Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Mawar Putih


__ADS_3

Benny dan juga Refa yang mengetahui Windi yang berusaha mencoba mengakhiri hidupnya, membuat kedua orang itu bergegas menuju ke Rumah sakit tempat Windi di rawat.


Di waktu yang berbarengan, Kedua nya sama-sama akan masuk ke dalam Loby Rumah sakit.


"Papa?"


"Refa?"


"Bukan nya kamu, Papa tugas kan untuk mengganti Wisnu untuk sementara. Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Benny


"A-aku ingin menjenguk Windi."


Benny mengangguk kepalanya dan bersorak oh, Kedua masuk ke dalam rumah sakit.


Saat berada di ujung lorong, Mata tajam Benny menangkap sosok James yang tengah berdiri di depan pintu rawat Windi."James? Secepat itu dia sampai?" Gumam Benny.


Refa yang mendengar perkataan Benny membuat menoleh sekilas ke arah Benny lalu menatap ke arah mata Benny menatap.


Siapa dia?


Terlihat Ada Ken, Panji, James, Wisnu, Dan juga Fitri yang masih diam mematung di tempat duduknya.


Benny menghampiri Fitri dan membawanya kedalam pelukan nya. Fitri yang di peluk Benny membuat tangis nya kembali pecah.


"Windi...hiks..Se-seandainya...Mama...Hiks...Ga ninggalin Windi..Hiks...Mungkin Windi ga kayak gini Pa....Hiks."


Benny menarik Istri nya ke dalam dekapan nya dan mengelus lembut punggung Fitri."Sayang jangan salah kan dirimu.."


"Tapi..."


Benny melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Fitri."Kita tidak ada yang tau ke depan nya gimana."


Sedangkan Refa, Ia menatap bingung ke arah James dan Ken yang masih setia berdiri di depan pintu ruangan Windi di rawat.


Siapa mereka? Kenapa mereka ada disini? Kenapa aura mereka kuat sekali. Batin Refa.


Sesekali mata Refa melirik ke arah James yang juga Ken yang sedang duduk dengan wajah datar mereka.


Tak lama pintu ruangan windu terbuka, Keylly keluar dari ruangan Windi Membuat Refa semakin bingung dengan situasi ini.


Wisnu yang melihat Keylly keluar membuat nya mendekat ke arah Keylly."Ma apa kah dia baik-baik saja?" Tanya Wisnu


"Dia akan baik-baik, Putri mama orang yang kuat." Ujar Keylly di sertai senyuman.


Wisnu menghela nafas nya lega, Ia melirik ke arah James yang masih menatap dongkol dirinya."Pa, Apa papa ingin melihat Windi?"


James menggeleng kan kepalanya."Tidak, Kau saja dulu. Mungkin saat ini dia membutuhkan suara mu."


Kini pandangan Wisnu beralih ke arah Ken. Ken yang seolah mengerti menggeleng kan kepalanya.


Wisnu mengangguk kepalanya dan melenggang pergi menuju ruangan Windi.


Refa yang sedari tadi memperhatikan mereka membuat keningnya berkerut.


Apakah mereka keluarga Windi? Batin nya.


.


.


.


Kini Wisnu sudah berada di ruangan tempat Windi di rawat. Mata nya selalu tajam dan tegas kini menatap sendu dan lemah ke arah Windi yang sedang berbaring tak sadar kan diri.


Dengan langkah gontai Wisnu menuju ke sisi bankar Windi. Matanya menatap ke seluruh tubuh Windi. Hingga matanya terkunci ke arah pergelangan tangan Windi yang di perban akibat goresan yang hampir membuat nyawa Windi melayang dan meninggalkan Wisnu selamanya.


Wisnu segara menggeleng kan kepalanya, Ketika bayangan Windi yang meninggal dirinya sendiri an.


Tangan terulur mengelus lembut kepala Windi, Bibir yang biasa nya merah merona kini berubah menjadi putih pucat. Wajah yang selalu menampilkan senyum tulus dan kebahagiaan kini hanya wajah pucat Windi.


Lemah dan rapuh.


Hanya dua kata itu saja yang mampu menggambarkan Wisnu saat ini. Ia benar-benar sangat lemah dan rapuh jika sudah menyangkut tentang cinta nya.


Tes


Tes


Tes


Air mata nya semula ia tahan kini meluncur begitu saja tanpa aba-aba. Kejadian ini sungguh menyayat hati nya.


Cup


Cup


Cup


Wisnu berulang kali mencium kening Windi dengan lembut dan dalam. Tangannya menggenggam erat jemari-jemari lentik Windi. Dan membawa ke dalam ciuman dan pelukan nya.


Hiks


Hiks


Hiks


Kini Ruangan itu di penuhi dengan Isak tangis Wisnu yang begitu pilu dan menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya.


Sekarang ia tidak peduli dengan pandangan orang yang mungkin menganggap dirinya lemah dan juga rapuh. Ia iya dia sama sekali tidak peduli.


Biarkan saja orang mau berkata apa tentang kondisi nya saat ini. Asalkan ia bisa menyuarakan rasa kesedihan dan kekecewaan ketika tidak bisa menjaga Istri dan juga Cinta nya dengan baik.


"Baby... Maafkan aku..."


"Maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu..."


"Maaf kan untuk semua kesalahanku..."


"Jangan pergi...Tetaplah berada di samping ku selamanya. Aku tidak tau bagaimana kehidupan ku tanpa ada nya dirimu Baby..."


Hiks


Dia lemah...Rapuh...


Wisnu yang di kenal sebagai sosok yang berwibawa, Tegas, Dingin, Dan kaku. Kini berubah menjadi sosok yang begitu Lemah dan Rapuh di hadapan sekujur tubuh Windi yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Kenapa Baby? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu seperti? Bukankah aku sudah mengatakan untuk menghadapi ini semua bersama-sama tapi kenapa kamu seperti ini?" Ujar Wisnu di selah Isak tangisnya.


Bibirnya tak henti-hentinya mengecup lembut punggung tangan Windi yang terasa dingin.


"Aku Mohon, Bangun Baby, Jangan terlalu nyaman dengan zona alam sadar mu... Bangun Baby, Aku mohon... Jangan tinggalkan aku.. Aku tidak ingin kamu terus-terusan seperti ini.."


Mungkin tubuh nya hanya terbaring lemah tak berdaya, Dan matanya yang masih terpejam. Tapi tidak dengan telinganya, Ia mendengar semua perkataan Wisnu.


Setetes air mata jatuh di sudut kiri mata nya. Ia ingin membuka matanya dan menghapus Air matanya. Namun rasanya sulit sekali. Jiwa nya seakan-akan sangat terasa berat dan tidak ingin kembali ke raganya. Jiwa seperti ingin terbang bebas dari raga nya.


Maafkan aku Isnu...Maaf tapi aku tidak bisa kembali kepada mu.. Mungkin jalan cerita takdir kita sampai sini saja. Aku harap tuhan akan selalu memberikan kebahagiaan di dalam hidup mu..


***


Hamparan rerumputan yang terbentang luas ke seluruh penjuru membuat langkah seseorang terasa begitu nyaman sekali.


Langkahnya tak beraturan. Ia terus melangkah mengikuti kata hati nya yang terus membawa nya. Ke arah yang tidak menuntu.


Kini Kaki berpijak ke sebuah taman bunga mawar putih yang begitu cantik. Ia tersenyum bahagia dan tertawa ketika melihat bunga yang ia sukai kini di hadapan nya dengan terbentang luas.


"Apakah ini surga? ini indah sekali."


Ia mendekat ke arah bunga mawar putih itu, Aroma nya yang sangat Harum membuat Indra penciuman nya terasa sangat puas.


"Tidak hanya cantik, Tapi mereka juga sangat harum sekali."


Kini tangan berpindah ke bunga mawar putih lain, Namun saat akan mencabut tangkai bunga itu. Tak sengaja jari nya tergores duri tajam bunga itu.


"Di balik ke indahannya terdapat sesuatu yang dapat menorehkan luka bagi siapapun yang akan menyentuhnya. " Ujar seraya tersenyum.


Darah segar menetes di jari telunjuk nya, Ia ingin menghisap darah itu. Namun tangan nya di tahan oleh tangan mungil yang menggenggam Lembut tangan nya.


"Tidak Mommy, Jangan menghisapnya."


Windi mengerutkan keningnya heran, Kenapa anak ini memanggilnya Mommy? "Siapa kau?" Tanya dengan penasaran.


Anak kecil itu hanya tersenyum manis menanggapi pertanyaan wanita itu." Mommy jangan lukai dirimu hanya karena kamu merasa kalau itu akan terasa akan sangat baik..."


"Mommy mawar putih sangat cantik bukan?".


Windi mengangguk kepalanya membenarkan perkataan anak itu.


"Dia sangat cantik tapi dia mampu melukai siapapun yang akan merusakkan nya. sedangkan mommy? Kenapa mommy ingin melukai diri Mommy Sendiri. sedang kan Daddy, Opa, Grootmoeder, Grandpa, Grandma, Aunty, Uncle, dan yang lain, Selalu menjaga dan menyayangi mu. Tapi apa yang mommy lakukan? Mommy melukai perasaan mereka. "


"Kenapa mommy seperti ini hanya karena diriku? Jika mommy seperti ini, Aku merasa kecewa karena mommy memilih jalan yang salah."


Windi menetes air mata nya mendengar perkataan anak itu. "Siapa kamu?Kenapa mengetahui tentang diri ku?"


Anak itu mencibik kesal bibirnya."Mommy aku adalah anak mu dan Daddy." Ujar nya tidak lupa dengan senyuman manis yang sangat menggemaskan.


Sedang kan Windi menatap tak percaya ke arah anak itu."Bagaimana bisa?"


"Mommy dengar kan aku, Jangan pernah ragu kan dan merasa bersalah karena kepergian ku, Karena semua ini sudah jalan takdirku yang tidak beruntung untuk bertemu dengan Mommy dan Daddy. Tapi aku masih merasa senang karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepada ku untuk bertemu dengan mu saat ini walaupun hanya sebentar."


Mata Windi mulai berkaca-kaca mendengar penuturan anak kecil itu. Hati merasa sakit mendengar perkataan anak itu. " Boleh aku memeluk mu?"


Anak kecil itu mengangguk kepalanya, dan merentangkan tangannya. Windi menyambut rentangan tangannya, dan memeluk dan sangat erat.


"Maafkan Mommy yang tidak bisa menjaga mu." Ujar nya di tengah Isak tangis nya.


"No Mommy, don't cry, Baby junior baik-baik saja, Jangan salah kan apa yang terjadi karena Mommy. "


"Karena semua itu sudah menjadi suatu garis takdir untuk ku dan juga Mommy."


"Mungkin di kehidupan saat ini kita tidak di takdir bertemu dan bersama Mommy. Tapi aku harap di kehidupan berikutnya kita dapat bertemu kembali." Sambung nya, Tak lupa senyuman manis terpancar di wajah nya.


Sedangkan windi semakin terisak mendengar perkataan anak itu yang seakan-akan mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Ia kembali menarik anak itu ke dalam pelukan nya, seolah dia tidak ingin kehilangan anak itu untuk kedua kali nya namun sepertinya takdir kali ini tidak memihak kepada nya.


"Boleh kah Mommy ikut dengan mu?" Ujar di pelukan sang anak.


Tangan nya terulur mengusap lembut rambut bersurai hitam legam. Tak henti-hentinya ia mengecup lembut pucuk kepala anak itu.


"Mommy, Jika Mommy ikut dengan ku lalu siapa yang akan menjaga Daddy? Bagaimana perasaan Daddy jika anak dan Istri nya meninggalkan sekaligus? Betapa terluka nya Daddy Mommy." ujar nya


"Ta-tapi, Mommy yakin Daddy bisa bahagia tanpa ada Mommy dan juga diri mu Sayang."


Anak kecil itu melepaskan pelukannya nya, Tangan mungilnya memegang lembut kedua pipi Windi."Mommy salah, Daddy Justru akan sangat terpukul akan kepergian Kita mommy. Daddy begitu mencintai Mommy sepenuh hati dan jiwanya. Ia bahkan rela menukar segalanya untuk kita berdua Mommy."


"Mommy Harus kembali ke Daddy. Daddy saat ini membutuhkan Mommy."


Di tengah perbincangan mereka terdengar suara isakan yang begitu windi kenal.


"Baby... Maafkan aku..."


"Maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu..."


"Maaf kan untuk semua kesalahanku..."


"Jangan pergi...Tetaplah berada di samping ku selamanya. Aku tidak tau bagaimana kehidupan ku tanpa ada nya dirimu Baby..."


Anak itu tersenyum memandang ke arah windi."Mommy, Daddy begitu merasa bersalah karena membiarkan mu seperti ini. Jangan buat rasa bersalah Daddy terlalu dalam Mommy. Mommy harus kembali dan temani Daddy di samping nya."


"Mommy Percaya lah kepada ku, Aku Akan selalu ada di hati Mommy dan juga Daddy."


Windi hanya diam, dan Isak tangisnya semakin menjadi-jadi mendengar perkataan anak kecilnya yang bahkan belum sempat ia dengar detak jantung nya.


Kedua nya hanya saling diam memandang satu sama lain. Hingga anak kecil itu kembali bersuara." Ayo Mommy, Aku akan mengantar kan mu kepada Daddy." Ujar nya seraya mengulurkan tangannya.


Windi mengangguk kepalanya dan meraih uluran tangan nya. Kedua nya berjalan menuju ke tempat yang tidak jauh dari mereka berdua.


Windi hanya diam mengikuti kemana anaknya membawa nya pergi.


Hingga kini mereka berada di sebuah Danau yang begitu indah. " Mommy Pergilah ke sana." Ujar seraya menunjuk ke arah Pelangi bersinar.


"Ke sana?"


"Iyah, "


"Lalu kamu?"


"Mommy aku akan di sini selama nya bersama Tuhan. Dan mommy bersama Daddy."


"Mommy harus siap, Percaya pada ku Tuhan akan mempunyai jalan untuk setiap Hambanya."


"Baik la, Tapi boleh kah Mommy memeluk mu untuk terakhir kali nya?"

__ADS_1


Anak itu mengangguk kepalanya dan merentangkan kedua tangannya. Wanita itu menyambut nya rentang an tangan itu dan memeluk nya dengan sangat erat, Ia mencium lembut pucuk kepala nya.


"Mommy sudah waktunya Mommy kembali kepada Daddy."


Mendengar itu wanita itu melepaskan pelukannya. Saat melepas kan pelukan nya, Perlahan anak itu mulai menjauh dari pandangan Wanita.


Windi kembali terisak ketika bayangan anak itu menghilang. Ia melihat ke arah pelangi yang bersinar. Ia berjalan mendekat ke arah pelangi itu.


Aku kembali...


°°°


Wisnu menggenggam erat tangan Windi, seakan-akan tidak ingin melepaskan genggaman tangan itu.


Ia merasa sangat lelah sekali, Ia mendudukkan tubuhnya di kursi sisi ranjang Windi.


Tangannya masih menggenggam erat tangan Windi. Ia menunduk kepalanya, Tangis nya masih tak kunjung berhenti.


Di tengah Isak tangisnya, Tiba-tiba saja alat monitor Windi berbunyi. Tidak hanya itu tubuh Windi mulai kejang-kejang. Hal itu membuat Wisnu panik. Ia memencet tombol Berulang kali. Hingga kini dokter dan suster datang dengan wajah panik.


"Dok tolong periksa istri! Kenapa dia seperti ini?" Ujar nya dengan panik.


"Tuan tenang lah, Mohon tunggu di luar."


"Bagaimana bisa aku tenang! Cepat periksa istri ku sialan." Teriak Wisnu.


James yang berada di luar melihat dokter datang dengan panik di tambah Wisnu berteriak Membuat nya langsung masuk.


Tubuh nya mendadak lemas Melihat monitor Windi yang terlihat tidak stabil, Di tambah tubuh Windi yang terlihat kejang-kejang.


Tes!


Air mata nya menetes kembali membasahi pipinya. Sedetik kemudian ia tersadar dan menghapus kasar air mata nya.


Air mata sialan. Batin nya.


Ia melihat Wisnu yang terlihat tambah kacau, ia menarik lengan Wisnu. "Wisnu ayo ikut aku keluar."


"Tidak aku ingin di sini melihat Istri ku!" Seru Wisnu.


James memejamkan singkat mata nya, Menantunya ini benar-benar keras kepala. Ia tidak memperdulikan ucapan Wisnu. Ia langsung menarik paksa Wisnu keluar dan membiarkan tim medis memeriksa kondisi Windi.


Di luar ruangan Wisnu masih berusaha masuk ke dalam ruangan Windi. James yang mulai jengah dengan sikap keras kepala menantu nya membuat nya maju ke depan dan...


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi Wisnu, " Dasar bodoh! Kau ingin mengganggung Dokter yang sedang bekerja menyelamatkan nyawa Putri ku Ha!" Teriak James dengan geram. Nafas nya memburu dan matanya menatap tajam ke arah Wisnu. yang masih menoleh ke arah kanan akibat tamparan nya.


Semua orang yang menyaksikan itu menatap terkejut, Karena James yang tiba-tiba menampar Wisnu.


"Wanita yang berada di dalam bukan hanya Istri mu Sialan! Dia juga Putri ku! Putri Kecil ku! Bukan hanya dirimu Yang merasa terluka Wisnu! Kami semua merasa terluka! Aku mohon jangan bersikap keras kepala seperti tadi!" Ujar James dengan menggebu-gebu.


Sudah cukup, ia sudah tidak tahan melihat dengan semua ini.


Tak lama dokter keluar dengan wajah yang terlihat senyuman kecil di wajah nya.


"Tuan."


James dan juga Wisnu langsung menghampiri dokter itu " Bagaimana keadaan nya dok?" Tanya Wisnu Tak sabaran.


"Tuan, Seperti tuhan mendengar doa kalian. Saat ini Nona Windi sudah sadar.." Ujar nya.


Mendengar perkataan dokter membuat semua orang yang berada di sana tersenyum bahagia, dan berulang kali mengucapkan puji syukur kepada Tuhan.


"Apakah Saya boleh melihat nya?"


"Tentu saja tuan Silahkan."


Setelah mengatakan itu, Dokter pamit undur diri. Kini menyisakan Keluarga besar Winata dan Witamma.


James maju mendekat ke arah Wisnu." Maafkan atas tamparan ku tadi...Pergi lah, Beri dukungan kepada putri ku." Ujar James.


Wisnu mengangguk kepalanya Mengerti." Iyah Pa.."


Saat berada di dalam hal pertama yang Wisnu lihat adalah tatapan kosong dari mata Windi. Tidak ada kebahagiaan, keceriaan, Dan semangat.


Hati Wisnu benar-benar sakit melihat pandangan kosong Windi. Bahkan Windi tidak sadar jika kini Wisnu sudah berada di samping nya.


Tangan Wisnu menggenggam lembut tangan Windi. "Baby.. "Ujar lirih Wisnu.


Namun Windi tidak melirik kearah Wisnu sama sekali. Ia hanya menatap ke arah depan dengan pandangan kosong.


Tapi itu lebih baik dari pada Windi memejamkan mata nya. Baby, Mulai detik ini tidak akan kubiarkan siapa pun menyakiti dan melukai dirimu...


.


.


.


.


.


Next Chapter


Wanita tidak pernah gagal dalam hal Apapun, Baik menjadi seorang ibu, Istri, Anak, Cucu, dan menantu. Wanita selalu membawa senyuman di wajah cantik nya, Wanita di ciptakan untuk membawa ke bahagia untuk semua orang.


.


.


.


.


Maaf banget kalau Update nya dan mungkin Feel nya ga sampai di Kalian nya. Maaf banget yah:) Kalau ada yang salah mohon saran nya yah...


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2