Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Perjalanan


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Panji telah terparkir sempurna di depan gerbang Pabrik Industri tempat Windi bekerja. Windi sendiri yang meminta agar tidak mengantar sampai pintu hijau.


" Terimakasih. " Ujar Windi


Wisnu mengangguk kepalanya dan menatap ke arah Windi." Iya."


Saat Windi hendak membuka pintu Wisnu menahan tangannya. " Tunggu."


" Ada apa?"


" Aku mau menambahkan Tugas untuk mu."


Kening Windi berkerut dan tak mengerti dengan perkataan Wisnu." Tugas? Tugas apa?"


Wisnu menghela nafas nya perlahan." Iya. Tugas sebagai Istri."


"Ha? Kata saja langsung jangan berbelit-belit ini sudah hampir jam masuk?" Ujar kesal Windi


Bukannya menjawab pertanyaan Windi Wisnu justru menunjuk Pipi nya menggunakan Jari telunjuknya.


Windi sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Wisnu saat ini. " Aish... Kamu ini kenapa? Kenapa kamu malah menunjuk Pipi mu?"


Panji sedari tadi memperhatikan Wisnu dan Windi melalui kaca Spion depan. Ia juga bingung dengan Wisnu yang menunjuk Pipi nya.


Apa tuan menyuruh nona Windi untuk mencium pipinya? Astaga jika itu benar dia sama Sekali tidak punya perasaan melakukan itu di depan ku...


Wisnu yang kesal karena Windi tidak mengerti dengan tindak nya membuat Wisnu menarik tangan Windi dan


Cup!


Satu ciuman di pipi mendarat dengan sempurna di pipi sebalah kanan Wisnu.


Windi melebarkan mata nya ketika bibirnya menyentuh pipi Wisnu. Ia mendorong Pelan tubuh Wisnu.


"Isnu apa yang kamu lakukan." Ujar dengan kesal


" Aku hanya membuatmu mengerti dengan tugas mu." Ujar santai Wisnu


" Ha? Kamu dari tadi bicarakan tentang tugas? Tapi Kenapa kamu menarik tangan ku hingga mencium pipi mu."


" Karena itu tugas mu."


" Aish kau benar-benar membuat ku kesal." Windi tampak memikirkan setiap perkataan Wisnu dan tindak nya tadi Seketika Pikirkan nya langsung menyambung menjadi satu.


" Ka-kamu Tidak menyuruh ku untuk mencium mu setiap pagi kan?" Tanya Windi seraya menatap tajam ke arah Wisnu

__ADS_1


Sedangkan Wisnu yang mendapat kan tatapan tajam dari Windi justru tersenyum lembut dan Mengangguk-ngangguk kepalanya. " Pintar sekali." Wisnu mengusap gemas kepala Windi


" Hei hentikan! Jangan merusak Rambut ku."


" Baik la baik... Sekarang kamu boleh turun.." Ujar Santai Wisnu


" Kau..."


" Apa kamu ingin terlambat?"


" Aish... Menyebalkan!!" Windi turun dengan membanting pintu mobil


Wisnu yang melihat Windi kesal membuat senyuman mengembangkan sempurna di wajahnya.


Lihat betapa menggemaskan nya dia...Hah aku tidak sabar esok pagi saat dia mencium ku lagi... Senyuman Wisnu masih belum menghilang dari wajah tampannya.


Panji yang mendengar dan menyaksikan Nona dan tuan muda nya membuat nya menggeleng kan kepalanya.


Tunggu! Tuan Wisnu tersenyum? Itu suatu keajaiban... Seperti nya hari ini di kantor tidak akan terlalu menegangkan. Panji juga tersenyum melihat wajah Wisnu yang tersenyum


" Apa yang kau senyuman kan?" Ujar dingin Wisnu


Astaga! Baru saja aku membayangkan sikap hangat tuan muda..


" Ah tidak tuan." Panji menghidupkan mobil nya dan melesat pergi meninggalkan Pabrik industri itu.


Sedangkan di satu sisi Windi benar-benar merasa kesal dengan sikap Wisnu yang sangat aneh.


Dia benar-benar sangat aneh dan menyebalkan... Pertama dia menyuruh ku untuk membangunkan nya dengan lembut saat di pagi hari... Itu tidak Masalah... Tapi? Yang kedua... Yang benar saja dia menyuruh ku untuk mencium nya setiap pagi... Aish menyebalkan sekali... Grutu Windi.


Windi berjalan dengan Hawa kesalnya, Ia tidak mendengar ketika para security menyapanya. Ia melewati nya begitu saja tanpa menjawab nya.


Ibu Windi hari ini aneh sekali? Tidak biasanya dia seperti itu..


Windi sudah berdiri di pintu masuk Industri, Namun sebelum memasuki area industri Windi terlebih dahulu mandi agar terbebas dari bakteri. Dalam suatu pabrik industri akan sangat minim bakteri yang masuk. Hanya di diperbolehkan 0,000 sekian persen.


Selesai Mandi Windi mengganti pakaian nya dengan pakai yang sesuai dengan standar peraturan perusahaan. Windi berjalan menuju ruang kerja pabrik Industri. Tugas Windi sebagai kepala QC yang berhubungan dengan pengambilan sampel, spesifikasi, pengujian, Dokumentasi serta prosedur kelulusan.


Berkat kecerdasan dan pengalaman yang dimiliki Windi tidak memakan waktu yang cukup lama untuk bisa mencapai posisi sebagai kepala QC di suatu Pabrik Industri terbesar di Kota metropolitan.


Dari dulu Windi memang sudah berminat di bagian dunia kesehatan, Awalannya dia berniat ingin menjadi dokter tetapi ia tau menjadi dokter akan habis memakan waktu nya.


Hingga Ia tanpa sengaja menerima brosur pendidikan Jurusan Farmasi ketika ia masih sekolah menengah atas, Rasa ketertarikan nya dengan dunia farmasi membuat nya mulai mempelajari segala hal yang berkaitan dengan dunia Farmasi.


Bahkan ia mulai menghafalin setiap nama bahan yang dalam formakope dan Fornas Belanda. Perlahan ia juga mulai mempelajari cara mengerjakan Dosis dalam setiap obat yang akan di berikan kepada Pasien.

__ADS_1


Awalnya ia ingin berkuliah di Amsterdam, Namun ketika ia menyampaikan keinginannya, Papa James menentang keinginan Windi untuk menjadi Apoteker.


James Awalnya mengira Windi akan mengambil Jurusan Kedokteran atau Bisnis sesuai dengan Usaha keluarga nya. Namun James salah justru Windi ingin menjadi Apoteker.


James tak habis dengan fikiran Windi, Ia juga tidak menyangka selama ini Putri nya sudah mempelajari tentang ilmu ke Farmasi an secara Otodidak. Ia tau putri nya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hal itu membuat James berharap bahwa Windi bisa membantu nya dan Ken dalam mengurus perusahaan nya. Namun Windi sudah mengambil Keputusan nya sendiri.


Karena tidak ada dukungan dari Papanya Windi memutus kan untuk pergi dan tinggal di Indonesia. Sebelum pergi ia meminta sesuatu hal kepada James untuk mencabut segala haknya di keluarga Winata ia juga meminta untuk mengganti indentitas nya yang sesungguhnya. Setalah mengatakan itu Windi langsung pergi dari rumah dan menunggu apa yang dia inginkan.


Tiga hari setelah kepergian nya dari Mansion keluarga nya Windi mendapatkan segala berkas yang dia inginkan. Sekarang namanya sudah berubah bahkan nama belakang nya hanya Di singkat agar tidak ketahuan.


Windi meyakinkan dirinya bahwa dia bisa menghadapi semua ini dengan Sendiri. Ia menggunakan kecerdasan untuk mendapatkan biaya siswa di salah satu universitas bergengsi di Indonesia. Awalnya Pihak kampus menolak nya karena Windi lulusan dari Amsterdam tapi setalah berulang kali meyakinkan pihak kampus akhirnya ia diterima dengan mendapatkan biaya siswa full sampai ia lulus.


Perjuangan Windi untuk mencapai kedudukan nya saat ini tidak lah mudah. Selama di kampus ia selalu di ganggu oleh Genk nya angel yang tidak suka akan kecerdasan yang di miliki Windi. Tapi itu semua bukan halangan yang mampu membuat Windi putus asa dalam mencapai keinginan.


Tidak memakan waktu yang lama tiga Tahun Windi sudah lulus dengan nilai Cumlaude dan menjadi mahasiswa terbaik dengan nilai tertinggi.


Enam bulan Windi bekerja di rumah sakit, Ia juga mengambil S2 nya untuk mendapatkan gelar Apoteker nya. Windi memilih Bagian industri di Kuliah S2 nya. ia melanjutkan kuliah nya dengan biaya siswa yang diberikan Kampus tempat ia kuliah dulu. Karena Pelatihan Kerja lapangan dari pihak kampus Windi berhenti dari rumah sakit dan bekerja di Pabrik Industri. Awalnya Windi hanya ditugaskan sebagai petugas gudang. Ia benar-benar mempelajari setiap hal yang ia kerjakan.


Tidak sampai dua tahun Windi menyelesaikan kuliah S2 dengan nilai sempurna. Ketika ia lulus pihak tempat ia pelatihan kerja lapangan meminta Windi untum gabung secara resmi di Pabrik Industri tersebut. Yang mula nya hanya menjadi petugas Gudang sekarang menjadi Kepala QC. Windi benar-benar Tidak membayangkan kalau ia bisa menjadi Kepala QC.


Windi sudah berpakaian lengkap tidak lupa dengan jas lab kebanggaan nya. Ia memasuki ruang lab dan memulai tugas nya untuk melakukan pengambilan sampel dari bahan yang baru masuk dari Gudang. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan. Karena ketika ia melakukan kesalahan maka itu akan berdampak ke produksi.


Aku bahkan tidak pernah menyangka bahwa aku bisa mendapatkan apa yang aku ingin dengan usaha ku... Aku tidak akan pernah menyia-nyia kan kesempatan yang telah di berikan Tuhan untukku...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Satu bab lagi ditunggu yang bun moms Daddy 🥰❤️😍

__ADS_1


__ADS_2