Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Ciuman lembut


__ADS_3

Seusai pemberkatan Wisnu dan Windi duduk di pelaminan dan menyalami para tamu undangan yang hadir di pernikahan Mereka.


Keduanya kompak memberikan senyuman palsu kebahagiaan. Pernikahan yang tidak pernah mereka impikan terjadi begitu saja tanpa di duga.


Takdir benar, Kita tidak tau kepada siapa kita akan di takdir untuk bersama dan kepada siapa kita akan jatuh cinta. Kita tidak bisa menebak segala sesuatu nya. Seperti hal nya kisah cinta yang diharapkan Windi tidak terwujud sesuai dengan apa yang ia inginkan.


Baik Windi maupun Wisnu, Tidak pernah berfikir ataupun bermimpi untuk terikat dalam ikatan yang suci di hadapan tuhan.


°°°


Acara pernikahan dan penyambutan tamu pernikahan sudah selesai, Windi dan Wisnu kembali ke kamar yang sudah di siapkan untuk keduanya.


Keduanya terasa saling canggung satu sama lain, Tidak ada percakapan diantara keduanya.


Saat mereka ingin masuk ke kamar hotel tiba-tiba James datang menghampiri keduanya.


" Windi." Panggil James yang berada di ujung lorong kamar.


Kedua nya menoleh ke arah James." Iya pa? Ada apa?" Tanya Windi.


" Maaf Mengganggu waktu kalian, Tapi ada yang ingin papa bicarakan dengan Wisnu." Ujar James menatap ke arah Wisnu yang berada di samping Windi.


Windi mengangguk-ngangguk kepalanya." Baik lah kalau begitu Windi masuk duluan yah Pa." Ujar Windi


James Tersenyum ke arah Windi." Baik sayang selamat malam, dan maaf papa pinjam dulu suami mu ini." tangan James mengelus lembut kepala Windi.


Windi yang mendengar perkataan papanya membuat pipi Windi sedikit merona." Tidak masalah pa."


James mengangguk kepalanya dan tersenyum, Windi masuk ke dalam kamar hotel meninggalkan Wisnu dan James yang berada di lorong kamar.


James menatap Wisnu yang sedari tadi mendengar percakapan nya dengan Windi." Ikut aku." Ujar James dengan dingin


Wisnu di bawa James ke suatu tempat yang sepi dan hening. James menuntun Wisnu ke arah kursi yang berada di tengah taman.


Keduanya duduk di kursi taman itu menatap lurus ke arah depan. Tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Keduanya hanya saling diam membisu dalam fikiran mereka masing-masing.


Hening!

__ADS_1


Hening!


Hening!


"Wisnu." Ujar James setalah menciptakan kebisuan diantara mereka.


Mata Wisnu beralih menatap ke arah James." Iyah Tuan?"


James tertawa geli mendengar Wisnu memanggil nya tuan." Hei kau ini sekarang anak menantu ku, kenapa kau memanggil ku tuan? Kau fikir aku ini tuan mu apa?" Ujar James sedikit kesal


Wisnu yang mendengar perkataan James membuat nya sedikit tak percaya mendengar." Ha? "


" Aish kau ini membuat ku kesal saja! Panggil aku papa seperti Windi memanggil ku Papa." Ujar James


" A-ah iyah Pa." Wisnu sedikit kaku ketika memanggil James dengan sebutan Papa.


James tersenyum mendengar perkataan Wisnu." Kau harus terbiasa memanggil ku Papa." James menepuk pelan bahu Wisnu.


Wisnu terperangah dengan sikap James yang lebih lembut dan hangat dari yang ia kenal kemarin. Benar kata Windi, Tuan James akan lembut dan hangat kepada seseorang yang ia kenal dan ia sayang.


" Kau tau Wisnu? Ketika kelahiran Wanda dan Windi, Hidup ku seperti berwarna." James tersenyum mengingat peristiwa kelahiran Wanda dan Windi.


" Mata indah mereka, Hidung mancung, Kulit putih mereka yang seputih susu dan selembut keju." Mata James berkaca-kaca menceritakan tentang kedua putrinya.


" Aku terus memberikan dan melakukan apa saja untuk mereka berdua, Bahkan terkadang Istri merasa cemburu karena aku lebih mencintai kedua putri ku yang sangat cantik." James terkekeh pelan mengingat ketika Keylly pernah merasa cemburu akan kehadiran Putri mereka.


" Tanpa terasa... Waktu begitu cepat berlalu... Putri yang dulunya selalu berada di pangkuan ku dan menangis dalam pelukan ku, kini mereka berdua sudah tumbuh menjadi gadis-gadis dewasa yang sangat cantik lembut..." Terdengar suara helaan nafas dari James.


Mata Wisnu masih tak teralihkan dari James, Telinganya mendengar dengan baik setiap kata yang di ucapkan James.


" Wisnu boleh kah aku meminta satu hal kepada mu? "


Wisnu mengerutkan keningnya menatap heran ke arah James. " Papa ingin aku melakukan Apa untuk mu? Jika aku sanggup aku akan usah sebaik mungkin untuk melakukan apapun yang Papa ingin kan." Wisnu mengatakan nya dengan jelas dan lugas.


James tersenyum mendengar Jawaban Wisnu yang terdengar sangat meyakinkan. " Aku ingin kau..."


°°°

__ADS_1


Ditempat lain setalah memasuki kamar hotel Windi mengganti pakaian nya dan menghapus rias make - up yang ia gunakan selama seharian ini.


Huh! Aku tidak menyangka ternyata menikah sungguh melelahkan sekali. Tau begini aku akan meminta Wisnu untuk mengadakan acara pemberkatan saja. Grutu kesal Windi.


Windi membuka pakaian nya dan menuju ke kamar mandi. Ia mengisi air hangat di Bathtub dan memberikan aroma terapi untuk mengrilkes tubuhnya yang terasa lelah dan pegal.


Ia berendam dengan air panas dan di iring dengan alun musik slow. Ia memejamkan kedua matanya dan menikmati sensasi tersendiri dari ritual berendam nya.


Setengah jam kemudian Windi terbangun dari tidurnya. Astaga aku ketiduran. Windi segera bangkit dari ritual berendam nya dan menuju shower untuk membilas tubuhnya.


Lima belas menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan masih belum mendapati Wisnu di kamar itu.


Kenapa dia belum kembali? Apa yang sedang ia bicarakan dengan Papa? Windi memikirkan apa yang akan di bicara kan oleh papanya kepada Wisnu.


Ais! Kenapa aku memikirkan nya... Lebih baik aku tidur sebelum ia datang Agar malam ini tidak terjadi apa-apa.


Windi bergegas mengeringkan rambut nya yang basah, Setalah itu ia menuju kasur berukuran king size. Ia mendudukkan tubuhnya di kasur dan menatap sekeliling kamar dan memikirkan hari esok sebagai awal ia menjadi istri dari mantan tunangan nya.


Huh Semoga esok akan menjadi lebih baik dari sekarang.


Windi merebah kan tubuhnya di kasur dan perlahan matanya tertutup dan terbawa ke alam mimpi.


°°°


Satu jam kemudian Wisnu sudah kembali ke kamar hotel setalah berbincang dengan James. Ia melihat Windi yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Dia sudah tertidur? Aku kira aku akan mendapatkan nya, Ah sudah lah lebih baik aku mandi terlebih dahulu..


Wisnu menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan lelah.


Lima belas menit kemudian Wisnu keluar dengan menggunakan pakaian santainya. Ia menggosokkan rambutnya yang basah menggunakan handuk. Mata nya menatap wajah Windi yang tertidur pulas. Kakinya melangkah mendekat kearahnya.


Wisnu sedikit membungkuk kan badannya dan menatap intens ke arah Windi. Bahkan saat ia tertidur pun ia masih sangat cantik. gumam Wisnu, Tangan bergerak mengelus lembut kepala Windi. Perlahan wajah nya maju ke arah Windi.


Cup!


Wisnu mencium lembut kening Windi, Ia tersenyum menatap Wajah tenang Windi.

__ADS_1


Wisnu menegakkan tubuhnya dan berjalan menuju kearah sisi lain dari kasur. Ia merebahkan tubuhnya di sebalah Windi. Ia menatap tubuh Windi memunggungi tubuhnya.


Windi! Aku tidak tau bagaimana kedepannya hubungan ini... Tapi aku akan berusaha pernikahan ini menjadi nyata akan kehadiran kita berdua...


__ADS_2