Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Pengkhianat


__ADS_3

"Kita harus memanggil nya kemari," Ujar Windi dengan Final


"Tapi nona, Tuan muda Refa saat ini juga sedang menangani Proyek di korea yang juga sedang dalam masalah."


"Panji, Kita butuh dia. Refa sangat pandai dalam mengelolah Saham. "


"Saya akan membantu mu nona."


"Tidak Panji! Kau harus membantu broer Ken, "


"Tapi nona.."


"Tidak ada bantah Panji, Segera beri tau Refa untuk kembali Ke Indonesia Nanti malam." Ujar Final Windi tanpa di ganggu Gugat.


Panji hanya menghela nafasnya. "Baik nona." Setelah itu Panji pamit undur diri.


Kini tinggal Windi di ruangan Wisnu, Sudah terhitung tiga hari Windi menjabat sebagai CEO WN grup. Selama tiga hari Windi semaksial mungkin mengontrol keadaan perusahaan. Dan terbukti selama tiga hari ini perusahaan berangsur membaik, Tapi ia tidak boleh berbangga terlebih dahulu. Karena para musuh masih mengincar nya.


Di tambah lagi perusahaan Raj yang mengambil kesempatan untuk terus menjatuh kan persahaan WN grup. Untuk Windi harus memikirkan matang-matang rencana yang akan dia buat untuk membalas musuh nya sekaligus diwaktu bersamaan.


Windi segerah meraih ponselnya yang berada tidak jauh dari nya. tangannya mengetik nama Refa.


Tutt...Tutt...Tutt...


"Halo.." Terdengar suara cempreng yang menyambut telfon Windi.


Mendengar suara yang begitu cempreng membuat Windi sedikit menjauhkan ponselnya. Ia kembali melihat Id telfonnya,


Benar ini nomor Refa lalu kenapa suara Wanita yang mengangkatnya? Batin Windi.


"Haloo.." Suara cempreng itu membuat Windi tersadar.


"Sillyehabnida? nugu iss-eoyo..." (Permisi? Siapa disana..)


"Oh..Ekhmm...Refaga Issseubnikka?"


Tanya Windi menggunakan bahasa korea, Untung saja ia mengusai beberapa bahasa Asing. Salah satu nya bahasa Korea.


"Issda...jamkkanman jeonhwahaja..Oppa dangsin-eul chajgo issseubnida. geuyeouneun yeojaibnida.."


Windi yang mendengar wanita itu memanggil Refa dengan sebutan Oppa membuat Windi membelalakkan mata nya.


Apa dia kekasih Refa?


"Annyeonghaseyo."


"Halo Refa.."


"Windi?" Tanya Refa memastikan


"Ehmm..."


"A-ada apa kau menelfon ku?"


"Refa, Kau harus kembali ke Indonesia... Saat ini keadaan benar-benar sangat membutuhkan mu.."


"Apa maksud mu?" Tanya Refa dengan tidak mengerti.


"Kau akan mengerti, jika kau sudah sampai ke sini." Ujar Final Windi. Ia tidak mungkin mengatakan nya panjang lebar bukan? Bisa-bisa telinga nya Panas.

__ADS_1


"Tapi.. Bisakah kau mengatakan nya sedikit saja? Apa yang sebenar nya terjadi?" Tawar Refa.


"Tidak! Untuk itu kau harus segara kembali, Aku akan meminta Panji untuk segara mengurus kepulangan mu..."


"Lalu bagaimana dengan proyek ku? Aku tidak bisa mengabaikan nya begitu saja bukan?" ujar Refa dengan nada dongkol.


"Aku akan meminta, Virgo untuk membantu mu.."


"Virgo?" Tanya Refa


"Ehmm.."


"Siapa Virgo? Aku tidak bisa menyerahkan tugas ku kepada nya."


"Ck.. Tidak ada bantahan.. Besok pagi kau harus sudah sampai disini. Jika tidak, Aku sendiri yang akan langsung menendang bokong mu." Ujar Windi dengan penekanan.


Mendengar hal itu membuat Refa meringis. "Pemaksa." Cibir Refa.


Tanpa menjawab perkataan Refa, Windi langsung mematikan sambungan telfon nya.


***


Ke esokkan Pagi nya, Windi sendiri yang menjemput Refa ke bandara. Ia sudah menunggu sekitar lima belas menit tapi masih belum juga ada tanda-tanda ke hadiran Refa.


"Ck.. Kenapa lama sekali.." grutu Windi.


Windi merogoh ponsel yang berada di saku nya, saat akan menelfon Refa. Terdengar suara Refa yang memanggil nya.


"Windi.." Teriak Refa.


Mendengar itu, Windi membalikkan badannya. Mata nya menangkap sesosok Refa yang tengah berjalan ke arah nya bersama Dito dan juga Seorang Wanita.


"Hai.." Sapa Refa.


"Nona.." Ujar Dito.


"Hai-hai, Tidak ada sopan sekali kau ini memanggil Kakak Ipar mu dengan nama saja."Canda Windi. Ia sama sekali tidak mempersalahkan Refa memanggil nya dengan sebutan Apa yang terpenting hubungan mereka tidak lah Canggung.


"Ckckck...Menyebalkan." Cibir Refa.


"Ehmm.." Windi melirik ke arah Wanita yang sekarang bersembunyi di belakang punggung Refa.


Refa yang melihat itu paham dengan tatapan Windi yang melirik ke arah Wanita yang berada di belakang punggung nya.


"Akan aku jelaskan nanti." Ujar Refa


"Baik la, Ayo." Ujar Windi.


Di dalam mobil Windi membahas masalah yang sedang terjadi secara singkat kepada Refa. Tapi Windi masih belum berani mengatakan yang sebenarnya tentang Siapa Wisnu sebenar nya.


Windi tak jarang sesekali menyindir Dito, Yang juga terlibat dalam masalah ini. Sedangkan wanita yang ikut bersama mereka kini tengah tertidur di sandaran bahu Refa seraya menggenggam nya dengan erat. Bahkan tak jarang Refa mengelus lembuat tangan wanita itu.


Sebenar nya Windi ingin sekali bertanya, Tapi seperti nya ia harus menahan nya sampai mereka tiba di kantor.


Setiba nya di kantor, mereka langsung menuju ke ruangan Wisnu. Tapi sebelum menuju ke ruangan Wisnu. Refa mengantarkan Wanita yang ikut bersama nya menuju ke ruangan pribadi nya yang terdapat kamar tidur pribadi.


"yeogiseo gidalyeoyo. jamsi dong-an yeodongsaeng bu-ingwa iyagi halgeyo, da kkeutnamyeon dangsin eul mannaleo gal geyo."


(Tunggulah disini, Aku akan berbicara sebentar dengan Istri kakak ku. Setelah selesai aku akan segera menemui mu)

__ADS_1


"Joh-a Jagi." (Baikla sayang)


Refa mengusap gesam pucuk kepala Wanita itu, Sebelum pergi Refa mencuri ciumana di kening dan bibir Wanita itu.


.


.


.


Kini diruangan ber-Ac itu terasa sedikit panas, terpancar aura yang begitu mencekap dari Windi, Yang mendadak berubah menjadi sangat mengerikan.


"Karena semua nya sudah berkumpul mari kita bahasa masalah yang sedang kita hadapi saat ini."


"Kita semua tau, kalau satu persatu musuh keluaraga Witama mulai bermunculan. Bahkan mereka tidak segan untuk saling bahu membahu membantu untuk menghancurkan perusahaan Witama. Bukan hanya itu saja, Mereka bahkan dengan sengaja melakukan penyerangan secara terbuka terhadapa keluarga Witama.." Terdengar suara helaan nafas berat dari Windi.


"Kecelakaan..Yang menimpa Wisnu, Itu semua sudah di rencanakan oleh Musuh. Mereka mengingkuti Wisnu waktu itu, Saat itu Wisnu sedang tidak dalam pengawasan siapapun. Hingga membuat para musuh mempunyai kesempatan untuk mencelakai Wisnu.." Kali ini Suara Windi menggeram menahan amarah mengingat kondisi Wisnu saat ini.


Refa yang mendengar itu membelalakan matanya tak percaya, Jadi selama ini keluarga nya sedang menghadapi masalah yang besar dan ia baru mengetahui nya saat ini.


"Ba-bagaimana bisa?" Tanya Refa terbata-bata.


"Hufh...Ada pengkhianat di anatara kita.." Ujar Windi.


"Siapa?" Tanya Refa penasaran.


"Kau pastinya akan sangat terkejut mendengar nya. Dia orang yang sangat di percaya Wisnu untuk menjaga diri ku dan keamanan ku."


"Ha? A..apakah dia?" Tanya Refa yang tau apa yang di bacara Windi.


"Kau benar.."


"Tapi bagaimana mungkin dia mengkhianati kita? Bukan kah dia sudah bekerja dengan ktra dari lama bukan? Lalu alasan apa yang membuat dia mengkhianati kita?" Tanya Refa semakin penasaran.


"Sampai saat ini aku belum tau, Kecuali..." Windi melirik kearah Panji dan juga Dito yang sedari tadi hanya diam dan mendengar kan Ucapan Windi.


Refa ikut melirik ke arah Dito dan Panji, "Apa ini ada hubungan-nya dengan mereka?"


"Maybe." Ujar singkat Windi disertai senyuman Devil.


Siaalan kau Nona.


Shit Apa dia tau yang sebenar nya?


Batin kedua orang itu secara bersamaan, Apalagi saat melihat senyuman Windi Yang terlihat begitu menyeramkan dan licik.


.


.


.


Haloo semua maaf banget baru Update, Soal nya lagi nyicil-nyicil Bab. Jadi sabar yah... Tapi tenang aja setiap Bab nya bakalan seru Abizz...


.


.


.

__ADS_1


Komen yang banyak biar cepat Update


__ADS_2