
Pukul 07:00
Windi sudah bersiap dengan setelan kantor nya, Ia memilih Baju yang terkesan Elegan tatapi masih memiliki kesan yang sangat Santai. Rambut nya yang ia biar kan tergurai dengan bebas.
Sebagai sentuhan terakhir, Windi memoles kan lisptik berwarna versatile. Ia tersenyuman melihat penampilan nya yang begitu memuas kan. Tapi mendadak senyuman manis nya langsung hilang dan mendadak murung.
Hah, Sudah Hampir dua bulan Wisnu belum juga sadar. Gumam nya.
Tok...Tok...
"Nona Muda, Tuan Refa dan yang lain sudah menunggu Anda di bawah."
"Iya, Sebentar lagi aku akan turun." Ujar Windi sedikit berteriak.
"Baik Nona."
Windi kembali menatap pantulan diri nya di cermin, Ia kembali merekah kan senyuman manis nya. "Hufh, Semangat!" Ujar Winxu menyemangati diri nya.
Hari ini Perusahaan Witamma akan menandatangi kontrak kerja sama dengan perusahaan Aera Crop. Perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi dan IT. Perusahaan yang sudah berdiri selama dua puluh Tahun. Perusahaan ini berpusat di Jakarta, Tetapi perusahaan ini sudah sangat di kenal dan di segani oleh dua benua. Perusahaan Tersukses di urutan pertama di bidang IT di Asia Tenggara. Urutan Ke Dua Sebenua Asia, Dan Urutan Ke Empat Di dunia yang bergerak di Bidang IT. Perusaahaan ini Juga Akhir-akhir ini melauncing Produk terbaru dan Terbaik mereka di pasar. Dalam Dua hari mereka sudah meraih ke untungan besar dan terus meningkat setiap Hari.
Dan kali ini Windi dan Refa berencana untuk menjalani kontrak kerja sama dengan Perusahaan Aera Crop. Bermula Windi yang tiba-tiba saja terinspirasi dari salah satu film kartun, Yang ia tonton beberapa waktu yang lalu. Yang menampilkan sebuah kawasan rumah Yang di penuhi Dengan berbagai macam teknologi yang sudah tersedia di kawasan itu. Tidak Hanya itu Di kawasan itu juga akan terdapat berbagai macam fasilitas terbaik yang akan di sediakan dikawasan tersebut.
Berhubung perusahaan Witamma yang bergerak di bidang propeti dan mode transportasi membuat Ide Windi ada harapan. Windi merunding kan Ide nya kepada Para direktur dan HRD di bidang nya masing dalam sebuah Rapat. Bukan Hanya Windi saja yang ikut Hadir, Wanda Ken dan Panji Ikut serta. Kedua Kakak nya itu akan selalu membantu nya, Karena mengingat kan kemampuan nya tidak cukup Baik, Membuat nya memerlu kan dukungan dari Kedua Kakak nya.
Tak..Tak..Tak..
Suara sepatu Haig Heels Windi yang menggema ketika ia menuruni anak tangga. Di bawah sana ia hanya melihat Refa, Dito, dan Panji. "Selamat Pagi Semua." Sapa Windi dengan lembut.
"Pagi." Ujar Singkat Refa. Sedangkan Panji dan dito menunduk hormat menjawab sapaan Windi.
"Kalian sudah sarapan?"
"Bagaimana Kami mau sarapan jika Tuan rumah nya saja, Dari tadi turun-turun..Huh Sungguh menyebal kan." Grutu Refa.
__ADS_1
Windi tersenyum melihat Refa yang Kesal karena menunggu diri nya."Baik lah Aku salah, Sekarang Kita sarapan bersama." Ujar Windi menampil kan senyuman manis nya.
"Huh, Dari tadi harus nya." Gumam Refa.
Windi di buat gemes dan jengah melihat kelakukan Mantan Kekasih nya, Ah bukan hanya mantan kekasih tetapi adik Ipar nya.
Windi duduk di kursi yang biasa nya tempat Wisnu duduk, Refa duduk di sebelah nya. Sedang kan Panji dan Dito Hanya diam, Membuat Windi mengerut kan kening nya. "Heh? Kenapa Kalian tidak duduk?" Tanya Windi bingung.
"Maaf nona, Tapi itu sama sekali tidak sopan Nona." Jawab Panji.
Panji benar-benar sangat menjungjung tinggi kesopan dan hormat nya kepada Majikan nya, Menurut nya sangat tidak pantas duduk bersama dengan Majikan nya.
"Apa yang kau kata kan tidak sopan?Hm?"
"Maaf Nona, Tidak sopan untuk saya dan dito untuk duduk bersama dengan anda dan Tuan Refa." Jawab nya lagi.
"Haha, Apa kau begini juga ketika ada suami ku Hm?" Windi mengangkat sebalah Alis nya dan menatap intens ke arah Panji yang sedari tadi menunduk.
Panji hanya diam, Melihat itu semakin membuat Windi Jengah."Duduk lah!" Ujar Windi dengan tegas.
Panji mengangkat sekilas kepala nya, dan menatap ke arah Windi yang sedari tadi menatap diri nya, "Ini perintah!" Titah Windi yang tidak ingin di ganggu gugat.
Akhir nya Panji mengalah, Ia dan Dito ikut duduk bersama dengan Windi dan Refa. Semua nya makan khidmat dan tenang, Hanya terdengar dentingan sendok yang saling bersaut-saut an.
Selesai sarapan Pagi, Mereka bergegas menuju ke area lobby Apartement. Saat akan memasuki Pintu tidak sengaja Mata Windi menangkap sesok yang menjadi musuh keluarganya. Rahang nya menjadi mengeras ketika menatap nya.
Dia sudah kembali? Batin Windi.
Windi mengurung kan niat nya untuk masuk ke dalam mobil, Ia berjalan mendekat ke arah orang itu. "Hai?" Sapa Windi dengan lembut dan Tenang. Tapi percaya lah dalam diri Windi ada sesuatu yang ingin berontak untuk keluarga dalam jiwa nya.
Hei kenapa kau menyapa?
"Selamat Pagi Nona." Ujar nya.
"Bagaimana dengan Keluarga jauh mu? Apa kah mereka baik-baik saja?" Pancing Windi. Karena musuh nya ini beralibi bahwa keluarga jauh nya ada yang sakit, Padahal saat itu ia sedang memain kan peran nya sebagai dalang untuk menghancur kan perusahaan Witamma.
__ADS_1
Tubuh orang itu, Mendadak Kaku dan berkeringat dingin. Tetapi dengan pandai nya ia menutupi segala kegugupan nya.
"Mereka sudah membaik nona." Ujar nya dengan santai.
Windi tersenyum menatap nya. "bagus lah, selamat kembali bekerja." Windi menepuk pelan bahu nya.
"Baik Nona." Ia sedikit menunduk kan kepala nya.
Windi berbalik meninggal kan pria itu, Yang sedang menatap ke arah punggung Windi yang perlahan menghilang dari Pandangan mata nya.
Ia menyentuh ku?
Pria itu menyentuh bahu sebalah kanan nya, Yang tadi di pegang oleh Windi. Ia memajamkan singkat mata nya meresapi tangan lembut yang menyetuh bahu nya.
Sangat Lembut dan menggetar kan Hati ku.
Terdengar konyol bukan? Seorang pengawal pribadi menyukai Nona Muda dari Tuan nya, Tapi itu lah kenyataan nya. Seorang pria yang berusaha merebut Nona Muda nya dari Tuan nya. Berbagai macam cara ia lakukan untuk merebut Windi dari Tuan nya, Namun berbagai macam cara juga rencana nya gagal. Tapi itu masih tidak membuat nya menyerah. Ia akan tetap berusaha merebut Windi dari Wisnu. Ia menyukai Windi bukan tanpa alasan dan Tapi. Ia Sungguh mencintai Windi tetapi di waktu dan di tempat yang salah.
Awal nya ia masuk ke dalam keluarga Wisnu hanya untuk membalas kan dendam nya kepada Papa Benny yang tidak mengakui diri nya sebagai Anak nya dari hubungan gelap nya dengan Sang Ibu, Papa Benny terus menyangkal kalau diri nya adalah Anak dari Mantan kekasih mamanya, Ia sama sekali tidak mempercayai perkataan Benny, Bukan hanya itu saja Benny bahkan tidak segan-segan membunuh Mama nya agar kebusukan nya tidak di ketahui oleh orang lain.
Hingga Ia masuk di dunia gelap untuk meraih pundi-pundi uang yang selama ini ia kumpul kan, Ia juga punya banyak usaha yang telah ia rintis dari Nol hingga kepuncak sekarang ini. Tanpa di sedari oleh siapa pun kalau Ia adalah pendiri beberapa Klub Malam dan Gudang persenjataan terbesar selama ini.
Bahkan Hal gila yang ia lakukan mengubah bentuk Wajah dan Identitas nya agar tidak di kenali oleh siapa pun tapi seperti ia salah, Identitas nya sudah terungkap Oleh Panji, Dito, Dan Daddy Jason yang selama ini selalu mengawasi gerak-gerak nya. Tidak Mudah bagi Jason untuk mencari identitas Nya, Karena diri nya sangat dekat sekali dengan Para Mafia Serakah dan Tamak. Tapi dengan kerja keras nya ia berhasil mendapat kan semua informasi tentang dirinya.
Pemuda berusia dua puluh lima tahun, berparas Tampan dan tinggi. Pria yang selama separuh hidup nya, Memiliki dendam yang teramat dalam kepada keluarga Witamma. Terkhusus nya kepada Benny, Ia memiliki keingan terbesar dalam hidup nya untuk menghancur kan keluarga nya hingga tak tersisa.
Pertemuan pertama nya dengan Windi, Membuat rencana yang sudah tersusun Rapi harus ia susun ulang. Karena Ia tidak hanya ingin menghancurkan keluarga Witamma tapi ia juga ingin memiliki Windi Seutuh nya. Keguguran Windi juga di sebab kan oleh nya, Selama ini ia hanya memain kan peran protagonis untuk menipu semua orang.
"Regin?" Panggil Didi yang membuyar lamuan Regin.
"Ada apa?" Tanya nya.
"Tidak apa-apa aku Hanya penasaran apa yang sedang kau lamun kan."
Regin terseyum mendengar pertanyaan Didi."Ah Aku hanya memikir kan kabar keluarga Jauh ku." Jawab nya.
__ADS_1
"Oh, Kau tidak perlu terlalu cemas, Mereka pasti akan baik-baik saja." Ujar Didi memberikan semangat.
Lagi-lagi Regin Tersenyum. "Iyah semoga saja."