Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Wanita itu Bernama Ara


__ADS_3

Setelah pertemuan mereka tadi, kini masing-masing kembali ke pekerjaannya. Kecuali Refa, Windi meminta Refa untuk tidak meninggalkan ruangan. Ada hal yang ingin Windi bicarakan dengan Refa secara pribadi.


"Ehmm?"


"Kata, secara singkat bagaimana kau mengenal nya?" Tanya Windi.


Refa menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. "Ehmm... Itu."


"Itu apa Refa? Kata kan dengan Jelas, Jangan membuat ku bingung. Kata kan agar aku bisa membela mu dari amukan mama karena kau membawa wanita ikut serta dengan mu, Dan bahkan kalian tinggal Serumah. Ckckck.." Ujar Windi mengejek.


"Kau janji akan membela ku?"


"Tentu saja, Kau adik Ipar ku.. Selama isnu sedang di rawat aku yang akan mengambil alih peran-nya baik sebagai pemimpin perusahaan maupun sebagai seorang kakak." Ujar Windi jelas.


"Baik la..."


Flashback On


Refa yang tengah bosan memilih untuk jalan-jalan di sekitar Apartement nya untuk menghirup udara segara. Akhir-akhir ini pekerjaannya sangat melelahkan.


Langkah Panjang nya menuntunnya sampai ke hamparan danua, Ia di suguhkan dengan demuruh ombak yang sangat membuat nya terasa nyaman.


Seulas senyuman terpancar di wajahnya, ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Suasana ini sangat membuat nya sangat tenang dan nyaman.


Sekitar dua puluh menit menikmati pemandangan, Refa memutuskan untuk kembali ke Apartemen nya.


Di tengah perjalanannya tiba-tiba saja.


Brak!


Seorang bertubuh mungil menabrak Tubuh Refa, Refa yang melihat itu reflek langsung merangkul nya agar tidak jatuh langsung ke tanah.


Deg, Deg, Deg.


Mata mereka saling memandang satu sama lain,


"Nona Ara." Teriak seseorang.


Mendengar teriakan itu membuat Wanita langsung memeluk erat tubuh Refa, dan menelusupkan tubuh mungilnya di pelukkan Refa.


Refa yang tiba-tiba saja di peluk, membuat nya terkejut dan tak bergeming. Sungguh Refa benar-benar tidak mengerti situasi yang sedang ia jalani saat ini. Bagaimana tidak? tiba-tiba saja seorang wanita menabrak dirinya dan sekarang Wanita itu memeluk erat tubuh nya.


Refa yang tersadar berusaha melepaskan pelukannya, tapi Wanita semakin mengeratkan pelukannya."Biar seperti ini."


"Tapi.."


Wanita itu mendongakkan kepalanya menatap ke arah Refa, "Please.." Ujar seraya menunjukkan Puppy eyes nya.


Sial! Kenapa wanita ini sangat menggemaskan sekali? Tapi pada akhirnya ia membiarkan wanita itu memeluk dirinya. Mata nya tak sengaja menangkap beberapa orang yang terlihat mencari seseorang sambil menyebutkan namanya. Hingga ia tersadar bahwa orang-orang itu mencari wanita yang berada di pelukkannya.


Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis,


Ara? Nama yang bagus. Batin Refa.


"Kau dikejar orang-orang itu?" Tanya Refa dengan datar


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya. Hal itu semakin membuat nya gemas. Rasanya ia ingin sekali menjadi kan nya sebagai wanita nya.


Hahaha? Wanita ku?


"Lepas! Mereka sudah pergi."


"Benarkah?"


"Ehm." Wanita itu langsung melepaskan pelukannya, Ia menelisik ke arah penujuru danau. Dan benar saja orang-orang suruhan Mommy nya sudah pergi. Ia bisa bernafas lega, karena terbebas dari sikap protektif Mommy, Dan sekarang yang harus ia fikir kan dimana ia akan tinggal?


Refa sedari tadi memperhatikan Wanita itu yang tampak sedang berfikir. "Ekhm.."


Mendengar suara Refa membuat wanita seketika menatap Refa.


Deg!


Astaga semalam dirinya berimimpi apa? kenapa takdirnya beruntung sekali bertemu dengan pria tampan yang berada di hadapannya.


Alis Refa berkerut mendapati Wanita itu hanya diam menatap ke arah Refa. Refa melambai-lambaikan tangannya, Hingga Wanita itu tersadar.


"Ekhm.." Wanita itu berusaha tenang menetralkan debaran jantungnya. Ia merasa heran kenapa jantung nya berdebar-debar? Seperti seseorang yang sedang jatuh Cinta.


Tangannya Refleks memegang dada sebelah kirinya, Apa aky jatuh cinta kepada Pria tampan ini?


"Bisakah kau menyingkir? Aku ingin lewat." Ketus Refa,

__ADS_1


"Ha?"


"Menyingkirlah, Kau menghalangi jalan ku." Refa menggeser pelan tubuh Wanita itu, Tapi sepertinya tubuh wanita itu seperti terpaku di tempat ia berdiri.


"Nona? Bisakah kau minggir?" Ujar Refa dengan penekanan.


"Ha..Aku mencintai mu tampan." Ujar Wanita tanpa sadar.


Perkataan gadis itu sukses membuat Refa melotot mata nya tak percaya dengan ucapan Wanita itu. Bagaimana bisa Wanita itu dengan mudah mengatakan cinta kepada dirinya? Yang notabennya baru saja bertemu.


"Gila." Setelah mengatakan itu Refa langsung meninggalkan Wanita aneh itu.


Apa-apaan dia? bisa-bisanya mengatakan cinta kepada orang yang baru saja ia temui? Dasar aneh.


Melihat Refa yang pergi meninggalkan nya membuat Wanita bergeges mengikuti Refa. Ia tidak bisa kehilangan cinta pandangan pertamanya.


"Tampan Tunggu."


Refa seolah mengacuhkan panggilan itu dan terus berjalan dengan cepat, Bahkan ia menutup kedua telingannya.


Saat berjalan cepat tiba-tiba saja kaki kesandung batu, hingga hampir membuat nya hampir jatuh.


Batu sialan!


Melihat Refa yang hampir kesandung menbuat wanita itu langsung berlari dan


Hap!


Tubuh mungilnya kembali memeluk erat tubuh Refa, Sedangkan Refa yang di peluk tiba-tiba membuat nya sedikit terkejut.


"A-apa yang kau lakukan? "


"Menikmati pelukan Pria yang aku cintai."


"Lepas!"


"Tidak!" Ujar nya dengan tegas.


"Lepas!"


"Tidak!"


Refa memutar jengah bola matanya, ia harus bertindak. Jika terus seperti ini akan menjadi boomerang untuknya.


Mendengar kata cium membuat wanita itu melepaskan pelukannya.


Berhasil! Aku yakin cara ini tidak akan sembarang memeluk ku lagi


Tak dapat di tahan sumringah terpancar di wajahnya." Tampan."


Refa hanya mendacak sebal."Ada apa?"


Wanita itu tersadar. "Kau harus menikahi ku." Ucapan Wanita itu tak mampu membuat Refa terkejut.


"Gila!"


"Iya, Aku gila karena mu.." Ujar nya sembari mengedip-ngedipkan matanya.


"Dasar Wanita aneh." Ujar Refa lalu kembali melanjutkan langkahnya namun kembali terhenti karena tangannya di cekal oleh gadis itu.


Refa menghembuskan kasar nafasnya, Ia kembali membalikkan badannya. Ia hanya diam namun ia memanajamkkan matanya.


Tatapan tajam Refa tidak membuat wanita itu merasa takut, Tapi justru semakin mencintai Refa."Ah, jangan menatap ku seperti...Tatapan mu membuat ku semakin mencintai mu."


ck


"Karena aku mencintai mu maka kamu harus membawa ku pulang bersama mu?"


"Ha?"


Apa-apaan Wanita ini?


"Tidak!" Ujar Refa dengan tegas.


Mendengar jawaban Refa membuat matanya berkaca-kaca, Karena suara Refa seperti membentak dirinya.


"Hiks..Hiks.."


Astaga!


Refa memijat pelipis mata nya yang terasa pusing, Bagaimana tidak wanita itu menangis. Dan Air mata nya keluar.

__ADS_1


Terdengar bisik-bisik dari pengujung lainnya, yang melihat Wanita itu menangis. Refa semakin merasa terpojokkan.


"Ha..Baikla.."


"Hentikan tangisan mu.." Bisik Refa.


"Huwa..." tangisan Wanita itu semakin pecah membuat Refa gelabakan.


"Ssst berhentilah menangis..."


"Hummmmphh." Refa tersenyum kecil menatap ke arah orang-orang yang sedang memperhatikannya.


Pertemuan tidak terduga mereka membuat Refa dan Wanita yang bernama Ara itu, Tinggal bersama. Awalnya Refa tidak menyangka bahwa ia sudah jatuh Cinta kepada Ara karena kepolosan dan sikap nya yang sedikit bar-bar, juga sangat cerewet sekali.


Refa awal nya tidak percaya kalau ia sudah jatuh cinta. Apalagi jika awal pertemu mereka sangat membagongkan sekali. Terlebi sikap Ara yang terkadang manja dan cerewet sekali, Membuat Refa pusing sekali. Tapi lambut laun ia terbiasa dengan kehadiran Ara.


Hingga suatu hari Ara tidak sengaja merusak berkas yang berisi proyek Refa. Tanpa sadar Refa memaki dan membentak Ara sampai Ara menangis karena bentakan Refa. Melihat Ara yang menangis membuat tidak tega namun Karena Ego nya yang besar membuat Ia langsung meninggalakn Ara yang sedang menangis di kamar.


Setelah meninggalakan Ara, Refa menuju ruang kerja. Ia mengamuk dan menjambak kasar rambut nya. Sekarang ia merambati rasa penyesalan di lubuk hati nya. Ia kembali ke kamar nya, Dan mendapati Ara yang sudah tertidur dengan mata nya terlihat bengkak dan hidung nya yang merah.


"Maafkan aku Chagiya.." Sesal Refa. Tak lupa ia mengecup lembut kening Ara.


.


.


.


Ke esokkan pagi nya Refa terbangun tidak mendapati Ara di sampingnya, Karena biasanya mereka akan terbangun bersama. namun sekarang ia tak mendapati Ara. Dengan rasa panik Refa segera keluar dari kamar nya untuk melihat ke dapur karena di dalam kamar Refa tidak mendapati Ara. Saat di dapur ia juga tidak mendapati Ara. Refa menghela kasar nafasnya, Ia bingung kemana pergi nya gadis nya itu? Apa dia marah dengan nya dan pergi dari Refa? Apa dia kembali ke rumah keluarganya dan memutuskan untuk menerima perjodoh konyol itu? Apakah ? Apakah?


Tidak! Memikirkan nya saja sudah membuat Refa pusing dan panik. Refa segera meraih Mantel nya. Ia mengedarkan pandangannya ketika sampai nya di lobby, Tapi tak kunjung mendapati gadisnya. Ia berjalan keluar ke arae taman, Hingga ia melihat sesosok yang sedang ia cari. Refa segara melangkah cepat dan langsung membawa Ara ke dalam pelukannya.


"geogjeonghage hajima Chagiya." Ujar Refa seraya memeluk eat tubuh mungil Ara.


"Ehm?" Ara di buat bingung dengan sikap Refa.


"Oppa?"


"na eobs-ineun amudedo gaji ma. ihaehada?" (Jangan pernah pergi kemana pun tanpa diri ku. Mengerti?) Ujar Refa seetalah melepaskan pelukannya.


Ara yang sedang bingung hanya menganggukkan kepala nya mengerti.


Setelah menemukan Ara, Refa kembali membawa Ara ke dalam Apartement. Kali ini sikap Refa benar-benar berubah. Ia mulai menunjukkan Rasa sayang nya kepad Ara. Bahkan Tak jarang Refa selalu mengungkapkan Rasa Cinta nya kepada Ara.


FLASHBACK OF


"Bhuahahahah..." Tawa Windi sangat kencang.


"Ck Apa yang kau tertawa kan?! Ha?" Kesal Refa.


"Hahahaha, Kau... Kau...hahahaha" Windi benar-benar tidak sanggup melanjutian kalimat nya. Ia benar-benar merasa lucu dengan kisah Adik Ipar nya ini.


"Ck, Diam lah Windi.."


"Hahaha baik lah..." Windi menarik nafasnya dan membuang nya kembali untuk meredakan tawanya.


"Hufh... Dimana dia sekarang?"


"Di ruangan ku.." Ujar Datar Refa, Ia masih kesal dengan Windu karena telah mentertawakan dirinya.


"Ehm...Dia gadis yang imut dan Manis, Kau harus menjaganya. Karena aku yakin banyak sekali pasang mata yang mengincar gadis mu.." Ujar Windi dengan Serius.


"Tentu saja aku akan menjaga nya, Dan tidak akan membiarkan siapapun untuk melukai nya termasuk keluarganya sendiri." Ujar Refa dengan yakin.


"Bagus! Kau harus menjaga nya! Dan jangan pernah memberikan Celah untuk orang lain masuk ke dalam hubungan kalian! Kau mengerti?!" Ujar Windi seraya menatap tajam Refa.


"I-iya.." Refa sedikit takut dengan tatapan tajam mata Windi yang terlihat mencekam.


"Kau boleh pergi, Aku akan meminta Panji mengurus tempat tinggal untuk kalian."


"Baik lah, Aku permisi."


"Ehm.." Setelah kepergian Refa, Windi menarik dalam-dalam nafas nya.


Hufh melelahkan sekali.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut? Kalau kolom komentar nya rame aku bakalan Up lagi


__ADS_2