Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Orang Yang Sama


__ADS_3

Mata Windi sedari tadi bergerak lincah membaca setiap lampiran yang tertulis di dokumen. Berulang kali ia memastikan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Namun tiba-tiba saja pandangan nya jadi kabur dan bebayang. Ia berulang kali memejam kan mata nya agar tidak terlalu pusing.


Tangan nya melepaskan dokumen-dokumen yang berada di tangan nya. Ia menyandar kan bahu nya, Tangan nya dengan perlahan memijat pelipis mata nya yang semakin lama semakin pusing. Hingga ia merasa kan gejolak aneh di perut nya, Dengan segara ia langsung menuju ke toilet yang berada di ruangan nya. Ia tidak memuntah kan apapun hanya Cairan berwarna putih yang ia tumpah.


Setelah selesai membersihkan sisa muntahan nya, Dengan sempoyongan ia kembali menduduk kan tubuh nya. Badan Windi terasa sangat lelah sekali.


Kenapa rasa nya sangat tidak nyaman sekali. Berulang kali ia menghebus kan nafas nya.


Tangan nya mengulur mengambil ponsel yang berada tidak jauh dari nya, Ia mempunyai firasat tentang diri nya. Mata Windi terbelalak ketika melihat tanggal yang tertera.


Ia sudah telat hampir empat minggu dari tanggal yang seharus nya. Tanpa sadar tangan nya mengelus lembut perut.


"A-apa kah?" Ujar nya dengan terbata-bata.


Wanda langsung terfikir kalau ia sedang hamil, Karena sehari sebelum Wisnu kecelakaan mereka sempat menghabis kan malam yang panas dan panjang.


Wanda yang sedang cemas Dengan segera, ia mencari kontak Wanda.


Tutt... Tutt...


"Halo Angel."


"Halo."


"Angel kamu lagi dimana?"


"Taman kota."


"Ehm, Angel bisa kah kau datang ke kantor Wisnu, dan membeli kan tespack untuk ku? Aku merasa kalau aku sedang hamil lagi, Untuk itu bisa kah kau membeli nya untuk ku Angel?" Ujar Windi tanpa memberikan jeda untuk Wanda membalas ucapan nya.


Untung saja Wanda langsung mengerti dengan apa yang di inginkan Windi saat ini.


"Benar kah?" Terdengar suara Wanda yang terlihat sangat bahagia sekali.


"Aku tidak tau Angel aku hanya menebak nya saja, untuk itu segera kemari dan jangan lupa untuk membeli tespack."


"Baik lah aku akan segera ke sana."


"Oke, Aku menunggu mu." Windi langsung memati kan sambumgan telfon nya. Windi kembali membayang kan diri nya yang kini tengah mengandung anak ke dua mereka. Tetapi saat ini Windi tidak ingin terlalu berharap lebih, sebelum memastikan nya dengan jelas.


Semoga saja. Batin nya seraya mengelus lembut perut rata nya.


.


.

__ADS_1


.


Dua puluh menit kemudian.


Ceklek.


Tanpa permisi Wanda langsung masuk ke ruangan Windi dengan tergesa-gesa. Bagaimana ia tidak tergesa-gesa? Ketika Windi mengatakan kalau ia sedang mengangdung. Bagi nya itu sebuah Kabar gembira yang begitu ia sangat nanti kan.


"Baby." Ujar Wanda dengan terengah-engah.


"Angel? Kenapa terlihat seperti habis lari maraton?" Tanya Windi, Mata nya menelisik penampilan Wanda yang seperti habis lari maraton.


"Ha.. Ha... Thi..dak Pha.pa.." Ujar Wanda ngos-ngosan.


"Ini...Pesan mu Baby." Sambung Wanda, Tangan nya menyodor kan Tespack yang ia beli tadi di Apotek.


"Terima kasih Angel." Windi mengambil Alih Tespack itu.


Dengan secepat kilat Windi beranjak dan ke kamar mandi nya, "Hei, Hati-hati lah Tidak usah berlari." Teriak Kesal Wanda.


Setelah kepergiaan Windi, Wanda menduduk Diri nya di sofa yang berada di ruangan Windi. Ia menyandar kan Punggung nya, Wanda benar- Benar sangat lelah sekali. Ia bahkan Berlari dengan sangat cepat menuju ke ruangan Wanda yang berada di Lantai Sepuluh, Ia melupakan kalau Ia bisa saja mengakses ke ruangan Windi dengan Lift Khusus tetapi karena ia sangat Antusias Membuat nya melupakan Fakta itu.


Meskipun Ia sudah teribasa lari hingga 10 Km, Atau bahkan lebih dari itu. Namun Rasa nya sangat berbeda.


"Aish Kenapa gerah sekali. " Wanda mengibas-ngibas kan baju nya yang sedikit basah akibat peluh keringat nya.


Dengan sigap Tangan Wanda Hendak memukul orang tersebut, Jika saja pukulan Wanda tidak di tahan. Kedua nya, Saling bersitatap dengan dalam. Dada Wanda mulai bergemuruh ketika kembali menatap mata seseorang yang selama tiga tahun belakangan ini mengisi Hati nya.


Deg


Deg


Bukan Hanya Wanda yang bergedup kencang, Tetapi pria itu juga ikut bergedup kencang ketika menatap mata tajam Wanda.


Wanda segera memutus kan pandangan mereka, "Ekhm, Maaf aku tidak tau kau yang akan Masuk." Ujar Wanda dengan santai, yang berusaha menutupi kegugupan nya. Entah kenapa ia merasa sangat gugup jika berada di dekat pria itu.


"Ti-tidak Apa-apa nona, Seharus nya saya tadi mengetuk pintu dahulu." Ujar nya menunduk kan pandangan nya.


"Ya-ya, Ma-masuk lah." Wanda menggeser kan tubuh nya, Untuk memberi kan Akses masuk untuk nya.


Pria itu dengan ragu masuk ke dalam ruangan Windi, Di dalam ruangan itu terasa sangat canggung dan dingin sekali. Wanda yang kembali duduk dan memain kan ponsel. Sedang kan pria itu masih setia berdiri menunggu Kedatangan Windi.


Sesekali ia melirik ke arah Wanda yang sedang Asik memain kan ponsel nya. "Apa itu sangat menarik sekali?" Tanya dalam Hati.


Wanda sebenar nya tidak sibuk dengan ponsel nya, Ia hanya bolak-balik Akun sosial media nya. Sesekali ia juga melirik ke arah fano. Wanda menjadi gelagapan ketika Fano juga sedang menatap nya.

__ADS_1


Oh ****!


Sial!


"Ehm, Nona dokumen nya saya letak kan di atas meja." Ujar Tiba-tiba, Membuat Wanda tersentak kaget.


"A-ah Iya."


Saat Akan membuka Pintu, Fano di kejut kan dengan ke datangan Windi yang berada di depan nya.


"Dito? Ada apa?" Tanya Windi, Saat ia akan keluar ia tidak melihat ke hadiran Dito Atau Fano adalah orang yang sama. Asisten pribadi sekaligus skertaris pribadi Refa yang memiliki hubungan spesial dengan Wanda dengan Rahasia. Dito sedari Awal sudah curiga kalau Windi adalah Farah yang temui di Italia Tiga tahun yang lalu, Tetapi ia tidak ingin memberitahu Refa ataupun Kaka sepupu Panji, Karena saat itu Farah yang temui sedikit berbeda meskipun jika di lihat dengan teliti tidak ada yang berbeda. Hingga Hari dimana ketika ia mendapat kan Informasi dari Panji kalau Windi memiliki kembaran. Dito semakin curiga, Ia mencari foto Farah di ponsel nya. lalu membanding kan foto nya dengan Windi, Yang ternyata kelihatan sangat mirip. Tetapi tidak semua anak kembar sangat identik. Farah nya memiliki rambut yang sedikit ikal, Dan Mata berwarna Coklat sedang kan Windi memiliki Mata berwarna hitam pekat dan berambut Hitam legam lurus. Selain itu Tahi Lalat yang berada di ujung mata yang di miliki Farah dan tidak di miliki Windi. Dan terakhir sikap mereka sangat jauh berbeda, Windi dengan sikap lemah lembut dan Farah dengan sikap tegas nya. Tentu saja Hal itu membuat Dito sedikit Ragu pada Awal nya.


Windi melirik ke arah Wanda yang sedari tadi memperhati kan diri nya.


"Ehm...I-itu nona Sa-saya mengantar kan dokumen dari Tuan Refa."


Windi mengalih kan perhatian nya ke arah meja kerja nya, Di atas sana ada Map Merah yang baru ia lihat. Windi mengangguk kan kepala nya. "Baik lah, Nanti Aku akan memeriksa nya." Ujar Windi.


"Kalau begitu saya permisi Nona." Sebelum pergi Dito membungkuk hormat dan berlalu meninggal kan ruangan Wanda.


Kini di ruangan itu Hanya tinggal Wanda dan Windi yang saling melempar kan tatapan nya. "Angel Apa kau merasa kan kalau Cara Dito menatap mu seperti orang yang sudah lama tidak bertemu?" Pancing Windi.


Deg


Tubuh Wanda menegang mendengar penuturan Windi. "Ha..Ha..Ha.. Apa yang kau kata? Mungkin Hanya perasaan mu saja." Wanda Berusaha menutupi kegugupan nya, Selama ini ia selalu menutup rapat-rapat hubungan dengan Fano.


"Ah, Iya mungkin." Ujar Windi seraya menaik kan bahu Acuh.


"Lalu Bagaimana Hasil nya?" Tanya Wanda berusaha mengalih kan pembicaraan.


Windi menggelang kan kepalanya, "Tenang saja Tuhan Pasti akan memberikan nya di Waktu yang tepat." Ujar Wanda menenang kan Windi.


"Sss..Bukan Itu," Ujar Kesal Windi.


"Lalu?"


"Aku belum melihat nya, Aku terlalu takut untuk melihat nya. A-aku takut berharap bahwa akan ada nyawa di perut ku Angel." Ujar Sendu Windi. Ia menunduk kan kepala nya, Tak berani menatap ke arah Wanda.


Wanda menghela nafas nya perlahan."Baik la kau kau takut, Beri kan kepada ku. Biar aku saja yang melihat nya."


Dengan takut-takut Windi menyerah kan tespack nya kepada Wanda. Tangan Wanda mengambil Alih Tespack itu, Mata nya menatap lurus ke arah benda pipih Panjang itu. Wanda menatap sekilas ke arah Adik nya yang sedang menatap nya. "Negatif," Ujar Wanda.


Wajah Windi berubah menjadi murung, Ternyata ia hanya terlalu berharap bahwa akan ada nyawa yang bersemayan di perut nya. Mungkin saja Tuhan sedang mempersiap sesuatu yang spesial untuk nya dan Wisnu Kelak. Ia tidak boleh bersedih, Masih ada Waktu yang Tuhan berikan untuk nya dan juga Wisnu. Ia harus tetap semangat, Terlebih kondisi Wisnu yang saat ini masih belum pulih.


"Tidak apa-apa mungkin Tuhan sedang mempersiap kan sesuatu yang spesial untuk ku dan Wisnu." Ujar Windi, Ia tersenyum tulus di wajah cantik nya. Meskipun masih ada tersimpan rasa sesak di dada nya.

__ADS_1


Mendengar penuturan Windi membuat Wanda tersenyum hangat." Iyah Kau benar, Baby. Sekarang kemari lah..." Wanda merentang kedua tangan nya dan memeluk erat tubuh mungil Windi. Tinggi Wanda dan Windi sangat berbeda, Windi yang bertubuh mungil sedang kan Wanda bertubuh Jenjang. Windi hanya sepantara dagu Wanda


__ADS_2