Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Mesum


__ADS_3

Suara nyaring dari alarm membuat tidur Windi yang terlelap menjadi terusik. Tangan nya mulai bergerak mencari dimana Letak dari sumber suara nyaring yang mengganggu Tidur nya.


Klik!


Sudah tidak terdengar nyaring nya suara alarm. Perlahan Windi duduk di sisi tempat tidurnya, Mengumpulkan nyawa nya yang masih belum terkumpul sempurna.


Mata nya yang terpejam sambil duduk perlahan ia buka, Hingga matanya terbuka sempurna dan nyawa sudah terkumpul.


Ia bergegas menuju kamar mandi dan mencuci muka serta menggosok giginya. Setalah itu ia turun ke bawah untuk memasak sarapan. Ia menyalakan lampu yang di perlukan untuk menerangi kegiatan nya di pagi yang masih belum terang kan sinar nya matahari.


Ia memutuskan untuk membuat Nasi goreng dan telur ceplok. Selama kegiatan memasak nya ia menyanyi agar tidak terlalu sepi di kegiatan paginya.


Setengah jam kemudian Windi sudah selesai dengan kegiatan acara memasak nya. Ia menata masakan nya di atas meja. Kemudian ia kembali ke kamar nya dan menuju ke kamar mandi untuk ritual mandi pagi nya.


Tubuh Windi yang sedikit sensitif dengan air dingin membuat nya harus mandi dengan air hangat. Ia juga tidak bisa mandi terlalu pagi maupun terlalu malam. Karena itu akan berpengaruh terhadap Imunnya.


°°°


Sedangkan di kamar yang lain Wisnu masih terlalap dalam tidurnya sembari memeluk guling.


Ia begitu menikmati tidur nya yang terasa hangat dan nyaman sekali. Entah kenapa rasanya pagi ini Wisnu malas sekali untuk bangun dari tidurnya.


Di luar terdengar suara ketok kan pintu yang begitu keras, Namun tidak membuat sang empuh yang di bawah selimut tebalnya untuk bangun dari tidurnya.


Ketok kan semakin keras, Tapi masih tidak membuat Wisnu bangun dari tidurnya.


Windi yang kala itu selesai dengan Ritual mandi nya, langsung bergegas mengenakan pakaian kerjanya. Ia memilih menggunakan kemeja berwarna Abu-abu yang di padukan dengan bawahan celana bahan berwarna Hitam. Tidak lupa ia membawa Pakaian ganti nya ketika ia akan memasuki Ruang kerja Industri.


Selesai bersiap-siap ia turun ke bawah, Namun masih tidak mendapati Wisnu. Windi melihat jam tangannya Pukul sudah menunjuk kan pukul setengah tujuh pagi.


Apa dia tidak ke kantor? Kenapa dia belum bangun juga. Batin Windi


Ia menunggu selama 15 Menit namun belum juga ada tanda-tanda Wisnu turun dari kamarnya. Hal itu membuat kesabaran Windi menipis.


Hah! Baik la aku akan membangunkan nya. Batin Windi


Windi berjalan menuju letak kamar Wisnu. Ia mengetuk pintu berulang kali, Namun tidak ada jawaban dari dalam.


Ia memegang Handel pintu dan perlahan ia membuka nya.


Tidak dikunci? Syukurlah.


Ia masuk perlahan dan ia masih melihat Wisnu yang masih terlalap dalam tidurnya sembari memeluk guling dengan begitu erat. Hal itu membuat Windi terkekeh pelan.


Aish...Aku tidak menyangka pria sekaku Wisnu begitu takut kehilangan mu wahai guling yang membuat ku sedikit cemburu... Gumam Windi.


Iya mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan memotret Wisnu yang terlelap memeluk guling.


Cekrek!


******! Windi melihat pergerakan Wisnu yang mengulet, Namun masih tetap menutup matanya.


Syukur lah dia tidak terbangun...Kalau tidak mati aku...


Windi memasukkan kembali ponselnya kedalam saku nya. Ia berusaha menetralkan Suara nya yang masih cekikikan mengingat foto yang ia ambil tadi.


" Isnu...Isnu...Bangun sudah Pagi.." Ujar Windi seraya menggoyang-goyangkan Bahu Wisnu.


Namun, Wisnu hanya menggeliat saja dan semakin mengeratkan pelukan gulingnya.


Hah! Ternyata begini susah membangun kan orang yang tertidur lelap...Batin Windi.

__ADS_1


Windi berjalan ke arah tirai jendela dan membuka tirai jendela itu. Perlahan sinar matahari nya mulai membias masuk ke dalam Sela-sela kamar.


Sinar nya yang terang membuat tidur Wisnu terusik. Ia menarik selimut nya dan menutup nya sampai Kepala. Windi yang melihat itu menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Astaga..Dia malah menarik selimut nya untuk menutupi kepalanya.


Windi kembali mendekat ke arah sisi ranjang Wisnu. " Isnu bangun!!" Kali ini Windi mengatakan nya dengan sedikit keras.


Wisnu yang mendengar itu sontak membuat nya terkejut dan langsung terduduk di ranjang nya." Ha? Ada? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Wisnu dengan masih setengah sadar.


Windi tertawa mendengarnya ucapan Wisnu." Hahaha."


Wisnu Mengerutkan keningnya dan menatap kearah Windi." Kenapa kamu tertawa? Apa kamu mengerjai ku?"


Windi menghirup perlahan nafasnya dan menetralkan suaranya." Tidak! Aku hanya membangun kan mu... Cepat sana mandi ini sudah hampir pukul Tujuh... Dan kamu masih tertidur di bawah selimut mu itu." Ujar jelas


Setelah mengatakan itu Windi yang ingin pergi keluar dari kamar Wisnu, Namun langkah nya di cegah oleh tangan Wisnu.


Wisnu bangun dari kasur dan berdiri tepat di hadapan Windi sembari masih memegang tangan Windi. Perlahan wajah Wisnu mendekat ke arah Wajah Windi. Hal itu membuat Windi sedikit memundurkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan wajah Wisnu.


" Kali ini kamu...Aku maafkan karena telah mengerjai ku.. Tapi jika kamu mengulangi nya lagi Aku akan membuat mu tidak bisa berjalan selama Satu bulan." Bisik Wisnu


Windi yang mendengar itu menelan kasar ludahnya. Ia mendorong Tubuh Wisnu." Hei! Apa maksudmu? A-aku tadi sudah membangun kan mu dengan lembut tapi Ka-kau masih tidak bangun...Hingga aku ti-tidak punya pilihan selain meneriaki mu." Ujar Windi menjelaskan


Wisnu yang mendengar itu tersenyum sinis ke arah Windi." Kalau begitu setiap hari kamu harus membangun kan ku dengan penuh kelembutan dan sayang. Jika tidak.."


" Hei! Kenapa kamu malah mengancam ku?! Menyebalkan sekali..." Grutu Windi.


" Aku tidak mengancam mu.. Aku hanya memberikan mu tugas sebagai istri ku..Dan mungkin tugas itu akan menambah lagi." Sudut bibir Wisnu terangkat melihat wajah Windi yang terlihat kesal.


" Terserah Kau saja... cepat sana mandi...Sarapan sudah siap.." Windi mendorong-dorong tubuh Wisnu untuk masuk ke kamar mandi.


" Hei kenapa kau mendorong ku? Hei!! Jangan mendorong seperti itu." Seruan Wisnu tidak di dengar Windi.


" Windi aku tidak membawa handuk. Tolong ambil kan handuk ku.." Pinta Wisnu


" Baik la sebentar.." Windi mengambil handuk yang di perlukan Wisnu.


" Ni.." Windi menyerah kan handuk seraya matanya menatap arah lain.


Wisnu yang melihat Windi menatap arah lain membuat nya membuka sedikit pintu kamar mandinya. " Terimakasih kasih." Wisnu mengenggam tangan Windi.


"Lepaskan aku harus menyiapkan pakaian kerja mu." Windi masih menatap ke arah lain.


" Kalau bicara itu tatap matanya."


Windi menghela nafas nya dan perlahan mata nya menatap ke arah Wisnu yang Berdiri di ambang pintu kamar mandi yang hanya menggunakan celana boxer pendek dan bertelanjang dada.


" Aaaaa...Isnu kau benar-benar Mesum!" Teriak kesal Windi, Buru-buru Windi langsung menutup mata nya.


" Cepat masuk kedalam atau aku akan menendang mu." Sambung Windi.


" Hei kenapa kau menutup mata mu."


" Cepat!! Atau aku akan pergi sendiri."


" Huh baik la." Wisnu kembali masuk kedalam kamar mandi.


Windi yang merasa Wisnu sudah masuk kedalam ke kamar mandi perlahan membuka matanya. Huh! Dasar menyebalkan.. Pria mesum!! Gumam Windi.


" Aku masih mendengar nya... apa kau mau melihat nya lagi?" Teriak Wisnu.

__ADS_1


" Tidak!" Windi segera menyiapkan pakaian kerja Wisnu dan turun ke bawah dan menunggu Wisnu di meja makan.


Dua puluh menit kemudian Wisnu turun dengan dasi yang masih menggantung namun belum terlipat sempurna di leher Wisnu.


" Lama sekali." Grutu Windi.


Wisnu tidak mengindahkan perkataan Windi dan memilih untuk langsung duduk dan menyantap makanan nya. Mata Wisnu diam-diam melirik wajah Windi yang masih terlihat kesal.


Lihat wajah Begitu menggemaskan... Ah baik lah aku akan menggoda mu lebih sering.. Wisnu tersenyum membayangkan wajah kesal Windi yang terlihat menggemaskan.


Windi yang melihat Wisnu senyum-senyum sendiri membuat keningnya berkerut. Bukan hanya Mesum dia juga sangat Aneh... Aku kira aku akan terlepas dari sikap menyebalkan Big Brother... Namun aku justru harus di hadapkan oleh pria yang lebih menyebalkan dari nya. Batin Windi


" Apa Yang sedang kamu fikir kan?"


" Tidak ada! Cepat la aku akan terlambat."


Keduanya mempercepat acara makan Paginya, Saat Wisnu mau pergi keluar apartemen Windi menahannya.


" Tunggu. Apa kamu tidak merapikan dasi mu itu?"


" Panji yang akan membantu ku."


" Ha? Panji.. Kemari biar aku saja yang merapikan."


Wisnu menurut dan mendekat kearah Windi. Windi dengan telaten merapikan dasi Wisnu dengan sempurna.


Mata Wisnu menatap kearah Windi yang dengan lincah memasang dasi untuknya.


Istri yang sempurna...Aku akan membuat mu hanya mencintai aku saja...


" Selesai... Ayo." Ajak Windi


Wisnu menganggukkan kepalanya dan kedua pergi menuju ke lobby. Di lobby terlihat Panji yang sudah menunggu mereka berdua.


" Selamat pagi nona dan tuan muda..." Sapa Panji


Wisnu hanya mengangguk kepalanya dan langsung masuk ke dalam pintu yang di buka kan Panji.


" Pagi.." Windi menggeleng kan kepalanya melihat perubahan Wisnu yang sudah terlihat cuek ketika berada di luar.


Dia seperti mempunyai kepribadian ganda... Saat bersama ku dia begitu hangat... Tapi ketika di luar dia begitu dingin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hayuk... Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, Vote, Share, dan bintang lima nya..❤️


__ADS_2