
Windi memilih tempat duduk yang berada di pojokan agar ia tidak terlalu terkena sinar matahari yang begitu terik di siang hari.
Mereka duduk saling berhadap-hadapan satu sama lain. Windi Tersenyum ke arah Wisnu yang terlihat tidak nyaman." Apa kamu tidak pernah makan di tempat seperti ini isnu?" Tanya Windi
"Iya aku baru pertama kali ke sini."
" Kalau begitu aku akan sering-sering mengajak mu makan di angkringan pinggir jalan." Ujar Windi seraya tersenyum
" Apa kamu sering ke sini? " Wisnu menatap ke sekeliling warung makan Mang Ucup yang terlihat bersih dan ramai.
" Iya aku sering ke sini. Namun aku sekarang aku jarang sekali kesini."
" Kenapa kamu sering ke sini?"
" Iya karena makanan di sini selain murah tapi juga memiliki rasa yang begitu lezat dan nikmat sekali."
" Oh ya? "
" Iya. Kalau begitu kita pesan makanan nya agar kamu bisa menikmati kelezatan makanan dari warung Mang Ucup."
Windi menatap sekeliling Warung." Mas!" Panggil Windi
" Iyah mbak ada yang bisa saya bantu?" Ujar Mas-mas nya seraya tersenyum ke arah Windi.
Wisnu yang melihat Pramusaji itu tersenyum ke arah Windi membuatnya dongkol dan menggeram akan tatapan pria itu.
Aish! Ingin sekali rasanya aku mencongkel kedua bola matanya itu.
Windi yang melihat perubahan wajah Wisnu membuatnya bertanya-tanya apa yang membuat raut wajah nya berubah.
" Isnu kamu kenapa?"
Wisnu yang mendengar pertanyaan Windi berusaha untuk mengendalikan emosinya." Tidak! Tidak apa-apa."
" Baik la." Ujar Windi seraya tersenyum dan beralih menatap pramusaji.
" Ehm saya pesan pecel Ayam, Kol goreng, Nasi uduk, Es teh. Isnu kamu mau pesan Apa?"
" Aku ikut dengan mu saja."
" Baik la kalau begitu semuanya dua yah."
" Baik mbak mohon di tunggu sebentar." Windi mengangguk-ngangguk kepalanya dan tersenyum ke arah pramusaji itu.
Saat pramusaji ingin melangkah pergi Windi tiba-tiba memanggil kembali." Mas!"
Pramusaji itu menoleh ke belakang dan kembali menghampiri Windi." Iyah mbak? Ada lagi? "
" Aku ingin tambahan Cah kangkung dan Udang goreng tepung saous bumbu Padang yah mas."
Pramusaji itu mencatat tambahan makanan yang di inginkan Windi." Ada lagi mbak?"
" Ehm Seperti nya tidak."
" Baik la ma kalau begitu saya permisi dulu."
Windi mengangguk-ngangguk kepalanya. Selama menunggu pesanan nya tiba mereka mengobrol agar tidak terlihat canggung.
" Ehm Isnu apa besok aku boleh kembali bekerja? Aku sudah hampir 2 Minggu tidak bekerja."
" Boleh. Tapi kamu harus di antar oleh supir oke?"
__ADS_1
Windi menganggukkan kepalanya dan setuju akan perkataan Wisnu." Terimakasih." Windi Tersenyum ke arah Wisnu.
" Bagaimana kamu pindah di kantor ku saja? Perusahaan ku juga ada yang bergerak di bidang industri Farmasi." Tawar Wisnu
" Tidak usah! Aku ingin bekerja sesuai kemampuan ku bukan karena perlindungan dari keluarga ku."
Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat nya sedikit terkejut. " Apa kamu yakin tidak mau?"
" Tentu saja. Percuma saja jika aku bekerja di bawah perusahaan mu, Karena alasan ku menentang Papa kan supaya aku bisa mandiri sesuai kemampuan ku Nu."
" Baik lah kalau memang seperti itu."
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Windi terlihat sangat lapar dan menatap menggiurkan ketika melihat semua pesanan. Wisnu yang melihat Windi hanya menggelengkan kepalanya.
Apa dia begitu menyukai nya?
" Ayo Isnu. Kamu harus mencoba nya... Karena ini sangat lezat sekali." Windi meletakkan semua lauk pauk dalam wadah piringnya. Ia tidak memikirkan bagaimana pandangan Wisnu ketika melihat nya makan seperti orang kelaparan.
" Apa kamu yakin bisa menghabiskan nya? semua ini ?"
" Tentu saja. Ayo coba lah kamu pasti akan ketagihan ketika makanannya menyentuh lidah mu itu." Ujar Windi.
" Huh baik la." Wisnu menaruh lauk pauk nya ke dalam piring makannya. Ia melihat Windi yang begitu lahap makan dengan menggunakan tangannya itu. Wisnu menggeleng kan kepalanya dan tersenyum melihat Windi.
Windi yang sadar sedari tadi Wisnu memperhatikan nya membuat aktivitas makan nya terhenti sejenak." Kenapa kamu malah melihat ku? Kamu tidak makan?."
" A-ah iya." Wisnu langsung mengambil sendok dan garpu untuk dia makan.
Belum sampai Lima belas menit Windi sudah selesai makan. Ia melihat Wisnu yang memakan menggunakan sendok membuat tertawa.
" Hahaha... Bagaimana cara nya kamu menikmati nya jika kamu menggunakan sendok isnu?"
" Tidak ada salah nya tapi, Apa kamu belum pernah mencoba menggunakan tangan langsung?" Tanya Windi
Wisnu menggeleng kan kepalanya." Tidak."
Windi mengambil sendok dan garpu yang di gunakan Wisnu.
" Kenapa kamu mengambil nya?"
" Kamu harus mencoba nya. "
Wisnu menghela nafas nya. " Baik la." Wisnu bangun dari kursinya dan menuju Wastafel untuk mencuci tangan.
Wisnu kembali ketempat duduknya dan mencoba untuk makan menggunakan tangannya langsung.
Windi yang melihat Wisnu yang hanya diam saja membuat nya menggeser tempat duduknya jadi di sebalah Wisnu. Ia mengambil Alih piring Wisnu. Ia menyuapkan nasi dengan tangannya.
" Ayo makan lah." Tangan Windi sudah di depan mulut Wisnu. Namun Wisnu hanya diam saja melihat Windi yang ingin menyuapinya.
" Tapi..."
" Ayo Isnu... Aaa...." Windi menyuapi Wisnu layak nya anak kecil.
Wisnu menghela nafas nya dan membuka mulutnya nya. Suapan pertama yang ia terima dari Windi rasanya berbeda dari suapan yang dia lakukan menggunakan sendok.
Kenapa rasanya berbeda sekali?
" Bagaimana lebih nikmat bukan?" Tanya Windi
Wisnu menganggukkan kepalanya." Iya."
__ADS_1
Windi terus menyuapi Wisnu dengan tangannya sampai suapan terakhir nya. Sedangkan Wisnu sedari tadi hanya memperhatikan Windi yang sedang menyuapi nya.
" Selesai." Windi menjauh piring nya dan bergegas pergi, Namun tangan Wisnu mencegahnya.
" Mau kemana?"
" Mau cuci tangan."
Wisnu melepaskan tangannya dan membiarkan Windi pergi mencuci tangan.
Tak lama kemudian Windi kembali ke meja dan kembali duduk. Ia melihat jam yang berada di tangannya.
" Wisnu hari sudah mulai sore lebih baik kita pergi sekarang membeli sayuran." Ujar Windi
Wisnu melihat jamnya dan benar apa yang di katakan Windi. " Baik la ayo, Kamu tunggu di mobil saja biar aku saja yang kekasir." Wisnu menyerah kunci mobil ke Windi. Lalu ia berjalan menuju kasir untuk membayar semuanya.
Selesai melakukan pembayaran Wisnu menuju parkiran mobil.
" Sudah?" Tanya Windi setelah Wisnu masuk ke dalam mobil
" Iyah." Wisnu menjalankan mobil nya ke pusat perbelanjaan.
°°°
Fitri yang tidak sengaja mendengar percakapan Benny dan Refa melalui telfon. Membuat nya memanggil Benny agar suaminya tidak mengatakan kebenarannya yang sedang terjadi saat ini.
" Pa? Apa itu tadi yang menelfon Refa?" Tanya Fitri
" Iyah ma."
" Lalu bagaimana kita akan menjelaskan nya kepada Refa jika tunangan nya sudah menikah dengan kakak nya Pa? Mama tidak bisa membayangkan perdebatan antara Wisnu dan Refa nanti Pa." Di Fikir Fitri selintas terlihat bayangan-bayangan yang akan terjadi jika Refa kembali dari Korea nanti.
" Entahlah Ma papa juga bingung dan memikirkan bagaimana nanti reaksi Refa." Benny menghela nafasnya perlahan, Ia juga bingung dengan situasi yang sedang ia hadapi di keluarga nya.
Keduanya hanya saling diam dan memikirkan bagaimana takdir akan menjelaskan situasi yang begitu rumit ini. Benny merasa kenapa tuhan memberikan ia situasi yang begitu rumit? Ia di hadapkan takdir kedua anaknya. Di satu sisi takdir mempertemukan Refa dan Windi untuk bersama, Namun di satu sisi takdir juga mempertemukan Windi dengan Wisnu Dan membuat mereka berdua terikat oleh janji suci kepada Tuhan.
" Pa, Menurut mama sebaiknya kita memberitahu Refa Secepatnya agar tidak terjadi perkelahian antar Refa dan Wisnu nanti. " Usul Fitri
Benny yang mendengar perkataan Fitri tidak setuju." Tidak ma! Jika kita memberitahu Refa sekarang. Dia akan pulang hari dimana kita memberitahu nya. Hal itu akan menyebabkan Ia mengabaikan proyek yang papa tugaskan untuk dia tangani ma.." Ujar Benny menjelaskan
" Tapi kan Pa..."
" Ma percaya sama Papa semuanya akan baik-baik saja." Benny berusaha meyakinkan istrinya agar percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Tuhan semoga ketika Refa kembali... Tidak ada perselisihan antar Wisnu dan Refa...Dan semoga Refa bisa menerima ini semua...
.
.
.
.
.
.
.
Hai... Semuanya... Maaf telat Update... Insyaallah Akan ada 1 Bab lagi... Jangan lupa meninggalkan jejak
__ADS_1