
Keadaan semua mulai membaik, Kondisi Windi yang juga sudah membaik. Ia sudah di perbolehkan dokter pulang. Tapi ia masih harus melakukan Check Up.
Seperti Janji yang Wisnu berikan untuk membawa Windi pergi jalan-jalan setelah ia keluar dari rumah sakit.
Saat ini Wisnu dan Windi berada di taman yang tidak jauh dari apartemen nya mereka.
Mereka berdua menikmati waktu mereka di pagi hari untuk menghirup udara sejuk yang masih belum tercampur oleh polusi udara karena kendaraan bermotor.
Kedua nya bergandengan tangan menyelusuri taman, Bahkan tak jarang mereka sesekali mengabadikan momen kebersamaan mereka.
Senyuman Windi yang selama beberapa hari terakhir hilang kini kembali di wajah cantiknya, Yang semakin membuat kecantikan nya bertambah.
"Wisnu Apa aku cantik?" Tanya Windi
Langkah Wisnu terhenti dan menatap intens ke arah Windi,Ia menyelusuri setiap inci wajah Windi dan tidak melewatkan satu pun.
Windi yang di pandang Wisnu membuat diri nya salah tingkah. Ia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
Tubuh Windi mendadak gugup dan detak jantung nya menjadi tidak beraturan.
Melihat Windi yang menjadi salah tingkah Membuat Wisnu melangkah mendekat ke arah Windi. Kini tubuh mereka saling berhadap-hadapan dengan jarak Lima centi.
Windi bisa merasakan nafas Wisnu yang begitu hangat dan membuat desiran aneh di tubuhnya.
Tangan Wisnu bergerak dengan lembut menyusuri wajah cantik Windi. Hingga di akhir ia memberikan hadiah kecupan hangat di kening Windi.
"Kau Wanita tercantik di hidup ku setelah Mama dan juga Alia. Tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan mu oleh siapapun. "
"Kau akan selalu menjadi wanita tercantik di hati dan juga hidup ku. Bahkan ketika kulit mu berubah menjadi keriput sekalipun kau akan tetap menjadi gadis tercantik di dunia ku." Ujar Wisnu dengan lembut di telinga Windi.
Mendengar perkataan Wisnu membuat dirinya salah tingkah dan kedua pipi nya menjadi merah merona.
Wisnu terkekeh melihat pipi Windi yang merah merona."Hei ada apa dengan pipi mu, Cantik ku?" Goda Wisnu.
Windi memukul pelan dada Wisnu, Ia benar-benar tersipu mendengar perkataan Wisnu yang hampir membuat jantung nya jingkrak-jingkrak tak karuan.
Wisnu semakin di buat gemas melihat Tingkah Istri nya yang begitu menggemaskan. Wisnu membawa Windi kedalam dekapannya. Memeluknya dengan erat menikmati pelukan istri nya begitu nyaman sekali.
"Aku sangat mencintaimu..." Ujar lirih Wisnu namun masih bisa di dengar oleh Windi.
"Aku juga sangat mencintai mu."
Kedua nya berpelukan dengan sangat erat dan saling memberikan rasa nyaman dan kehangatan satu sama lain.
°°°
Sedangkan di tempat yang berada kini berhadapan lawan jenis yang tampak tengah membicarakan sesuatu yang belum terselesaikan oleh mereka.
Wanda dengan pria masa lalu nya kini kembali di pertemuan kan tapi dengan keadaan yang berbeda, Dengan status Wanda yang menjadi seorang putri dari keluarga Winata dan pria yang di hadapan nya menjadi sekertaris dari keluarga adik ipar nya.
Semalam Wanda meminta Gilbert untuk mencari nomor pria sialan yang berhasil mencuri hati nya tiga tahun yang lalu di kotak Italia.
Wanda tidak tau jika pria yang telah mencuri hati nya adalah seorang sekertaris pribadi dari keluarga terkenal di Asia. Wanda sama sekali tidak tau dan ia tidak peduli dengan semua itu. Karena perasaan nya sama sekali tidak bisa untuk ia hindari.
Pertemuan nya setelah hampir 2 tahun tidak bertemu dengan pria sialan itu. Membuat perasaan yang Wanda pendam kembali menguap dan membuat nya ingin memiliki pria sialan itu.
Wanda mungkin wanita yang sangat keras dan lebih mementingkan diri nya Tapi percaya lah Wanda juga memiliki sisi rapuh nya, Ketika pria sialan ini menolak dirinya dan meninggalkan begitu saja tanpa sepatah kata pun.
Kini dihadapan sudah ada pria sialan yang telah berani mencuri hatinya. Tujuannya adalah untuk memiliki nya meskipun caranya terkesan egois tapi ia tidak peduli karena pria di hadapannya nya kini adalah pria yang mampu membuat hati nya bergetar ketika berada di dekat nya.
Sedangkan pria itu? Ia hanya menunduk tak berani menatap ke arah Wanda yang sedari tadi Menatap dirinya. Karena bagaimanapun Wanda sekarang adalah Kaka dari nona muda Witamma.
Meskipun di hati kecil nya ia sangat merindukan gadis nya, Ah ralat sekarang ia bukan lagi gadis nya tetapi hanya nona muda dari besan keluarga Witamma.
Dirinya cukup sadar diri akan posisi nya dan juga Wanda yang memang sangat berbeda antara langit dan bumi. Dirinya juga tau apa sebenarnya tujuan Wanda meminta nya untuk bertemu dengan dirinya.
Dirinya tak mampu bila harus menatap mata Wanda yang sangat ia rindukan. Ia tidak bisa mengambil resiko apapun.
Cukup lama mereka hanya saling diam satu sama lain, Hingga akhirnya Pria itu membuka suara terlebih dahulu.
"Nona, Ada apa anda mengajak saya bertemu?" Tanya nya
"Ck." Terdengar suara tak percaya dari wanda.
Wanda mengangkat kedua tangan nya di atas meja. Mata tajam menatap intens ke arah Pria itu yang sedari tadi menunduk. "Jika bicara dengan orang lain tatap matanya, atau kau akan di anggap pengecut." Ujar Wanda dengan tegas.
Mendengar itu membuat pria itu menghela nafas nya, Ia dengan ragu-ragu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Wanda yang sedari sedang menatap intens dirinya.
Sial!
Pria itu mengumpat kasar karena hanya dengan melihat mata nya saja sudah mampu membuat jantung nya berdetak dua kali lebih cepat.
__ADS_1
Buru-buru pria itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, Ia benar-benar tidak sanggup menatap lama-lama mata Amber Wanda, Karena itu akan membuat dirinya kembali membuat rasa cinta yang ia pendam kembali menguap.
Sedangkan Wanda Tersenyum sinis Melihat pria Sialan yang ia cintai tidak mampu hanya untuk menatap mata nya lebih lama.
"Baik la aku tau kau cukup sibuk dengan pekerjaan mu, Maka dari itu aku akan membahas tentang kita.."
Mendengar itu membuat pria itu kembali menatap ke arah Wanda."Kita? Tidak pernah terjadi sesuatu hingga membuat nya menjadi kita!" Ujar nya dengan tegas namun percayalah ia mengutuk mulut nya.
Wanda tertawa hambar, Matanya memanas. Dirinya harus kuat menahan air mata sialan yang ingin keluar. "Lucu sekali bukan? Kau melupakan nya begitu saja setelah apa yang telah kita lalui bersama? Kau melupakan nya begitu saja?! Hahaha
" Wanda mengatakan nya dengan tawa yang begitu menyakitkan.
Pria itu menatap ke arah Wanda yang terlihat sangat sakit dengan ucapan nya. ku mohon jangan keluar air mata mu hanya untuk seorang pengecut seperti diriku, Aku sangat membenci air mata itu. Apalagi jika itu di sebabkan oleh ku. Ujar dalam hati.
"Apa yang kau bicarakan nona? Saya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau kata, Maaf kan aku." ia mengatakan kalimat yang terakhir hanya di dalam hati nya saja.
Wanda memejamkan singkat mata nya dan tertawa hambar."Ah baik lah, Jika kau sudah melupakan aku. Maka aku akan kembali melupakan mu."
"Kau tau? Jika aku mengatakan untuk mengikhlaskan diri mu maka semua itu bohong, Karena aku hanya terbiasa tanpa dirimu." Sambung Wanda.
Tanpa sadar kedua tangan nya terkepal kuat mendengar perkataan Gadis nya yang mengatakan ia akan melupakan dirinya. Tidak ia tidak bisa membiarkan gadis nya melupakan dirinya.
Pria itu langsung mengontrol dirinya agar terlihat santai dan rileks. "Aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan nona."
"Tidak masalah lagian itu sudah lewat dan akan menjadi masa lalu ku. Karena yah pada akhirnya kita hanya di ijin bertemu tapi tidak untuk bersatu. Ha...ha...ha..." Ujar Wanda.
Pria itu pura-pura tidak memperdulikan ucapan nya dan ia bahkan berpura-pura melihat jam tangannya seakan-akan menunjukkan bahwa dirinya sibuk.
Melihat tingkah pria itu terus-terusan menatap kearah jam tangan nya membuat Wanda tersenyum simpul. Dia sibuk.
"Sepertinya kau sibuk,"
Pria itu mendongak wajah menatap ke arah Wanda yang sedang tersenyum simpul ke arah nya.
Ia hanya diam dan menatap intens ke arah mata Amber Wanda yang begitu sangat ia rindukan. Ingin sekali rasanya pria itu memeluk erat tubuh wanita itu. Tapi ia tidak bisa melakukan nya mengingat dirinya yang sudah berbeda dengan wanita nya.
"Hufh... Ternyata aku salah meminta mu untuk bertemu dengan Ku... Karena aku Fikir kau masih memiliki perasaan yang sama dengan ku ternyata aku salah...Tapi tidak masalah dengan begitu aku bisa mengambil keputusan yang telah menghantui diriku.."
Alis pria itu berkerut tak mengerti dengan ucapan Wanda yang terdengar ambigu.
"Kau ingin dengar keputusan ku?"
"Aku akan melupakan dirimu dan menerima perjodohan konyol yang telah Papa ku siapkan." Ujar nya
Deg!
Mendengar itu entah kenapa hati nya terasa sakit dan nyeri, Ia seperti tidak rela mendengar keputusan wanita nya. Bisakah ia meminta kepada wanita nya untuk menolak hadir nya pria lain? Dan kembali menerima pria sialan ini?
"Lalu apa hubungannya dengan ku nona?" Ujar dengan santai.
"Tidak ada karena aku hanya ingin memberitahu mu saja." Ujar Wanda.
"Baik lah nona kalau tidak ada yang ingin anda kata kan saya harus segara kembali ke kantor atau tuan muda akan mencari saya."
"Jangan terlalu terburu-buru karena aku ingin mengatakan satu hal yang sangat penting!" Kali ini Wanda mengatakan nya dengan tegas.
"Kau tau bukan kalau Windi adalah segalanya untuk ku? Dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melukainya sekecil apapun. Karena apa? Aku akan langsung orang yang telah melukai Adikku!"
"Siapapun orangnya aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri." Sambung Wanda
Glek
Pria itu menelan kasar Saliva nya mendengar perkataan Wanda, Karena ketika Wanda sudah membenci seseorang maka ia tidak akan segan-segan membunuh orang tersebut.
"Jadi?"
"Aku harap kau bukan pelaku nya, Karena aku akan melupakan semua perasaan ku pada mu dan melupakan segala nya. Di detik itu juga aku membuat mu menderita dan perlahan membunuh diri mu secara perlahan dan menyakitkan."
Lagi-lagi pria itu menelan Saliva nya dengan susah Payah.
"Kau mencurigai diriku?" Tanya nya balik
"Tidak! Aku hanya memastikan nya, Kenapa kamu begitu gugup? Apa kamu pelakunya?"
"Apa yang kau katakan?! Bagaimana bisa aku mengkhianati keluarga yang telah memberikan ku kehidupan nya." Ujar nya tak terima jika ia di tuduh pengkhianatan.
"Ckckck Santai saja Fano tidak usah emosi... Aku harap juga begitu."
Mendengar wanita nya memanggil nya Fano Membuat kemarahan nya sedikit mereda meskipun ia sedikit kesal karena telah di tuduh sebagai pengkhianatan. Karena bukan dia pengkhianatan nya tapi orang yang selalu bersama dengan Wisnu lah pengkhianatan sesungguhnya.
Wanda bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah tempat duduk pria yang ia panggil Fano.
__ADS_1
Tangan lentik nya menyentuh wajah pria itu dengan sedikit sensual. Membuat sang empu berusaha mati-matian menahan gejolak dirinya. Terlebih lagi kini mata nya terfokus ke arah bibir mungil Wanda yang begitu menggoda imannya.
Pria itu yang langsung tersadar langsung menepis kasar tangan Wanda.
"Nona ku harap jaga batasan mu, " Ujar dengan dingin.
"Haha baik lah." Wanda segara beranjak dan kembali ke tempat nya semula.
Pria itu menatap intens ke arah mata Amber Wanda dan beralih ke arah bibir mungil Wanda. Jika ia tidak ingat batasan maka sudah bisa di pastikan ia akan segara melahap bibir mungil itu dengan rakus.
"Apa kau sama sekali tidak tertarik dengan ku lagi?" Tanya Wanda.
"Tidak."
"Bagaimana mungkin aku bisa tidak tertarik dengan dirimu lagi." Sambung nya dalam hati.
"Apa kau yakin?" Tanya Wanda memastikan nya sekali lagi.
"Iya.."
"Baik lah, Kau boleh pergi." Ujar Wanda dengan mengusir Pria itu.
Dia mengusir ku? Kenapa dia tidak menahan diri ku lagi?
Pria itu hanya diam menatap ke arah Wanda tak percaya. Sedangkan Wanda meminta pria itu untuk segara pergi dari hadapan nya.
Pria itu bangkit dari posisi dan merapikan jasnya dan bersiap untuk pergi namun belum jauh ia melangkah Wanda memanggil nya kembali.
"Tunggu.."
Sebelum berbalik pria itu tersenyum mendengar Wanda yang menahannya, Tapi ia harus menyembunyikan dan kembali memasang wajah datar nya.
"Ah aku hanya ingin mengatakan kalau kau adalah pengecut terbesar. Karena telah membangun cinta seorang wanita tanpa niat membalas cintanya. Dan itu adalah kau Fano! Pengecut terbesar yang pernah aku temui di hidup ku!" Ujar Wanda dengan menggebu-gebu.
Sedangkan pria itu? Hanya diam menerima umpat dari Wanda yang cocok untuk dirinya.
Tanpa niat membalas ucapan Wanda pria itu langsung berbalik meninggalkan Wanda yang kini tengah menangisi cinta bertepuk sebagai Tangan nya.
Babedah sialan! Aku akan membuat mu menyesal karena telah menolak diriku...
.
.
.
.
Gimana? Lanjut?
.
.
.
.
.
Note untuk reader yang ingin tau siapa pria sialan yang telah berani mencuri cinta nya Wanda silahkan baca kembali yah dan tebak-tebak semoga benar karena di salah Chapter ada si pria sialan itu hehehe.
.
.
.
.
.
Wanda Sad girl?
.u
.
.
Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)
__ADS_1