Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Menggemaskan


__ADS_3

Terlihat Sang surya yang sudah berada di tempat nya, sinarnya yang terang membias setiap sudut ruangan melalui kaca jendela yang hanya dibalut tirai tipis berwarna putih transparan, namun silaunya mampu menjamah siapapun yang berada di dalam sana.


Huam..


Wanda terbangun mendengar suara Alaram Handphone nya, Ia melirik ke arah orang-orang yang masih tertidur. Ia meregang kan tubuh nya yang terasa kaku.


"Sudah Hampir Jam sembilan." Wanda sebelum bangun dari posisi nya meregang kan tubuh nya terasa kaku ketika bangun Tidur. Setelah itu ia beranjak menuju ke kamar nya yang berada di lantai Tiga.


Sesampai nya di Kamar ia segara membersihkan Tubuh nya. Lima belas menit kemudian ia keluar dengan stel celana trening dan kaos Oblong berwarna Abu-abu. Rambut nya yang ia cepol ke atas semakin menambah aura nya, Tidak lupa dengan Airpods yang sudah tersumpal di telinga nya, seperti biasa biasa ia akan berlari mengeliling area taman Mansion.


Wanda menatap ke arah Cermin, Ia menampilkan senyuman nya. Setelah merasa puas dengan penampilan nya Wanda beranjak keluar dari kamar nya.


Saat Wanda sudah sampai di anak tangga dasar, Ia melihat Windi terbangun. "Baby, Kau sudah bangun?" Tanya Wanda.


Windi termenung dan memutar jengah mata nya mendengar pertanyaan konyol Kaka nya. "Tidak! Aku masih tertidur." Canda Windi.


"Aish!" Decak Wanda.


"Hehehe." Gelak Windi, Ia menatap ke arah pakaian Wanda. "Kau ingin Lari pagi Angel?"


"Ehm."


"Oh..." Windi mangut-mangut mengerti.


"Iya Mandi lah."


"Iya Baik lah,"


"Ah Iya apa kau akan ikut sarapan bersama Angel?" Tanya Windi.


Wanda yang hendak keluar menghentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah Windi. " Kalian sarapan saja duluan, Tidak Usah menunggu ku." Jawab nya setelah itu ia meninggal kan Windi.


"Yah! Baik lah!" Teriak Windi ketika tubuh Wanda semakin menjauh dari pandangan nya.


Setelah kepergian Wanda, Windi bangun dari posisi nya. Ia menatap ke arah Refa, Gilbert dan yang lain masih tertidur Pulas.


Iyah Mereka semua tidur di ruang Tengah, Wanda dan Windi tidur di sofa sedang kan para pria tidur di karpet berbulu.


Selesai Mandi Windi membangun kan para pria yang tertidur.


"Hei.. Bangun lah! Apa Kalian akan masih tertidur pulas seperti seekor Babi?" Grutu Windi.


Namun Sayang nya, Para Pria justru menutup telinga mereka dengan bantal. Melihat itu semakin membuat Windi Kesal.


Dasar kebo. Runtuk Windi dalam Hati.


Windi tersenyum miring menatap para pria yang sedang tertidur, Windi berlari menuju ke suatu ruangan. sesampai nya di sana ia bertemu dengan penjaga rumah.


"Hai Uncle."


"Nona? Ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


Windi menganggukkan kepala nya dan tersenyum kecil.


.


.


.


Kringg


Kringg


Kringg


Refa dan yang lain langsung bangun dan Berlari Panik keluar dari Mansion.


"Kebakaran!"


"Kebakaran!"


Teriak mereka hasut-hasutan, Sedang Windi yang melihat wajah panik mereka mengundang gelak Tawa Windi.


"Rasain!" Ujar Windi disertai senyuman usil.


Iya, Windi meminta penjaga rumah untuk memasang kan Alarm kebakaran.


"Hahahaha..Puas sekali."


Sedangkan Wanda yang sedang berlari menggelilingin taman, Langsung berbalik Arah ketika mendengar suara Alarm kebakaran. Ketika sampai di sana ia melihat, Gilbert, Refa, dan yang lain nya dengan Wajah Panik.


"Kebakaran!" Ujar Refa dengan nafas tersengal-sengal, Sungguh Rasanya benar-benar melelah kan ketika berlari dari ruangan utama ke halaman Utama. Mungkin karena efek panik membuat mereka semua merasa lelah.


Mendengar itu membuat kening Wanda berkerut heran. Kebarakan? Batin Wanda. Ia menatap keseliling halaman, tetapi ia tidak mendapati asap dari setiap celah jendala Mansion nya.


Hingga sebuah senyuman kecil terbit di bibir nya, Mata tajam nya menatap ke arah CCTV yang mengarah ke mereka. Dasar Usil!.


Di ruangan lain, Windi hanya bisa meneguk kasar saliva nya ketika melihat senyuman kecil dari Wanda.


Mampus!


.


.


.


Di tempat yang berbeda


Seorang Pria Muda Nan tampan Menatap ke arah televisi yang menampilkan Berita tentang saham perusahaan Witamma. Bukan Hanya itu ia juga sudah mendengar setiap strategi untuk sampai ke tahap ini.


"Kau Hebat sekali Baby," Ujar nya seraya tersenyum manis menatap ke arah layar televisi.

__ADS_1


Ceklek!


Pandangan teralih kan ke seseorang yang berjalan masuk ke ruangan nya.


"Daddy?" sapaa nya.


"Aku Baik Dad." Ujar Nya seraya tersenyum


Pria yang di panggil Daddy tadi, Meletak kan keranjang Buah yang ia bawa di atas meja. Kini pandangan nya beralih ke arah televisi yang. Ia juga ikut tersenyum mendengar nya.


"Dia Hebat sekali bukan?" Tanya.


"Iya Daddy, Dia Hebat sekali.." Ujar nya.


Pria itu menepuk pundak nya pelan. "Sudah saat nya kamu keluar dari Zona mu Nak." Ujar Nya.


Lelaki Muda itu menggelengkan kepalanya. "Belum Dad, Belum Saat nya. Akan tiba saat nya Aku akan muncul di hadapan nya. Meskipun Aku merasa sakit setiap ia menangis karena diri ku, Tapi aku juga tidak boleh gegabah. Karena mungkin saja saat aku keluar sekarang dia bisa saja menyakiti Windi kembali." Tangan nya terkepal kuat saat mengingat diri nya harus kehilangan Calon Anak nya.


"Baik la.."


Kedua nya diam membisu dalam ruangan itu dengan fikiran mereka masing-masing. Mencoba menerawang apa yang akan terjadi Ke depan nya.


***


Mansion Keluarga Winata.


Setelah Insiden Tadi Pagi, Semua pria menatap sengit ke arah Windi. Sedang kan Windi hanya diam menatap jengah ke arah mereka.


"Kalian Marah? Ckckck... Childish Sekali Kalian ini." Ujar Windu mengejek.


Ya mereka semua tau kalau Windi mengerjai mereka dengan menghidup Alarm kebakaran. Hingga Kini Para Pria hanya mendiam kan Windi dan menatap horor ke arah nya. Bukan nya takut Windi justru semakin membully mereka.


Wanda yang sedari tadi memperhatikan Windi yang sedari tadi terus mengoceh membuat nya lama-lama menjadi jengah.


"Ckckck...Mema-"


"Cukup Baby." Geram Wanda. Ia menatap tajam ke arah Windi yang sedari tadi terus saja mengoceh tidak jelas.


"Hentikan! Atau kau dan yang lain nya akan masuk ke kandang Jerry saat ini Juga." Ujar Wanda dengan tegas.


Windi dan yang lain nya hanya bisa meneguk kasar Saliva nya, Perkataan Wanda terlihat serius dan tidak Main-main.


"Cepat Habis kan sarapan kalian! Dan kembali Ke pekerjaan kalian." Sambung nya seraya memberikan tatapan Tajam dan dingin.


Semua orang hanya mengangguk patuh dan membuat nyali mereka menciut. Tetapi tidak dengan seorang pria yang berada di sebalah Refa. Ia tersenyum kecil melihat Wanda, Ia sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam Wanda. Justru Ia merasa gemas sendiri melihat.


Ahh, Dia sangat menggemas kan sekali.


.


.

__ADS_1


.


Hai Guys, Jangan lupa Like, Komen, dan Share...


__ADS_2