Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Terlihat Gemuk


__ADS_3

Selesai makan siang ke dua nya bergegas pergi ke supermarket untuk membeli persediaan makanan.


Mobil Wisnu terparkir sempurna di parkiran Supermarket.


"Ayo turun." Ujar Wisnu seraya membuka seat belt nya.


Windi menganggukkan kepalanya dan membuka seat belt. Mereka berdua turun beriringan.


Wisnu mendorong troli belanja dan mengikuti setiap langkah Windi.


Setelah memilih beberapa sayuran Windi terhenti dan menatap ke arah Wisnu yang sedari tadi mengikuti langkah nya sambil mendorong troli belanja an.


" Ada apa? kenapa kamu berhenti? Apakah semuanya sudah lengkap?" Tanya Wisnu secara beruntun.


Windi menggeleng kan kepalanya.


" Lalu?"


" Ehm.. Boleh kah aku membeli beberapa Snack? " Wajah Windi lagi-lagi memasang wajah memelas.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat terdiam dan menarik salah satu sudut bibirnya yang nyaris tak terlihat. Kenapa dia masih bertanya? Jika menginginkan nya.


Windi yang melihat Wisnu hanya diam saja." Aku janji tidak akan banyak." Windi mengangkat kedua jari nya.


Wisnu yang melihat itu melangkah mendekat kearah Windi." Kamu bisa membeli nya sesuka mu. Aku juga tidak akan bangkrut jika hanya membelikan Snack untuk mu." Bisik Wisnu


Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat kedua pipi nya merona. Ia menjauh kan wajah nya dari wajah Wisnu. " Terimakasih." Windi langsung meninggalkan Wisnu yang masih berdiri di posisinya.


Dasar gadis aneh! Pantas saja Refa begitu mencintaimu... Wisnu menghela nafas nya ketika mengingat cinta Refa kepada Istrinya.


Sedangkan Windi sudah berjalan ke lorong yang di penuhi berbagai Snack yang begitu ia sukai. Ia mengambil semua Snack yang ia inginkan. Ia bahkan melupakan Wisnu yang masih berdiri memandang nya.


" Isnu kenapa kamu hanya diam saja? Ayo kesini bantu aku membawa Snack ini." Windi terlihat begitu kesusahan dengan Snack yang ia beli.


Wisnu hanya menggeleng kan kepalanya melihat Windi yang kesulitan membawa snacknya. Ia menghampiri Windi yang berdiri di salah satu keranjang snack.


Windi meletakkan semua snacknya. " Sudah Ayo kita bayar."


" Apa ini sudah cukup?"


" Tentu saja ini sudah cukup. Apa ada yang ingin kamu beli?"


" Tidak ada. Tapi apa kamu yakin tidak menambah Snack lagi Windi?"


Jika aku menambah Snack lagi maka aku akan terus makan. Dan hal itu akan membuat ku gemuk dan susah berjalan nanti. Tapi aku juga masih menginginkan yang lebih banyak. Batin Windi, Ia meraba pipinya yang sedikit tembam.


Kening Wisnu berkerut ketika melihat Windi yang hanya diam saja. " Windi? Apa kamu yakin tidak ingin menambah Snack lagi?" Tanya Wisnu


Windi tersadar dalam lamunan nya dan menatap kearah Wisnu." Tidak!" Ujar Windi dengan tegas


" Apa kamu yakin tidak ma..."


" Tidak! Ya tidak! Aku tidak ingin gemuk karena mengemil dan itu tidak bagus untuk ku."


Wisnu terkekeh pelan mendengar Jawaban Windi." Astaga Windi! kenapa kamu mempunyai fikiran seperti itu?"


" Tapi itu kenyataan aku terlihat gemuk." Ujar kesal Windi


" Meskipun kamu gemuk sekalipun. Kamu masih terlihat sangat menggemaskan dan sangat cantik." Wisnu mencubit gemas pipi Windi.


" Aww... Isnu sakit tau..." Windi meringis kesakitan ketika Wisnu mencubit kedua pipinya.


" Oh maaf-maaf... Habiskan kamu menggemaskan sekali....Jika kamu ingin menambah tidak apa-apa Windi... Kita bisa olahraga bareng nanti." Usul Wisnu


Windi menyimak perkataan Wisnu yang ada benar nya." Baik lah." Windi langsung kembali mengambil snack nya, tidak lupa ia juga mengambil yogurt dan susu.


" Sudah ayo. Ini sudah banyak sekali.. Aku takut kamu akan kerepotan membawa nya." Ujar Windi setelah meletakkan Snack nya ke keranjang troli.


" Baik la Ayo." Wisnu dan Windi berjalan ke arah kasir.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi terus memperhatikan interaksi Antara Wisnu dan Windi.


Aku akan memberikan pelajaran kepada mu... Karena telah menghancurkan hidup ku... Dan tidak akan ku biarkan kau bahagia dengan Wanita itu... Tunggu saja pembalasan ku Wisnu...


Kedua tangan nya terkepal kuat dan menahan emosi nya mengingat penderita apa yang ia terima selama satu bulan ini.


°°°


Wisnu dan Windi sudah tiba di basemen apartemen mereka. " Kamu turun duluan saja." Ujar Wisnu


Windi turun dan berjalan ke arah bagasi. Wisnu yang melihat itu mengerutkan keningnya." Kenapa kamu tidak pergi?" Tanya Wisnu


" Aku ingin membantu mu membawa belanja."


" Tidak usah aku bisa sendiri."


" Aku akan membantumu... karena belanjaan nya banyak sekali...Kamu pasti sangat sulit sekali membawanya."


" Tidak! biar aku saja."


" Sudah lah. Aku hanya ingin membantu mu."


Wisnu menghela nafasnya." Baik lah terserah kau saja." Wisnu membuka pintu bagasi mobilnya dan mengambil barang-barang yang telah mereka beli tadi. Wisnu mengambil semua nya dalam genggamannya.


Windi yang melihat semua belanja sudah di tangan Wisnu membuat nya Bingung." Lalu aku harus membawa apa? Kenapa kamu membawa semuanya." Windi berusaha mengambil salah satu barang belanjaan nya dari genggaman Wisnu. Namun Wisnu mencegahnya.


" Tidak usah aku bisa sendiri Windi." Ujar Wisnu


" Tapi kan..."


" Hah...baik lah." Wisnu memindahkan salah satu kantong belanja nya.


" Pegang lah ini.." Wisnu menunjuk kearah lengan kirinya.


" Ha?" Windi bingung dengan arah mata nya.


" Tapikan..."


" Baik lah kalau kamu tidak mau tidak masalah."


Windi perlahan menghela nafas nya dan mengarahkan tangannya untuk merangkul lengan Wisnu.


" Ini lebih baik." Keduanya berjalan menuju ke lantai Apartemen nya.


Windi memencet pin apartemen nya, Pintu terbuka Windi masuk duluan di susul oleh Wisnu dari belakang. Wisnu meletakkan barang-barang nya di atas meja makan.


" Huh."


" Kamu mandi saja dulu. Biar aku yang membereskan semua ini." Ujar Windi.


" Baik lah." Kali ini tidak ada penolak kan karena ia benar-benar merasa lelah sekali dan tubuhnya semua terasa lengket sekali.


Wisnu bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setalah melihat Wisnu sudah masuk kamar Windi menatap barang-barang belanjaan nya. " Huh ayo Windi semangat." Windi menyemangati diri nya sendiri.


Selesai membereskan barang-barang belanjaan nya ia menatap jam di tangannya." Masih pukul 4 Sore. Sebaiknya aku mandi dulu, Setelah itu memasak untuk makan malam nanti." Gumam Windi.


Windi pun melangkah masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.


°°°


Satu jam kemudian Windi berniat turun untuk memasak, tapi ia bingung harus memasak apa. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar Wisnu untuk bertanya ia ingin memakan apa.


Tok!Tok!Tok!


" Masuk." Perlahan Windi membuka pintu kamarnya dan melihat Wisnu yang sedang duduk di sofa memangku Laptop.


" Ada apa?"

__ADS_1


" Ehm aku ingin memasak. Kamu ingin memakan apa? Biar aku masakan?"


" Kamu bisa masak?" Ada sedikit keraguan dalam benak Wisnu.


" Ehm... Tidak terlalu hebat dari mama tapi yang jelas aku bisa memasak."


" Baik la.. Aku ingin makan sup ayam, telur omlet, dan sambel kecap." Ujar Wisnu


" Baik lah kalau begitu." Windi berlalu meninggalkan kamar Wisnu dan menuju dapur.


Di dapur ia sudah menyiapkan segala bahan yang di perlukan untuk memasak. Saat ingin memulai memasak tiba-tiba Wisnu datang ke dapur.


" Ada yang bisa aku bantu?" Perkataan Wisnu membuat Windi sedikit terkejut.


" Astaga! Kamu membuat aku kaget." Windi mengelus-elus dadanya.


" Maaf. Jadi ada yang bisa aku bantu?" Tawar Wisnu


" Tidak perlu aku bisa memasak nya sendiri. Kamu lanjutan kan saja pekerjaan mu." Tolak Windi.


" Pekerjaan ku sudah selesai dan aku mulai bosan lebih baik aku membantu mu."


" Jika kamu bosan kamu menonton Tv saja." Usul Windi


" Tapi aku ingin membantu mu."


Windi mendesah pasrah dengan keinginan Wisnu." Baik lah...Apa kamu bisa memotong sayuran?"


Wisnu menganggukkan kepalanya." Bisa...Mana yang harus aku potong?"


Windi menyerah kan sayuran yang di perlukan untuk membuat Sup dan Omlet.


Windi memperhatikan Wisnu yang sedang memotong dan begitu lihai dan lincah.


Astaga bahkan aku tidak bisa memotong seperti dia... Oh tuhan dia terlihat begitu tampan jika memaki celemek itu.


Windi menggeleng kan kepalanya dan melanjutkan pekerjaan nya.


Setengah jam kemudian makan sudah siap tersaji kan di atas meja. Keduanya makan begitu khidmat dan diam menikmati makanan mereka.


Wisnu sangat menyukai masakan Windi yang sesuai dengan Lidahnya. Meskipun Windi keturunan Belanda tapi ia begitu pandai memasak makanan yang sesuai seleranya.


Selesai makan keduanya saling membantu membereskan sisa makanan dan piring kotor secara bersama-sama. Setelah selesai keduanya memutuskan untuk menonton televisi Sebentar.


Wisnu duduk di sebalah kanan Windi. Keduanya begitu santai menikmati acara televisi yang di suguhkan.


Hari semakin larut keduanya memutuskan untuk kembali ke kamar nya masing-masing.


" Terimakasih untuk hari Isnu... Goede nacht, zoete dromen ...(Selamat malam....semoga mimpi indah)."


"Welterusten ook Windi. goede zoete dromen ( Selamat malam juga Windi... Semoga mimpi indah )."


Setalah Windi masuk kamar Wisnu ikut masuk kedalam kamarnya.


Semoga tuhan mengijinkan ku untuk selalu bersama mu... Entah kapan dan sejak kapan... Aku mulai mencintai mu Windi...


.


.


.


.


.


.


Ditunggu dukungan like dan vote nya😊🙏

__ADS_1


__ADS_2