Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Kenyataan


__ADS_3

Fitri dan Benny yang mendengar kabar tentang Windi yang tidak sadarkan diri waktu bekerja membuat keduanya langsung bergegas pergi ke tempat Windi di rawat.


" Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Fitri dengan cemas.


" Aku tidak apa-apa ma, Aku baik-baik saja." Ujar Windi seraya tersenyum ke arah Fitri


" Syukurlah kamu membuat mama dan papa naik saja."


Windi Tersenyum mendengar perkataan Fitri yang begitu mengkhawatirkan keadaan nya saat ini.


Benny menatap keseliling ruangan Windi, Namun ia tidak melihat batang hidung dari Wisnu.


" Windi apa Wisnu tidak kesini? Tadi ketika papa masuk papa tidak melihat keberadaan nya." Tanya Benny


" Wisnu ada di sini. Tapi dia sedang bertemu dengan dokter."


Benny mengangguk-ngangguk kepalanya mendengar perkataan Windi. " Baik la kalau begitu Papa akan menunggu di luar. " Benny keluar dan menunggu di depan pintu.


Di dalam hanya tinggal Fitri dan Windi. " Sayang apa kamu memerlukan sesuatu?"


" Tidak Ma.. Aku hanya ingin istirahat saja. " Ujar Windi


" Baik la kalau begitu kamu tidur saja.. Ma akan menunggu mu sayang."


Windi menganggukkan kepalanya, Fitri membantu Windi berbaring.


" Istirahat la sayang." Ujar Fitri seraya memberikan kecupan di kening Windi.


Windi menganggukkan kepalanya dan perlahan matanya terpejam dan terlelap dalam tidurnya.


Sedang kan saat ini Wisnu sedang duduk di taman rumah sakit. Fikiran nya masih fokus akan kondisi Windi saat ini, Ia begitu terkejut akan ucapan dokter Andin tentang kondisi Windi saat ini.


Ia menghela nafas nya perlahan pandangan nya ia arah kan menatap kosong lurus ke depan. Berulang kali ia menghela nafas panjang.


Kenapa harus dia yang mengalami ini Tuhan? dan kenapa aku baru tau sekarang? Apa ini alasan papa James membuat ku berjanji untuk senantiasa memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh nya untuk Windi? Tapi tanpa diminta pun aku akan mencintai dan menyayangi nya. Dan cinta ku itu bukan karena rasa kasih an atau pun janji yang aku katakan kepada Papa James. Karena itu murni dari Lubuk hati ku yang paling dalam tentang perasaan ku kepada Windi.


Flashback on


Di malam pernikahan Windi dan Wisnu Papa James mengajak Wisnu untuk mengobrol berdua dengan Wisnu.


Waktu itu James menceritakan segala hal tentang kehadiran Windi dan Wanda yang membuat nya bahagia dan terharu akan ke hadiran mereka berdua.


Wisnu mendengar setiap kata yang di ucapkan James malam itu.


" Wisnu boleh kah aku meminta satu hal kepada mu? "


Wisnu mengerutkan keningnya menatap heran ke arah James. " Papa ingin aku melakukan Apa untuk mu? Jika aku sanggup aku akan usah sebaik mungkin untuk melakukan apapun yang Papa ingin kan." Wisnu mengatakan nya dengan jelas dan lugas.


James tersenyum mendengar Jawaban Wisnu yang terdengar sangat meyakinkan. " Aku ingin kau berjanji kepada ku untuk selalu mencintai dan menyayangi Putri ku, Kau tidak akan meninggalkan nya karena alasan apapun yang akan menyakiti putri ku.. Aku ingin kau selalu mendampingi dan membimbing putri ku bersama mu.. Kau harus selalu bersama nya sampai akhir hayat nya nanti... " Ujar James.


" Kau tau? Selama lima tahun terakhir dia menghadapi semuanya sendiri, Tanpa bantuan ataupun dukungan... Bahkan ketika ada orang yang membully nya ia selalu diam dan menghadapi nya sendiri... A-aku merasa aku gagal dalam menjaga dan merawat putri... Ketika aku mengetahui putri ku di hina oleh orang lain... Rasanya aku ingin membalas orang yang telah menghina putri Ku... Tapi aku terlalu takut kalau tindak ku itu akan membuat putri ku membenci ku..."


" Kau harus berjanji itu kepada ku." Sambung James


Wisnu menatap ke arah James yang sedang menatap lurus ke depan dan mata yang berkaca-kaca dan suara parau nya terdengar jelas di telinga Wisnu.


" Iya Pa aku akan berjanji untuk mencintai, menyayangi, menjaga, mendampingi, melindungi, dan membimbing Windi sampai akhir hayat ku.." Ujar Tegas Wisnu.


Pandangan James kini teralih kan ke arah Wisnu. " Aku harap kau menepati janji mu itu... Dan aku harap kau bisa membuat Windi mencintai mu selama setahun ini agar kalian tidak berpisah.."

__ADS_1


" Pa-pa tau tentang perjanjian kami?"


James tertawa mengejek." Tentu saja aku tau tentang perjanjian kau dan Putri ku.. Untuk itu aku meminta mu berjanji kepada ku."


Wisnu menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah James." Tentu."


" Dan kau harus cam kan ini... Jika kau berani membuatnya menangis karena hati nya kau lukai maka aku orang pertama lah yang akan membunuh mu..! Aku juga akan membuat hidup mu menderita kerena telah menyakiti Putri ku...!"


" Jika selama satu tahun ini putri ku mencintaimu maka pertahanan kan lah pernikahan kalian ini... Hadapi semua yang akan kalian hadapi termasuk adik mu sendiri.. Buktikan kalau kau laki-laki sejati yang memegang prinsip terhadap janji mu.. dan jika rasa cinta mu hilang kepada putri ku jangan sakiti hati nya ataupun membuat nya bersedih... Kau bilang kepada ku... Maka aku akan mengambil kembali putri ku karena aku tidak akan membiarkan putri hidup dengan orang yang tidak mencintai nya.... Meskipun dia sangat mencintai mu..." Ujar Tegas James


Wisnu menelan ludahnya ketika mendengar ultimatum dari James. sedangkan James yang melihat perubahan wajah Wisnu membuatnya terkekeh geli.


" Kenapa? Kau takut? Atau kau akan menyerah duluan? sebelum berjuang apa-apa?" Ujar James dengan nada mengejek.


" Tentu saja tidak! Aku akan melakukan apapun untuk membuat Windi berada disisi."


" Bagus lah kalau begitu..Kau boleh kembali ke kamar mu.." Ujar James seraya menepuk-nepuk pundak Wisnu.


" Kalau begitu aku permisi dulu Pa." pamit Wisnu


James hanya mengangguk kan kepalanya. Ia menatap punggung Wisnu yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


Aku harap kau tidak dilema ketika di hadapan pilihan Antara adikmu dan istri mu...


Flashback off


Wisnu terus beradu akan fikiran nya saat ini. Tatapan nya yang kosong ke depan dan helaan nafasnya.


Ia tidak menyadari akan kehadiran Benny yang sudah duduk di sisinya. Benny ikut menatap ke arah Depan dan sesekali melirik kearah Wisnu.


" Apa yang sedang kau fikir kan?" Suara Benny memecahkan keheningan di antara keduanya.


Wisnu sedikit terkejut akan keberadaan Papanya." Papa?"


Wisnu menghela nafas nya sejenak." Windi."


"Windi? dia akan baik-baik saja Wisnu."


" A-aku tau dia akan baik-baik saja... Tapi aku sungguh tidak sanggup melihat nya seperti itu... wajah nya yang selalu terlihat ceria kini berubah menjadi pucat." Desah Wisnu


" Cinta... Memang seperti itu... papa tau kamu sangat mencintai nya dan tidak tega melihat nya menderita...Untuk itu kamu harus selalu berada di sisinya untuk mendampingi nya." Ujar James


" Iya..Aku memang sudah mencintai nya.. Dan aku pasti akan selalu mendampingi nya." Ujar Wisnu dengan tegas.


" Bagus la kalau itu sudah menjadi pilihan mu... Katakan apa yang terjadi dengan Windi."


Pertanyaan Benny membuat nya kembali menatap lurus ke arah depan dengan tatapan kosong.


Flashback on


Jantung Wisnu berdebar dua kali lebih kencang ketika tidak sabar mendengar perkataan Dokter Andin tentang kondisi Windi saat ini. Ia berulang menarik nafas dan membuang secara kasar.


Wisnu memasang ke dua telinganya dengan baik dan mendengar perkataan yang akan di lontarkan dokter Andin.


" Begini.. Kondisi Windi saat ini sudah stabil dan lebih baik dari pertama ia datang ke sini."


" Bisa lebih Rinci nya? dan katakan Windi sebenarnya Sakit apa? Apa yang menyebabkan nya menjadi seperti itu? " Ujar Wisnu yang langsung to the point.


Dokter Andin menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap ke arah Wisnu. " Apa tuan tidak mengetahui tentang kondisi Windi saat ini?"

__ADS_1


Wisnu menggeleng kan kepalanya." Dia tidak pernah cerita apa-apa tentang dirinya kecuali aku mengetahui kalau punya Mag akut." Ujar Wisnu


Dokter Andin mengangguk-ngangguk kepalanya." Huh dia memang selalu seperti itu menyembunyikan segalanya seorang diri bahkan kepada suaminya sendiri." Gumam dokter Andin tidak jelas


" Maaf?"


" Yang Tuan kata kan itu benar kalau Windi mempunyai maag akut. Tapi dia juga menderita penyakit yang dari gen keluarga." Ujar dokter Andin


Raut wajah Wisnu kali ini berubah menjadi sangat serius ketika mendengar perkataan dokter Andin." Penyakit dari gen? Maksud nya? "


" Keluarga Windi ada yang memiliki penyakit lupus atau bisa juga di sebut dengan autoimun kronis, Dan Windi mewarisi penyakit itu di tubuhnya. "


Jedarr!!!


Bagaikan di sambar petir Wisnu begitu terkejut mendengar penuturan dokter Andin. Karena ia baru mengetahui nya, Selama 2 bulan menikah dengan Windi Wisnu sama sekali tidak mengetahui penyakit yang di alami Windi.


" A-apa penyakit itu bisa di sembuhkan dokter? Saya akan membayar berapa pun agar istri saya baik-baik dok." Ujar Wisnu. Dadanya terasa sesak ketika mengatakan itu


Dokter Andin menggeleng kan kepalanya." Tidak tuan.. Kita tidak bisa menyembuhkan nya... kita hanya bisa mencegah nya agar penyakit itu tidak menyebar ke seluruh anggota tubuh yang lainnnya. Selama 5 tahun terakhir Windi berhasil mencegah nya, Namun sepertinya kali ini ia melupakan nya dan untung saja itu tidak terlalu bersiko untuk tubuhnya tapi kita juga harus melakukan pencegahan sebisa mungkin."


Nafas Wisnu seakan tercekat di antara rongga dadanya. Bagaimana tidak? Ia menerima kenyataan kalau selama ini Windi menyembunyikan rahasia sebesar ini? Dan mengabaikan kesehatan nya... Bagaimana jika sesuatu yang buruk akan terjadi padanya? Membayangkan saja sudah membuat Wisnu bergidik ngeri... membayangkan wajah pucat Windi saat ini saja sudah membuat nya ketakutan bagaimana jika... Ah tidak Wisnu pasti akan menjadi sangat frustasi...


" Aku harap Tuan bisa membujuk Windi untuk kembali menjalani pemulihan nya dan mencegah penyebaran nya Tuan." Sambung Dokter Andin


Wisnu hanya diam saja tak bersuara ketika mendengar perkataan Dokter Andin.


Kenapa kamu menyembunyikannya masalah ini dari ku baby girl?


Wisnu menghela nafas nya sejenak." Baik kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Wisnu seraya mengulur kan tangannya ke arah Dokter Andin


Dokter Andin menganggukkan kepala nya dan membalas uluran tangan Wisnu seraya tersenyum kearahnya. Ia menatap kepergian Wisnu dari ruangannya.


Aku harap kau bisa menjaganya dengan baik Tuan..


Flashback Off


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Haii gays Apa kabar semua nya? Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya.... Jangan lupa tinggalkan jejak nya❤️🥰


__ADS_2