Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Lari Lagi?


__ADS_3

Aera Crop


Windi memandang gedung pencakar langit yang terlihat begitu megah dan kokoh berdiri di atas tanah seluas 1 Hektar. Gedung yang terdiri dari 70 lantai, Windi benar-benar di buat takjud dengan Bangun yang di depan nya. Bukan hanya itu saja di dalam gedung terdapat dua puluh lima ribua monitor dan sensor untuk ke aman di setiap lantai nya, Bukan hanya itu saja di dalam gedung ini terdapat Elemen yang dapat mengatur pencahayaan, Suhu dan yang lain nya.


Saat akan masuk ke dalam Windi di sambut oleh robot yang ia yakin sebagai keamaan.


"Selamat datang di Aera crop." Ujar Robot itu menyambut ke datang Windi dan yang lain nya.


Windi dan Refa saling menatap satu sama lain, Mereka tersenyum tipis menerima sambutan dari Robot itu. Windi dan yang lain nya di antar menuju tempat mereka bertemu. Refa dan yang lain nya kembali tercengang ketika mereka berada di Lift yang langsung menghubung kan ke ruangan CEO mereka.


"Kakak Ipar, Ini benar-benar di luar dugaan ku. Seperti nya kita tidak akan menyesel menawar kan kerja sama dengan mereka." Bisik Refa.


"Kau benar."


Sesampai nya di sana Windi di arah kan ke salah satu ruangan yang bernuasan warna kream yang tidak terlalu mencolok. "Silakan Nona dan Tuan, Mohon di tunggu sebentar. Tuan Fero akan tiba dalam lima belas menit Tuan dan Nona."


Windi tersenyum dan mengangguk kan kepala nya."Terima kasih."


***


Di tempat lain Wanda terjebak Macet yang tidak berkesudahan , Ia tidak menyangka akan terjebak macet, Sudah hampir setengah jam tetapi ia masih belum bisa keluar dari kemacetan. Ia terus melirik ke arah Arloji nya, Waktu nya hanya tersisa setengah Jam lagi,


"Sial! Kenapa bisa macet seperti ini?!" Grutu Wanda.


"Pak Coba periksa kenapa bisa macet."


"Baik Nona." Supir yang membawa Wanda membuka seat belt, Ia turun untuk memeriksa keadaan. Sedang kan Wanda menunggu di dalam Mobil, Ia sudah harap-harap cemas kalau diri nya akan terlambat.


Wanda langsung pesan kepada Windi. "Baby, Seperti nya aku terlambat, Jalanan yang aku tempuh terjebak macet."


Ting!


"Tidak Apa-apa Angel, Refa masih punya salin nya."


Wanda sedikit bernafas lega karena Windi masih mempunyai salin proposal nya. Ia harap-harap cemas jika ia terlambat akan mempengaruhi kesan terhadap perusahaan Witamma, Tentu saja Wanda tidak ingin itu terjadi.

__ADS_1


Tak lama supir datang. "Nona Terjadi kecelakaan di pertiga yang menyebab kan kemacetan Nona."


Lagi-lagi Wanda hanya dapat menghela Nafas nya, Ia kembali melirik jam tangan nya, Tersisa dua puluh lima menit Lagi. Jarak dsri tempat ia berada ke tempat Aera Crop Hanya memakan sepuluh menit jika Mengendari Mobil atau pun sepeda motor tetapi karena kemacetan membuat Perjalanan nya terasa lama. Wanda mengambil Ikat rambut nya yang berada di Tas.


"Pak Kembali lah Ke Mansion, Saya Akan naik Ojek saja." Ujar Wanda


"Baik Nona."


Wanda langsung turun dari Mobil nya, Mata nya mengeder ke seluruh tempat tetapi tidak menemu kan nya, Dengan terpaksa Wanda berlari yang jarak nya hampir satu kilo meter, Untung saja Wanda tidak memakai High Heels. Meskipun terlihat sangat nyaman ketika berjalan, Tetapi percaya lah ini sangat-sangat tidak tidak nyaman ketika di buat belari. Tangan Kanan nya memegang Erat tas berwarna Hitam. Ia mulai melakukan Ancang-Ancang, Satu...Dua...Tiga..



Wanda mulai berlari dengan sangat cepat, Orang-orang yang melihat nya dengan tatapan Aneh, Bagaimana tidak Aneh? Ia memakai pakain Casual dengan sangat rapi, Tapi malah belari alih-alih menggunakan kendera Pribadi atau pun Kendaraan Umum. Tanpa Wanda sadari ia ada seseorang yang terus memperhatikan Diri nya dengan Intens.


Setiba nya di depan Gedung perusahaan Aera Crop Windi berulang kali mengambil dan membuang Nafas nya secara teratur, Bahkan wajah nya sudah di penuhi peluh keringat. Ia segara masuk ke dalam perusahaan, Disana ia juga di sambut oleh Robot yang tadi mengantar Windi dan yang lain nya.


"Selamat datang di Aera crop."


"Hah, Baik lah, Baik lah, Tolong Antar kan aku ke ruang pertemuan dari perusahaan Witamma." Ujar Wanda.


Wanda di tuntun ke ruangan tempat Windi dan yang lain nya berada. Sesampai nya di sana Wanda mengucap kan terima kasih kepada Robot pintar itu. "Terima Kasih." Ujar Wanda seraya sedikit menunduk kan badan nya.


Sebelum Masuk Wanda menyemprot kan Parfum ke badan, Karena saat ini ia sudah sangat bau dengan keringat nya. Tidak lupa ia kembali membuka ikatan Rambut nya. Setelah itu ia masuk ke dalam ruangan itu.


Ceklek.


Di sana ia melihat Windi dan Refa sedang berbincang, Melihat Pintu yang terbuka membuat Windi dan Refa mengalih kan pandangan nya. "Angel?" Windi segera barenjak dari duduk nya dan menghampiri Wanda. Windi menelisik penampilan Tatapan mata Windi semakin menajam dan Intens menatap penampilan kakak kembaran nya.


"Kau Habis berlari Angel?" Windi terus menatap intens Wanda, Membuat sang empu salah tingkah.


Mendengar pertanyaan Windi membuat Wanda gelegapan. "Aahh Tentu saja..Thi.." Wanda yang melihat Windi semakin menatap nya membuat Wanda tidak berani untuk berbohong.


"Ya...Aku habis berlari.. Hehehe." Wanda cengegesan.


Windi mencibik kesal melihat Kakak kembaranya ini, Suka sekali berlari. Padahal Pakai nya tidak cocok untuk ia berlari. "Kau ini selalu saja begitu."

__ADS_1


"Hehehe Akhu thidak ingin mengecewak kan mu maka nya aku berlari." Ujar Wanda dengan tulus. Wanda tidak akan membiar kan hal sekecil apapun yang akan mengecewakan Windi untuk itu ia rela jika harus lari ratusan kilo meter jika sudah menyangkut kebahagian Adik nya ini.


"Angel, kau tidak pernah mengecewakan ku, " Windi sangat haru mendengar penuturan Wanda.


"Ah sudah-sudah lebih baik kita duduk sebentar lagi rapat nya akan di mulai." Ujar Wanda.


Kedua nya duduk sebelahan, kedua nya saling berbincang singkat tentang obrolan mereka. Tiba-tiba saja Windi merasa perut nya seperti di aduk-aduk. "Ehm.." Windi reflek langsung membungkam mulut nya yang terasa penuh.


"Baby kamu kenapa?" Tanya Wanda Khawtir.


"Perut ku terasa mual Angel Ehm.." Ucapan membuat Panji, Refa, Dan Dito mengalih kan perhatian nya ke Windi yang terlihat menahan gejolak di perut nya.


Wanda langsung merangkul bahu Windi." Kau Ingin ke Toilet? Perlu Aku temani?"


"Ehm Mungkin tapi aku bisa sendiri, Kamu di sini saja Ganti kan aku yah, "


"Tapi.."


"Sst Angel, Kamu tunggu di sini saja yah Gantiin Aku.. Kalau aku pergi dan kamu juga siapa yang akan mewakil kan nya?"


"Baik lah, Tapi Aku akan tetap mengantar mu Oke?"


"Iya-iya, Ayo kau ini cerewet sekali." Wanda Dan Windi beriringan keluar menuju ke toilet.


Setelah mengantar kan Windi, Wanda kembali mendudukan tubuh nya. Tak lama ia duduk pintu terbuka, Seorang pria berperawakan tinggi dan bertubuh Atletis memasuki ruangan, Wangi Maskulin yang melekat di tubuh nya semakin menambah kesan ke tampanan nya. Semua orang berdiri kecuali Wanda yang sedang fokus dengan dokumen Tapi tak lama ia tersadar, Ia langsung melatak dokumen nya dan berdiri ia menatap kearah pria yang baru masuk ke ruangan pertemuan mengalih kan perhatian nya menatap ke arah seorang pria yang ia yakin sebagai pemilik perusahaan Aera crop.



Ke dua mata mereka saling memandang satu sama lain, Tatapan mata pria itu seakan menghipnotis mata Wanda.


Mata ini? Aku seperti pernah melihat nya. Batin Windi.


Dia? Berbeda dengan Wanda, Pria itu justru tersenyum kecil melihat kehadiran Wanda di hadapan nya, Wanita yang selama ini selalu hadir di bayangan nya. Wanita yang di panggil Mommy Oleh putri nya. Wanita yang ia lihat tadi berlari menggunakan Pakaian Casual.


"Silakan duduk Tuan." Ujar Skertaris nya.

__ADS_1


__ADS_2