
Di sepenjang perjalan Windi termenung menatap ke arah luar Jendala Mobil, Entah kenapa Rasa nya ia sangat tidak bersemangat untuk pergi, Padahal ia sudah menunggu hari-hari penting ini.
Windi melirik jam tangan nya, Masih ada dua jam sebelum pertemuan nya dengan perusahaan Aera Crop. Ia merogoh Ponsel nya.
Jari nya dengan lincah mengetik sebuah pesan untuk Refa.
To Refa:
Refa persiap kan saja dahulu segala dokumen nya, Aku ingin menemui Wisnu terlebih dahulu. Aku akan tiba setangah Jam sebelum pertemuan.
Ting!
From Refa:
Baik lah. Sampai kan salam untuk Kakak dan Mama.
Windi kembali memasuk kan ponsel nya ke dalam Tas nya, "Pak Kita ketempat Tuan Muda dahulu."
"Baik Nona." Supir yang mengantar kan Windi langsung mengambil jalur kiri untuk menuju ke rumah sakit tempat Wisnu di rawat.
Perjalanan menuju ke rumah sakit tempat Wisnu di rawat dari Apartement nya hanya memakan Waktu dua puluh menit. Sebelum sampai Windi mampir ke supermarket untuk membeli buah-buah untuk Mama mertua nya.
Akhir-akhir karena ke sibuk kan nya, Ia jadi jarang untuk menjenguk Wisnu. Ia bahkan hanya bisa menghabis kan seharian Waktu nya dengan Wisnu di Akhir pekan saja. Sedang kan di hari biasa ia hanya mampir sebentar lalu pergi untuk ke kantor, Bukan ia sudah tidak peduli dengan ke adaan Wisnu. Tetapi saat ini perusahaan Witamma Harus kembali bangkit lagi setelah melalaio masa-masa sulit nya. Selama hampir dua bulan ini kesibukan yang di jalani Windi membuat tubuh nya terasa sangat lelah sekali. Bahkan tak Jarang diri nya demam jika terlalu memaksa kan diri untuk terus bekerja.
Windi menyender kan punggung nya yang terasa berat, Ia memijat pelipis mata nya yang terasa pusing. Entah lah Windi merasa sangat lelah sekali.
.
.
Setiba nya di rumah sakit, Windi langsung menuju ke ruang perawatan Wisnu. Sebelum masuk ke dalam Windi menghela nafas nya perlahan, Ia menyemangati diri nya untuk tetap tersenyum di hadapan suami nya nanti. Saat merasa yakin terhadap diri nya ia masuk ke dalam.
Ceklek!
Wangis daun sereh memenuhi ruangan Wisnu, Wisnu sangat suka sekali dengan wewangian daun sereh. Ia tidak melihat ada Mama Fitri, tetapi ia mendengar suara gemericik Air dari dalam kamar mandi. Ia langsung bisa menebak kalau Mama Fitri lagi di kamar mandi.
Windi diam sejenak menatap ke arah Wisnu, Mata nya berubah senduh melihat Wisnu yang masih terbaring Kaku di atas bangkar, Bukan hanya itu saja Alat-alat medis yang menancap di tubuh suami nya semakin membuat diri lemas. Dengan langkah gontai Ia menghampiri suami nya. Ia meletak kan Parsel buah di Atas Nakas.
Windi menduduk kan tubuh nya di kursi sebalah Bankar Wisnu, Ia mencium lembut punggung tangan Wisnu, "Hai Ganteng, Maaf yah kalau Aku akhir-akhir hanya mampir sebentar untuk melihat mu.." Windi meneku Wajah nya.
__ADS_1
"Maaf yah, Kalau Aku mengecewak kan mu. Tapi percaya lah rasa cinta ku tidak akan pernah berkurang sepersen ku Justru malah semakin nambah setiap detik dan menit. Aku beruntung banget bisa mencintai mu sedalam ini, Aku tidak tau apa jadi nya aku kalau nanti kamu Enggak..." Nafas Windi tercekat ketika ingin mengatakan nya, Ia langsung menggeleng kan kepala nya.
"Hahaha, Apa si.. Itu tidak akan terjadi Karena sampai kapan pun Wisnu dan Windi akan selalu bersama untuk selama nya, Dan Aku yakin Tuhan akan mengijinkan kita untuk Waktu yang lama." Sambung nya. Tangan nya terulur mengusap lembut kepala Wisnu. Ia menatap Intens ke arah Wajah Wisnu yang terlihat tumbuh bulu-bulu Halus di sekitar nya. Ia mengusap lembut Wajah Wisnu. "Kumis sama brewok kamu udah mulai tumbuh Hihihi... Tapi gapapa Kamu malah makin ganteng kalau tumbuh brewok..Aku makin suka dan Cinta Sama kamu, Hihihi." Ujar Windi.
"Kamu tau? Akhir-akhir ini aku merasa berat sekali menghadapi segala nya, Rasa nya aku mau nyerah aja Tapi kata broer Ken dan Angel Aku Enggak boleh Nyerah, Aku harus tetap semangat! Karena Kalau aku nyerah kamu pasti Akan sedih dan aku tidak mau itu terjadi, Untuk itu aku akan tetap semangat dan menunggu kamu sampai semua kembali seperti semula."
"Minggu depan adalah pertarung terakhir Kami untuk melawan nya, Doa in Aku sama yang lain yah Agar kami bisa menang dan berhasil untuk mengalah kan nya. Dan kamu cepat sadar nya, Supaya kita bisa buat dedek Bayi Hihihi..." Windi benar-benar merasa konyol, Bisa-bisa ia membasah membuat dede Bayi saat Wisnu terbaring kaku.
Tiba-tiba saja Wajah Windi kembali murung."Kalau kamu sebentar lagi Enggak Bangun lagi, Nanti aku akan meminta broer Ken untuk mencari pengganti mu." Ujar Windi dengan sungguh-sungguh, Padahal dalam hati nya ia sama sekali tidak ada niatan untuk mencari pengganti Wisnu Karena sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa mengganti kan nya.
Sedangkan orang yang sedang di bicara kan Mati-matian menahan kesal dan Amarah nya ketika Windi mengatakan Akan mencari pengganti nya.
Sial! Jika bukan karena rencana konyol Daddy aku ingin sekali memeluk Istri kecil ku... Huh Aku sangat merindukan setiap sentuhan lembut dan pelukan hangat nya.
Di tengah obralan nya dengan Wisnu Mama Fitri keluar dari kamar Mandi. "Mama" Sapa Windi. Ia melapaskan genggaman tangan nya dan menghampiri Fitri. Tidak lupa ia mencium punggung tangan Fitri. "Sayang, sudah dari tadi?" Tanya nya.
"Tidak ma Windi baru saja tiba," Windi melirik ke arah Wisnu "Aku sangat merindukan nya Ma.. Jika tidak ada alat-alat yang menancap di tubuh nya mungkin saja aku sudah memeluk nya dengan erat meskipun ia tidak membalas pelukan ku ma." lirih Windi.
Fitri mengusap lembut bahu Windi." Sabar yah sangat, Jika waktu nya sudah tiba semua akan baik-baik saja."
Aku sebenar nya tidak tega melihat Windi yang seperti ini, Tetapi ini sudah keputusan dari Jason dan juga Papa Benny untuk merahasiakan keadaan Wisnu yang sebenar nya dari mu dan juga yang lain nya. Batin Fitri
"Sudah ma.. Ah iyah aku juga membelikan buah-buah an untuk mama."
"Terima kasih sayang, "
Kedua nya duduk di sofa yang berada tidak jauh dari bankar Wisnu," Ehmm Ma, Maaf ya kalau Windi akhir-akhir nya Sibuk dan tidak ada waktu buat ngejenguk Wisnu yang notaben nya suami Windi." Sesal Windi, Ia menunduk kan kepala nya tidak berani menatap ke arah Fitri.
"Tidak Apa-apa sayang, " Fitri tersenyum mendengar penuturan Windi.
"Tapi aku benar-benar tidak enak dengan mama."
"Sstt, Tenang lah sayang... Kamu sibuk karena urusan penting dan mendesak, Mama dan yang lain nya tau kamu sedang mempertahan perusahaan keluarga Witamma yang akhir-akhir nya sedang masa sulit nya, Ma tidak marah atau pun kecewa. Justru mama senang karena kamu berhasil kembali keadaan Perusahaan menjadi baik-baik saja, Mama tidak bisa membayang kan jika perusahaan keluarga yang sudah puluhan tahun hancur begitu saja." Ujar Fitri.
Windi tersenyum mendengar penuturan Fitri," Terima kasih ma." Windi menghambur kepelukan Fitri, Ia memeluk erata tubuh Fitri.
Di atas bankar Wisnu tersenyum melihat Windi yang memeluk erat tubuh Mama.
Setidak nya aku merasa lega, Kamu tidak menangis lagi ketika melihat kondisi pura-pura ku ini Baby..
__ADS_1
Windi melepaskan pelukan nya, Ia melirik ke arah Arloji nya, Tak terasa ia sudah hampir satu jam di rumah sakit. Ia harus segera ke tempat pertemuan. "Ma maaf Windi harus segera pergi, Ada pertemuan dengan klien Ma." Ujar Windi.
"Ya sudah, Pergi lah jangan biar kan mereka menunggu mu."
"Iyah Ma,"
Ia beranjak mendekat ke arah bankar Wisnu."Ganteng, Aku pergi dulu yah, Akan ku usaha kan untuk ke sini lagi nanti, Kamu cepat sadar yah supaya kita bisa buat dede Bayi Hihihi.."
Cup
Cup
Windi mengecup kening Wisnu dua kali dengan begitu dalam, "Bye Ganteng, Ik zal altijd van je houden mijn man." Iya kembali mencup kening Wisnu.
"Bye."
Windi kembali menghampiri Fitri." Ma Windi pergi dulu yah."
"Ayo mama antar ke depan." Windi menganggu kan kepala nya, Kedua nya pergi meninggal kan ruangan Wisnu, Sesampai nya di depan Windi mencium kembali punggung tangan Fitri." Hati-hati yah sayang."
"Iya ma."
Fitri terus memandang punggung Windi yang semakin lama semakin menjauh dari pandangan mata nya, Fitri kembali masuk kedalam ruangan Wisnu, Disana ia melihat Wisnu yang tengah menyender kan punggung nya. Fitri menghampiri Putra nya yang terlihat sangat tersiksa menahan rindu kepada Istri nya." Sabar yah sayang, Sebentar lagi kamu akan memeluk nya dengan puas dan... Buat dede bayi hihihi." Goda Fitri, Ia mendengar penuturan menantu nya yang mengajak putra nya untuk membuat dede bayi. Fitri di buat gemas sekali melihat menantu nya yang menggoda putra nya yang padahal sedang berbaring.
"Mama." Rengek Wisnu, Ia benar-benar malu sekali.
.
.
.
Haii guys, buat pembaca lama pada sadar ga sih kalau Ada satu Bab yang di hapus sama pihak Noveltoon nya:( Pas aku cek lagi ternyata beneran ke hapus lagi, Aku coba Revisi lagi tapi tetap di tolak, Dan mungkin aku akan terus mencoba sama mengembalikan Bab yang ke hapus oleh pihak noveltoon.
.
.
.
__ADS_1
Selamat membaca semua nya,