
Three Days Ago
Refa pagi-pagi sekali sudah bangun, Ia harus mempersiapkan diri untuk hadir di pertemuan dengan para investor proyeknya. Ia harus segera menyelesaikan proyek ini secepat mungkin agar ia bisa kembali ke Indonesia secepat nya. Atau ia bisa kembali selama satu bulan untuk menyelesaikan masalah nya dengan Windi.
Orang suruhan Refa tidak bisa memberikan informasi yang memuaskan dirinya, Untuk itu mau tidak mau ia harus turun tangan sendiri untuk mencari tau siapa suami Windi dan siapa Windi sebenarnya.
Selesai pertemuan dengan Para Investor Refa memilih untuk menenangkan fikiran nya di Restauran terdekat. Sedari tadi ia hanya memandangi cincin yang di kembali Windi kepadanya. Ia berulang kali menghela nafasnya, Sebisa mungkin ia menahan air matanya ketika kenangan dan juga Windi menari-nari di Fikirian nya.
Andai saja waktu bisa di putar kembali, Maka aku tidak akan pernah mengundang masa lalu ku untuk hadir di tengah-tengah kami. Tuhan bukan kah aku sudah mengatakan untuk menetapkan hati ku kepada Windi saja namun kenapa ketika ia hadir kembali di hidup ku engkau tidak meneguhkan hati ku untuk tetap selalu pada seseorang yang selama ini bersama ku.
Tanpa aba-aba setetes air mata mengalir di sudut kiri mata Refa, Sesegera mungkin ia menghapus air matanya.
Ting!
Refa membuka layar ponsel nya, Ia menepuk jidatnya ia lupa kalau tiga hari lagi adalah ulang tahun pernikahan Mama Papanya. meskipun ia sering tidak menghadiri acara anniversary mama Papa nya tetapi ia selalu memberikan kejutan-kejutan tak terduga untuk kedua orang tuanya. Ia kembali mengotak-atik layar ponsel nya, Hinga satu nama tertera di layarnya.
Tut...Tut...
" ..."
" Pesankan saya tiket pesawat ke Indonesia dua hari dari sekarang. "
Setelah melakukan panggilan itu Refa langsung mematikan nya tanpa menunggu jawaban dari sang penerima telfon. Ia memasukkan kembali cincin nya ke dalam kantong jasnya, Ia itu mengambil beberapa uang Melatak kan nya di atas meja dan pergi meninggalkan restaurant.
.
.
.
.
Malam hari nya Ia memilih untuk makan di hotel, Rasanya sangat lelah sekali karena selain melakukan pertemuan dengan para investor ia juga harus memeriksa perkembangan proyek nya, Dari hasil pengamatan yang ia lakukan kalau ia bisa meninggalkan proyek tersebut untuk beberapa waktu.
Refa teringat untuk menghubungi Mama nya, Ia langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor telfon mamanya. Karena ia sangat merindukan mama nya ia memilih untuk melakukan sambungan telfon video call.
Tut...Tut...
Kini terlihat wajah Mama Fitri yang memenuhi layar ponsel nya. Ia dapat melihat seulas senyuman manis terpancar di wajah cantik mamanya.
" Hai Ibunda ratu ku."
" Ck Berhenti memanggil Mama seperti itu. "
" Hahaha mama kalau marah terlihat makin cantik saja. " Goda Refa
Dan benar saja Fitri yang di goda Refa membuat kedua pipinya merona merah. " Anak nakal sudah berani menggoda mama yah?!"
" Astaga Mama jadi semakin cantik saja. "
" Refa sudah jangan menggoda mama. "
" Bagaimana kabar mama dan yang lain nya?"
" Kami semua baik, Kau tau Adik mu Alia akan segara kembali. "
" Benarkah?"
" Iya dia akan kembali mama sangat senang sekali. " Refa dapat melihat raut wajah mamanya yang sangat bahagia sekali.
"Ma maafin Refa ya mungkin kali ini Refa tidak bisa hadir ke acara ulang tahun pernikahan Mama dan Papa. "
Fitri menampilkan senyuman kecil mendengar perkataan putranya, yang membuat nya sedikit kecewa namun ia bisa mengerti karena Refa sibuk mengurusi proyek besar di Korea.
" tidak apa-apa sayang mama Mengerti." Fitri menampilkan senyuman manis agar tidak terlihat kekecewaan di Raut wajahnya.
Refa yang mengetahui betul kalau mamanya sedikit kecewa membuat sedikit tidak enak untuk melanjutkan rencananya tetapi bukan Refa namanya jika tidak memberikan kejutan kepada mama dan Papanya. " Tapi Mama jangan khawatir kalau kondisi proyek disini bisa aku tinggal, Akan aku usahakan untuk pulang ngerayain bersama yang lainnya. " Ujar Refa tidak enak.
" Tidak usah sayang jangan terlalu di paksa, jika kamu tidak bisa kembali tidak Papa. Mama hanya tidak ingin mengganggung pekerjaan mu saja."
Refa tersenyum di layar telfon video. " Baik la ma, Aku akan mengirimkan kado spesial buat mama ku tersayang. "
" Sudah dulu yah sayang, Mama akan membantu Kaka ipar mu untuk menyiapkan acara."
" Iyah mama sampai Jumpa."
" Bye sayang. "
Saat panggil an kedua nya akan terputus tiba-tiba Refa melihat sekilas wajah Windi dan mendengar suara Windi yang memanggil Mama Fitri, Namun belum sempat ia bertanya sambung telfon sudah terputus membuat nya tidak jadi bertanya siapa wanita yang terlihat di layar panggil video tadi.
" Bye Ma."
Siapa wanita itu? Kenapa dia memanggil Mama? dan tunggu Kenapa dia terlihat mirip sekali dengan Windi? Aku tidak salah dengar kan? Suara itu mirip sekali dengan Windi. Batin Refa
Refa menepuk jidatnya. " Astaga mungkin saja karena aku terlalu merindukan Windi hingga membuat ku mengira kalau wanita itu adalah Windi." Refa yang sudah merasa lelah ia memilih untuk istirahat karena kemungkinan dua hari ke depan ia akan di sibuk dengan pengawasan di proyek nya dan menunjuk salah satu dari pekerjaan nya untuk menggantikan selama ia kembali Ke Indonesia.
.
.
.
Two days later
__ADS_1
Seperti yang di rencanakan Refa hari ini ia akan kembali ke Indonesia namun ia masih menyembunyikan kepulangan nya. Ia ingin memberikan kejutan kepada mama papa nya. Refa sengaja mengambil penerbangan jam Tujuh agar ia bisa istirahat. Untuk urusan proyek ia sudah mempercayakan kepada salah satu anak buah nya yang akan terus melaporkan perkembangan dan juga kemungkinan masalah proyek selama ia tinggalin.
Jarak yang cukup jauh dan lama membuat Refa memilih untuk tidur di pesawat, Untung nya ia hanya transit sebentar di negara tetangga. Sebelum pesawat lepas landas Refa kembali memandangi cincin pertunangan ia dan Windi. Ia berharap masih ada kesempatan untuk diri nya.
Ketika ia akan keluar dari bandara ia merasa mengenali seseorang namun ketika ia akan memanggil tersebut taksi yang ia pesan sudah datang membuat niatnya terung kan.
Mungkin hanya perasaan ku saja.
Setiba nya di Apartemen nya Refa langsung merenggangkan otot-otot . Ia memilih membaringkan tubuhnya agar lebih rileks. Tanpa sadar Refa tertidur hingga menjelang sore. Refa langsung mandi membersihkan tubuhnya. Tak lama suara bel apartemen nya berbunyi. Menampakkan sesosok Dito yang membawakan makan siangnya. Sebenarnya Ditto sudah dari jam 12 di depan pintu Hotel Refa namun karena tidak ada jawaban dari dalam membuat Ditto kembali ke Apartemen nya.
Malam harinya ia menjelaskan rencananya kepada Ditto, Sedangkan Ditto yang mendengar rencana Tuan Muda nya membuat nya meneguk kasar ludahnya.
Pasti ini bakalan ada perang saudara ini. Batin Dito
Refa yang terlalu bersemangat tidak menyadari ekspresi Ditto yang sedikit gelisah berkeringat dingin.
.
.
.
.
Keesokan harinya
Refa sudah bersiap dengan stelan Kaos putih yang di balut kan dengan Jas berwarna Hitam. Entah kenapa hari ini merasa sangat gelisah dan gugup padahal ini adalah hari penting bagi mama dan papa nya.
Huh Kenapa aku jadi gelisah dan gugup begini yah?
Jam sudah menunjukkan pukul 7 yang artinya acara sudah di mulai, ia menelfon Ditto untuk mempertanyakan kesiapan rencana dirinya.
" Halo Apakah semua sudah siap? "
" ..."
" Baik la."
Sambungan telfon langsung terputus, Ia menyambar kunci mobilnya yang berada di meja. Dengan Langkah cepat ia menuju basemen apartemen nya. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan rata-rata. Rasa gugup dan gelisah semakin mempengaruhi dirinya namun sebisa mungkin untuk terlihat rileks.
Mobil yang ia kendarai kini sudah terparkir sempurna di kediaman keluarga Witamma. Ia melihat Ditto yang menyambut kehadiran nya.
" Tuan kita bergerak mengikuti perintah dari anda tuan."
Refa menganggukkan kepalanya Mengerti, Saat akan memulai rencana nya langkah nya terhenti ketika mendengar kata sambutan dari Papa nya yang memperkenalkan Istri kakaknya.
Rasa nya seperti tikam dan hunusan pedang menusuk hati nya. langkah nya yang semula maju kita mundur, Ia seolah tak mempercayai perkataan papanya, Namun semua nya harus ia telan ketika ia melihat wanita yang ia cintai berada di samping kakaknya.
Tidak mungkin! Ini tidak mungkin kan? Bagaimana mungkin kakak dan dia? Refa menggeleng kan kepalanya tak percaya. Tapi semua yang ia lihat dan ia dengar semuanya nyata.
Tidak Sayang jangan pancar kan sinar kebahagiaan itu Windi. Kamu hanya boleh memencarkan nya hanya ketika bersama ku saja. Gumam Refa, Dada nya semakin sesak kita melihat interaksi Pujaan hati nya dan sang kakak yang menunjukkan kepada orang-orang kalau mereka berdua sangat bahagia.
Refa yang sudah tidak sanggup lebih ingin berbalik, Namun ketika Refa berbalik ia melihat Ditto sudah ada di depannya.
" Tuan anda mau kemana? Bukankah Anda ingin memberikan kejutan untuk Tuan dan nyonya besar? "
Seketika ia kembali tersadar ia tidak boleh menghancurkan rencana yang sudah ia siapkan. Meskipun hati nya hancur berkeping-keping tetapi ia tidak boleh menghancurkan hati Mamanya.
Refa menghela nafas dan memejamkan singkat mata nya. Ia menatap ke arah Ditto dan mengangguk kepalanya.
Ditto menyerah kan gitar kepada Refa, Dengan langkah gontai ia masuk ke diam Keluarga Witamma. Ia berulang kali menguatkan hatinya. Kini keadaan ruang sudah gelap, semua orang tampak riuh. Hingga semua nya kembali tenang ketika lampu menyorot ke arah nya.
Ia mulai memetik kan gitar nya, Ia membawakan lagu Ed Sheeran yang berjudul Thinking out loud.
When your legs don't work like they used to before
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love
Will your eyes still smile from your cheeks
And darling I will be loving you 'til we're 70
And baby my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Oh me I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
Kini Suara dan permainan gitar Refa menjadi pusat perhatian semua orang. Terkhusus nya Mama Papa nya, Ia bisa melihat raut wajah kebahagiaan di Mamanya Tapi Wajah papa nya menunjukkan keterkejutan akan kehadiran Refa.
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
__ADS_1
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way, mm
I know you will still love me the same
'Cause honey your soul can never grow old, it's evergreen
Baby your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand
But baby now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
That maybe we found love right where we are, oh
So baby now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
That maybe we found love right where we are
Refa terus memetik gitarnya Sampai lagu yang ia bawa kan selesai. Ia harus tetap tenang meskipun hatiku nya hancur, Ia tidak tau bagaimana ia akan menghadapi Windi dan juga Kakaknya.
Oh baby, we found love right where we are (maybe)
And we found love right where we are
Bertepatan dengan akhirnya lagu yang ia nyanyikan, Mata nya menetap sosok yang ia tidak ingin liat. Ia menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi. Tatapan nya semakin tajam ketika ia melihat mereka saling bergandengan, Hampir membuat pertahanan nya runtuh.
Jika ia bisa meluapkan emosi nya mungkin saja ia akan meluapkan dan menghancurkan acara orang tuanya, Tetapi ia tidak ingin membuat mama nya bersedih akan kemarahan nya. Ia berulang kali mengontrol emosi nya.
Benny yang sedari memperhatikan Refa kini ia mengikuti arah pandang Refa yang menatap dua insan yang sedang bergandengan tangan dengan erat, Siapa lagi kalau bukan Wisnu dan Windi. Ya Sesuai bernyanyi ia melihat Tunangan dan juga Kakaknya yang saling bergandengan tangan dengan erat.
Wisnu yang melihat kehadiran Refa membuat nya ada rasa takut jika Windi akan berpaling dari nya, Namun ia harus buang jauh-jauh rasa takutnya karena saat ini Windi hanya mencintai nya. Dan satu hal yang penting Windi sudah menjadi milik nya untuk selamanya. Jadi untuk apa ia harus merasa takut jika takdir membuat nya bersama dengan Windi untuk selamanya.
" Baby. " Windi hanya diam, matanya hanya fokus ke arah Refa yang sedari tadi Menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi yang berubah dengan tatapan membunuh.
Wisnu menghela nafas nya, Ia melepas genggaman tangannya dan menarik tubuh Windi untuk mendekat ke arah nya. Ia merangkul pinggang Windi dengan sangat posesif dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk mereka.
Windi yang secara tiba-tiba di rangkul Wisnu membuat nya tersadar dari pandangan nya. Ia menatap ke arah Wisnu yang sedang menatap nya. Ia harus bisa bersikap biasa saja di hadapan Refa, Karena Refa sekarang hanya la adik iparnya.
Ke duanya saling menatap satu sama lain. " Baby ini sudah saatnya ia mengetahui kebenaran nya. " Bisik Wisnu
Windi mengangguk kepalanya dan tersenyum kecil. Kedua nya melangkah bersama ke arah Refa yang sedang memandang mereka.
Refa yang benar-benar tidak sanggup lagi memilih untuk pergi dari tempat itu, Dari pada ia membuat kekacauan dengan memukul sang kakak, Yang akan membuat nama baik keluarga nya tercemar. Lebih baik ia pergi dan melampiaskan nya dengan menyiksa dirinya sendiri.
Windi yang melihat Refa yang pergi meninggalkan Ruangan itu membuat diri nya di rundung ketidak enakan kepada mama papanya. ia menatap ke arah mama papa nya yang juga menatap ke pergian Refa setelah ia bernyanyi. Benny mengisyaratkan kepada Windi bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aku tidak tau bagaimana pandangan nya tentang ku yang menikah dengan Kaka nya. Batin Windi
Windi melirik ke arah Wisnu yang sedari terlihat sangat gelisah, Ia tau apa yang sedang di fikirkan Wisnu saat ini. Ia mengelus lembut tangan Wisnu yang sedang menggenggam nya. " Aku akan selalu di sampingmu."
Mendengar perkataan Wisnu membuat nya sedikit tenang. " Terima kasih." Wisnu semakin mendekat kan tubuh mereka dan mencium lembut pucuk kepala Windi.
Tidak akan ku biarkan Refa berbuat kepada mu baby, Aku akan selalu melindungi mu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)