Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Umpatan


__ADS_3

"Mommy, Ayo menikah dengan Papi." Ujar Rara,


Uhuk


Uhuk


Mendengar putri nya yang melamar Wanda, Sontak saja membuat Jio yang sedang minum Mineral Water membuat nya tersedak. Ia benar-benar Tak Habis Fikir dengan Putri nya. Bagaimana bisa putri nya melamar seorang Gadis untuk nya?


Astaga! Memalukan sekali.


Bukan Hanya Jio saja yang Terkejut, Windi yang notaben nya sebagai Adik Wanda pun merasa sangat terkejut. Seorang Gadis kecil berumur Lima Tahun melamar Kakak nya? Windi tidak bisa membayang kan nya jika yang berada di posisi nya saat ini adalah Ken. Windi membayang kan bagaimana jika Ken yang berada di tempat nya dan mendengar kan permintaan dari Gadis Kecil itu.


"Mommy?" Panggil Rara lagi.


Wanda terdiam sejenak, Jawaban apa yang cocok untuk Ia jawab. Ia takut Jawaban nya nanti justru malah melukai hati kecil Rara yang begitu telus untuk nya.


"Ehm..." Wanda sedikit melirik ke arah Jio yang juga sedenag melirik nya. Wanda menaikan Alisnya ke atas, Jio hanya mengangguk kan kepala nya kecil.


"Sayang, Kita makan dulu yah." Jio memberikan sepiring Pasta kesukaan Rara.


"Baik lah Papi." Rara memakan lahap Pasta ke sukaan Nya. Saking lahap nya, Bibir Rara berlepotan terkena saus Pasta. Wanda menggelengkan kepala nya, Ia mengambil tisu yang berada tidak jauh dari Dari nya. Ia mengelap lembut bibir Rara yang belepotan. "Pelan-pelan sayang," Ujar Wanda.


Wanda terus memperhatikan Rara yang makan dengan lahap, Ia bahkan melupakan makanan yang sudah tersaji kan di hadapan nya. Windi menggeleng kan kepala nya melihat kakak nya begitu bahagia sekali. Windi merasa kalau Wanda sangat cocok sekali dengan Rara, Mereka seperti keluarga bahagia. Padahal kedua nya sama sekali tidak ada hubungan darah.


Semoga saja Angel bisa menikah dengan nya.


Jujur saja Windi sangat berharap Kakak nya akan segera menikah dalam Waktu dekat ini, Bukan karena apa soal nya Windi takut tidak akan ada yang berani mendekati Wanda karena Identitas nya yang sebenar nya. Apalagi jika kelak pasangan nya mengetahui kalau Wanda merupakan ketua dari organisasi Mafia terbesar di Eropa, Pasti kan membuat pasangan nya menjadi minder dengan Wanda.


.


.


.

__ADS_1


Selesai memakan makanan utama, pelayan menyajikan beberapa buah-buahan dan puding sebagai penutup, Selama menikamati sajian penutup mereka diselingi dengan obrolan random yang sangat menarik.


"Tuan Jio, Sebelum nya kita belum pernah bertemu tetapi saya sering mendengar kesukses an yang begitu luar biasa." Puji Windi.


Jio tersenyum samar menanggapi Pujian Windi. "Terima kasih Nona saya sangat tersanjung dengan pujian nya, Namun saya tidak akan ada apa-apa nya jika tidak ada karyawan saya yang membantu selama ini." Ujar Jio.


Mereka saling mengobrol tak jarang Wanda ikut menimpalin obrolan mereka. Namun ia lebih memelih menidurkan Rara yang sudah mulai mengatuk, Ia menepuk-nepuk pelan punggung Rara agar Gadis kecil itu semakin terlelap. Wanda tersenyum kecil melihat Putri kecil nya sudah tertidur. Tangan kanan nya bergerak bebas mengambil Buah semangka yang begitu menggiur kan diri nya. Namun saat sudah mendarat di tenggorakan nya,


Uhuk


Uhuk


Wanda Berusaha meraih botol meneral yang berada tidak jauh dsri nya, Namun saat akan mengambil nya Jio lebih dahulu mengambil nya, Jio memutar tutup botol itu hingga terbuka lalu menyerah kan nya ke Wanda. Meskipun ia sedang berbincang dengan Windi tetapi gerakan nya begitu cepat mengambil kan minum Wanda.


Wanda awal nya ragu untuk mengambil minum yang di berikan Jio, Ia melirik ke arah Jio yang tengah fokus berbincang dengan Windi. "Ambil lah." Titah Jio seperti tidak ingin di bantah.


Dengan ragu-ragu Wanda meraih botol meniral itu, Ia meneguk tandas botol berukuran tiga ratus tiga puluh mili itu hingga habis. "Terima kasih." Ujar nya.


Jio mengalih kan pandangan nya ke arah Wanda, Ia hanya tersenyum tipis ke arah Wanda. Jio tidak tau jika senyuman tipis itu sangat berdampak untuk Jantung Wanda yang seperti nya mulai tidak terkontrol.


Wanda bahkan tidak sadar bahwa kedua pipi nya merah merona akibat senyuman tipis yang di berikan Jio.


Sedang kan di sebarang Wanda ada seorang pria yang sedari tadi hanya bisa mengumpat semua yang ia lihat, Hati nya begitu panas dan gerah melihat Adegan yang baru saja ia lihat.


Cih! Dasar Kang Caper sok-sok an romantis, Heh Emang bagys apa begitu. Batin nya.


"Tuan Jio, Seperti nya Rara sangat kelelahan Ia sampai ketiduran. Jika di tidur dengan posisi seperti ini aku takut leher nya akan sakit." Ujar Wanda.


"Kau benar, " Jio mengangguk kan kepala nya setuju.


"Ehm, Maaf nona Windi seperti nya saya harus pamit undur. Rara sudah tertidur." Ujar Jio


"Aah Iya, Ya sudah tidak apa-apa kalau begitu Angel kau ikut saja dengan Tuan Jio." Celetuk Windi membuat Wanda menatap garang ke arah Windi.

__ADS_1


Apa yang kau kata kan? Begitu lah kira-kira arti tatapan Wanda.


"Angel kau ikut saja dengan Tuan Jio, Bagaimana jika Rara mencari keberadaan mu yang tidak ada di samping mu, Pasti nya Rara akan sedih sekali saat tidak melihat keberadaan mu bukan?"


"Tapi..."


"Angel apa kau tidak merasa ikut sedih ketika melihat Gadis sekecil Rara menangis? Apalagi jika ia menangis karena mencari diri mu." Sambung Windi memotong ucapan Wanda.


Wanda menatap ke arah Jio, Ia sangat tidak enak jika harus ikut dengan nya. Apalagi jika Rara memanggil nya Mommy pasti akan sangat Canggung sekali.


"Bagaimana Angel?" Tanya Windi lagi.


"Baik la, Aku akan ikut."


Bagus . Batin Jio,


Berbeda dengan Wanda Jio justru sangat senang sekali jika Wanda ikut dengan nya. Ia pasti bisa lebih lama-lama dengan Wanda dan mungkin akan berkesempatan untuk mencari perhatian dari Wanda. Akhir-akhir ini Jio bahkan melupakan kekasih hati nya yang sudah hampir satu tahun ia pacari. Entah kenapa ia merasa kalau kekasih nya itu tidak bisa mengambil hati putri nya, Sedang kan Wanda wanita yang ia temui beberapa hari yang lalu malah sudah sangat dekat dengan Putri kecil nya. Jio memilili fikiran untuk mengakhiri hubungan nya dengan kekasih nya agar ia bisa lebih leluasan dekat dengan Wanda. Ia bahkan rela bersikap konyol jika sudah di hadapan Wanda, Apapun akan ia lakukan agar bisa dekat dengan Wanda.


Brak!


Semua pandangan teralih ke arah Dito yang tampak sedang menahan kekesalan nya mati-mati an. Dito yang merasa semua padangan mata menatap ke arah nya hanya bisa menampilkan senyuman simpul ke arah meraka.


"Ada apa?"


"Ma-maaf nona, Saya hanya melupakan sesuatu." Ujar bohong Dito. Ia tidak mungkin mengatakan kalau ia sangat kesal melihat kedekatan Wanda dan juga Jio.


"Oh baik lah." Windi hanya mengangguk kan kepala nya percaya, Lain hal nya dengan Refa dan Panji yang menatap ke arah nya dengan tatapan yang sulit di arti kan.


Sial!


.


.

__ADS_1


.


Haii Semua nya apa kabar? semoga baik-baik saja ya... Sehat selalu untuk kalian semuaa😘


__ADS_2