
"Selamat Malam para hadirin yang terhomat. Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah para hadirin berikan untuk mengikuti acara lelang ini."
"Baiklah untuk mempersingkat waktu, acara lelang akan dimulai."
Tok
Tok
Tok
Acara Lelang dimulai dari Barang Antik yang di buat oleh seorang seniman legand. Karyanya tentang sebuah lukisan yang menggambarkan seorang wanita berpakaian putih sedang duduk sembari menatap hamparan lautan yang berwarna biru. Terlihat sederhana dan tidak menarik, Namun dibalik itu semua memiliki sebuah kenangan sejarah yang sangat melegenda.
Dikabarkan Lukisan tersebut menggambarkan seorang premaisuri yang sedang merindukan kaisar yang pergi berperang selama berbulan-bulan. Tetapi sayangnya rasa rindunya tidak terobati karena sang kaisar gugur dalam perang. Hingga membuat duka yang sangat dalam di hati dan Jiwanya. Ia ditinggalkan dalam keadaan mengandung pewaris mereka. Jika dilihat lebih dalam Lukisan ini sebenarnya terdapat makna yang luar bisa.
Pemandu acara membuka harga di angka tiga ratu juta. Windi yang kala itu melihat lukisan itu sempat tertarik untuk membelinya. Tetapi ia harus tetap fokus dengan apa yang sedang ia rencanakan. Selain itu ia harus membeli sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu Kalung. Untuk Wanda di acara pernikahannya kelak.
Para Konglomerat saling beradu dalam menawarkan harga yang fantastis. Sampai seorang pria tua menawarkan lukisan tersebut seharga satu koma dua miliyar.
"Wah aku tidak percaya, dia mengeluarkan uang sebenyak itu untuk mendapatkan lukisan itu." Ia melirik kearah pria tua berpakaian rapih di belakangnya.
Acara lelang berlangsung dengan baik, Hingga di penghujung acara. Kalung yang berharga itu akhirnya dikeluarkan. Kalung yang dilapisan berlian itu terlihat sangat mengkilau dan mencolok di mata Windi.
"Luar biasa itu sangat cantik. Aku harus mendapatkannya untuk Angel." Batin Windi.
Windi mengangkat papannya. "Sembilan Ratus lima puluh juta."
"Satu Miliyar." Ujar seorang pria berkumis di kursi belakang.
"Sialan."
"Satu Miliyar dua ratus juta." Ujar Windi.
__ADS_1
Kau tertarik untuk membelinya baby? Baiklah akan aku berikan untukmu sebagai hadia.
"Dua Miliyar."
"Dua Miliyar pertama."
"Dua Miliyar Kedua."
"Dua Miliyar ke..."
"Dua Miliyar Lima ratus juta."
"Ya.. Dua Miliyar dua Ratus juta Pertama."
"Lima Miliyar."
"****!" Kesal Windi.
Willy Huft Baiklah, Mungkin kalung itu memang tidak cocok untuk Angel.
.
.
Ditempat lain, di belakang gedung terlihat segerombolan orang memasuki hutan dengan cepat. Tanpa mereka sadari ada keempat hewan buas yang sedang menanti keberadaan mereka semua.
Pertarungan antara Hewan Buas dan para penyusup tidak dapat terelakan, dan berlangsung dengan sengit.
Para penyusup itu dikejutkan dengan kehadiran empat hewan buas sekaligus, Yaitu dua ekor harimau putih dan dua ekor jaguar. Mereka menyerang dengan membabi buta.
Jika diingat oleh perkataan Aric tidak ada yang salah. Namun mereka tidak mengira bahwa lawan mereka empat ekor hewan buas yang terlihat sangat agresif dalam menyerang mereka. Keempat hewan itu setara dengan delapan orang prajurit. Dan kemampuan hewan-hewan itu tidak terlihat biasa saja.
__ADS_1
Instingnya benar-benar sangat tajam. Dari cara menyerang yang begitu agresif, mereka bisa langsung tahu mereka bukan berasal dari penangkaran dan tidak dilatih secara khusus. Namun, saat melihat bagaimana cara menyerang, yang sangat tepat sasaran di titik mematikan membuat mereka menjadi ragu dengan anggapan para jaguar dan harimau putih itu bukan hewan terlatih.
Beberapa orang yang digigit oleh para hewan buas meringis kesakitan. Mereka bersiap menyerang balik, tetapi gerakan hewan-hewan itu sangat cepat dan sulit diprediksi.
Para hewan-hewan tersebut, menjadikan tembok dan bebatuan besar sebagai tumpuan lalu kembali menyerang puluhan pria tadi. Gilbret yang melihat banyaknya penyusup, melompat dari atas gerbang dengan cepat.
Ukuran tubuhnya tidak menghalangi sama sekali, sebaliknya hal itu menjadi kelebihan baginya. Saat tengah Melompat, pria itu mengayunkan pedang di tangannya ke arah salah satu penyusup.
Benda tajam tersebut, menebas kaki kanan salah seorang penyusup yang baru saja melompat ke arah seekor jaguar. Kaki pria itu terjatuh, bertepatan dengan mendaratnya Gilbret.
Lagi dan lagi kengerian kembali terlihat jelas di wajah para penyusup.
Mereka yang masih tersisa tidak kurang dari tiga puluh orang, tapi melihat tubuh teman mereka yang dikoyak oleh para hewan buas dan yang lainnya ditebas oleh Gilbret, membuat mereka jadi menyesali keputusan untuk datang kemari dan menggap remeh lawan mereka yang hanya hewan buas.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ingin mundur sekarang pun sudah sangat terlambat. Karenanya, yang harus mereka lakukan hannyalah menyerang dan bertahan.
Gilbret menatap para hewan-hewan itu dengan kagum. Secara pribadi dia sangat kagum pada Jaguar dan singa yang di depannya ini. Insting para hewan ini sangat luar biasa, dia seolah tahu pada titik mana yang bisa melumpuhkan lawan dalam sekali serang.
"Aku harus memberitau Nona Windi dan Nona Wanda agar Memberikan kalian bonus lebih." Ujar Gilbret. Seolah mengerti dengan ucapan Gilbret salah satu harimau putih itu mengaum dengan keras, Hingga memekakan gendang telinga mereka.
Sedangkan para penyusup sudah mulai kelelahan dalam melawan Gilbret dan para penyusup. Mereka diantara dua pilihan yaitu melawan atau diam, Yang dimana kedua pilihan tersebut sama saja karena mereka akan tetap mati.
Husshhh
Husshhh
Dari atas gerbang Wanda datang dengan pakaian serba hitamnya yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Dan persis seperti seorang ninja dengan Katana di Tangannya. Ia menganyun katana menebas kepala para pengkhianat dengan sekali tebasan. Darah Segar mulai bercipratan seiring dengan tebasan Katana yang diayunkan oleh Wanda.
Para penyusup yang melihat kehadiran seorang dengan pakaian hitam-hitam dengan katana yang sudah di basahi oleh darah segar membuat nyali mereka menciut dan pesimis. Namun, mereka sekuat tekan menyerang dengan membabi buta. Tapi sayang sekali pergerakan Wanda sangat cepat dan sangat sulit diperhitungkan. Hingga Kumpul mayat penyusup tersusun bagaikan kayu bagar yang sudah siap untuk dinyalakan dengan Bara Api.
Para Sniper yang bersiap di atas gedung tidak melakukan apapun, Mereka hanya diam dan menonton pertunjukkan yang cukup menarik dimata mereka. Karena Sang The black Angel kembali menunjukkan Keahliannya yang cukup Luar biasa. Mereka juga sangat yakin tanpa bantuan dari mereka Para penyusup itu akan segera teratasi. Melihat para penyusup yang sudah Lenyap membuat para Sniper itu berpencar untuk melihat situasi di Sayap Kanan, Kiri dan Gerbang Utama.
__ADS_1