah melihat Anggota keluarga sudah berkumpul bersama termasuk Windi yang sudah duduk manis di tengah-tengah keluarga.


Wisnu menghampiri Windi duduk, Ia duduk di sebelah Windi.


" Kenapa kamu tidak membangun kan ku?" Bisik Wisnu


" Ehm.. tuan terlihat sangat lelah sekali.. jadi aku tidak membangun kannya."


" Kalau begitu kamu kan bisa menunggu ku.."


" Tapi..." Perkataan Windi terpotong dengan perkataan Fitri.


" Hei lihat pengantin baru ini.. Mereka terlihat sedang merencanakan sesuatu." Perkataan Fitri membuat semua mata teralih kan menatap Windi dan Wisnu. Sedangkan kedua insan yang di tatap membuat keduanya salah tingkah.


" Iya kau benar besan, Lihat keduanya bahkan salah tingkah seperti itu." Ujar Keylly membenarkan perkataan Fitri


" Ma sudah..." Wajah Windi berubah menjadi cemberut mendengar perkataan Keylly


" Ah kamu ini.."


" Mama sudah lah jangan menganggu mereka berdua... Windi cepat ambilkan Wisnu Breakfast nya." Titah James


Windi tersenyum kecil dan mengangguk kepalanya." Baik la..." Windi berdiri dari tempat duduknya, Namun sebelum melangkah ia menatap Wisnu yang duduk.


" Tuan Wisnu kamu ingin makan apa?" Tanya Windi


Wisnu tampak memikirkan sesuatu." Ehmm... terserah kamu saja." Ujar Wisnu


" Baik la kalau begitu." Windi pergi melangkah Mengambil makan pagi untuk Wisnu dan juga dirinya.


°°°


Sampai di kamar Windi Terlebih dahulu masuk ke kamar, kemudian di susul Wisnu yang mengikuti Windi.


Windi mendudukkan tubuhnya di sofa dan menatap sekilas Wajah Wisnu yang ikut duduk di samping nya. Keduanya hanya saling diam dalam fikiran mereka masing-masing.


Hening!


Hening!


Hening!


Wisnu melirik Windi yang seperti sedang memikirkan sesuatu. " Ehm..." Suara deheman Wisnu membuat lamunan Windi terpecah dan kaget.


Windi Menatap mata Wisnu yang sedang menatap nya, Keduanya saling tatap sampai Windi mengakhiri tatapan di antar keduanya.


" Tuan."


"Windi." Ujar mereka secara serempak


" Ehm... kamu duluan saja..." Lagi-lagi mereka mengatakannya dengan serempak.


Keduanya kembali menatap dan tersenyum canggung


*Aish kenapa bisa kompak begini? (Windi)


Kenapa perkataan kami bisa saling kompak? (Wisnu*)


Keduanya kembali terdiam sampai Wisnu kembali mengeluarkan suaranya." Windi? Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Wisnu


Windi menatap sekilas mata Wisnu dan mengangguk kepalanya." Tentu saja tuan? Apa yang ingin anda kata kan?"

__ADS_1


" Aku ingin mengatakan tentang rencana kita sebelum menikah.."


Windi mengingat rencana apa yang sedang di bicarakan Wisnu, Namun sayang nya ia tidak ingat apa yang dibicarakan Wisnu." Rencana apa tuan?" Ujar Windi dengan tatapan bingung.


Wisnu menghela nafas nya perlahan." Rencana kita dalam mencoba Pernikahan ini selama 1 tahun ke depan." Ujar Wisnu


Windi mengangguk-ngangguk kepalanya paham." Oh.. Iyu, Ehm kalau itu, Aku... setuju.. Jika sampai 1 tahun ke depan kita tidak memiliki perasaan maka kita akan bicarakan ini


baik-baik kepada papa dan mama kita." Ujar Windi


Terlihat senyum kecil yang nyaris tak terlihat jelas dari sudut bibir kiri Wisnu mendengar ucapan Windi." Baik lah kalau begitu kita akan coba." Ujar Wisnu dengan semangat


" Tapi..." Perkataan Windi membuat seulas senyum kecil itu menghilang dari sudut bibir Wisnu.


" Tapi apa? Apa kamu ingin mengajukan syarat? Atau ada yang ingin kamu kata kan?" Tanya Wisnu dengan tidak sabaran.


Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil." Ada Tuan."


" Apa?"


Windi tampak memikirkan nya dengan baik-baik apa yang kan ia katakan kepada Wisnu." Ehm anu... Tentang Hubungan...itu.."


" Hubungan Ranjang? Kamu tenang saja.. Aku tidak akan menuntut nya sampai kamu dan aku benar-benar siap untuk melakukan nya. Dan jika kamu ingin kembali bekerja tidak masalah asalkan kamu harus di antar oleh supir ku.. Selain jika di hadapan orang tua kita harus bersikap bahwa semuanya baik-baik Saja." Ujar Wisnu yang mengerti arah bicara Windi.


Windi bernafas lega mendengar perkataan Wisnu." Baik lah aku setuju, Kita akan melakukan nya selama Setahun dalam pernikahan ini, Jika kita saling mencintai kita akan mempertahankan pernikahan, Tapi jika di antar kita ada yang mencintai orang lain maka kita harus mengakhiri ini karena kita tidak bisa membiarkan nya tersiksa dalam dilema perasaan nya." Ujar Windi


Perkataan Windi membuat Wisnu sedikit merasa sakit apa lagi ketika mengatakan bahwa ketika " di antar kita ada yang mencintai orang lain maka kita harus mengakhiri ini karena kita tidak bisa membiarkannya tersiksa dalam perasaan dilema nya. " Ia seperti merasa ketika Refa kembali ia akan kehilangan Windi dan mengakhiri pernikahan ini.


Wisnu yang melamun memikirkan ketika Refa kembali nanti membuat Windi bertanya-tanya apa yang sedang di fikir kan Wisnu.


" Tuan apa yang sedang kamu Fikir kan?"


Wisnu tersadar dari lamunannya dan tersenyum kecil ke arah Windi." Tidak ada."


" Baik la Tuan." Windi tersenyum ke arah Wisnu yang sedang menatapnya.


Wisnu menghela nafasnya sejenak ketika mendengar Windi memanggil nya tuan." Apa aku terlihat setua itu? Sampai kamu memanggil ku tuan?" Ujar Wisnu sedikit kesal.


Windi hanya cengengesan mendengar perkataan Wisnu." Lantas aku harus memanggil mu apa?" Tanya Windi


Wisnu melirik tajam ke arah Windi." Terserah kau saja, yang menurut mu nyaman." Ujar Wisnu


Windi memikirkan panggilan yang cocok untuk Wisnu.


Jika aku memanggilnya Inu maka jika kami ke Jepang orang-orang Akan mengira Wisnu seekor anjing yang berwujud manusia. Windi tergelak membayangkan ketika ia memanggil Inu ketika mereka ke Jepang.


Wisnu mengerutkan keningnya melihat Windi yang tertawa tidak jelas dalam fikiran nya." Apa yang sedang kamu Fikir kan?"


Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat nya gugup." Ti-tidak aku sedang memikirkan panggilan yang cocok untukmu."


" Ehm baik lah." Wisnu menganggukkan kepalanya dan beralih menatap ponselnya.


Sekitar 15 menit akhir nya Windi memiliki nama panggilan untuk Wisnu. " Isnu." Seru Windi membuat Peralihan mata Wisnu menatap ke arah Windi dengan heran.


" Isnu?" Tanya Wisnu dengan dahi Mengerutkan tak mengerti


" Iya Isnu.. itu panggilan ku untuk mu." Ujar Windi seraya tersenyum kearah Wisnu.


Astaga! Panggilan macam apa itu! Hanya meninggalkan W saja. Grutu kesal Wisnu


" Bagaimana? Bagus tidak?" Tanya Windi memastikan


" Ehm.. Terserah kamu saja.. asalkan jangan memanggilku tuan." Ujar Wisnu dan kembali beralih menatap ponselnya.


" Baik lah kalau begitu." Windi Tersenyum bangga karena telah memberikan nama panggilan tersendiri untuk Wisnu.

__ADS_1


Hah! Akan ku pasti kan hanya aku saja yang memanggil Begitu.


__ADS_2