
Di dalam kamar mandi Windi membandingkan leher jenjang nya yang hampir di penuhi dengan stempel kepemilikan Wisnu.
Astaga! Apa ini semua hasil dari Wisnu? Kenapa bisa sebanyak ini? Batin Windi
Ia memandangi lama pantulan bayangan di cermin, Teringat kembali ketika Wisnu mencumbui nya dengan lembut. Sentuh-sentuhan Wisnu yang mampu membuat Windi mengeluarkan suara aneh dalam dirinya.
Mengingat kejadian itu membuat Windi kembali bergejolak, Dengan cepat Windi mengusir rasa bergejolak dalam dirinya. Ia segara mengisi air Bath up, tidak lupa ia menambahkan bubble bath. Agar membuat tubuhnya lebih rileks dan segar.
.
.
.
Di luar Wisnu menunggu Windi sembari memainkan ponselnya, Ia tersenyum ketika melihat foto tangan dirinya dan juga Windi yang terpotret ketika di restoran tadi.
Foto yang bagus.
Seketika terbesit di fikiran nya saat ini, Ia mencari-cari ponsel Windi. matanya menatap ke arah tas Windi yang tergeletak di atas meja. Ia melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup. Dengan cepat Wisnu mengambil tas Windi dengan mata yang sesekali melirik ke arah pintu kamar mandi, Ia merogoh tas Windi dan menemukan ponsel nya Windi.
Untung saja ponsel Windi tidak di password membuat Wisnu lebih mudah. Ia dengan cepat menyelesaikan apa yang sudah dia rencana dan buru-buru kembali meletakkan tas Windi ke tempat semula.
Ceklek
Windi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono dan handuk satu lagi yang bertengger di bahu nya untuk menggosok-gosok rambutnya yang bahas, Ia Mengerutkan keningnya heran melihat Wisnu yang terlihat panik. Ia menetap Bingung dan curiga dengan Wisnu.
" Isnu? "
Wisnu narik nafasnya perlahan, ia memasang senyuman dan berbalik menatap ke arah Windi. " Iya Baby. " Wisnu berjalan mendekat ke arah Windi.
" Ada apa? kenapa kamu terlihat terkejut? " Tanya Windi dengan penuh selidik.
" A-ah tidak ada Baby. " Ujar Wisnu setenang Mungkin.
" Apa kamu yakin? " Windi memicingkan matanya menatap curiga. Wisnu yang di tatap curiga membuat nya tambah gugup tapi ia pandai menyembunyikan rasa gugupnya.
" Iya Baby Aku yakin."
" Ta..." Belum sempat Windi menyelesaikan perkataannya bibir Wisnu dengan cepat membungkam bibir nya dengan c*uman yang lembut. Windi yang terbawa suasana melingkar tangannya di leher Wisnu menikmati setiap c*uman yang di berikan Wisnu.
Wisnu merengkuh pinggang Windi ke dalam pelukan nya, Wisnu memepetkan punggung Windi ke dinding, Wisnu semakin memperdalam ciumannya. Windi yang hampir ke hilangan nafasnya mendorong pelan dada Wisnu. Wisnu melepaskan c*uman nya dan menatap lembut mata Windi. Keduanya saling melemparkan senyuman manis. Wisnu menempelkan keningnya dan juga kening Windi. Cukup lama mereka berada di posisi kaki Windi melingkar di pinggang kokoh Wisnu.
" I-isnu, Aku tadi sudah menyiapkan air hangat untuk mu mandi. " Ujar Windi
Wisnu tersenyum lembut. " Terimakasih. " Ujar Wisnu seraya mengecup lembut kening Windi.
Wisnu mengangkat tubuh Windi dan menurunkan di ranjang dengan hati-hati, Keduanya kembali tersenyum manis. Wisnu yang gemas kembali mengecup singkat bibir Wisnu.
" Manis. "
Perkataan Wisnu sukses membuat Windi tersipu malu. " Malu? " Goda Wisnu
Windi mendongakkan wajahnya menatap kesal ke arah Windi. " Isnu sudah cepat sana mandi, Nanti airnya keburu dingin. " Ujar Windi dengan sedikit kesal.
" Hahaha baik la baik. " Wisnu mengacak-acak rambut Windi dengan gemas dan berlalu menuju ke kamar mandi.
Windi memberengut kesal, Ia bangun dari ranjang dan berjalan menuju ruang ganti untuk memilih pakaian tidur untuk Wisnu gunakan nanti.
.
.
.
.
Di tempat terpencil yang jauh dari keramaian kota, Seorang pria berbadan tegap dan kokoh melangkah masuk ke dalam mansion mewah yang indentik dengan warna putih abu-abu. Suara langkah kaki nya tegas terdengar menggema ke seluruh ruang.
Pria berbadan tegap dan kekar masuk ke ruang khusus, Matanya menatap ke seseorang yang sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan alat-alat yang terpasang di tubuhnya.
" Bagaimana keadaan nya? "
" Operasi nya berjalan lancar tuan, kita akan menunggu sampai ke adaannya siuman tuan. "
" Terus perhatian perkembangan nya, jangan lewatkan sedikit pun. Kau mengerti? "
Dokter itu mengangguk kepalanya patuh. " Me-mengerti tuan. "
__ADS_1
Pria itu keluar dari ruang itu dan berjalan ke ruang satunya, Ia menatap ke arah seorang pria yang juga sedang tertidur pulas dengan alat-alat yang terpasang di tubuhnya.
Cih! Dasar tak berguna!
.
.
.
.
Windi sudah bertekad kepada dirinya kalau dia akan mengatakan yang sebenarnya tentang sisi lain dirinya kepada Wisnu, Karena ia tidak mau menyembunyikan apapun dari Wisnu. Mungkin saja ketika ia mengatakan yang sebenarnya kepada Wisnu ia bisa menerima cinta Wisnu secara lahir dan batin sepenuhnya.
Windi yang menunggu Wisnu selesai mandi memilih memainkan ponselnya, ia mengecek akun media sosial nya. ia sedikit di buat heran karena ada begitu banyak notifikasi yang masuk ke pemberitahuan Ponselnya, ia mengecek notifikasi-notifikasi tersebut dan betapa terkejut nya dirinya, mendapati posting an foto yang tidak pernah ia unggah sebelum nya. Ditambah caption di unggahan nya membuat nya heran dan terkekeh geli.
My love My husband ❤️
Windi terkekeh geli membaca caption nya. Astaga apa Isnu yang memposting ini? dan memberikan caption seperti ini? Sejak kapan ia mengerti beginan? Windi benar-benar di buat terkekeh dengan kelakukan Wisnu yang benar-benar bucin dan sedikit ke kanak-kanak.
Posting nya di banjiri oleh komentar dari para pria yang mengefans sama Windi yang merasa patah hati dengan posting an terbaru Windi.
Seperti nya kita kalah cepat Windi kita sudah di miliki (@ajuwiiiii)
Mak atiku loro Mak. (@sugengwww_)
Patih hati (@bismawaqwku)
Dan masih banyak lagi yang membanjir kolom komentar Windi, ia tersenyum-senyum sendiri Sampai tidak menyadari Wisnu yang sudah selesai mandi dan sedang memperhatikan Windi yang sedang senyum-senyum sendiri .
" Ekhmm.." Suara Wisnu tidak terdengar oleh Windi, hal itu membuat Wisnu sedikit kesal karena Windi mengabaikan nya.
" Ekhmmm.." Kali ini Wisnu sedikit menguatkan deheman nya, Namun lagi-lagi Wisnu hanya menelan kekesalan nya karena Windi masih tidak mendengar nya. Wisnu yang semakin tambah kesal menghampiri Windi dan merampas ponsel Windi begitu saja.
Windi tentu saja terkejut melihat Wisnu yang merampas Ponselnya. " Isnu? Ada apa? " Tanya Windi dengan lembut
Wisnu hanya diam, bibirnya sedikit mengerucut kesal. Ia membuang wajah nya kesal meninggalkan Windi dengan tatapan bingung nya.
Ada apa Dengan nya? kenapa dia jadi aneh sekali? Batin Windi
" Hmmphh." Wisnu memalingkan wajahnya
" Hei ada apa? Apa yang membuat suami ku yang tampan ini kesal HM? " Ujar Windi seraya menarik dagu Wisnu untuk Menatap nya.
Wajah Wisnu bersemu merah ketika Windi mengatakan suami ku yang tampan, suasana hati Wisnu mendadak kembali normal, ia menatap lembut ke arah Windi. " Cium. " Ujar Wisnu dengan manja
" Ha? "
" Cium Baby. " Rengek Wisnu
Huh! Dasar bayi bulldog. Windi menjinjit kan tubuhnya dan mengecup lembut pipi sebalah kanan Wisnu. " Sudah. "
kepala Wisnu menggeleng cepat. " Bukan di situ Baby, tapi disini. " Ujar Wisnu menunjuk ke arah bibirnya.
Windi memutar jengah bola matanya, Cup. Wisnu tersenyum puas ketika Windi mencium bibir nya.
" Sudah. " Senyum manis terpancar di wajah cantik Windi
" Iya. "
" Ada apa dengan mu kenapa kamu terlihat kesal sekali? Dan kenapa kamu mengambil ponsel ku Isnu? " Tanya Windi penasaran
" Kamu mengabaikan ku Baby, aku tidak suka ketika kamu mengabaikan ku. "
" Astaga Isnu aku tidak mengabaikan mu kenapa kamu berfikir seperti itu? "
" Karena kamu lebih asik sama ponsel mu dari pada sama suami tercinta mu ini. " Ujar kesal Wisnu
" Hahahaha." Suara gelak tawa Windi pecah mendengar perkataan Wisnu
" Astaga Isnu, bukan nya aku mengabaikan mu, hanya saja aku sedang bingung. "
" Bingung? " Tanya Wisnu
Windi menganggukkan kepalanya. " Iyah, Karena aku mendepati satu postingan yang tidak pernah aku Upload tapi sudah ada di unggahan media sosial ku, Dan Tambah caption yang sangat menarik. " Ujar Windi
__ADS_1
Wisnu yang mendengar perkataan Windi mendadak terbatuk. " Ekhmm benarkah? "
" Iyah tentu saja, Karena postingan itu banyak sekali komentar yang patah hati di postingan itu. " Ujar Windi
" Itu bagus tandanya supaya orang-orang tau kalau kamu hanya milik ku Seorang. " Ujar Wisnu dengan santai.
" Tentu saja, Aku hanya milik Tuan Wisnu Surya Witamma seorang. " Ujar Windi
Wisnu menarik pinggang Windi ke dalam pelukan nya. " Kamu menggoda ku ya? "
" Ehmm tidak Isnu. "
" Huh. "
" Hahaha. " Keduanya saling tertawa bahagia
" Ah iya aku ingin mengatakan sesuatu yang penting sama kamu tentang aku yang tidak di ketahui orang lain kecuali keluarga ku. " Ujar Windi ketika tawa mereka terhenti
" Katakanlah. " Ujar Wisnu penasaran.
" Tidak disini. "
Wisnu mengangguk paham, ia menggenggam lembut tangan Windi dan membawa nya ke balkon kamar yang menyajikan pemandangan kota di malam hari.
" Katakanlah Baby. "
Windi menatap Intens ke arah Wisnu, ia menarik perlahan nafas nya. " Apa kamu akan tetap pada rasa cinta mu kepada ku setalah apa yang akan ku katakan padamu? "
" Tidak aku tidak akan pernah merubah perasaan ku kepada mu Baby, karena aku benar-benar mencintai mu setulus hatiku. " Ujar Wisnu dengan yakin
Windi menarik kedua sudut bibirnya. " Baik lah, Kamu ingat tragedi ketika aku menampar nona Stelly di hadapan mu Panji? " Tanya Windi
Wisnu mengangguk kepalanya. " Tentu saja aku mengingat nya. "
" Apa kamu tidak merasa aneh ketika aku menampar nya? "
" Ehm Aku sempat merasa aneh dengan perubahan dirimu kamu juga sangat agresif waktu itu, Kamu tidak ingat? kita hampir melakukan nya di meja kerja ku? " Ujar Wisnu dengan Santai.
" CK, Isnu bukan aku yang melakukan nya. "
Perkataan Windi sukses membuat Wisnu bingung. " Ha? Tapi bagaimana mungkin?
" Iya bukan aku melakukan nya ta-tapi.."
" Tapi apa Baby? "
" Huh Sisi lain dari diriku yang melakukan nya. " Ujar Windi terus terang
" Maksud nya? " Wisnu masih belum mengerti dengan perkataan Windi
" A-aku memiliki Alter Ego yang bernama Wilhelmina, dan yang agresif waktu itu juga bukan aku melainkan Wilhelmina yang memegang kendali tubuh ku." Ujar Windi Ia mendudukkan kepalanya Tak berani menatap ke arah Wisnu, Ia berfikir mungkin Wisnu akan meninggal kan dan akan beranggapan kalau dia sudah gila.
" Di sisi kebalikan dari ku, dia tidak pernah kenal takut kepada siapapun bahkan ia bisa melakukan hal-hal yang keji untuk membuat orang tersebut menderita karena telah mengganggu ku, Ia melindungi ku dan selalu memberi aku dukung an ketika aku lelah menghadapi penyakit yang aku derita." Sambung Windi Ia mendudukkan kepalanya Tak berani menatap ke arah Wisnu, Ia berfikir mungkin Wisnu akan meninggal kan dan akan beranggapan kalau dia sudah gila.
Tapi dugaan nya salah Wisnu Justru memeluk nya dengan sangat erat.
" Baby Aku tidak peduli, Jika kamu memang memiliki dua kepribadian tidak masalah, Aku akan mencintai diri mu dan juga dirinya yang juga berada dirimu Baby, Kalian itu satu bagian yang sama Baby, baik kamu maupun Wilhelmina yang berada di sisimu, Aku akan mencintai kalian berdua menjadi satu bagian dalam hati ku Baby. " Ujar Wisnu seraya mengecup lembut pucuk kepala Windi
Windi menetes kan air mata kebahagiaan, Ia tidak menyangka Wisnu akan menerima dirinya dan juga Wilhelmina, Benar apa yang di katakan Wilhelmina kalau Wisnu benar-benar mencintai nya dan melengkapi kekurangan yang dimilik Windi.
Wisnu melepaskan pelukannya, Ia memegang lembut kedua pipi Windi. " Baby Jangan pernah sekalipun kamu meragukan cinta ku Baby karena sampai kapan pun cinta ku murni untuk dirimu." Wisnu mengecup lembut kening Windi.
" Kamu tau Baby, bahkan ketika kamu masih bertunangan dengan adik ku, aku sudah memiliki perasaan dengan mu jantung ku terasa berdetak dua kali lebih cepat ketika dekat dengan mu Baby, Aku tidak tau apa yang terjadi dengan perasaan ku ini. Aku berusaha menyingkirkan perasaan ku ini tapi perasaan itu semakin lama semakin besar. Aku merasa aku sudah terikat batin dengan mu, Aku seperti sudah pernah bertemu dengan mu tapi aku tidak tau kapan dan dimana."
" Dan ketika Papa mu Menyuruh ku untuk menikahi mu bukan hanya semata-mata agar Papa mu tidak kecewa tapi karena aku sudah memiliki perasaan kepada mu dan ingin menjadi kan mu miliki ku seorang, meskipun kedepannya aku harus berselisih dengan adik ku. Aku tidak masalah karena sekarang kamu sudah menjadi milikku Baby. " Wisnu kembali menarik Windi kedalam pelukan nya, Wisnu menghujami Windi dengan ciuman.
Wisnu melepaskan pelukannya, Matanya menatap intens wajah Windi. " I really love you baby and will always love you Until my last breath Baby. " Ujar Wisnu dengan sepenuh hati
Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat rasa ke ragunan nya untuk terhubung dengan Wisnu secara lahir dan batin, Ia sudah yakin dengan semua nya. Windi memejamkan singkat kedua matanya, Seulas senyuman manis terpancar di wajah cantik Windi. " Aku juga sangat mencintai mu dan selamanya akan tetap begitu. " Ujar Windi seraya mengelus lembut kedua tangan Wisnu yang memegang Kedua pipi nya.
Hanya rasa syukur yang berulang kali ia ucapkan karena Windi mengatakan cinta kepada nya. " Aku ingin kita melalui semua nya bersama, Jangan pernah tinggalkan aku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Tetap lah terus mencintai ku dan aku akan tetap mencintai mu. Aku yakin Tuhan akan mengikat cinta kita dengan sangat kuat, Hingga siapa pun tidak akan bisa menghancurkan ikatan cinta kita. " Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
.
.
.
__ADS_1
.
Hai teman-teman jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)