
Dua hari kemudian Windi dan Wisnu sudah memutuskan untuk hidup mandiri. Wisnu awalnya ingin membeli rumah yang mewah, Namun Windi mencegah nya dan mengatakan untuk tinggal di apartemen saja.
Wisnu sebenarnya sudah menyiapkan rumah untuk mereka tempati, Namun karena Windi tidak ingin tinggal di rumah tersebut. Membuat Wisnu mengalah dan menurutin Keinginan Windi untuk tinggal di Apartemen.
Semua barang-barang yang akan di bawa Wisnu dan Windi sudah masuk dalam kotak dan tinggal membawanya saja.
"Windi apa kamu yakin mau tinggal di Apartemen saja?" Tanya Wisnu memastikan keputusan Windi.
Windi yang mendengar perkataan Wisnu membuat nya menatap ke arah Wisnu." Tentu saja nu, Kita tinggal di Apartemen hanya untuk sementara sampai..."
" Sampai apa?"
" Ehm... Sampai saat itu nanti..." Ujar Windi tidak jelas
" Ha??" Wisnu bingung dengan apa yang di kata Windi.
" Ah sudah lupakan saja, Sekarang kita bersiap-siap untuk berangkat." Ujar Windi sambil tersenyum kecil
Apa yang ingin dia kata? Kenapa malah mengalihkan pembicaraan? Batin Wisnu menatap heran ke arah Windi.
Huh! Syukur lah hampir saja aku mengatakan sampai kita memilik anak. Batin Windi
Windi dan Wisnu berpamitan kepada Fitri dan Benny untuk pindah ke apartemen mereka.
Fitri sebenarnya tidak ingin Wisnu dan Windi pindah, Namun karena Benny mengatakan agar hubungan mereka semakin dekat membuat Fitri setuju untuk melepaskan Anak dan menantunya pindah.
"Kalian sering-sering main ke rumah mama ya.."
Windi tersenyum dan mengangguk kepalanya." Mama tenang saja jika aku dan Wisnu ada waktu kami pasti akan mampir ke rumah mama."
" Baik lah kalau begitu kalian hati-hati yah." Ujar Fitri seraya mengelus lembut kepala Windi.
" Iyah ma." Windi mencium tangan Fitri begitu juga dengan Wisnu
Saat Wisnu dan Windi ingin keluar rumah Benny tiba-tiba memanggil Wisnu.
" Wisnu." Bukan hanya Wisnu yang menoleh tapi Windi juga ikut menoleh ke arah Benny.
" Iyah Pa?"
Wisnu dan Windi menunggu Perkataan Benny, Sedang kan Benny menatap ke arah Wisnu dan Windi.
" Ehm ada yang ingin papa bicarakan dengan mu."
Wisnu menatap ke arah Windi, Windi mengangguk kepalanya. " Aku akan menunggu mu di mobil nu." Ujar Windi seraya tersenyum
__ADS_1
" Ikut Papa ke ruang kerja." Wisnu mengikuti Benny menuju ruang kerjanya.
Sampai diruang kerja Benny menyuruh Wisnu untuk duduk di sofa.
" Duduk lah."
" Ada apa?" Ujar Wisnu Setelah mendudukkan tubuhnya di Sofa.
Benny memejamkan matanya dan menghela perlahan nafasnya." Wisnu... Kamu tau kan? Perempuan yang kamu nikahi adalah Tunangan nya Refa."
Wisnu menganggukkan kepalanya." Iyah Pa, Tapi Windi sudah memutuskan hubungan mereka berdua."
Perkataan Wisnu membuat Benny kaget dan tak percaya." Apa maksud mu? Windi memutuskan pertunangan mereka karena ingin menikah dengan mu?" Tanya Benny dengan penuh selidik
" Tentu saja bukan Pa! " Elak Wisnu dengan Tegas
" Lantas? Apa alasan nya Windi memutuskan pertunangan nya dengan Refa?"
Wisnu menghela nafas nya sejenak, Lalu ia menceritakan tentang kepergian Windi untuk bertemu dengan Mamanya dan berbohong kepada Refa mengatakan ia akan pergi untuk pekerjaan. namun saat ia kembali ia melihat Refa sedang bersama Jenny, Hal itu membuat hati Windi sakit dan sesak. Saat hari itu juga Windi memutuskan pertunangan nya dengan Refa.
Ia juga menceritakan awal mula kesalahpahaman ini terjadi hingga berujung ke pernikahannya dengan Windi.
Benny yang mendengar itu membuat nya sedikit terkejut karena ia telah memberikan Pilihan kepada Wisnu selama 3 Hari untuk memutuskan semuanya, Namun semuanya sudah terlanjur Wisnu sudah menikah dengan Windi.
Benny melihat raut wajah Wisnu yang berubah menjadi sendu." Maaf kan Papa karena telah memberikan pilihan kepada mu." Ujar sesal Benny
" Tidak Pa! Ini semua sudah takdir... Dan untuk Refa biarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya... Aku tau nantinya Refa akan membenci ku karena telah menikahi Wanita yang dia cintai, Tapi aku juga tidak punya pilihan...Aku tidak ingin hubungan Windi dan Tuan James kembali merenggang karena kesalahpahaman ini." Ujar James
" Ya kau benar... sekarang jalani hidup sebagai suami Windi... Dan untuk Refa biarkan takdir yang memutus kannya." Ujar Benny
" Iya Pa.. Kalau Begitu Wisnu pergi dulu.. Kasihan Windi sudah menunggu ku dari tadi." Ujar Wisnu
"Baik lah.. Hati-hati." Ujar Benny seraya menepuk Pundak Wisnu
Wisnu Pergi meninggalkan Benny yang masih berada di Ruang kerjanya.
Ya Tuhan... Kenapa takdir seperti ini? Wanita yang dulunya tunangan putra bungsu ku sekarang menjadi iparnya...
Benny memijat pelipis matanya yang terasa pusing memikirkan jalan takdir keluarga nya.
°°°
Windi yang bosan menunggu Wisnu di mobil memilih untuk memainkan ponselnya. Ia mengecek semua pesan yang masuk ke ponsel nya. Sampai satu pesan yang membuat perhatian teralihkan dan membaca pesannya.
Sayangku... Tunggu aku kembali...Aku akan mengejar cintamu kembali... Setalah itu kita akan menikah dan Hidup bahagia...
__ADS_1
Windi yang menerima pesan itu langsung tau siapa yang mengirimkan pesan tersebut.
"Refa?" Ujar Windi seraya menghembuskan perlahan nafasnya.
Kamu sudah tidak mendapatkan diriku lagi Fa.. karena kamu adalah adik ipar ku.. Tidak mungkin bagi ku untuk menerima mu kembali meskipun nantinya aku akan berpisah dengan Wisnu ... Aku tidak ingin kembali dengan mu... Maaf kan aku...
Windi yang sedang memikirkan Pesan dari Refa membuat nya tidak sadar kalau Wisnu sudah berada di mobil.
Wisnu yang melihat Windi hanya diam membuat nya bertanya-tanya. Ada apa dengannya kenapa dia terlihat sedang memikirkan sesuatu?
" Windi." Ujar Wisnu. Namun Windi tidak mendengar penggilan Wisnu.
" Windi!" Ujar Wisnu seraya menepuk pelan bahu Windi.
" Eh Iyah ada apa nu?" Tanya Windi
Wisnu menghela nafasnya sejenak." Kamu kenapa? Ada yang sedang kamu fikir kan?" Tanya Wisnu
Windi hanya menggeleng kan kepalanya dan tersenyum kecil ke arah Wisnu." Tidak! Ayo kita jalan takut keburu siang "
" Baik lah." Wisnu menancap kan gas nya meninggalkan rumah keluarga Witamma.
Di perjalanan keduanya hanya saling diam tanpa bicara sama sekali.
Sekitar 1 jam perjalanan mereka sudah tiba di Apartemen yang dibeli Wisnu untuk mereka tempati.
Windi tertegun melihat Apartemen yang di beli Wisnu karena meskipun apartemen tapi ini sangat mewah sekali.
Wah! Ini sama saja dengan Rumah tapi bedanya ini dalam satu gedung. Batin Windi
" Ini apartemen yang akan kita tempati?" Tanya Windi seraya menatap Wisnu
" Iya.. Kamu suka?"
Windi menganggukkan kepalanya." Suka. Dimana kamar ku?"
" Kamar mu ada di lantai dua sebelah kanan." Ujar Wisnu
" Baik la. Aku kamar dulu." Ujar Windi
Windi menaiki tangga dan menuju kamarnya. Sedangkan Wisnu menatap punggung Windi yang perlahan menjauh dari pandangan nya.
Untuk sementara kita akan pisah ranjang, Dan sampai saat itu tiba.. Aku akan membuat pernikahan 1 tahun ini akan menjadi Sungguhan.
__ADS_1