
Kejadian Windi menampar Stelly benar-benar membuat Wisnu sangat terkejut akan perilaku Windi yang sangat berbeda, Karena tak biasanya Windi berperilaku kasar seperti itu. Windi selalu bersikap lemah lembut dan ramah terhadap setiap orang. Namun kenapa tiba-tiba Windi berubah menjadi sangat kasar? Bahkan ia berani menampar pipi orang lain sampai tiga kali. Wisnu benar-benar tak habis fikir dengan sikap Windi sekarang.
Dan yang semakin membuat Wisnu heran adalah karena tak biasanya Windi memanggil nya sayang dan bergelayut manja terus di dekat Wisnu bahkan tidak memperdulikan Wisnu yang tengah sibuk bekerja, Tapi Wisnu tidak mempersalahkan perubahan Windi yang menjadi lebih manja kepadanya.
Wisnu terus bertanya tanya dalam benak nya. Sebenarnya apa yang terjadi kepada Windi Barusan? Kenapa dia jadi lebih manja kepadanya? Meskipun ia menyukai Windi yang sangat manja kepadanya tapi sangat aneh bukan? Windi yang biasa nya tidak pernah manja dan kasar kepada orang lain tetapi mendadak dalam sekejap ia berubah menjadi aneh.
Seperti sekarang ini Windi tengah duduk di pangkuan Wisnu yang sedang bekerja. Ia sama sekali tidak memperdulikan Wisnu yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya. Ia masih setia duduk di pangkuan Wisnu sekitar setengah jam ia berada di posisi duduk di pangkuan Wisnu. Tangannya ia biar kan melingkar di leher Wisnu.
Sedangkan Wisnu mati-matian menahan gejolak dalam dirinya. Apalagi ketika Windi yang tidak bisa diam dan bergerak ke sana kemari membuat sesuatu yang di bawah panas dingin dengan sikap Windi.
" Baby apa kamu tidak lelah duduk seperti ini? " Tanya Wisnu seraya mengelus lembut rambut Windi.
Windi menggeleng kan kepalanya." Tidak! Aku sama sekali tidak merasa lelah justru aku merasa sangat nyaman sekali duduk di pangkuan mu Sayang." Seulas senyum terpancar di wajah Windi.
Wisnu menelan kasar ludahnya mendengar perkataan Windi yang benar-benar membuat panas dingin.
Jika terus seperti ini aku tidak tau apa aku bisa menahan nya atau tidak. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa membiarkan duduk seperti ini ditambah dia yang selalu bergerak-gerak membuat bagian bawah ku panas dingin. Batin Wisnu
Windi menyenderkan kepalanya ke dada bidang Wisnu sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh Wisnu yang sangat wangi, juga merasakan kenyamanan ketika memeluk Wisnu seperti ini.
" Sayang, Kamu sangat wangi sekali." Lirih Windi namun masih terdengar oleh Wisnu.
" Bahbhhy." Wisnu benar-benar tidak tau lagi menghadapi Windi saat ini.
Windi mendongak kan Wajah nya menatap Wisnu dengan tatapan sayu dan tersenyum manis.
Wisnu yang menatap wajah Windi membuat nya benar-benar sangat gemas dan ingin sekali ia menerkam istri nya saat ini juga.
Kedua tangan Wisnu memegang lembut kepala Windi, Kedua jari jempolnya mengelus lembut pipi Windi. Ia tatap mata Windi dengan lama. Perlahan ia majukan kepala nya mendekat ke arah Windi, ia memiringkan wajahnya matanya terkunci ke bibir merah muda Windi yang begitu menggoda.
Sedangkan Windi memejamkan kedua matanya, Windi merasakan ada benda kenyal dan lembut yang menyentuh bibirnya. Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan menghanyutkan kedua insan itu. Tangan nakal Wisnu mulai bergeliyar menjelajahi tubuh Windi.
__ADS_1
Tangan nya membuka kancing kemeja baju Windi agar lebih mempermudah aksinya. kedua nya hanyut dalam cumbuan yang memabukkan. Wisnu menyingkirkan kertas- kertas yang berada di atas meja nya tanpa melepaskan ciuman panas mereka. Ia mengangkat tubuh Windi dan mendudukkan nya di atas meja kerjanya. Tak luput ia menaikkan rok Windi sampai se atas lutut, Ia menurunkan perlahan pakaian dalam Windi
Saat akan melakukan inti dari kegiatan mereka tiba-tiba saja telfon Yang berada di meja kerja Wisnu berdering. Wisnu awalnya mendiami suara itu dan melanjutkan aksi tetapi suara dering telfon itu benar-benar mengganggu keduanya.
Windi mendorong Pelan tubuh Wisnu dan melepaskan ciuman mereka berdua. " Isnu.. ha..ha..ha.. Angkat saja siapa tau penting." Ujar Windi tersengal-sengal.
Wisnu berdecak sebal ia mengangkat gagang telfonnya dan meletakkan nya di telinga menggunakan tangan sebalah kiri sedangkan tangan sebalah kanan Wisnu di gunakan untuk mengaduk-aduk bagian bawah Windi. "Ada apa?! " Ujar kesal Wisnu.
" Tuan, Kenapa pintu anda terkunci? Saya ingin menyerah kan laporan yang harus anda tanda tangani tuan dan sepuluh menit lagi kita ada rapat akan dengan departemen keuangan tuan." Ujar Panji
Wisnu benar-benar merasa sangat kesal dengan Panji." Aish ya sudah nanti saja kau serahkan pada ku, suruh saja mereka segera tiba di sana sebelum diriku." Tangan Wisnu semakin bergerak cepat hingga membuat Windi mengeluarkan Suara anehnya.
" Ahhhmmhph..." Wisnu yang mendengar suara aneh Windi semakin membuat nya bersemangat, Ia terus mengadukan-aduknya.
Windi menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, Wajah nya benar-benar memerah karena tindak Wisnu yang benar-benar membuat nya bergejolak dan kalang kabut.
Sedangkan Panji yang masih terhubung dengan Wisnu membuat nya keringat dingin mendengar suara Windi, Sekarang ia tau kenapa tuan nya mengunci ruangan nya. Ia hanya menggeleng-geleng kan kepala nya tak percaya. Bagaimana bisa Tuan nya melakukan nya di kantor apa lagi ketika masih di jam kerja? Tapi kalau memang sudah cinta tidak memperdulikan sekitar nya. Seakan-akan dunia miliki mereka berdua dan yang lain hanya mengontrak.
***
Semua orang sudah duduk rapi di meja nya masing-masing, Mereka semua masih menunggu ke hadiran seseorang yang sedari tadi tak menampakkan batang hidungnya.
Mereka sudah menunggu hampir Dua puluh menit tetapi Orang yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya sama sekali. Semua orang berkali-kali menatap jam tangan Mereka.
" Sekertaris Panji Apa Pak direktur masih lama?" Tanya salah satu orang yang berada di ruang itu.
Panji hanya menghela nafas panjang dan menggeleng kan kepalanya, pertanda ia juga tidak tau apakah Wisnu akan Segara datang atau tidak.
Orang yang bertanya itu pun ikut menghela nafas panjang. Karena Meraka benar-benar gelisah karena sedari tadi orang yang tunggu-tunggu tak kunjung datang. Padahal Panji sudah mengingatkan nya kalau Sepuluh menit lagi akan ada rapat, Tapi sekarang sudah hampir Setengah jam mereka menunggu tetapi tetap saja tidak ada tanda-tanda akan kehadiran nya.
Huh.. Iyah mereka semua sedang menunggu Wisnu untuk memulai Rapat, Tetapi Wisnu tidak ada menunjukkan tanda-tanda kehadiran nya. Sebenarnya Panji tau apa yang membuat Wisnu datang begitu lama. Tetapi ia memilih tetap bungkam dan menunggu ke hadiran Wisnu.
__ADS_1
Hah... Lebih baik aku menelfon nya lagi
Panji berjalan menuju telfon yang berada di ruang Rapat, Ia meletakkan gagang telfonnya di telinga. Saat akan memecat nomor ke ruang Kerja Wisnu Tiba-tiba pintu terbuka dan tampak lah Wisnu yang baru datang dengan wajah tak berdosa nya.
Semua mata tertuju kepadanya yang berjalan masuk keruang Rapat. Panji meletakkan kembali gagang telepon nya dan bernafas lega.
Akhirnya, Aku kira dia akan melakukan itu sampai besok. Batin Panji
Kedatangan Wisnu sontak membuat semua orang langsung berdiri menyambut kedatangan nya.
" Maaf, Silahkan duduk. Mari kita mulai rapat nya."
Semua orang kembali duduk di tempat mereka masing-masing.
Wisnu menatap ke seluruh orang yang berada di ruang Rapat itu. Ada yang terlihat kesal dan ada yang menampilkan senyuman kecil ke arah Wisnu.
" Silahkan di mulai rapat nya." Ujar Wisnu
Perwakilan dari departemen keuangan pun memulai Rapat nya. Rapat kali ini membahas tentang Menager ke uang yang menggelapkan dana perusahaan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.