
Perusahaan Witama sedang mengalami krisis pelonjak harga saham yang menurun, Wisnu dan yang lain masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. Kenapa perusahaannya bisa mengalami krisis Seperti ini.
Di tambah proyek yang sedang ia jalani selama beberapa bulan terakhir, mengalami masalah oleh pembanguna di Insfraktuktur di trasportasi.
Keadaan perusahan Witama, saat ini benar-benar di ambang ke hancur. Tidak tau kenapa dalam waktu Dua hari terakhir semua nya bisa sekacau ini.
Wisnu dan yang lain, mati-mati mencari cara agar tidak terjadi kehancuran dan berusaha menjadi investro lain, Tapi sayang nya semua nya nya seolah tidak menerima tawaran kerja sama dengan perusahan Witamma.
Perusahaan Witamma kehilangan harga saham hampir lima puluh persen. Para petinggi perusahaan, saat ini sedang mengdiskusi masalah ini.
Wisnu bahkan hampir tidak pulanh selama tiga hari, Ia harus bekerja Ekstra untuk menaikkan saham perusahaannya lagi.
"Isnu apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Windì,
Terdengar helaan nafas berat dari Wisnu."Tidak baby, Entah kenapa saham perusahaan mengalami penurun drastis dalam dua hari. Aku tidak tau kenapa itu semua bisa terjadi. Dan aku berusaha untuk mencari Dana dari perusahaan lain, Tapi tidak satu pun dari mereka yang mau menerima tawaran ku."
Windi yang mendengar perkataan suami nya, membuat nya tak percaya." Bagaimana bisa?"
"Entah la, Tapi aku yakin kalau ini pasti ada hubungannya dengab proyek yang sedang aku jalani saat ini."
"Proyek apa?"
"Pembangunan Mall dan perumahan Elit di daerah Thiongkok, atau lebih tepat nya dekat dengan Wilayah Xujiahui."
Windi mendengerkan penjelasan Wisnu dengan seksama."Lalu?"
"Terjadi penghambatan Insfraktuktur tranportasi selama ini, yang hampir menyebabkan kerugian hampir satu miliyar. Selain itu, mendadak Para Investor melepaskan kerja sama yang sudah di sepakati secara sepihak, Dan Entah kenapa tiba-tiba saja harga saham turun hingga hampir lima puluh persen."
Windi mencerna setiap kata yang di kata Wisnu, Entah kenapa Windi merasa ada seseorang di balik semua ini.
"Tapi ada satu perusahaan yang justru menawarkan untuk bekerjasama dengan perusahaan ku Baby."
"Apa nama perusahaan yang menawarkan kerjasama itu? dan perusahaan apa saja yang menolak kerja sama mu?"
Kali ini Wisnu menatap ke arah Windi dan menatap nya dengan intens.
"The Garde."
"The Garde?" Tanya Windi memastikan.
"Iya."
Windi hanya diam, ia tampak termenung. Ia seperti mengenal Nama perusahaan itu.
The Garde? Aku seperti mengenal perusahaan itu, Tapi aku seperti melupakan sesuatu.
Melihat Windi yang hanya diam membuat Wisnu mengerut bingung kening nya.
"Ada apa?"
"Baby?"
Wisnu menghela nafasnya, Ia meraih tangan Windi dan menggenggamnya. "Ada apa hm?"
Tangan Wisnu yang menggenggamnya, membuat Windi tersadar." Ehm tidak apa-apa." Alibi Windi.
"Benarkah?"
Windi melepaskan genggaman nya dan menangkup kedua pipi Wisnu."Semua akan baik-baik saja, percaya pada ku. Tak akan aku biarkan siapa pun akan menyakiti keluarga ku." Ujar Windi dengan serius.
Wisnu tersenyum hangat mendengar perkataan Windi yang begitu menyentuh hati nya. Ia mengecup lembut kedua punggyng tangan Windi secara bergantian."Terimakasih."
...***...
"Sekarang sudah saat nya kau keluar dan membalaskan dendam mu." Ujarnya
"Bagaimana jika mereka yang menang?"
Cih!
"Kau takut?"
__ADS_1
"Tidak! Tapi semua orang tau bagaimana kejamnya keluarga itu."
"Sekarang mereka tidak akan kejam, karena kekuasaan mereka berada di bawah kendali ku."
"Bagaimana bisa?"
"Kau tidak perlu tau, Kau hanya perlu ikuti perintah ku. Dan kau akan mencapai untuk membalas dendam mereka."
"Tapi.."
Plak!
Satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipi mulus wanita itu, ia jatuh terhayung kesamping.
"Kalau kau keberatan maka aku akan membuat mu mati di tanganku." Ujar nya seraya mencekram kuat kedua pipinya.
"Ja-jangan.."
"Kalau begitu menurut lah *****."
...***...
Pria bertubuh jakun, berjalan dengan cepat memasuki ruangan. Wajahnya yang dingin dan kaku membuat siapa saja yang melihat nya akan bergidik ngeri.
"Selamat Siang Tuan." Hormat nya ketika sampai di ruangan.
"Ah Kau sudah datang?"
"Duduk la."
Pria itu langsung mendudukan bokongnya di sofa yang berada tidak jauh dari meja yang ia sebut tuan.
"Katakan."
"Saat ini perusahaan Witamma mengalami penurun drastis, dan para pemegang saham, secara perlahan mencabut sahamnya. Penurun drastis ini berdampak pada harga pasaran, dan tentu nya membuat para rekan bisnis ragu untuk bergabung untuk kerjasma tuan."
"Hahaha..Bajingan sialan itu, ternyata bertindak sangat cepat tapi gegabah. Dia tidak tau siapa yang saat ini sedang bersama keluarga itu. Ah tidak lebih tepat nya, dia tidak tau kalau menantu keluarga Witamma adalah seorang putri dari raja nya dunia bisnis."
Pria yang menyampaikan informasi itu hanya diam menatap kearahnya.
"Baik tuan." Ujarnya, seraya menunduk hormat.
Sepeninggalannya pria bertubuh jakun itu, kini tinggal pria tua bertubuh besar dan tegap tengah mengesap kopinya.
Maafkan aku putra ku, tapi saat ini aku belum bisa menunjukkan kepada dunia siapa kamu sebenar nya. Dan teruntuk mu Tuan Witamma. Aku akan merebut kembali apa yang menjadi milik ku.
Matanya menatap ke arah bingkai foto yang terpajang di mejanya. Terlihat seorang bocah laki-laki yang sekitar umur lima tahun sedang tersenyum di depan kamera bersama seorang wanita berambut hitam legam yang juga tersenyum.
Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu harus pergi? Setetes air mata jatuh di sudut kiri matanya.
...***...
Dari hari ke hari keadaan perusahaan Witamma semakin mengalami kemerosotan, Mereka hampir kehilang saham perusahaan mereka dua puluh persen. Jika saja saat itu Windi tidak ikut turut serta membantu Wisnu mungkin saja mereka akan mengalami kerugian.
Secara diam-diam Windi mengumpulkan kepingan-kepingan pazel dari jatuhnya harga sahamnya perusahaan Wisnu, Hingga Windi dapat menyimpulkan kalau kerugian kali pasti ada dalang di balik ini semua.
Yang pertama, perusahaan Wiitamma bukan sembarangan perusahaan. perusahaan Witamma sudah sampai ke benua Eropa. Dan kenapa tiba-tiba saja mengalami keanjlokkan harga saham? Dan menurut sepengetahuan Windi tentang harga saham, tidak akan mungkun turun drastis seperti itu jika ada yang mengendalikan nya.
Yang Kedua, Proyek yang dijalani Wisnu dan juga Refa sama-sama mengalami masalah di waktu yang berasamaan, Seakan-akan membuat Wisnu dan Refa saling sibuk menangani proyek Nya mereka.
Dan puncak nya adalah, ketika Windi membaca ulang perjanji tertulis tentang kontrak kerja sama Wisnu dengan perusahaan xuji, terdapat kenjanggalan. Misalnya, hal yang paling mencolok, Mr. R? kenapa tidak disebutkan namanya yang sesungguhnya. dan meminta Wisnu mencari Investor dari perusahaan lain,nya padahal Wisnu mampu menangani proyek itu dengan dana nya sendiri. Selain itu para Investro Proyek Wisnu memiliki keterikat an dengan Mr.R bukan kah ini termasuk kedalam perangkat seseorang yang berusaha menghancurkan perusahaan Witamma?
Maka dari itu dapat di simpulkan secara garis besar, Ini semua hanya rekayasa untuk menjatuhkan perusahaan Witamma. Dan jika itu benar, Windi tidak akan membiarkan itu sampai terjadi.
Tapi satu hal yang membuat Windi semakin tertarik membantu suaminya yaitu perusahaan The Garde yang mencoba membantu perusahaan Wisnu, tapi masih di pertimbangkan Wisnu.
Windi yang saat itu, mengetahui nama perusahaan yang menawarkan kerja sama dengan perusahaan Wisnu, membuat nya langsung menghubungi kedua kakaknya dan mencari tau tentang perusahaan The GARDE.
Perusahaan raksasa yang berpusat di negara Belgia, dan memiliki beberapa cabang di belahan dunia. Yang Masih merupakan perusahaan besar yang berpengaruh bagi dunia bisnis, Tapi perusahaan tersebut masih berada di bawah perusahaan keluarganya tentunya.
Tapi satu hal yang membuat Windi bingung adalah, kenapa perusahaan besar itu, repot-repot ingin membantu perusahaan Wisnu di ambang kebangkrutan?
__ADS_1
Bukan kah selain itu, bisa juga ikut berdampak pada perusahaan nya juga?
Kerugiaan yang di alami Wisnu, di akibatnya harga jual pasar saham perusahaan Wisnu merosot. Keuangan nya biasanya menghasilkan miliyaran. Kini hanya seperempat dari pamasukan keuangan biasannya.
Berulang kali James menawarkan bantuan kepada Wisnu, namun Wisnu menolak dengan halus, Ia ingin berusaha sendiri untuk menangani perusahaannya. James nya mendacak sebal mendengar penolakan menantunya itu. Tapi apa boleh buat ia harus menghargai keputusan menantunya.
...***...
Hari ini Wisnu ada jadwal dengan perusahaan The Cre'on. Ia sudah ada temu janji dengan salah satu perwakilan itu, Tapi dua jam sebelum pertemuan. Wisnu mendapat kabar kalau pemimpin perusahaannya lah sendiri yang akan menemui Wisnu.
Kini Wisnu sudah berada di dalam restaurant, sambil menunggu kliennya di temani oleh Panji tentunya. Sebenarnya Windi ingin menemani Wisnu, Namun Papanya mengatakan ingin bertemu dengan Nya.
Mata Wisnu sedang fokus menatap berkas yang berada di hadapannya. Hingga ia tidak terlalu memperhatikan sekitar, Sampai sebuah tangan terulur di hadapannya.
"Hai.."
Wisnu langsung mendongongakkan kepalanya, menatap sumber suara. Betapa terkejutnya ia mendapati mantan kekasihnya berada di hadapannya.
"Kau." Terlihat kelas kilatan kemarahan di mata Wisnu, namun bukan karena sakit hati, tapi karena dendam.
"Lama tidak bertemu sayang.." Ujar nya dengan genit.
Mendengar wanita sialan itu memanggilnya sayang membuatnya bergidik ngeri. "Kenapa kau?"
"Ha..ha..Karena aku lah pemiliki perusahaan itu." Ujar Widya dengan angkuh. Ya Wanita itu adalah Widya. Wanita dari masa lalu Wisnu.
Kening Wisnu berkerut tak percaya, Bagaimana mungkin? ia telah menghancurkan karir Widya, dan sekarang? Widya mengaku kalau dia pemeliki perusahaan The Cre'on. Ini sama sekali tidak masuk akal.
Tanpa di perintah, Widya langsung duduk di hadapan Wisnu. Sedangkan sedari tadi Panji tersenyum kecil dan nyaris tidak terlihat.
Permain akan segara di mulai.
Selama pembahasan proyek, tak jarang Widya menggoda Wisnu. Tapi hal itu tidak membuat Wisny tergoda melain sangat jijik dan menyebal kan sekali.
Di dekat Widya seperti berada di dekat puluhan hama di sampingnya. Dapat di pasti kan setelah kembali dari sini, Wisnu akan langsung berendam untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang di tularkan Widya.
Wisnu sudah merasa risih dengan pertemuannya kali ini, membuat Wisnu langsung cepat-cepat membahas kerjasamanya. Sedangkan Widya sedari tadi hanya memperhatikan wajah tampan Wisnu. Kalau boleh jujur di lubuk hati nya yang paling dalam Widya masih sangat mencintai Wisnu. Untuk itu ia menyetuji rencana dari Mr. R untuk bekerja sama menghancurkan perusahaan Witamma. Karena dia yakin jika Wisnu bangkrut maka Istrinya Wisnu akan meninggalkan Wisnu. Dan ketika Istri nya meninggalkan Wisnu maka Widya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali mendekati Wisnu.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat menjalankam Ibadah puasa bagi yang merayakannya❤
Dan Selamat Hari Kartini untuk semua wanita-wanita tangguh di Indonesia.
.
.
.
.
Ditunggu kelanjuttannya,
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)