
Hanya rasa syukur yang berulang kali ia ucapkan karena Windi mengatakan cinta kepada nya. " Aku ingin kita melalui semua nya bersama, Jangan pernah tinggalkan aku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Tetap lah terus mencintai ku dan aku akan tetap mencintai mu. Aku yakin Tuhan akan mengikat cinta kita dengan sangat kuat, Hingga siapa pun tidak akan bisa menghancurkan ikatan cinta kita. " Windi menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
" Dan yang perlu kamu ingat baby, Bahkan ketika kamu memiliki kekurangan dari siapapun di dunia, tidak akan pernah menjadi kan alasan ku untuk meninggalkan mu karena aku sangat mencintaimu. " Sambung Wisnu
Tidak ada kata-kata yang dapat tergambar kan oleh perasaan Windi saat ini, Tapi yang pasti ia sangat-sangat merasa di cintai dan sangat-sangat bahagia. Windi langsung berhamburan ke pelukan Wisnu. Wisnu tersenyum bahagia dan semakin memeluknya dengan sangat erat.
Setalah cukup lama berpelukan Wisnu Melepas kan pelukan nya. Ia menatap wajah Windi dengan intens, Kedua tangannya memegang lembut kedua pipi Windi. Perlahan Wisnu memajukan kepala nya dan memiringkan kepalanya. Sedangkan Windi yang semula nya juga menatap Wisnu dengan intens, kini matanya sudah mulai terpejam. Ia merasakan ada benda Kenyal dan lembut yang menempel di bibirnya. Wisnu menggigit kecil bibir Windi.
Windi membuka bibirnya, Wisnu ******* bibir Windi dengan lembut namun dengan menuntut. Kedua nya memejamkan matanya nya menikmati ciuman.
Wisnu melepaskan ciuman mereka, Ia dapat melihat dengan jelas raut wajah Windi yang berubah menjadi sangat merah seperti kepiting rebus. Wisnu tersenyum puas melihat raut wajah Windi. " Baby. " Panggil Wisnu dengan lembut.
Windi menatap lembut ke arah Wisnu, ia hanya diam menunggu Wisnu, Tanpa aba-aba Wisnu langsung menggendong Windi seperti Kuala. Windi yang takut jatuh mengalungkan tangannya di leher Wisnu dan mencekram pinggang Wisnu dengan kakinya.
" Isnu? " Panggil Windi dengan lembut.
Wisnu hanya diam saja, Matanya kembali menatap Windi dengan tatapan berbeda. " Baby ijinkan aku memiliki mu seutuhnya, Aku tidak ingin kamu di miliki orang lain, Karena kamu hanya milik ku Seorang Sampai kapan pun Baby. " Ujar Wisnu dengan lembut, Tidak lupa ia mencium lembut kening Windi.
Blush!
Windi yang di perlukan manis oleh Wisnu membuat kedua pipinya merona merah. Ia tidak menyangka Wisnu bisa semanis dan selembut ini jika di hadapan nya bahkan Wisnu tidak malu menunjuk kemanjaan nya jika hanya berdua dengan dirinya, Karena ia tau Wisnu adalah tipe kal orang yang sangat cuek dan super dingin di hadapan orang banyak, Kecuali Windi dan keluarga nya.
__ADS_1
Windi hanya diam saja menyembunyikan wajahnya di Curuk leher Wisnu, ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Wisnu, tanpa sadar ia mengecup lembut leher Wisnu. Tindak Windi benar-benar membuat Wisnu terangsang dan mengumpat kesal.
Wisnu memepetkan punggung Windi ke tembok, Ia mengangkat dagu Windi untuk menatap nya, Ia kembali ******* lembut bibir Windi. Ia ******* dan menyelusuri setiap rongga mulut Windi. Tanpa sadar Windi menekan kepala Wisnu untuk semakin memperdalam ciuman mereka, Keduanya larut dalam ciuman mereka di Teras Balkon, Untung saja arah balkon mereka tidak ke arah Jalan raya karena jika tidak sudah di pastikan mereka akan menjadi tontonan gratis bagi masyarakat. Windi semakin mengeratkan kaki nya di pinggang Wisnu, Ia bisa merasakan ada sesuatu yang keras di dekat perut nya. Matanya yang semula terpejam kini terbuka menatap Wisnu yang ternyata sedari tadi tidak menutup matanya.
" Isnu? "
" Hm? Kamu merasakan nya Baby? " Ujar Wisnu dengan serak.Windi yang mendengar suara Wisnu yang berubah serak membuat sesuatu dalam dirinya ikut bergejolak, Kedua nya saling menatap dalam.
Windi yang memakai lingerie dress berwarna hitam di atas lutut, membuat tangan Wisnu semakin mudah untuk menyelusup tangannya ke area Pribadi Windi yang di bawah. Wisnu mulai mengelus lembut area Pribadi Windi, ia bisa meresakan kalau area Pribadi Windi sudah mulai basah. Ia melepaskan ciuman nya Matanya menatap intens, . Sambil tersenyum miring Wisnu memasukkan satu jarinya ke dalam Area Pribadi Windi membuat Windi kenikmatan, Ia semakin memeluk erat leher Wisnu ketika jari Wisnu melakukan pergerakan di area Pribadi nya. Wisnu yang melihat itu membuat nya tersenyum puas, Ia kembali menambah kan satu jarinya Disana. Semakin membuat Windi kenikmatan. Wisnu terus memainkan area Pribadi Windi dengan lembut, Windi mengangkat wajahnya menatap ke arah Wisnu. Matanya berulang kali mengerjap-ngerjap nikmati setiap sentuhan nya, membuat Wisnu yang gemas kembali ******* bibir lembut Windi.
Ciuman Wisnu turun ke leher, hidung, telinga, dan seluruh wajah Windi tanpa meninggalkan satu bagian pun yang terlewat kan.
"Iisshhhnuu." Mendengar Windi yang memanggil dengan lembut membuat nya semakin mempercepat gerakan tangannya, sampai...
Astaga aku tidak menyangka kalau akan sebesar itu? Itu pastikan akan menyakitkan ketika itu di masukkan, tidak-tidak aku tidak ingin mengambil resiko. Batin Windi
Seulas senyum kecil terpancar di wajah Wisnu ketika melihat Windi yang menutup matanya, Ia berjalan mendekat ke arah Windi. Kini Wisnu sudah menindih tubuh Windi di bawah Kungkungan. Wisnu dengan lembut membuka tangan Windi yang menutup matanya. ia menatap lembut ke arah Windi.
" Baby mungkin ini akan terasa sakit tapi setelah itu akan terasa nikmat, Jika kamu merasa kesakitan cakar saja punggung atau remas saja apa yang dapat kamu remas baby. " Ujar Wisnu dengan lembut
Windi hanya diam dan mengangguk kepalanya, Wisnu mulai mengarah kan tongkat yang sedari tadi sudah berdiri tegak ke arah area Pribadi Windi.
__ADS_1
Jleb!
Dengan susah Payah akhirnya tongkat Wisnu berhasil mendorong masuk ke area Pribadi Windi membuat sang empu ******* dan meneteskan air matanya, Wisnu yang melihat itu mengecup lembut pelipis mata Windi.
" Baby Apa terasa sakit? "
" Iyyaahhh..."
" Apa kita hentikan saja? "
Windi menggeleng kepalanya. " Thhiidakk terus kan saja Isnu Jangan berhenti. " Ujar parau Windi
Wisnu mendiamkan tongkat nya beberapa saat, Ia kembali ******* Bagian atas Windi dengan lembut hingga kembali membuat Windi merasa rileks. Dengan perlahan ia memaju mundur kan tongkatnya. Windi mencengkram erat punggung Wisnu, Lama kelamaan Wisnu mulai mempercepat gerakan pinggulnya. Membuat Windi semakin terbang dan Kenikmatan, Kedua nya sama-sama mengeluarkan cairan kenikmatan mereka.
Wisnu menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Windi dengan tongkat yang masih menyatu dengan Windi. Kedua nya di banjiri keringat dengan nafas yang memburu. Wisnu menahan tubuh nya agar tidak terlalu menimpa tubuh mungil Windi, Ia Menatap ke arah Windi yang mulai letih. Tangannya kembali meremas Gumpalan Windi dengan lembut membuat tongkat nya kembali mengeras. Wisnu kembali melancarkan aksinya sampai Tengah malam. Meskipun Windi sudah tertidur pulas tak membuat Wisnu berhenti melancarkan aksinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf banget kalau Update kelamaan ya teman-teman, Oh Iyah ini sudah 4 kali revisi dan 3 kali di tolak oleh Noveltoon jadi harap maklum yah. Jangan lupa untuk dukungan like, Rate, Komen, favorit, share, dan vote nya teman-teman online ku